DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Perjalanan Empat Sekawan - Melarikan Diri


__ADS_3

Setelah mengambil ponsel Max, Yafet dan teman-temannya pergi meninggalkan rumah ayah tiri Carina tersebut. Lee juga membawa Carina ikut serta dalam kepergian mereka. Mereka menggunakan dua mobil yang saling beriringan, membelah kepadatan lalu lintas kota Milan, Italia.


Selang lima belas menit kemudian, di rumah Max. Pria setengah tua itu mulai bangkit berdiri dari dinginnya lantai yang menyentuh tubuhnya. Dengan menahan rasa sakit yang amat sangat di bagian bawah tubuhnya, ia mencoba berdiri dengan menyangga tubuhnya di sebuah kursi kayu. Perlahan demi perlahan pria itu berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya. Mengingat kembali kejadian di mana Carina dan isi kotak kayu miliknya telah hilang.


"Brengsek !! Aku kehilangan semuanya karena wanita murahan itu !! Aku tidak akan melepaskannya dan teman pengacau nya itu !!"


Max berjalan tertatih-tatih seperti seorang kakek tua, ia mendapati ketiga temannya yang terkapar tidak berdaya di lantai, ia menendang tubuh mereka satu per satu. Berharap mereka masih hidup, dan harapan Max pun terwujud.


"Mereka telah membawa pergi ayam emas ku, siapkan mobil, kita susul mereka !!" ucap Max dengan garangnya, ketik ketiga temannya itu telah bangkit berdiri.


Saat ini Yafet dan teman-temannya berada di rumah David. Mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk mengemasi barang-barang mereka. Dengan cepat mereka memasukkan pakaian dan passport mereka ke dalam tas. Hanya satu hal yang ada di pikiran mereka saat ini yaitu pergi meninggalkan Italia secepatnya. Sementara Carina menunggu mereka di dalam mobil.


Lee keluar dari rumah membawa tas dan kotak P3K, di bukanya pintu mobil tersebut. Ia melemparkan tas miliknya ke kursi belakang. Carina hanya mengamati apa yang dilakukan Lee. Pria itu kemudian duduk di kursi kemudi, dan membuka kotak P3K miliknya.


"Berikan padaku," kata Carina yang ingin mengobati sendiri lukanya. Tetapi Lee hanya terdiam mendengar perkataan Carina. Diambilnya sebotol obat antiseptik dari dalam kotak dan di teteskan nya obat tersebut di luka sayatan yang ada di leher Carina.


"Jangan bergerak, biarkan aku mengobati lukamu," ucap Lee di depan telinga Carina. Gadis itu terdiam, merasakan nafas Lee yang bertiup di telinganya. Aroma tubuh Lee menggelitik di indera penciumannya. Setelah memberikan obat antiseptik, Lee menutup luka itu dengan plester pembungkus luka.


Tatapan mata mereka bertemu dalam satu garis lurus, bagaikan anak panah yang menembus jantung seekor rusa. Tanpa mereka sadari, desiran hati mereka bergejolak di dalam jiwa. Membuat nafas mereka seakan berhenti berhembus di saat itu juga.


"Max datang !!" Teriakan David menghancurkan momen kebersamaan Lee dan Carina. Lee segera kembali ke kursi kemudinya, dan menyalakan mesin mobilnya. Sementara ketiga temannya yang lain segera berlari dan masuk ke dalam mobil yang lain.


Mobil Max berhenti tepat di belakang mobil Lee. Menghalangi mobil Lee untuk keluar. Laki-laki Jepang itu mengatur persneling mundur pada mobilnya, segera ia menghantamkan mobil nya ke samping mobil Max dan menyudutkan mobil tersebut di trotoar. Sehingga Max dan teman-temannya tidak bisa keluar dari dalam mobil dan mobil mereka tidak bisa bergerak.


Yafet mengeluarkan mobilnya dan membunyikan klakson. Tanda ucapan terimakasih pada Lee, karena temannya itu telah memberikan dia jalan. Lee menginjak gas kuat-kuat dan kembali menghantam mobil Max hingga mobil tersebut hampir terguling di trotoar. Segera Lee memutar kemudinya, dan meninggalkan mobil Max di depan rumah David.


"Brengsek !!" umpat Max yang kehilangan jejak mereka.


