DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Special Chapter - Wedding Party


__ADS_3

Di dalam kamar, terlihat seorang pria mengenakan rompi berwarna hitam di depan cerminya. Ia membetulkan letak dasi panjangnya dan mengancingkan kedua lengan kemejanya. Untuk yang kesekian kalinya ia memandang dirinya di depan cermin dan membetulkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu ia lakukan. Berulangkali ia membuka kotak cincin pernikahannya, melihat isinya dan menutupnya kembali. Sepasang cincin itu tidak berubah dan masih berada di sana.


Sementara di sudut kamar yang lain, seorang wanita muda sedang bersiap-siap mengenakan baju pengantinnya yang berwarna putih. Dengan sedikit terlihat belahan dadanya dan hiasan bordiran yang menutupi sedikit lengannya. Wanita itu terlihat sangat cantik dan anggun.


Rambut coklatnya terangkat dengan model yang sederhana, sebuah hiasan rambut berwarna putih melekat di rambutnya.


Setelah mengenakan jas pengantinnya yang berwarna hitam, Yafet turun ke bawah. Ia tidak di perbolehkan untuk menemui Hazal di kamarnya sampai waktunya tiba. Pria itu melihat jam tangannya yang hampir menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Dengan menggunakan mobil pengantin, Yafet memutari jalanan yang ada di rumahnya. Bunyi-bunyian yang berasal dari permainan alat musik tradisional Turki mengiringi perjalanannya menuju ke rumah kediaman Aksal.


"Apa ini, Ibu?" tanya Hazal kepada Meral yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Ibu angkatnya yang sekaligus menjadi ibu mertuanya sekarang memberikan sebuah kotak perhiasan.


"Ini adalah kalung milik keluarga Aksal. Ibu mendapatkan kalung ini dari nenek Yafet, hanya menantu keluarga Aksal lah yang bisa mendapatkan kalung ini," jelas Meral sambil memperlihatkan kalung emas dengan liontin yang berasal dari batu emerald zamrud berwarna hijau.


"Apa Ibu juga memberikan kalung ini untuk Selina?" tanya Hazal ketika Meral melingkarkan kalung keluarga itu ke leher Hazal.


"Tidak, karena ibu yakin wanita itu tidak cocok menjadi istri Yafet dan menantu keluarga Aksal," jawab Meral sambil tersenyum manis dan mencium kening Hazal.


"Terimakasih, Ibu. Kalung ini benar-benar sangat cantik." Hazal menyentuh dan mengamati liontin batu zamrud itu di depan cermin.


"Kau bisa memberikan kalung itu untuk menantu perempuanmu. Ayo bersiaplah!" seru Meral sambil melihat penampilan Hazal yang sudah lengkap.


Senyum wanita paruh baya itu mengembang, seakan baru kemarin Hazal kecil datang ke rumahnya dan menjadi bagian keluarganya. Hari ini putri kecilnya sudah menjadi seorang wanita dewasa yang akan mengurus suami dan anak-anak nya kelak. Putrinya tetap bersamanya dan akan selalu menemaninya sampai masa tuanya berakhir.


Hazal mengapit lengan ibunya untuk keluar kamar.


Kedua wanita itu melangkahkan kaki mereka menuju tangga. Tetapi tiba-tiba suara Alina menghentikan langkah mereka.


"Hazal, buket bunga mu tertinggal!" seru Alina sang desainer yang langsung memberikan kumpulan bunga mawar merah itu kepada temannya.


Hazal mengambil buket bunga itu dari tangan Alina dan segera menuruni anak tangga.


(Sebuah lagu dari Shane Filan yang berjudul Beautiful in white mengiringi langkah kaki Yafet dan Hazal yang akan saling bertemu)


*****


Not sure if you know this but when we first met


(Tidak yakin apakah kau tahu ini tapi saat pertama kita bertemu)


I got so nervous... I couldn't speak...


(Aku sangat gugup... Aku tidak bisa bicara)


In that very moment, I found the one end


(Pada saat itu juga, kutemukan seseorang dan)


My life had found it's missing piece


(Hidupku telah menemukan bagiannya yang hilang)


*****


Yafet menghentikan mobil pengantinnya di halaman depan rumah keluarga Aksal. Dengan di temani permainan alat musik dan tarian khas Turki, pria itu berdiri dan mengetuk pintu utama. Berulangkali Yafet mencoba mengetuk pintu itu, tetapi pintu itu tidak terbuka.


Hingga ketukan kelima, Emir yang mewakili ayah kandung Hazal membuka pintu tersebut. Setelah mendapat ijin untuk membawa putri mereka, Yafet memasuki rumah itu.


Sampai di satu waktu yang sama, kedua mempelai itu saling bertemu. Hazal yang baru saja menuruni beberapa anak tangga di kejutkan dengan kehadiran Yafet yang sudah berdiri di lantai bawah. Mereka saling berhadap-hadapan dengan ketinggian yang berbeda.


