
Siang hari itu Yafet mengejar Hazal yang keluar dari kafetaria kampusnya. Dia berhasil menarik tangan Hazal.
"Tunggu Hazal, dengarkan aku....kita perlu bicara. Dengarkan penjelasan ku." pinta Yafet kepada adik angkatnya itu.
"Lepaskan tangan mu, Yafet. Kau tidak perlu menjelaskan apa-apa padaku !! Karena kita tidak punya hubungan apa-apa !!" teriak Hazal.
Diinjak nya kaki Yafet hingga tangan kakak angkatnya itu terlepas dari tangan nya. Yafet meringis kesakitan. Segera Hazal berlari dan mencegat sebuah taksi yang melintas di depan kampus tersebut.
Dengan cepat Hazal membuka pintu taksi dan menyuruh sopir taksi tersebut untuk segera melajukan mobilnya. Yafet yang melihat Hazal sudah pergi, berusaha mengejar gadis itu dengan menggunakan mobil miliknya. Dia segera menuju ke apartemennya.
"Kita akan kemana, Nona?" tanya sopir taksi kepada Hazal di balik kemudinya.
"Oh my God.....aku tidak tahu alamat apartemen Yafet. Oh Hazal....bagaimana dirimu akan pulang?"
"Pak...aku hanya tahu nama apartemennya, bisakah kau membawa ku ke sana? Ke apartemen Beverly Hills." ujar Hazal kepada sopir taksi tersebut.
"Baik, Nona."
Sekitar tiga puluh menit, Hazal sudah tiba di apartemen Yafet. Bergegas dia membuka pintu apartemen tersebut, dengan kunci duplikat yang telah Yafet berikan padanya beberapa hari yang lalu.
Segera dia mengambil koper miliknya dan dimasukkan nya seluruh pakaian dan buku-bukunya. Ketika dia hendak melangkah keluar, Yafet sudah ada di depan nya. Berdiri dengan kedua tangannya menempel pada kusen pintu apartemen yang terbuka.
"Mau kemana kau?" tanya Yafet kepada Hazal yang melihat gadis itu membawa koper nya.
"Aku akan mencari tempat tinggal yang baru." ucap Hazal tanpa memandang wajah kakak angkatnya.
"Aku tak kan membiarkan mu pergi dari sini !! Letakkan koper mu !!! Kita perlu bicara Hazal !!" seru Yafet.
"Sudah kukatakan aku tidak ingin mendengar penjelasan mu, oke !!" ujar Hazal dengan ketus.
"Kau telah salah paham, Hazal."
"Salah paham maksud mu? Aku mendengar orang-orang di kampus itu membicarakan betapa brengsek nya dirimu !! Dan kau bilang itu hanya salah paham?!? Aku tidak tuli dan aku tidak bodoh, Yafet !! Aku mengerti apa yang mereka bicarakan dalam bahasa Inggris !!" emosi Hazal meluap.
"Aku mengerti kau sedang marah dan kesal padaku saat ini, tapi pergi dari sini bukanlah penyelesaian, Hazal." ucap Yafet yang ingin mengalah.
"Kau tidak bisa menghalangi aku pergi dari sini !Karena kau bukan siapa-siapa bagi ku !! Kau bukan kekasihku dan bukan orang tuaku, jadi jangan halangi aku !!! Aku tidak ingin tinggal satu atap dengan laki-laki brengsek seperti mu !!" teriak Hazal dengan emosinya dan wajah nya mulai memerah karena amarahnya.
Hazal terus berjalan dan mendorong tubuh Yafet untuk tidak menghalangi jalannya.
"Minggir kau !!" seru Hazal.
Tangan Yafet terlepas dari kusen pintu, tetapi dengan cepat dia memegang tangan Hazal dan memeluk tubuh gadis itu dari belakang. Tangan nya melingkar di perut Hazal. Sehingga punggung Hazal menempel di dada Yafet. Pria itu membenamkan wajahnya di belakang tengkuk leher Hazal.
