
Yafet mengajak Hazal untuk masuk ke dalam kamar pernikahan mereka. Pitra Emir itu telah menyiapkan sebuah kamar di lantai paling atas hotel AKSAL. Pria itu sendiri yang menyusun konsep dekorasinya sesuai dengan selera Hazal.
Setelah keluar dari pintu lift, Yafet menggendong Hazal bak bridal style.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Hazal ketika tiba-tiba Yafet mengangkat tubuhnya dan berjalan menyusuri koridor.
"Hanya menggendong istriku supaya tidak kelelahan," ucap Yafet sambil tersenyum.
Yafet membuka pintu kamar tersebut. Aroma bunga mawar kesukaan Hazal segera menyeruak memenuhi indera penciuman mereka.
"Turunkan aku!" pinta Hazal. "Aku ingin melihat kamar kita."
Yafet segera menurunkan Hazal dari gendongannya. Wanita itu segera menebarkan pandangannya ke segala penjuru kamar. Bunga mawar merah bertaburan di atas lantai kayu dan di atas ranjang. Sebuah hiasan dinding tiga dimensi dengan bentuk hati berwarna merah menempel di belakang ranjang. Terdapat sebuah tulisan bertinta emas, Yafet Love Hazal.
"Kau suka?" tanya Yafet yang memeluk Hazal dari belakang. Ia menghirup tengkuk belakang leher istrinya.
"Super romantis, sayang. Ada begitu banyak bunga mawar di sini. Sepertinya kamar ini hanya milikku seorang," jawab Hazal sambil terkekeh.
"Tak masalah, jika aku tidak mendapat tempat di kamar ini. Asal aku masih mendapat tempat di hatimu," bisik Yafet di telinga Hazal. Wanita itu tertawa mendengar gombalan suaminya.
Yafet mulai mencium cuping telinga Hazal, kemudian berlanjut ke leher belakang dan lengan istrinya yang terbuka. Hazal mulai memberikan responnya, ia menyentuh lengan Yafet dan mulai menarik napas yang lebih berat. Seakan wanita itu ingin menghirup oksigen di dalam kamar sebanyak-banyaknya.
Dengan perlahan, Yafet membuka satu persatu kancing belakang gaun Hazal. Perlu perjuangan membuka kancing kecil yang tersusun rapi ke bawah dengan jumlah yang cukup banyak. Hazal tertawa mendengar keluhan Yafet.
"Apa aku sobek saja gaun mu ini?" tanya Yafet yang sudah tidak sabar menikmati tubuh polos Hazal.
"Jangan...! Alina bisa mengomeli ku habis-habisan. Berjuanglah suamiku, itu hal yang mudah," ejek Hazal sambil tertawa terbahak-bahak.
Perjuangan Yafet pun berhasil, gaun pengantin itu terbuka di bagian punggung hingga ke pinggang Hazal. Ia menarik resleting gaun itu ke arah bawah dan membuat gaun pengantin itu terlepas dari tubuh Hazal.
Tangan kekar itu segera melingkar di pinggang ramping Hazal, menciumi pundak dan punggung wanita itu dengan lembut.
Putra Emir itu segera mengangkat dan membaringkan Hazal di atas ranjang. Memandang keindahan manik mata coklat yang sedang menatapnya. Jari telunjuk Hazal berjalan mengelilingi wajah Yafet yang melihatnya dari atas. Jari itu berhenti di bibir Yafet. Dua pasang manik mata berbeda warna itu saling bergerak dan kadang berhenti bersamaan di satu titik.
"Apa yang membuatku menyukai mu?" tanya Yafet sambil meraih jari telunjuk Hazal dan menciumnya.
"Jariku?"
"Manik matamu. Aku sangat menyukai bagian coklat itu," bisik Yafet yang menempelkan keningnya di kening Hazal. Mempersempit jarak pandang mereka, sehingga hanya manik mata itu yang terlihat.
