DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Menemukan Potongan Puzzle Baru


__ADS_3

Dua minggu kemudian....


Hari ini adalah hari pertama Hazal masuk ke kampus sebagai mahasiswa baru. Setelah ia menyelesaikan dua mata kuliahnya hari ini, Hazal berjalan menuju perpustakaan di kampus nya. Dilihatnya jam tangan berwarna coklat yang melingkar di pergelangan tangan nya,


"Masih pukul 2 siang, sambil menunggu Yafet menjemput ku, aku akan mencari buku-buku yang bisa aku baca."


Hazal memasuki ruang perpustakaan yang luasnya dua kali lebih besar daripada perpustakaan sekolahnya dulu. Lorong demi lorong dia lewati, sampai akhirnya Hazal menemukan satu lorong dengan papan petunjuk yang bertuliskan ilmu hukum. Di bacanya satu persatu judul buku itu, ada satu buku yang menarik perhatian nya. Diambilnya buku tersebut dan di baca nya di sebuah meja kayu yang ada tengah-tengah ruang perpustakaan tersebut.


Tak terasa hampir satu jam dia membaca habis buku itu, tiba-tiba ponsel nya berbunyi. Dengan cepat Hazal mengambilnya, karena sudah ada beberapa pasang mata yang memandang ke arahnya, karena bunyi ponsel tersebut.


"Halo..." Hazal menjawab panggilan dari Yafet sambil berbisik.


"Kau dimana? Kenapa suaramu seperti itu?" seru Yafet di balik ponselnya.


"Aku ada di perpustakaan." jawab Hazal yang masih dengan suara berbisik.


"Baiklah, aku akan segera ke sana." ujar Yafet yang kemudian menutup pembicaraannya.


Sepuluh menit kemudian, Yafet memasuki ruang perpustakaan. Dengan memakai masker di wajahnya, tidak ada seorangpun yang mengenalinya. Sepasang mata elang nya mencari sosok Hazal di setiap sudut ruang perpustakaan itu.


Yafet berjalan mendekati seorang gadis berambut coklat yang memakai baju putih tanpa lengan, yang duduk sendirian di sebuah kursi kayu. Kemudian dia duduk di depan gadis itu, dilihatnya gadis di depan nya yang tampak serius membaca buku nya. Yafet menutup buku yang di baca oleh gadis itu dengan tangan kanannya.


"Kau !?!?" pekik Hazal pelan.


"Ini aku." Yafet membuka masker yang menutupi wajahnya dan kemudian memasang nya kembali ke wajahnya.


"Kenapa kau memakai masker? Apakah kau sakit?" tanya Hazal yang segera memegang dahi dan tangan Yafet.


Yafet memegang tangan Hazal, "Aku tak apa-apa, aku memakai masker supaya orang-orang di sini tidak mengenal ku dan nanti pada akhirnya akan menyusahkan dirimu."


"Menyusahkan diriku karena banyak para fans mu di sini." sambung Hazal menimpali perkataan kakak angkatnya yang telah menjadi kekasihnya.


"Ayo kita pulang." ajak Yafet yang segera menggandeng tangan Hazal.


"Tunggu, aku akan kembalikan buku ini." ucap Hazal.


Mereka berdua berjalan bersama-sama untuk mengembalikan buku yang telah di baca oleh Hazal. Tiba-tiba pandangan mata Hazal tertuju pada satu buku dengan sampul berwarna merah. Ia mengambil buku itu dan membaca tulisan di buku tersebut, Autobiografi Harun Fallay.


Ingatan nya kembali mengingat perkataan ayah angkatnya yang mengatakan bahwa perusahaan ayahnya telah di akuisisi oleh sebuah perusahaan lain yang bernama Fallay Corporation.


"Ada apa?" seru Yafet yang melihat Hazal berdiri seperti patung dan memegang sebuah buku. Yafet mendekati Hazal.


"Yafet, lihat ini." ujar Hazal sambil menunjukkan buku itu padanya.

__ADS_1


Yafet membaca buku yang di berikan oleh Hazal. "Ini hanya tulisan biografi seorang pengusaha Turki yang bernama Harun Fallay. Apa bagusnya?"