"Kumoho.... jangan pergi, jangan tinggalkan aku..." bisik Yafet.
"Lepaskan aku Yafet....lepaskan tangan mu." teriak Hazal memberontak.
"Aku mencintaimu Hazal....aku sangat mencintaimu. Kumohon jangan pergi." Yafet tak kuasa menahan dan menutupi perasaan nya pada Hazal. Dia harus mengungkapkan perasaan nya jika tidak, dia akan kehilangan Hazal untuk selamanya.
"Berapa ratus kali kau mengatakan kata-kata itu kepada gadis lain, hah?" sengit Hazal.
"Aku tidak menghitung nya. Tapi yang aku tahu, saat ini aku sangat mencintai mu, Hazal. Aku tidak ingin kehilangan dirimu." ucap Yafet yang masih memeluk tubuh Hazal dari belakang.
"Seharusnya aku senang, dia mengungkapkan isi hatinya padaku. Tapi kau mengungkapkan nya setelah aku tau siapa kau sebenarnya, Yafet." batin Hazal berbicara.
"Mudah sekali kau mengucapkan kata-kata cinta itu, tetapi setelah itu kau akan mencampakkan aku seperti mereka, kau akan membuatku merasakan kepedihan. Aku tidak ingin menjadi korban mu berikutnya. Aku membencimu Yafet. Aku sangat membencimu !!" teriak Hazal dengan luapan emosinya.
Yafet terkejut mendengar perkataan Hazal.
Ketika pelukan Yafet mulai melemah, dengan sekuat tenaga Hazal melepaskan pelukan kakak angkatnya, ia segera berlari ketika pintu lift yang terbuka di depannya.
__ADS_1
Yafet yang menyadari Hazal telah masuk ke dalam lift, berusaha mengejarnya. Tapi terlambat, pintu lift itu sudah tertutup dan bergerak menuju ke lantai bawah. Yafet segera berlari ke ruang tangga darurat, dengan cepat dia menapaki seluruh anak tangga dari lantai tujuh sampai ke lantai satu.
Ketika dia sudah berada di lantai satu, tidak di jumpai nya Hazal di halaman depan apartemen. Gadis itu hilang lenyap bagai di telan bumi. Yafet mencari Hazal di sekitar apartemen dan di setiap lantai bangunan itu. Tapi hasilnya nihil.
"Kemana kau Hazal ? Bagaimana kau bisa pergi begitu saja? Kau bahkan tidak mengenal jalanan yang ada di New York ini."
Yafet menggaruk kepalanya dan mengusap wajahnya. Yafet kebingungan dia harus mencari Hazal di mana. Yafet mencoba menghubungi ponsel Hazal, tapi gadis itu tidak menjawab panggilan Yafet. Dengan kesal, Yafet menendang batu-batu kecil yang ada di depan nya.
Kemudian dia meminta bantuan teman-teman nya untuk mencari Hazal.
*******
Hazal berjalan seorang diri tanpa tujuan. Setelah dia keluar dari lift apartemen Yafet, dia terus berlari keluar dan menjauhi apartemen itu. Dia baru menyadari koper miliknya tertinggal di kamar apartemen.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mengenal tempat ini, aku tidak mempunyai teman di sini. Aku harus kemana?"
Kemudian dia melihat di depan nya ada sebuah taman bermain anak-anak. Sebuah taman kecil dengan tanaman bunga-bunga yang cantik, dengan fasilitas arena bermain anak-anak.
Hazal yang merasa kelelahan, mencari tempat duduk di taman itu. Dilihatnya beberapa anak kecil sedang bermain di sana. Saling tertawa, saling mengejek, saling bertengkar, tetapi mereka dengan cepat melupakan kejadian yang membuat mereka terluka dan sedih, dengan cepat anak kecil itu bermain dan tertawa kembali bersama temannya.