(Terdengar lagu Shane Filan - Beautiful in white. Bagian akhir lagu)
*****
And if a daughter is what our future holds
(Dan jika seorang anak perempuan adalah masa depan kita nantinya)
I hope she has your eyes, finds love like you and I did
(Aku harap ia mewarisi matamu, menemukan cinta seperti kita)
Yeah, and when she falls in love, we'll let her go
(Yeah, dan saat dia jatuh cinta, kita akan membiarkan dia pergi)
And I'll walk her down the aisle, she'll look so beautiful in white
(Dan akan ku iringi dia ke lorong gereja, dia akan terlihat cantik bergaun putih)
You look so beautiful in white
(Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)
__ADS_1
So as long as I live I'll love you will have and hold you
(Selama aku hidup, ku kan mencintaimu, akan memiliki dan memelukmu)
You look so beautiful in white
(Kau terlihat sangat cantik bergaun putih)
And from now til my very last breath, this day I'll cherish
(Dan mulai sekarang hingga akhir napas ku, hari ini akan selalu ku kenang)
You look so beautiful in white tonight
(Kau terlihat sangat cantik bergaun putih malam ini)
*****
Yafet meredupkan cahaya lampu kamarnya. Membuat suasana ruangan itu semakin romantis dengan cahaya kekuningan.
"Aku sangat gugup, Yafet," ucap Hazal ketika punggung tangan Yafet menyentuh leher dan belahan dadanya yang sedikit terbuka.
Mata elang itu menatapnya dari atas sangat dekat, hingga ia bisa merasakan hembusan napas pria itu.
"Aku akan memulainya dengan sangat lembut," bisik Yafet yang sudah tidak bisa menahan keinginannya malam ini.
Hampir sembilan tahun ia memendam hasratnya untuk tidak menyentuh Hazal. Tapi malam ini ia seperti seekor singa jantan yang sedang kelaparan dan ingin segera melahap singa betinanya. Ia akan melampiaskan hasrat terpendamnya.
Untuk melepaskan ketegangan dan rasa gugupnya, Hazal memejamkan matanya dan mulai menyentuh wajah dan leher Yafet.
Pria itu segera memasukkan bibirnya kembali ke bibir Hazal, memainkan lidahnya dan menjelajahi rongga mulut istrinya. Hazal mengusap rambut suaminya dan menekannya hingga membuat ciuaman itu semakin panas. Sentuhan Yafet membangkitkan hormon estrogen pada wanita itu.
Yafet sudah tidak bisa menahan hasratnya yang semakin membara, ia melepas jas dan rompinya. Membuang kedua benda kain itu begitu saja di lantai. Dalam keadaan berbaring, jari jemari Hazal membuka satu persatu kancing kemejanya dan membantu Yafet untuk melepas pakaiannya.
Gairah Yafet semakin memuncak tatkala ia merasakan permainan jari Hazal, ia segera melepaskan celananya yang sudah mulai sempit. Mereka saling bersentuhan, bergulingan dan saling menindih di atas ranjang. Yafet menyesap kulit leher Hazal hingga membuat wanita itu mengeluarkan desahannya berulang kali. Suara Hazal membuat hormon testosteron Yafet menggila.
Malam semakin larut, olahraga malam itu belum berhenti. Yafet membuka penutup terakhir tubuh Hazal, membuat ia menelan salivanya kembali ketika melihat tubuh polos istrinya tanpa sehelai benangpun. Ia kembali menikmati setiap lekukan-lekukan tubuh Hazal. Dengan rakus ia melahap setiap inci tubuh istrinya dari atas hingga ke bawah dan memberikan tanda kepemilikan di belakang leher dan punggung Hazal.
Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka berdua. Untuk pertama kalinya Hazal menikmati jamahan seorang pria dan untuk pertama kalinya Yafet berhasil menerobos benteng pertahanan istrinya.
"Arrgghh...!" teriak Hazal sambil mencengkram kain seprei yang ada di bawahnya. Air matanya mengalir membasahi wajahnya, sebuah rasa sakit ia rasakan di bagian bawah tubuhnya. Darah segar itu mengalir membasahi milik pribadi Yafet.