Hazal segera mengambil buku itu dari tangan Yafet, dan melangkahkan kaki nya dengan cepat ke bagian administrasi untuk meminjam buku itu karena ia ingin membacanya di apartemen. Dengan cepat Yafet segera menyusul mengikuti langkah Hazal.


Setelah keluar dari perpustakaan, mereka berdua segera menuju ke tempat parkir khusus mahasiswa. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Selina Howard. Tapi Selina yang tidak menyadari kehadiran Yafet, bersikap cuek ketika berpapasan dengan mantan kekasihnya itu.


"Kenapa tidak sejak dulu aku memakai masker ini? Lihatlah Selina bahkan tidak mengenali ku." ucap Yafet yang sedang menggandeng tangan Hazal.


"Apakah kau tidak merindukan pelukan dan ciuman nya? Kulihat dia sangat mencintai mu." cibir Hazal dengan mulutnya yang mengerucut.


Seketika Yafet menarik tangan Hazal untuk mendekat padanya, dilingkarkan tangan nya di pinggul Hazal. Kemudian di bukanya sedikit masker yang menutupi wajahnya, segera dia mencium bibir Hazal. Hazal terkejut dengan ciuman Yafet yang tiba-tiba, "Apa yang kau lakukan?" seru Hazal.


Yafet segera menutup kembali wajahnya dengan masker. "Hanya mencium mu."


"Kau mencium ku di kampus !?!?" pekik Hazal.


"Oh my God.....Nona Hazal. Ini Amerika. New York. Kau lihat sekelilingmu, bukan hanya kita yang berciuman dan berpelukan di sini. Ini bukan di Turki !!" seru Yafet yang masih memeluk pinggul Hazal.


Hazal yang merasa malu, mencubit lengan Yafet. Mereka berdua tertawa bersama-sama. Tanpa terasa mereka sudah sampai di tempat parkir mobil.


******


Begitu sampai di apartemen, Yafet segera merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Sedangkan Hazal langsung membuka tas kuliahnya dan mengambil buku yang di pinjam nya di perpustakaan. Gadis itu masuk ke kamar, di sandarkan nya punggungnya di sebuah dinding kayu yang tepat berada di belakang tempat tidurnya, dibacanya buku itu. Halaman demi halaman.



"Kenapa kau sangat tertarik pada buku itu?" ucap Yafet yang berbaring di samping Hazal. Hazal hanya memandang Yafet sambil tersenyum. Senyuman Hazal membuat Yafet makin penasaran. Yafet mendekatkan tubuhnya ke tubuh kekasihnya itu, "Berikan buku itu padaku, aku juga akan membacanya."


Hazal meletakkan buku itu di hadapan Yafet, kemudian dia berdiri mengambil sesuatu di dalam kopernya. Gadis itu mengambil kunci rumah WATERSIDE MANSION DANNER dan buku diary nya. Dibawanya kedua benda itu dan di letakkan nya di atas tempat tidur. Yafet mengamati kedua benda itu, dia tidak mengerti maksud Hazal.


"Ini adalah buku diary ku yang aku tulis sejak aku masih kecil dan ini adalah kunci rumah peninggalan orang tuaku." kata Hazal sambil menunjukkan kedua benda itu kepada Yafet.


"Ayah Emir yang memberikan kunci rumah ini padaku di hari kelulusan ku. Kata Ayah hanya rumah ini peninggalan dari orang tua ku, sementara perusahaan dan aset milik orang tua ku tidak bisa di selamatkan. Karena perusahaan lain yang bernama Fallay Corporation sudah mengakuisisi seluruh saham dan aset milik orang tuaku." ucap Hazal yang menjelaskan asal muasal kunci rumah WATERSIDE kepada Yafet.


"Lalu...apa hubungan kedua benda ini dengan buku biografi itu?" tanya Yafet yang masih belum mengerti.


"Aku hanya mengira-ngira karena nama belakang mereka sama. Seperti nama ayah ku Erkan Danner, dan perusahaan Ayahku Danner Corporation." ucap Hazal sambil memandang Yafet di sampingnya.