"Ingin rasanya aku menjadi seperti anak kecil itu, ketika aku merasa terluka dan merasa sedih karena mu. Aku bisa kembali melupakan kejadian itu dan bisa tertawa bersama mu seperti dulu."
Hazal mengingat pertengkaran dengan Yafet tadi siang. Ini bukan pertengkaran pertamanya dengan Yafet. Tapi kenapa setiap kali mereka bertengkar, dirinya tidak bisa membenci kakak angkatnya itu.
"Di mana kau Yafet? Apakah saat ini kau sedang mencari ku? Atau kau tidak peduli padaku?"
Hari sudah mulai gelap, matahari sudah terbenam di ufuk barat. Perlahan warna langit pun berubah.
Lampu taman mulai bersinar. Hazal segera berdiri dan berjalan kembali. Dia memutuskan untuk mencari penginapan di sekitar taman itu, untuk tidur malam ini.
Hazal menanyakan ke penduduk sekitar, dimana letak penginapan terdekat. Tetapi sepertinya orang yang dia ajak bicara tidak terlalu ramah. Orang tersebut hanya menunjuk asal-asalan saja.
Akhirnya Hazal mencoba berjalan kembali menyusuri jalanan tersebut.
******
"Dimana kau Hazal? Hari sudah gelap. Kau bisa tersesat di kota ini. Bagaimana jika kau bertemu dengan orang jahat?"
Yafet panik dan gelisah memikirkan hal itu. Dia segera menghubungi teman-temannya. Mungkin sudah ada kabar dari mereka.
"Yafet, baru saja aku melihat gadis yang mirip Hazal ada di taman bermain anak di City Park." ucap David yang berbicara di ponsel nya.
"Baiklah...aku akan segera ke sana." seru Yafet yang memutar balik kemudi mobilnya.
Yafet menyusuri jalanan yang ada di City Park tersebut, di parkir kan mobil milik nya di depan taman bermain, dilihat nya taman itu tidak ada satu orang pun di sana.
Kemudian Yafet berjalan kaki menyusuri setiap jalanan di sana. Dia bertanya pada orang-orang sekitar sana, apa ada yang melihat gadis muda Turki? Tak lupa ia juga menunjukkan foto Hazal yang ada di ponsel nya.
Hanya gelengan kepala yang Yafet dapatkan. Tak ada jawaban, tak ada petunjuk. Yafet melihat seorang laki-laki setengah tua yang sedang duduk di salah satu toko kecil. Yafet menghampirinya dan menanyakan Hazal padanya. Tak bersahabat itulah kesan Yafet kepada laki-laki itu. Ketika dilihatnya wajah Hazal yang ada di ponsel Yafet, laki-laki itu teringat pada seorang gadis yang menanyakan tempat penginapan pada nya.
"Tapi gadis itu berjalan lurus, seharusnya penginapan itu ada di jalan sebelah kanan." kata laki-laki setengah tua kepada Yafet.
Setelah mendengar penjelasan dari laki-laki tersebut, Yafet berjalan lurus seperti jalan yang di ambil oleh Hazal.
Sekitar satu kilometer berjalan, tidak ada ruas jalan lain dan tidak ada penginapan di tempat ini.
"Tolong......tolong aku." tiba-tiba Yafet mendengar teriakan suara seorang gadis meminta tolong. Segera Yafet berlari ke arah suara gadis itu. Ternyata suara itu berasal dari lapangan basket.
Dari jauh, Yafet melihat seorang gadis sedang terduduk, dan empat orang pria seperti preman sedang berdiri mengelilinginya. Yafet berjalan mendekati mereka.
"Kumohon jangan sakiti aku." pinta gadis itu.
__ADS_1
"Hahahaha.....tak ada gunanya kau bicara gadis cantik. Ikutlah dengan kami." ujar salah satu dari mereka.
Kemudian salah satu dari preman itu menghampiri gadis itu, hendak menyentuh nya.