"Maafkan aku... aku terlalu bersemangat," ucap Yafet lirih. Ia mengusap wajah istrinya yang basah dan menatapnya dengan sendu.
Hazal menarik kedua sudut bibirnya dan mencoba untuk tersenyum. "Aku sudah menjadi milikmu. Miliki aku sepenuhnya, Yafet. Aku ingin membahagiakanmu malam ini dan malam-malam berikutnya."
Yafet menatap wajah Hazal dengan penuh arti. Ia mengusap wajahnya sendiri dan mencium kening Hazal. "Mulai malam ini dan seterusnya, aku akan menjadi milikmu seorang, sayang."
Pria itu kembali memberikan kenikmatan kepada Hazal. Rasa nikmat yang luar biasa, yang tidak pernah Hazal rasakan selama ini. Kenikmatan itu seakan membuat Hazal terbang melayang tanpa batas. Ia mencakar punggung Yafet dan menarik rambut suaminya ketika ia telah mencapai puncaknya.
Suara erangan dan desahan kembali terdengar di dalam kamar. Napas mereka saling memburu, jantung mereka berdegup kencang. Aliran darah di tubuh mereka seakan mengalir begitu kencang, ketika mereka telah mengalami penyatuan.
Rasa sakit yang Hazal alami berubah menjadi suatu kenikmatan tiada tara. Ia mengusap punggung Yafet yang jatuh di atas tubuhnya. Peluh keringat mengalir dari wajah hingga ke tubuh mereka.
"I love you my wife, more and more." Yafet kembali mencium kening dan bibir Hazal.
"Terimakasih kau telah menjagaku selama ini. Hingga malam ini, kau benar-benar menjadikanku seorang wanita yang sangat berharga." Hazal mencium kening Yafet.
Yafet membaringkan tubuhnya di samping Hazal, dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos. Ia membawa Hazal ke dalam rengkuhannya dan memberikan dada bidangnya untuk menjadi sandaran kepala Hazal. Lewat tengah malam mereka mulai masuk ke dalam peraduannya.
*****
Keesokkan harinya, mereka pun terbangun ketika matahari sudah mulai bersinar terang. Dengan rasa sakit yang luar biasa, Hazal menegakkan tubuhnya dan bersandar di depan bantalnya.
__ADS_1
"Aku belum pernah mendengar cerita masa kecilmu, setelah kita berpisah." Yafet menegakkan tubuhnya di samping Hazal.
"Kau ingin tahu?" tanya Hazal sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
Yafet berdeham dan mulai membelai rambut Hazal dan memasukkannya ke belakang telinga wanita itu.
Tangan Hazal menggapai ponselnya yang ada di atas nakas. Ia kemudian menunjukkan sebuah foto kepada suaminya. Sebuah foto Hazal kecil yang duduk bermain seorang diri, di depan rumah Barbie. Gadis kecil itu memeluk boneka Barbie nya dan memeluk sebuah robot.
"Kau main robot juga?" tanya Yafet sambil mengernyitkan keningnya.
"Itu untuk mu. Setiap aku ulang tahun, aku selalu minta dua hadiah kepada ayah dan ibu. Satu untukku dan satu untukmu," ucap Hazal dengan tawanya.
Tapi sedetik kemudian raut wajah itu berubah. "Kau tahu mengapa aku minta dua jenis mainan?"
Yafet hanya menggelengkan kepalanya sambil menunggu jawaban Hazal.
"Karena setiap tahun aku menunggumu, untuk memberikan mainan ini kepada mu. Tapi kau tidak pernah pulang ke rumah dan bermain bersamaku. Kau tahu, aku sangat kesepian waktu itu," tutur Hazal sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Yafet ingin melahapnya sekali lagi.
"Apa mainan itu masih ada?" tanya Yafet yang menempelkan wajahnya di pipi Hazal dan melingkarkan tangannya di perut istrinya.
"Ya. Aku simpan di lemari kamarku." Hazal meletakkan kembali ponselnya.