Yafet segera berdiri dan mengambil sebuah laptop yang ada di laci meja nya. Di ketik nya nama "Harun Fallay" di mesin pencari google. Tak berapa lama kemudian, tulisan tentang Harun Fallay terpampang jelas di layar lap top tersebut.


"Harun Fallay adalah seorang pengusaha terkenal yang berasal dari Turki. Dia membangun bisnisnya sejak lima belas tahun yang lalu. Dibawah bendera Fallay Corporation, dia mengembangkan bisnisnya. Harun memiliki seorang putra yang bernama Kenan Fallay.


Kemudian Hazal mengambil laptop itu dari pangkuan Yafet. Di ketiknya "Danner Corporation" di mesin pencari google. Tidak ada data tentang Danner Corporation. Hazal mencoba mengetikkan kata "Erkan Danner" tak berapa lama kemudian, muncul banyak artikel tentang Erkan Danner.

__ADS_1


"Erkan Danner adalah seorang pengusaha Turki yang terkenal di tahun 1995. Bisnis manufaktur logamnya sempat menggurita di pasar Eropa. Erkan Danner menikah dengan seorang model terkenal keturunan Jerman-Turki yang bernama Ayla Danner dan mereka memiliki seorang putri yang bernama Hazal Danner. Tapi karena kecelakaan dan pembunuhan yang menewaskan seluruh anggota keluarga Danner di Pegunungan Alpen beberapa tahun silam, membuat perusahaan Danner hampir mengalami kebangkrutan. Tiga hari kemudian setelah berita kematian keluarga Danner, perusahaan Fallay Corporation mengumumkan hak akuisisi nya ke perusahaan Danner, dan mengganti nama perusahaan Danner menjadi perusahaan Fallay."


******


Setelah membaca seluruh artikel itu, Yafet dan Hazal saling memandang. Mereka mencoba menghubungkan mata rantai yang terputus itu. Hazal sudah menemukan potongan puzzle nya yang baru.


"Ternyata perkataan Ayah Emir benar." ucap Hazal.


"Apa kau tidak merasakan kejanggalan dari artikel ini?" tanya Yafet sambil mengalungkan tangan nya ke bahu Hazal.


"Maksudmu?" tanya Hazal yang tidak mengerti.


"Bukankah sangat cepat Fallay Corporation mengakuisisi perusahaan Ayahmu? Hanya dalam tiga hari, Harun Fallay berhasil menjadi penguasa Danner Corporation. Bukankah untuk mengurus hal itu perlu waktu yang lama?" Yafet menjelaskan teori nya dengan semangat.


"Kau benar..." ucap Hazal dengan pandangan nya yang menatap langit-langit kamarnya. "Yafet, apakah motif pembunuhan orang tua ku ini tentang bisnis?" tanya Hazal yang menegakkan tubuhnya.


"Kau tidak bisa menyimpulkan hal itu, dulu kau pernah mengatakan bahwa pembunuh orang tua mu itu berkepala botak. Sedang kan Harun Fallay....dia punya rambut." jelas Yafet.


Hazal memperhatikan foto Harun Fallay yang ada di buku dan yang ada di laptop Yafet.




"Sepertinya dia orang baik." ucap Hazal yang masih mengamati foto Harun Fallay.


"Kau tidak bisa menilai seseorang dari sebuah foto, Hazal."


Yafet mengambil buku diary Hazal yang berwarna merah. Di bukanya halaman yang sudah ada pembatas bukunya. Yafet mengamati sketsa wajah seseorang yang tidak beraturan.


"Kurasa aku tau harus memulainya dari mana." seru Yafet dengan senyum misterius nya.


โค๏ธBersambungโค๏ธ


Halo teman-teman readers novel Dangerous Love ๐Ÿ˜‰ Setelah baca tulisan novel ku ini, jangan lupa kasih...


๐Ÿค— Like


๐Ÿค— Rate


๐Ÿค— Komentar dan


๐Ÿค— Vote kalian yah...

__ADS_1


Ikuti terus kisah Hazal dan Yafet selanjutnya dalam mengungkap pembunuh orang tua Hazal. Semoga kalian menyukai tulisan ku ini. Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2