Sebuah senyum bahagia terlukis dari sudut bibir mereka. Hazal terkesima melihat penampilan guardian angle nya yang tampan, tegap dan berwibawa.


Sedangkan Yafet, pria itu seperti tersihir dengan penampilan Hazal yang sangat cantik bak seorang putri dari negeri dongeng. Sepasang mata elang itu nampak tidak berkedip untuk waktu yang lama dan tanpa ia sadari kedua bibirnya membentuk huruf O begitu Hazal turun dari tangga dan menghampirinya.


*****


So as long as I live I' ll love you, Will have you and hold you


(Selama aku hidup, ku kan mencintaimu, akan memiliki dan memelukmu)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)


And from now til my very last breath, this day I'll cherish

__ADS_1


(Dan mulai sekarang hingga akhir napasku, hari ini akan selalu ku kenang)


You look so beautiful in white tonigt


(Kau terlihat sangat cantik bergaun putih malam ini)


*****


Hazal melambaikan salah satu tangannya di depan wajah Yafet. Pria itu segera tersadar dari lamunannya. Untuk pertama kalinya wajah tampan itu memerah menahan malu.


"Kau sangat cantik," puji Yafet dengan suaranya yang berbisik. Ia tidak ingin ayah ibunya serta beberapa orang lain yang ada di sekitarnya mendengar perkataannya.


"Kau juga sangat tampan," balas Hazal ketika kedua tangan mereka saling bertautan.


Sepasang calon pengantin itu keluar rumah menuju hotel Aksal dengan mobil pengantin. Diikuti oleh iring-iringan mobil keluarga, mobil pengisi tarian dan musik. Terjadi arak-arakan yang panjang di sepanjang jalan itu.


Atas permintaan Hazal, Yafet membuka atap mobil. Hazal bangkit berdiri dari kursinya dan membentangkan kedua tangannya ke atas.


"Yafet....!" teriak Hazal dengan tawanya. Ia seperti merasakan kebebasan dalam hidupnya ketika hembusan angin musim semi itu menerpa wajah dan tubuhnya.


Yafet memiringkan kepalanya melihat tingkah laku Hazal yang sangat atraktif hari ini. Pria itu tersenyum bahagia di balik setir kemudinya.


"Duduklah, ini sangat berbahaya," ucap Yafet sambil memegang gaun Hazal. Mempelainya itu sudah berdiri cukup lama.


Sepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian karena tingkah laku Hazal dan suara musik yang mengiringi perjalanan cinta mereka yang akan memasuki bahtera rumah tangga.


Sang mentari sudah mulai naik, sepasang calon pengantin itu memasuki sebuah taman yang ada di belakang hotel. Hamparan rumput hijau dan pepohonan membentang luas di sana.


Hiasan bunga-bunga hidup mendominasi pesta kebun hari ini. Setelah tiupan terompet berbunyi, sepasang mempelai berbahagia ini melangkah di atas karpet merah yang akan membawa mereka menuju ke altar pernikahan.


Seorang perwakilan dari pemerintah kota Istanbul dan beberapa saksi telah menunggu mereka di atas altar.


"Saudara Yafet Aksal, apakah kau bersedia menerima Hazal Danner sebagai istrimu?" tanya seorang laki-laki paruh baya yang mewakili pemerintah kota. Laki-laki itu berdiri di hadapan mereka.


"Ya. Saya Yafet Aksal bersedia menerima Hazal Danner sebagai istri saya." Suara Yafet terdengar jelas dan penuh keyakinan.


"Saudari Hazal Danner, apakah kau bersedia menerima Yafet Aksal sebagai suamimu?" tanya perwakilan tersebut yang mengarahkan pandangannya ke arah Hazal.


"Ya. Saya Hazal Danner bersedia menerima Yafet Aksal sebagai suami saya," ucap Hazal dengan lancar.


Setelah mengesahkan pernikahan mereka, pejabat itu meminta Yafet untuk memasang cincin pernikahan ke jari manis Hazal. Alina Gurman segera maju ke depan dan membawa sebuah nampan yang telah di hias. Wanita itu menghampiri Yafet dan Hazal.


Sepasang mata elang itu menatap wajah Hazal dengan lembut, ketika sebuah cincin pernikahan itu memasuki jari manis wanita itu.


*****


What we have is timeless my love ia endless


(Apa yang kita miliki adalah abadi, cintaku tiada akhirnya)


And with this ring I say to the world


(Dan dengan cincin ini, kukatakan pada dunia)


You're my every reason you're all that I believe in


(Kau adalah semua alasanku, kau adalah segala yang aku percayai)


With all my heart I mean every word


(Dengan sepenuh hatiku, ku ucap setiap kata sungguh-sungguh)


*****


Sepasang mata coklat memandang pria yang ada di depannya dengan tatapan penuh cinta ketika sebuah cincin pernikahan itu memasuki jari manis Yafet.


Suara tepukan tangan menggema di taman itu. Hujan conveti pun terjadi, serpihan kertas itu mengguyur pasangan yang berbahagia.


