DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Pesta Ulang Tahun Perusahaan Aksal


__ADS_3

Acara pesta ulang tahun Perusahaan Aksal akhirnya tiba. Terlihat beberapa orang Event Organizer sedang sibuk sejak tadi, mereka keluar masuk grand ballroom untuk mendekorasi dan mempersiapkan semuanya. Acara besar ini hanya berlangsung setiap lima tahun sekali. Yafet hanya mengundang karyawannya yang memiliki jabatan minimal manager ke atas, para pemegang saham, para pejabat pemerintahan dan rekan bisnis Perusahaan Aksal.


Perusahaan Aksal merupakan salah satu perusahaan yang cukup mumpuni di Turki dan luar negeri, tak heran jika rekan bisnis mereka pun bertaburan di mana-mana. Selain perusahaannya yang luar biasa, keluarga Aksal adalah keluarga yang sangat terpandang di Turki. Mulai sejak ayah Emir Aksal, kakek Yafet, seluruh masyarakat dan pemerintah Turki selalu menghormati keluarga Aksal.


Tepat pukul enam sore, acara besar ini dimulai. Tampak tamu undangan sudah banyak yang datang, dengan menggunakan pakaian pesta yang berwarna-warni. Ratusan manusia memenuhi grand ballroom Hotel AKSAL. Tuan rumah pun akhirnya muncul dan masuk ke dalam ruangan, seluruh keluarga Aksal menjadi pusat perhatian para tamu dan beberapa media cetak maupun elektronik. Tampak Emir dan Meral berjalan bergandengan tangan, diikuti oleh Yafet dan Hazal yang berjalan di belakang kedua orang tua mereka.


Mereka sudah sangat familiar dengan kehadiran Emir, Meral dan Yafet Aksal. Malam ini seluruh pasang mata memusatkan perhatian mereka kepada seorang wanita muda yang cantik, putri dari keluarga Aksal yang jarang terlihat oleh publik beberapa tahun belakangan ini, dia adalah Hazal Aksal.


Banyak para tamu yang berbisik-bisik, baik pria maupun wanita, "Siapa wanita muda yang cantik itu? Apa dia putri keluarga Aksal? Apa dia sudah punya kekasih? Wah dia cantik sekali."


Hazal yang berjalan di samping Yafet hanya membalas tatapan mereka dengan senyum manisnya, malam ini dia tampil seperti seorang putri raja dengan gaun tanpa lengan berwarna emas sepanjang mata kakinya, dengan bagian dada yang sedikit terbuka, dan manik-manik yang jumlahnya ribuan bertaburan di sepanjang gaunnya. Jika dia tidak di perkenalkan sebagai putri Aksal, semua tamu akan mengira bahwa dia adalah kekasih Yafet, karena mereka terlihat sangat serasi.


Tidak hanya awak media saja yang tertarik mengambil foto Hazal, banyak para pemuda yang berusaha mendekati dan mencari perhatian Putri Aksal ini. Mulai dari anak pengusaha, anak pejabat hingga karyawan perusahaan Aksal.


Yafet menghampiri Hazal yang sejak tadi dikerumuni oleh banyak pria. Yafet menarik tangan Hazal untuk menjauh dari kerumunan itu, dan berjalan menghampiri ayah dan ibunya.


"Lihatlah, orang-orang itu menatap kepadamu? Hari ini kau memang sangat cantik, sayang," bisik Yafet di telinga Hazal.


Hazal mengapit lengan Yafet, dan berbisik kepadanya, "Kali ini kau akan punya banyak saingan, sayang." Hazal tertawa memperlihatkan belahan dagunya.


"Apa ada lelaki yang begitu mencintaimu selain diriku?" goda Yafet sambil mencubit dagu kekasihnya itu. Hazal hanya tertawa melihat kepercayaan diri kekasihnya yang tinggi.


Acara baru saja di mulai, dibuka dengan parade tari-tarian khas Turki dan kata sambutan dari Emir Aksal. Para tamu pun bertepuk tangan setelah mendengarkan Emir berbicara. Suara penyanyi wanita mengisi acara pesta malam ini.


"Hei, bung... aku mengajakmu ke sini bukan untuk duduk makan dan minum, lihatlah putri Aksal itu, dia bagaikan dewi yang turun dari kahyangan," ujar salah satu tamu pria yang duduk di salah satu kursi tamu. Tapi pria yang diajak bicara itu tidak menanggapi, ia hanya sibuk membuka ponselnya.


"Apa kau tidak ingin berkenalan dengannya?" tanya tamu pria itu.


"Kau saja, aku akan menunggumu di sini," sahut pria yang dari tadi memainkan ponselnya.


"Oh... Temanku Kenan Fallay yang terhormat, lihatlah di sini banyak gadis-gadis cantik... kau bisa mengajaknya kencan malam ini... tapi kau hanya berdiam diri saja di sini seperti Upik labu !!" teriak tamu pria itu dengan kesal melihat temannya lebih suka memainkan game di ponselnya daripada menikmati pesta malam ini.