"Berikan saja mainan itu untuk anak kita nanti. Apa kau tak ingin memberikan cucu pada ayah dan ibu?" Yafet menatap Hazal sambil menaikkan salah satu alisnya. Sebuah senyuman tersembunyi terlihat dari sudut bibirnya.
"Ehem," jawab Hazal singkat dengan respon yang lambat menanggapi maksud Yafet.
"Aku mau lagi," bisik Yafet di telinga Hazal.
"Sekarang?" Manik mata Hazal terbelalak sambil membayangkan dan mengingat rasa sakit yang ia alami semalam. Bahkan rasa sakit itu masih terasa pagi ini.
Yafet berdeham dan menganggukkan kepalanya. Pria itu tersenyum memperlihatkan deretan giginya. Senyuman ternakal yang pernah Hazal lihat selama hidupnya.
"Oh my God...!" seru Hazal.
Dengan cepat, Yafet langsung membaringkan tubuh Hazal dan menarik selimutnya.
"Yafet...!" teriak Hazal.
Pria itu kembali menutup bibir Hazal dengan bibirnya dan menindih tubuh istrinya. Teriakan Hazal sekarang berganti dengan suara desahan yang penuh dengan kenikmatan surga duniawi.
🔥Tamat ❤️
Selesai sudah cerita DANGEROUS LOVE ini. Tugas Author sudah selesai menghibur kalian semua lewat ketegangan, air mata dan ke baperan 😂
Tak ada gading yang tak retak. Tak ada hal yang sempurna di dunia ini. Sama seperti novelku yang tak sesempurna bintang di langit. Masih banyak kekurangan di sana-sini 🙏
Sekalian aku kasih pengumuman, tentang novel terbaru ku... yang akan aku up mulai tanggal 10 Juli 2020. Novel tentang apa? So pasti tentang Kenan Fallay, cogan yang banyak peminatnya 🤣 untuk sinopsisnya aku akan buat di bab pengumuman... jangan di matikan ya tombol favorit kalian ❤️
Akhir kata aku mengucapkan spesial thanks untuk readers ku yang selalu memberikan vote untuk novel ini...
@Ita Naufal @Asri Handaya @Mazdaa @EllenHerbalworld @Rezkyyefisyafilqah @Inez @Yani82 @Anonim @Nur @LADangerous @EllEll @RirinSuryawati @AlanDodyKusuma @AnaMollenMellon @NeniNuraini @ZahiraDewi @YuliJully @NurAfifah @Sheryl @MelindaLinda @Kiki
Spesial thanks untuk readers setia DANGEROUS LOVE....
@FadillaFitri @NienaSaleh @StephanieTaniaRumbay @IinAmbarsari @MonaHamzaSaniSitepu @OkkyRayhana @MakIjah @EliSunarni @YanceDecca @NingsigMalik @EraEra @VonnySuhardiman @PutriNoviaRanti @WiwinYuniarti @NaraPutriSiuslai @NeniNuraini @EkaRiyanti @AlFatih @UW @NengsihBajil @OcikDivanDionesea @MbakAsih @MeryRiaSihombing @FreeList @Astie @AhaNayla @GouldAmadine @HaniWulandari @AmandaAmanda @VinaSrilukyani @RatnaLiem @DwiRiyani @IllhamRWarna @MelindaLinda @DekAsik @Cinta @Mariene @AditiaRisusanti @NinaPujiHandayani @AsriWidiastuti @VinaPanduwinata @Smile @ErnaLovely @IdaYat @IlaLain @Esthi @SalzaarIya @RoslineSilalahi @LizSetiawati @Yani82 @DhinaHidayanti @SitiMasriah @AnggurAuliaNatanegara @QiyamullailAlhusna
Spesial thanks untuk teman-teman sesama penulis yang ikut menyumbang jejak dan jempolnya selalu...
@JBlack @AliceLin @Kiki @DianKartika @ZuiKim @LinaAgustin
Maaf bila ada yang terlewat 🙏
Sampai jumpa di novel ku selanjutnya. Ingat tanggal 10 Juli 2020.
__ADS_1