"Cium...!"


"Cium...!"


"Cium...!"


Terdengar seruan dari para tamu yang meminta pasangan pengantin itu berciuman menandakan hidup mereka berdua sebagai suami istri sudah di mulai.

__ADS_1


"Kau benar-benar sangat cantik, sayang. Aku adalah lelaki paling beruntung yang bisa memilikimu. Aku mencintaimu, Hazal," ungkap Yafet sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.


"Aku seorang wanita yang paling berbahagia karena bisa dimiliki dan dicintai oleh pria sepertimu. Aku mencintaimu, Yafet," balas Hazal yang melingkarkan tangannya di belakang leher suaminya.


Sebuah kecupan bibir Yafet mendarat di bibir merah Hazal, mereka melakukan wedding kiss di hadapan ratusan orang yang hadir di pesta kebun itu.


Suara tepukan tangan itu kembali memecah taman hotel AKSAL.


*****


So as long as I live I'll love you will have and hold you


(Selama aku hidup, ku kan mencintaimu, akan memiliki dan memelukmu)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)


And from now til my very last breath, this day I'll cherish


(Dan mulai sekarang hingga akhir napasku, hari ini akan selalu ku kenang)


You look so beautiful in white tonight


(Kau terlihat sangat cantik bergaun putih malam ini)


Ohh ohh... You look so beautiful in white


(Ohh ohh... Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)


Na na na na... So beautiful in white tonight


(Na na na na... Sangat cantik bergaun putih malam ini)


*****


Acara dansa pun dimulai, Yafet mengajak Hazal untuk berdiri di tengah taman. Mereka saling berdansa, berpelukan dan berciuman dengan mesra.


Yafet menatap manik mata coklat itu dengan penuh cinta, membelai wajah istrinya dengan lembut. Hazal memejamkan kelopak matanya sambil merasakan sentuhan punggung tangan suaminya. Sebuah ciuman kembali mendarat di bibir Hazal hingga lagu Beautiful in white itu berakhir.


"Jika Tuhan memanggil ku hari ini, aku telah siap. Karena aku telah menyerahkan putri Erkan kepada orang yang tepat," ucap Emir kepada istrinya.


"Apa yang kau katakan...? Jika kau meninggal saat ini, mereka pasti akan bersedih." Meral menanggapi perkataan suaminya. Wanita paruh baya itu menyandarkan kepalanya di bahu Emir.


Pesta pernikahan berlangsung hingga malam hari. Para tamu undangan datang silih berganti. Hingga menjelang pukul sepuluh malam, pesta itu benar-benar selesai.


"Selamat untukmu, sobat!" seru Jason, David, Lee dan Carina yang turut memeriahkan acara pernikahan mereka.


"Akhirnya hari yang kami tunggu terjadi juga," ucap Lee yang memandang mereka semua.


Yafet dan Hazal menerima uluran tangan sahabat-sahabatnya dan mereka saling berpelukan. Mereka seperti melakukan reuni hari ini. Pesta pernikahan mereka mampu mengumpulkan keenam orang yang telah terpisah di berbagai belahan dunia.


"Kurasa kita tidak bisa mengganggunya malam ini!" seru David sambil mengangkat botol sampanye nya.


"Oh shit! Jangan mengganggunya! Ia sudah seperti seekor singa yang kelaparan," sahut Lee yang menyindir Yafet. Putra Emir itu hanya tersenyum sambil meninju pundak Lee pelan.


"Ayo susul kami, buat Yafet junior dan Hazal junior!" seru Lee kepada Yafet dan Hazal. Pria Jepang itu melingkarkan tangannya di pinggang Carina dan mencium pipi istrinya dengan mesra.


"Ya. Kemudian jodohkan mereka semua!" seru David yang di sambut gelak tawa oleh mereka semua.


"Hei, kapan giliran kalian?" tanya Yafet kepada Jason dan David yang berdiri di depannya.


"Bulan depan tanggal 25," jawab David dan Jason bersamaan. Kedua pria itu saling memandang dan mengerenyitkan dahinya.


"Apa? Kalian akan menikah di tanggal yang sama?" teriak Yafet kepada kedua temannya.


"Coba ku tebak, pesta mu di Inggris dan pesta mu di Italia?" tanya Lee yang menatap Jason dan David bergantian. Kedua pria itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Woohoo!" seru Yafet sambil tertawa terbahak-bahak membayangkan dia dan Hazal harus menghadiri pesta pernikahan sahabatnya di dua negara yang berbeda di hari yang sama.


"Apa kau siap sayang?" tanya Yafet dan Lee kepada pasangan mereka. Istri-istri mereka hanya menghadiahi ciuman di pipi dan bibir suami mereka. Keenam orang itu larut dalam tawa bahagia mereka hingga larut malam.


🔥 Bersambung ❤️


Jangan lupa kasih Like, Komentar, Rate bintang lima dan Vote kalian 🤗 Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2