"Jika kau ingin berkenalan dengannya, pergilah !! Sampaikan salam ku saja padanya. Satu jam lagi aku akan pulang," kata pria yang bernama Kenan Fallay dengan sikap cueknya.


"Apa ?!?! Pesta baru saja di mulai bung... percuma saja aku mengajakmu ke sini !!" tamu pria itu mendengus kesal dan pergi meninggalkan Kenan Fallay yang duduk sendirian.

__ADS_1


Tiga puluh menit sudah berlalu, tiba saatnya Yafet naik ke atas panggung untuk memberikan kata sambutan kepada para tamu undangan. Semua mata tertuju pada pemuda itu, pria yang telah berhasil meneruskan usaha ayahnya. Pria yang banyak dipuja oleh kaum hawa karena ketampanannya dan keberhasilannya dalam bekerja. "Beruntung sekali keluarga Aksal, mempunyai anak-anak yang tampan dan cantik seperti mereka," ucap salah satu tamu undangan.


Ketika semua orang sibuk membicarakan anak-anak Aksal, tampak seorang wanita muda dengan tinggi semampai berdiri di depan pintu toilet memperhatikan penampilan Yafet yang ada di atas panggung. Sorot matanya yang dingin dan tajam memandang pria itu, sepertinya ia sangat mengenal putra Emir Aksal. Ia menghampiri seorang pelayan wanita yang ada di sana, berbisik kepada pelayan itu dan membuat pelayan itu mengikuti dirinya untuk masuk ke dalam toilet perempuan.


"Aku hanya meminjamkan seragamku kepada Nona, kemudian Nona akan memberikan aku uang?" tanya pelayan wanita itu mengulangi permintaan wanita tersebut. Seakan tak percaya dengan pendengarannya sendiri, hanya meminjamkan seragamnya maka ia akan mendapatkan banyak uang. Semudah itu.


Wanita muda itu memegang pundak pelayan wanita tersebut, dan menggiringnya menghadap sebuah cermin di toilet. Ia berusaha memberikan penawaran yang menggiurkan untuk pelayan tersebut, "Aku bukan ingin meminjam seragammu. Tapi aku ingin bertukar pakaian denganmu, kau bisa memiliki gaunku ini dan aku akan memberikanmu uang yang banyak lebih dari penghasilan mu dalam sebulan. Bagaimana apa kau setuju dengan tawaranku?"


Pelayan itu memandang gaun yang di pakai wanita muda itu dari pantulan cermin yang ada di depannya, gaun yang dipakainya itu adalah gaun mahal, dengan gaji ku setiap bulan saja belum tentu aku bisa membeli gaun mahal seperti itu.


"Oke, baiklah Nona. Aku akan mengganti pakaian ku sekarang," jawab pelayan wanita itu yang segera mengganti seragamnya. Wanita muda itu tersenyum puas.


Setelah mereka bertukar pakaian, wanita itu memberikan sebuah amplop kepada pelayan wanita tersebut. "Ini untukmu, dan jangan pernah beritahu siapapun jika kita pernah bertemu," ucap wanita itu dengan sikap dinginnya.


"Baik, Nona. Terimakasih atas uangmu ini," ucap pelayan wanita itu yang segera pergi meninggalkan toilet.


Sepeninggal pelayan wanita tersebut, wanita muda itu sudah berubah menjadi pelayan palsu. Kemudian ia mengusap make up nya yang terlalu menyolok untuk seorang pelayan. Ia kembali memulaskan make up tipis ke wajahnya dan memasang name tag milik pelayan tadi. Ia memperhatikan wajah dan penampilannya sendiri di depan cermin, kemudian ia mengeluarkan sebuah masker penutup wajah untuk menutupi wajahnya. Sempurna, tidak ada seorangpun yang akan mengenaliku, bahkan CCTV sekalipun.


Pelayan palsu itu keluar dari toilet, ia melihat ke arah panggung, Yafet sudah tidak ada di sana. Dimana dia? Aku harus mencarinya. Kemudian ia berjalan di dekat tempat minuman, mengambil sebuah nampan dan meletakkan beberapa gelas minuman dingin yang berwarna-warni seperti seorang pelayan sungguhan. Tak lupa ia memasukkan sebuah botol kecil di dalam saku seragamnya.


Pelayan palsu itu memandang gelas-gelas nya yang telah tumpah. Untung saja minuman ini masih bersih, aku belum memasukkan apapun di dalamnya. Jika tidak, Nona ini akan mengacaukan rencana ku.


"Oh, maafkan saya Nona. Saya kurang berhati-hati, saya akan membersihkan gaun Nona," kata pelayan palsu itu sambil pura-pura tersenyum.


