DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Kembalinya Yafet


__ADS_3

Ketika mendengar perkataan Hazal yang penuh keberanian, laki-laki bertopeng itu membalikkan badannya menghadap ke arah Hazal dan melepas topeng yang melekat di wajahnya.


"Kau...!" Suara pekikan Hazal yang sangat terkejut melihat sosok yang ada di depannya.


Wajahnya seperti yang aku lihat di foto itu.


Ia berusaha mengingat kejadian tadi siang ketika dirinya masuk ke kamar Yafet dan melihat bingkai foto baru di sana.


"Hei, anak yatim piatu! Terakhir kali aku mengatakan ini kepadamu saat kau masih berusia lima tahun. Apakah kau masih ingat, Hazal?" tanya laki-laki itu dengan senyum dinginnya.


"Yafet," ucap Hazal dengan suara lirih. Mereka berdua masih berdiri saling berhadapan.


"Ternyata ingatanmu masih tajam! Bahkan kau sudah tidak lagi memanggil ku kakak. Bagus," kata Yafet dengan tawanya yang menyeringai.


Yafet mendekat ke arah Hazal. Jarak mereka sekitar satu langkah kaki orang dewasa. Pandangan mata mereka saling beradu untuk pertama kalinya ketika umur mereka beranjak dewasa.


Telapak tangan Hazal sudah mendarat keras di wajah Yafet. Terasa panas seperti api yang membara, membuat wajah pemuda itu langsung berubah.


Dengan menahan amarahnya Yafet berkata, "Beginikah caramu menyambutku, hah?"


Tangan Hazal gemetar melihat ekspresi wajah kakak angkatnya itu, tetapi dia berusaha tidak menunjukkan ketakutannya.


Dengan tegas dia berkata, "Tamparan itu adalah balasan untukmu tentang kejadian di gudang dua belas tahun yang lalu dan karena tadi kau sudah menciumku di depan umum!"


Mendengar perkataan Hazal, Yafet menggaruk hidungnya yang tidak gatal dan tersenyum. Seakan hatinya sedikit lega karena Hazal sudah melampiaskan amarahnya kepada dirinya. Amarah yang seharusnya gadis itu lakukan dua belas tahun yang lalu.


"Kenapa kau malah tersenyum?" tanya Hazal dengan sorot matanya yang tajam menatap sepasang mata elang yang ada di depannya.


Kemudian Yafet berjalan semakin mendekat ke arah Hazal, dengan cepat Hazal mengambil langkah ke belakang. Membuat tubuhnya menyentuh dinding lorong yang terbuat dari bebatuan buatan.


Kedua tangan Yafet menghadang Hazal. Mengunci tubuh gadis itu. Kembali Yafet mendekatkan wajah nya ke wajah Hazal. Hidung mancung mereka saling bersentuhan. Tubuh Hazal gemetaran. Gadis itu berpikir, bahwa Yafet mungkin akan menciumnya lagi atau berbuat tidak senonoh kepadanya.


Sedetik kemudian, Yafet berjongkok dan menyentuh kaki Hazal.


Apa yang dia lakukan?


Ternyata Yafet hendak memakaikan sepatu high heels Hazal yang tadi terlempar mengenai bahunya.


"Kau ingat semua kejadian tentang masa kecil kita, tapi kau lupa dengan sepatumu yang kau lemparkan padaku," kata Yafet dengan tenang.

__ADS_1


Dipakaikannya sepatu itu ke kaki mulus Hazal. Ada luka memerah di belakang tumit gadis itu.


Kenapa mendadak sikapnya menjadi setenang ini?


Hazal meremas gaun pestanya sambil manik matanya terus melihat apa yang di lakukan oleh kakak angkatnya itu.


Kemudian terdengar suara seseorang memanggil Hazal. Ternyata Emir Aksal menyuruh salah satu karyawan hotel untuk mengikuti Hazal.


"Nona Hazal, akhirnya aku menemukanmu. Apakah kau baik-baik saja, Nona?" tanya karyawan hotel.


"Iya. Aku baik-baik saja. Katakan pada ayahku, aku akan segera naik ke atas," kata Hazal sambil menoleh ke arah karyawan hotel tersebut. Setelah mendengar jawaban Hazal, karyawan itu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ayo kita segera naik ke tempat pesta," ajak Yafet yang berjalan di depan Hazal.


"Auw...!" teriak Hazal yang merasakan kesakitan, karena tumitnya terluka akibat dia mengejar kakak angkatnya.


Melihat hal itu, tanpa banyak bicara Yafet mengangkat tubuh Hazal bagaikan pengantin pria yang sedang menggendong pengantin wanitanya.


"Hei...! Apa yang kau lakukan? Cepat turunkan aku!" teriak Hazal yang terkejut dengan perbuatan Yafet.


"Diamlah! Dan jangan bergerak! Atau kau akan terjatuh!" seru Yafet membalas teriakan Hazal.


Pengunjung hotel yang melihat mereka tampak tertawa, ada yang mengatakan bahwa mereka sangat lucu dan romantis sekali, orang-orang itu menyangka kalau mereka adalah pengantin baru yang sedang melangsungkan pernikahan mereka di hotel ini.


