
" assalamu'alaikum " Gadis yang tiba tiba membuat Ainun berhenti bercerita ke Yusuf
" walaikumussalam" Yusuf dan Ainun menjawab salam Ainun bersamaan.
Begitu melihat keberadaan Yusuf langkah kaki gadis terhenti, pandangan nya menunduk begitu juga Yusuf yang slalu menjaga pandangan nya setiap kali bertatap muka dengan gadis
" umi, ada paman Yusuf apa benar , paman ini teman umi sewaktu di kampung ?"
" yaa nak, bagaimana keadaan mu nak ?"
" aku baik baik saja umi, ainun minta pulang boleh ya umi plies ..Ainun bosan di rumah sakit "
" tapi sayang kondisi Ainun juga blm stabil kan"
" tapi umi Ainun sudah bisa gerakkan kaki dan badan Ainun apalagi umi "
" sayang sabar ya sebentar umi tanyakan dokter apa Ainun sudah boleh pulang "
" tunggu ! maaf gadis biar aku saja yang menemui dokter, lebih baik temani saja Ainun disini "
Yusuf meninggal kan kedua ibu dan anak ini
Tidak berapa lama rikipun datang,
"assalamualaikum bidadari papa "
ucapnya sambil mengecup kening putri nya
Melihat gadis menghindar memilih berdiri di pojokan kamar.
"sudah lama datang dek ?"
"baru saja bg "
"oh, ini aku bawakan makanan kesukaan kamu dek , dimakan ya"
Gadis mengangguk,
"cieee cieee roman roman nya bakal adalah yang CLBK an ini cinta lama bersemi kembali , yeeee... Aku pasti senang baget kalo papa sama umi bisa balikan lagi apalagi balikan di hari pernikahan Ainun nanti "
" paa ayo dong pa ajak umi rujuk lagi, menurut agamakan umi sudah bisa papa ajak rujuk jadi istri papa lagi karena umi sudah menikah kan papa juga gitu "
" hukhukhuk " tiba tiba gadis batuk batuk kaget mendengar perkataan Ainun
" Ainun sayang,, tuh lihat umi kamu sampai batuk batuk dengar kamu ngomong gitu "
__ADS_1
" itu batuk tandanya umi mau Nerima papa iya kan umi ?"
" Ainun, nak yang terpenting untuk umi saat ini adalah kesehatan ainun bisa sehat seperti semula lagi "
"ainun bakal sehat kalau umi sama papa balikan lagi, plies balikan lagi demi aku umi , papa"
suasana tiba tiba senyap tidak ada suara , Yusuf pun masuk , melihat Riki ada di sana langkah kaki Yusuf terhenti .
" maaf , sepertinya keberadaan saya menganggu " ucap Yusuf
" ada dia lagi kenapa dia slalu hadir di tengah tengah keluarga ku aku nyakin dia punya maksud tertentu pada gadis " kata Riki didalam hatinya .
" paman Yusuf sini paman , pa kenalin ini paman Yusuf teman sekolah umi di kampung "
" ohh iya , Riki " ucap Riki sambil mengulurkan tangan nya dan di balas oleh Yusuf begitu kedua berjabat tangan , Riki meremas kuat tangan Yusuf
" Yuusuf " ucapnya sambil menahan kesakitan.
" papa tau gak pa , paman Yusuf ini yang udah selamatin Ainun dan antar Ainun jalan kaki ke rumah sakit ini kalau gak ada paman Yusuf mungkin Ainun sekarang udah gak ada disini pa"
Remasan tangan Riki mulai mengendur, ia perlahan melepaskan tangan yusuf lalu melemparkan senyuman
" o ya, Trimakasih sudah selamatin putriku dan sebagai imbalan nya aku akan beri kamu hadiah berapa pun yang kamu minta "
" omong kosong jangan jangan kecelakaan putriku ada hubungan dengan pria ini aku nyakin dia sengaja mencelakai putriku untuk bisa dekat dengan gadis aku tau sekarang ****** "
kata Riki didalam hati sambil terus memandangi Yusuf ,
" maaf sayang, papa boleh bicara sama paman Yusuf di luar sebentar saja "
" boleh dong pa "
" ok kalau gitu ayo kita ngobrol di luar yuk "
" ya allah semoga tidak terjadi kesalahpahaman antara keduanya " kata gadis di dalam hatinya
"Sekarang to the points saja mau kamu apa ? Uang berapa uang yang kamu butuhkan tulis saja di cek ini " sambil melempar setumpuk cek kosong di dada Yusuf
Cek yang jatuh di ambil oleh Yusuf dan berkata
" ini cek kamu , saya tidak butuh itu saya ikhlas menolong siapun yang saya temui dalam kesusahan"
Riki semakin di buat emosi ia menarik kerah baju Yusuf
" hentikan Riki ! Ini rumah sakit "
__ADS_1
" aku tau tujuan kamu apa, Hadir di antara keluarga ku , kamu ingin mengambil hati gadis kan ?"
Yusuf menepis cengkraman tangan Yusuf di bajunya , " hentikan kekonyolan mu ini , kalau lah aku mau mengambil gadis dari kamu sudah dari dulu aku ambil dia " ucap Yusuf kemudian pergi begitu saja
" apa maksud kamu !"
" aku gak perlu jelasin maksud aku apa, kamu bisa artikan sendiri ucapan aku "
" jangan macam macam kamu yusuf "
" lepaskan tanganku "
Keduanya saling beradu mata, tidak menyadari pertengkaran mereka di saksikan oleh Ibrahim.
Ibrahim pun merasa kan hal yang sama, kehadiran Yusuf membuat iya penasaran .
Sesampainya di rumah setelah pulang dari rumah sakit , gadis menyiapkan teh panas untuk Ibrahim dan Maryam .
" umi, boleh Ibrahim tanya sesuatu.?"
" tentu boleh nak, mau tanya apa ?"
" umi, kalau Allah kasih umi jodoh lagi umi masih mau menikah ?"
gadis tersenyum manis pada putranya,
" untuk saat ini, hanya Abi yang ada dalam hati umi gak akan pernah tergantikan sampai kapanpun, umi pengen nanti kita berkumpul bersama sama di surga Allah bersama Abi, Ibrahim Taukan kalau umi nikah lagi itu tandanya umi gak mau ketemu sama Abi lagi "
" maafkan Ibrahim umi, umi memang istri yang Sholeha, Abi beruntung punya istri seperti umi"
" masyallah, kenapa Ibrahim tiba tiba nanyak itu ada apa ?"
" Ibrahim takut umi nikah lagi ninggalin Ibrahim sama Maryam "
Gadis tersenyum sambil mengelus lembut rambut putranya .
" gak akan pernah nak, kalian belahan hati umi , lihatlah Abang Adam sama kak Ainun, sampai mereka menikah umi perjuangkan mereka Ibrahim lihat kan?"
" lihat umi, maaf umi "
" sudah ya, lebih baik Ibrahim sholat minta Abi di lapangkan kuburnya di tempat kan di tempat sebaik baik nya di sisi Allah "
" aamiin , iya umi Ibrahim Sholah isya dulu habis itu Ibrahim tidur ya umi "
" iya nak "
__ADS_1