"Maafkan aku juga, yang tidak melihatmu berjalan. Tak apa-apa, hanya basah sedikit. Apa kau sakit?" tanya Hazal yang melihat pelayan itu menggunakan masker penutup wajah. "Jika kau sakit, kenapa kau masuk kerja, sebaiknya kau istirahat saja di rumah."


"Hanya flu biasa, Nona. Maaf saya harus kembali bekerja," pamit pelayan palsu itu yang segera meninggalkan Hazal dan mengganti celemeknya dengan celemek yang bersih.


Setelah membersihkan dirinya di toilet, Hazal mencoba mengingat wajah pelayan palsu itu, sepertinya tatapan matanya pernah aku lihat, tapi dimana... dan aksen bahasa Turki nya, seperti orang yang baru belajar bahasa Turki. Sepertinya ia bukan orang Turki. Lama Hazal memikirkan hal itu, hingga tanpa sadar ketika ia keluar dari toilet, ia menabrak seorang pria yang juga berjalan dengan tergesa-gesa.


"Hei, Nona !! Apakah kau tidak bisa memperhatikan jalanmu ?!?!" bentak pria muda itu kepada Hazal, ia sangat marah karena makanan yang ia bawa tumpah mengenai kemeja putihnya. Terlihat noda berwarna coklat di pakaian formalnya itu.


"Maaf aku tadi tidak melihatmu, Tuan. Begini saja, aku akan menyuruh seorang pelayan untuk membersihkan atau mengganti pakaian mu," jawab Hazal yang mencoba memberikan solusi kepada pria itu.


Pria di depannya itu menatap tajam wajah Hazal, "Aku tidak ingin tangan pelayan yang membersihkan kemejaku, aku ingin tanganmu sendiri yang membersihkannya !!"

__ADS_1


"Apa ?!?!" Hazal terlihat sangat marah mendengar perkataan pria itu, seakan pria itu telah merendahkannya. Ia hanya melihat noda itu sebesar telapak tangan bayi, tetapi pria ini seakan membuat masalah ini menjadi besar.


"Ya, lakukan sekarang di sini !!" ucap pria itu penuh dengan penekanan.


"Kau ingin aku yang membersihkannya, baik aku akan melakukannya dengan caraku sendiri !!" ucap Hazal dengan berani. Ia melihat senyum puas di wajah pria itu, seakan tidak menyadari apa yang akan di perbuat oleh Hazal. Dengan cepat Hazal mengambil segelas air mineral yang ada di dekatnya dan menyiram air mineral itu ke wajah pria yang ada di depannya.


"Oh shit !!" teriak pria itu. "Beraninya kau menyiram wajahku." Pria itu mencengkeram lengan Hazal hingga memerah. Tetapi Hazal malah mendongakkan wajahnya, seakan ia menantang pria itu.


"Kenan, hentikan !! Apa yang kau lakukan pada Nona Hazal Aksal?" cegah teman Kenan yang sejak tadi mencari keberadaan Hazal, karena ingin berkenalan dengan wanita itu.


Kenan Fallay melepaskan cengkeramannya dari lengan Hazal, kemudian ia membetulkan letak jas yang dipakainya dan mengambil sapu tangan dari saku celananya untuk mengelap wajahnya yang basah. Ia menatap tajam wajah Hazal dan pergi meninggalkan ruang pesta itu sambil mendengus kesal. Temannya itu pun segera berlari mengejar Kenan.


"Apa yang telah kau lakukan Kenan? Kau membuat Tuan Putri itu marah !!" teriak pria itu kepada Kenan ketika mereka sudah sampai di tempat parkir.


"Kau menyebut dia apa? Tuan Putri? Oh shitt...!! Lihatlah kelakuannya seperti wanita bar-bar yang tidak tahu sopan santun !! Beraninya dia menyiram wajahku di muka umum !!" teriak Kenan yang masih belum bisa meredam amarahnya, wajahnya terlihat merah padam.


"Kau menghilangkan kesempatanku untuk berkenalan dengannya, bung," ucap teman Kenan yang membuka pintu samping mobil Kenan.


"Aku mau pulang, jika kau ingin berkenalan dengan tuan putrimu itu, tinggallah di sini !! Kau bisa pulang sendiri naik taksi !!" seru Kenan kepada temannya yang sudah duduk di samping kemudi.


Akhirnya Kenan dan temannya itu meninggalkan acara pesta tersebut, sebelum pesta berakhir.


❤️ Bersambung ❤️


Terimakasih kalian sudah meluangkan waktu untuk mampir dan membaca novelku ini. Jangan lupa setelah baca kasih tips ya buat Author 😆 bisa berupa...


🤗 Like


🤗 Rate bintang lima


🤗 Komentar dan


🤗 Vote kalian ya...


Author akan sangat berterimakasih 🥰 Sampai jumpa di episode selanjutnya 🤗

__ADS_1


__ADS_2