"Cari tau di mana posisi mereka sekarang !! Cepat susul mereka, jangan biarkan mereka lolos begitu saja !!" perintah Max kepada teman-temannya. Pria itu membuka laci mobilnya, nampak sebuah senjata api dan pelurunya tersimpan di sana.


Yafet menyadari ada yang tidak beres saat ini, bagaimana bisa Max menemukan rumah David dengan mudah. Pria itu melihat pantulan dari kaca spion yang ada di tengah, mobil Lee masih mengikutinya dari belakang. "Apa dia yang memberikan informasi pada Max?"


"Yafet... Max ada di belakang kita," seru David yang melihat mobil Lee berjalan zig zag untuk menghindari dan mengunci ruang gerak mobil Max. Yafet melihat dari kaca spion yang ada di samping kanannya.


"Menunduk lah !!" teriak Yafet yang melihat Max berdiri dan mengeluarkan senjata api dari jendela mobilnya. Beberapa peluru di muntah kan dari lubang senjata api tersebut. Carina menggigil ketakutan, begitu salah satu peluru menembus bagian belakang mobil yang di tumpangi nya.

__ADS_1


"Sembunyi lah di bawah !!" perintah Lee kepada Carina. Pria itu mengendalikan mobilnya untuk menghindari tembakan Max.


Mereka menaikkan kecepatan mobil mereka, tanpa peduli ada mobil lain yang ada di depan mereka. Ketiga mobil itu telah membuat kerusuhan di sepanjang jalan di Italia. Membuat lalu lintas di negara itu kacau balau. Bunyi rem berderit ketika bersentuhan dengan badan jalan, suara tabrakan ada di mana-mana. Ketiga mobil itu saling mengejar, saling menyerempet, saling mendahului, dan saling menubruk. Bagaikan menonton sebuah film layar lebar yang penuh dengan adegan balap mobilnya.


Max mengikuti mereka sampai ke Perancis, saat ini mereka berada di atas jembatan Pont de I'Alma. Sebuah jembatan yang melintasi Sungai Seine, sungai yang membelah kota Paris menjadi dua bagian. Pada jam-jam tertentu, jembatan itu akan terbelah di bagian tengahnya. Roda mobil mereka bergetar, seakan ada pergerakan di bawah jembatan itu.


Jembatan itu semakin lama semakin meninggi.Yafet dan Lee menaikkan kecepatan mobil mereka Saat ini, jembatan tersebut ada di posisi kemiringan 30 derajat. Waktu mereka tinggal tiga menit lagi untuk menyeberangi jembatan tersebut. Jika mereka tidak berhasil, maka hanya ada dua pilihan bagi mereka, tewas di tangan Max atau mati tenggelam di Sungai Seine.


"Bersiaplah... kita akan terbang sekarang," kata Yafet yang memberi aba-aba kepada kedua temannya.


"Oh my God... ini benar-benar gila !!" seru Jason yang melihat jembatan yang ada di depannya semakin meninggi.


"Oh shit !!! Aku tidak ingin mati muda !!" umpat David yang bergidik ngeri membayangkan dirinya akan mati hari ini.


Ketika hendak mendekati ujung jembatan, Yafet menaikkan kecepatan mobilnya hingga mencapai batas maksimal. David memejamkan matanya sambil mulutnya berkomat - kamit, entah apa yang diucapkan oleh pria tambun itu. Mobil Yafet melayang ke udara, terasa ringan. Angin menghempaskan besi bergerak itu ke darat. Terdengar suara bumph.... Seperti sedang bermain roller coaster, jantung mereka seakan berhenti berdetak beberapa detik.


"Wohooo..." Mereka berteriak kegirangan begitu mobil mereka mendarat dengan sempurna di seberang jembatan. Tapi bagaimana nasib Lee dan Carina?


Yafet menurunkan kecepatan mobilnya. David melihat ke arah belakang, mobil Lee belum menampakkan dirinya. Mereka semua diam membisu, seakan suara mereka tersangkut di tenggorokan. Berharap cemas bahwa Lee dan Carina akan selamat. Sepuluh detik... dua puluh detik... tiga puluh detik... mobil Lee belum muncul juga. Yafet menghentikan mobilnya.


Beberapa detik kemudian, David yang duduk di kursi belakang melihat sebuah benda melayang ke udara dan terhempas di belakang. Mobil Lee... Ya Lee dan Carina telah berhasil melewati jembatan itu. "Yeah ..." seru mereka bertiga. Bunyi decitan rem terdengar dari mobil Lee yang membuat mobil itu berhenti tepat di belakang mobil Yafet. Yafet dan Lee keluar dari mobil mereka masing-masing.