Begitu sampai di depan pintu ruang pesta, Yafet menurunkan Hazal. Beruntung ayah dan ibunya tidak melihat kejadian itu. Yafet mengajak Hazal untuk mencari orang tua mereka. Ternyata ayah dan ibunya sedang berbincang-bincang dengan salah satu rekan bisnisnya.


"Tunggu!" Hazal menarik lengan Yafet.


Gadis cantik yang berusia tujuh belas tahun itu ingin tahu, bagaimana Yafet bisa menjadi pasangan dansanya, bukankah seharusnya Ozcan yang berdansa dengannya, dimana teman sekolahnya itu?


"Kenapa kau sangat mengkhawatirkan nya? Apakah dia kekasihmu?" tanya Yafet sambil menatap Hazal dalam-dalam.


"Bukan urusanmu! Aku hanya khawatir terjadi sesuatu dengannya, karena aku menghubunginya berulang-ulang tapi dia tidak menjawab. Apa dia sakit atau kecelakaan atau... jangan-jangan kau melakukan sesuatu padanya?" Pandangan Hazal menusuk tajam ke arah Yafet, seakan-akan ia menuduh kakak angkatnya itu.


"Apa kau pikir aku ini seorang kriminal?" ujar Yafet sengit dan menepis tangan Hazal yang sejak tadi memegang lengannya.


"Kau pasti bertemu dengannya kan? Jika tidak, bagaimana kostum Ozcan bisa ada padamu?" ucap Hazal tak kalah sengit.


Dituduh seperti itu oleh Hazal, akhirnya Yafet menjelaskan apa yang telah terjadi sebelum acara dansa itu berlangsung.

__ADS_1


Kejadian sekitar pukul tujuh malam.


Yafet tiba di Hotel AKSAL. Sebelum dirinya masuk ke ruang pesta, ia masuk ke dalam toilet yang ada di dekat lobi.


Di dalam toilet itu, Yafet melihat seorang pemuda yang terkapar di lantai. Pemuda itu menggunakan pakaian pesta lengkap.


"Tolong aku," rintih pemuda itu dengan penuh kesakitan, ketika ia melihat Yafet masuk ke dalam ruang toilet.


"Ada apa?" tanya Yafet yang menghampiri pemuda itu.


"Perutku melilit, aku harus datang ke pesta ulang tahun teman sekolahku. Pasti teman ku itu mencari ku, karena aku adalah pasangan dansanya," jelas pemuda itu perlahan-lahan sambil memegang lengan Yafet.


Yafet melihat wajah pemuda itu sangat pucat dan terus memegang perutnya.


"Kurasa kau tidak akan sanggup berdansa dengan temanmu itu," ucap Yafet yang masih jongkok di samping pemuda itu.


"Maukah kau menolongku?" tanyanya kemudian.


"Aku akan membawamu ke rumah sakit!" seru Yafet yang segera memapah pemuda itu dan membawanya ke rumah sakit menggunakan taksi.


"Tolong bantu aku untuk menjadi pasangan dansa teman ku. Aku tidak ingin membuatnya kecewa," mohon pemuda itu.


Setelah mereka berdua sampai di rumah sakit terdekat. Pemuda yang baru saja di tolong oleh Yafet itu ternyata bernama Ozcan. Mereka pun saling bertukar pakaian.


Yafet meninggalkan Ozcan di rumah sakit, setelah dokter menangani pemuda itu. Putra Emir itu segera kembali ke Hotel AKSAL untuk menggantikan posisi Ozcan sebagai pasangan dansa Hazal.


Hati Hazal tampak trenyuh ketika mendengar keadaan Ozcan, kemudian dia berjalan keluar dengan kaki tertatih-tatih. Yafet memegang lengannya dan berkata kepada gadis itu, "Kau mau kemana?"


"Aku mau ke rumah sakit untuk melihat kondisi Ozcan," jawab Hazal dengan posisi memunggungi kakak angkatnya itu.


Yafet menawarkan dirinya untuk mengantar Hazal, tetapi gadis itu menolaknya. Hazal ingin pergi sendiri dengan sopir pribadinya. Dia berjalan tertatih-tatih seperti nenek tua menuju lobby untuk menunggu sopir pribadinya datang menjemput. Tak sabar melihat Hazal yang berjalan seperti itu, kemudian Yafet mengangkat dan menggendong Hazal kembali seperti pengantin wanitanya.


"Dua kali kau melakukan ini kepadaku. Cepat turunkan aku, atau aku akan teriak!" perintah Hazal.


"Teriaklah sesuka hatimu, orang-orang tidak akan peduli dengan kita," ujar Yafet yang masih terus berjalan menggendong Hazal sampai lobby.


Tak lama kemudian mobil Hazal pun datang, Yafet meminta kunci mobil pada sopir. Setelah itu Yafet menuntun Hazal berjalan dan masuk ke dalam mobilnya.


🔥 Bersambung ❤️

__ADS_1


Jangan lupa kasih Like, Komentar, Rate bintang lima dan Vote kalian ya 🤗 Terimakasih 🙏


__ADS_2