Dengan jarak sekitar sepuluh langkah, Yafet mengenali bahwa gadis yang terduduk itu adalah Hazal. Yafet segera berlari dan memegang tangan preman yang hendak menyentuh Hazal.
"Jauhkan tangan kotor mu itu dari gadis itu." ancam Yafet. Hazal dan keempat preman itu terkejut dengan kedatangan Yafet.
Yafet segera melayangkan pukulan nya kepada salah satu dari mereka. Para preman itu bersatu memukul dan menghajar Yafet. Terjadi baku hantam yang tidak seimbang. Satu lawan empat.
Yafet terjatuh, dengan wajah penuh dengan luka memar. Dengan sekuat tenaga, dia berusaha berdiri dan menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Ternyata kau kuat juga !!!" seru salah satu preman di hadapannya. Preman itu segera melayangkan tendangan kidal nya. Tapi dengan tangkas Yafet berhasil menangkap kaki kiri preman itu dan memutar pergelangan kaki nya sehingga preman itu mengalami patah tulang.
Tak terima dengan kekalahan temannya, preman lain yang ada di belakang Yafet mengeluarkan sebuah pisau dari balik baju nya.
"Yafet.....!!!! Awas belakangmu !!" pekik Hazal mengingatkan Yafet.
Tapi malang tak dapat di lawan, ketika Yafet membalikkan badannya, dengan cepat preman itu menancapkan pisau milik nya ke perut Yafet. Dengan cepat pisau itu di tariknya kembali.
Tubuh Yafet ambruk, terjatuh di lantai yang terbuat dari semen. Kemeja hitam yang di kenakannya mengeluarkan banyak darah.
"Yafet !!!" teriak Hazal segera berlari menghampiri kakak angkatnya yang telah terjatuh.
"Ayo cepat kita lari dari sini !!" seru preman itu kepada teman-teman nya. Mereka pun meninggalkan Hazal dan Yafet di lapangan itu.
Hazal memangku kepala Yafet. Gadis itu menangis dan menyentuh wajah Yafet.
"Kumohon bertahanlah, aku akan cari bantuan." ucap Hazal sambil menangis.
"Tolong.....tolong aku....kumohon tolonglah kami."
teriak Hazal di tengah tanah lapang yang luas.
"Hazal....tak apa jika kau membenciku, tapi berikan aku kesempatan untuk aku bisa mencintai mu." lirih Yafet dengan napas tersengal-sengal. Tangan kanan nya menyentuh wajah Hazal dengan lembut dan mengusap air mata gadis itu.
"Jangan menangis, Hazal.." bisik Yafet dengan ucapan yang terputus putus.
"Kumohon diam lah.... Jangan banyak bicara. Bertahanlah...bantuan akan segera datang." Hazal menggenggam erat tangan Yafet.
Yafet menutup matanya, irama nafasnya tak karuan. Tangan kanan nya yang semula menyentuh wajah Hazal,tiba-tiba tergeletak lemas.
"Yafet.....buka matamu. Kumohon bertahanlah untuk ku. Please....Jangan tinggalkan aku...." Hazal menangis histeris sambil mengusap wajah Yafet dan memeluk tubuh pria yang di cintai nya.
Tak berapa lama kemudian, terdengar mobil polisi yang sedang berpatroli. Hazal mengusap air matanya.
"Kau dengar Yafet....ada suara mobil polisi. Aku akan menghadang mereka, agar mereka kemari."
Hazal segera berlari keluar dan menghadang mobil polisi tersebut. Hazal menceritakan kejadian yang dialaminya. Segera petugas polisi tersebut membawa Yafet ke rumah sakit.
❤️ Bersambung ❤️
Hai teman-teman readers yang sudah setia membaca tulisan novel ku ini. Jangan lupa beri
🤗 Like
🤗 Rate
🤗 Komentar dan
🤗 Vote kalian
__ADS_1
Mungkin dari tulisan ku ini ada yang kurang....hehehehe... Terimakasih 🙏
Ikutin kisah mereka selanjutnya ya.....