Yafet mengulurkan tangan kanannya, tetapi Lee menyambutnya dengan sebuah pelukan hangat. Permintaan maaf khas para lelaki. Disusul oleh David, Jason dan Carina yang keluar dari mobil mereka.


"Kita selamat... Wohoooo !!" teriak Lee kepada teman-temannya.


"Bagaimana dengan Max?" tanya Yafet.


***


Kembali ke beberapa menit sebelumnya, Lee yang melihat mobil Yafet melaju dengan kecepatan super tinggi, merasakan ada sesuatu yang akan terjadi di depannya. Tepat seperti dugaannya, jembatan di depannya itu telah naik semakin tinggi. Mobil Yafet telah terbang melayang ke udara, sementara mobil Max menabrak bagian belakang mobilnya. Membuat Lee dan Carina terhuyung maju ke depan.


Lee segera menaikkan kecepatan mobilnya, jarum merah itu sudah jatuh ke kanan bawah. Sementara mobil Max jauh tertinggal di belakang. Bagian bawah mobilnya sempat mengeluarkan percikan api, karena terlalu cepatnya mobil itu melaju. "Carina, berpeganglah pada sesuatu !!" teriak Lee.


Dalam hitungan detik, mobilnya telah melayang ke udara, nampak awan putih ada di depan mata Lee. Carina menutup matanya, ia merasa ngeri merasakan tubuhnya melayang di udara.

__ADS_1


Max yang menyaksikan aksi Lee yang menerbangkan mobilnya merasa sangat geram. Jembatan di depannya sekarang telah tertutup. Kesempatannya untuk menangkap Carina dan teman-temannya telah lenyap. Pria itu telah kehilangan buruannya.


Bumph..... !! Mobil mereka telah menghujam ke daratan. Lee melihat ke arah kaca spionnya, terlihat bahwa jembatan yang ada di belakangnya telah tertutup dan terangkat ke atas, dan menunggu tiga puluh menit lagi untuk kembali terbuka. Lee menggenggam tangan Carina. "Bukalah matamu... kita selamat."


Carina membuka kedua kelopak matanya, gadis itu menoleh ke belakang. Tidak ada mobil Max yang mengikutinya, dan jembatan itu? Ya jembatan itu telah tertutup. Mereka berpisah di jembatan ini, di atas Sungai Seine, Paris.


Lee menghentikan mobilnya, begitu ia melihat mobil Yafet telah menunggunya di depan.


*****


Kelima anak muda ini saling berpelukan, merayakan keselamatan mereka dan merayakan hari baik yang mereka alami. "Tunggu..." Yafet melepaskan diri dari lingkaran.


"Ada apa?" tanya Jason.


"Apakah kau yang memberitahu lokasi rumah David kepada Max?" tanya Yafet kepada Carina. Ketiga laki-laki itu memandang wajah Carina.


"Aku tidak melakukannya," ucap Carina yang memandang mata elang milik Yafet.


"Dia sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Max sejak aku merusak dan membuang kartu ponselnya di Italia," ucap Lee yang mengatakan kejadian sebenarnya kepada Yafet.


Yafet memukul keningnya sendiri, menyadari kebodohannya, bagaimana dia bisa lupa bahwa waktu itu dia mengambil ponsel Max. "Pasti mereka melacak lokasi kita melalui ponsel si keparat itu !!"


Yafet mengambil ponsel Max yang ada di saku celananya, dan membuang kartu ponsel tersebut di jalan. Kemudian dia meminta maaf pada Carina, karena telah menuduhnya dan memakinya waktu itu. Carina bukanlah gadis pendendam, dia menerima permintaan maaf Yafet. Mereka saling melakukan high five di udara, menerima Carina menjadi bagian perjalanan mereka.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Bandara Internasional Perancis. Kelima anak muda itu hendak terbang kembali ke New York, mengakhiri kisah perjalanan panjang mereka.


❤️ Bersambung ❤️


Terimakasih buat kalian yang sudah membaca novel ku ini. Jangan lupa setelah membaca kasih...


🤗 Like


🤗 Komentar dan


🤗 Vote kalian yah..

__ADS_1


Supaya aku juga makin semangat dan makin rajin nulis nya 😄 Ikuti kisah selanjutnya ya gaes 😘


__ADS_2