DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Masa Lalu dan Masa Depan


__ADS_3

Masih dalam pergulatan Morning Kiss Yafet dan Hazal di apartemen mereka. Kemudian Hazal menyudahi ciuman mereka dan duduk di depan Yafet.


"Bukan aku menolak mu, tapi aku tidak ingin kita melangkah terlalu jauh."


Yafet mengerti arti ucapan Hazal. Naluri lelaki itu sebenarnya ingin menginginkan lebih. Tapi gadis yang ada bersamanya bukanlah gadis yang bisa ia permainan kan sembarangan, bukan gadis yang bisa ia ajak tidur kapan pun dia menginginkan nya. Ia tidak tega merusak Hazal dengan cara seperti ini. Ia juga sudah berjanji pada Ayahnya untuk menjaga Hazal dengan baik. Kemudian pria itu berdiri tanpa mengatakan sepatah katapun dan melangkah ke kamar mandi


Hazal berpikir bahwa Yafet kecewa dengan sikap nya ini, gadis itu mengurungkan niatnya untuk membuat sarapan dan menunggu Yafet sampai kekasihnya itu keluar dari kamar mandi.


Sepuluh menit Hazal menunggu pintu kamar mandi itu terbuka, wangi aroma mint menyeruak di seluruh ruangan. Yafet keluar dari kamar mandi dalam keadaan rambut yang masih setengah basah. Dengan balutan handuk di bagian bawahnya.


"Apakah kau marah dengan perkataan ku tadi?" tanya Hazal yang duduk di tepi ranjangnya.


Yafet tak menjawab pertanyaan Hazal. Pria itu berjalan menuju lemari pakaiannya. Kemudian Hazal menghampirinya dan memeluk kekasihnya itu dari belakang. Menyandarkan kepalanya di punggung basah Yafet. Pelukan Hazal yang menyentuh tubuh polosnya, membuat naluri lelaki nya kembali muncul. Matanya terpejam selama beberapa saat, fantasi liar nya mulai bekerja. Tiba-tiba Yafet melepas pelukan tangan Hazal.


"Biarkan aku memakai baju dulu." sahut Yafet yang mengambil satu setel pakaian nya kemudian membawanya ke kamar mandi.


"Aku akan menunggu mu di luar."


Selama beberapa hari di apartemen, Hazal telah belajar membuat beberapa menu sarapan. Salah satunya adalah telur dadar kornet. Aroma daging sapi yang lezat menggoda perut Hazal. Setelah semuanya matang, Hazal meletakkan telur dadar kornet buatan nya ke meja kecil yang hanya bisa di isi dua orang. Ketika tangan nya sedang sibuk mengambil piring dan peralatan makan lainnya, tiba-tiba tangan Yafet memeluknya dari belakang. Hampir saja piring di tangan Hazal terjatuh.


"Kau mengejutkan ku, Yafet." teriak Hazal kemudian gadis itu meletakkan piring yang ada di tangan nya ke meja makan dan membalikkan badannya dan memegang tangan Yafet.


"Apakah kau masih marah padaku?"


"Apakah aku bisa marah pada gadisku ini?" goda Yafet sambil mencubit hidung mancung Hazal. Dicium nya kening Hazal, "Aku mencintaimu, sayang."


Mereka berdua memulai sarapan pagi mereka.


"Hazal"


"Yafet"


Mereka mengucapkan nya secara bersamaan.


"Kau dulu." ucap Yafet


"Tidak, kau duluan." balas Hazal.


"Oke...baiklah," Yafet tersenyum dengan keadaan yang terjadi sekarang. Kemudian dia melanjutkan pembicaraan nya, "Apakah kau ada kelas hari ini?"


"Ya...jam 10." jawab Hazal sambil memotong telur dadar kornet nya dan siap memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Aku sudah menanyakan pertanyaan ku, giliran mu sekarang."


"Hanya itu?" tanya Hazal sambil mengernyitkan dahinya dan mengunyah makanannya.


"Ya"


"Aku pikir kau akan bertanya tentang hal yang penting." ucap Hazal dengan menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Apa yang kau ingin bicara kan?" tanya Yafet yang sedang menuang saos tomat ke atas telur dadar kornet miliknya.


"Kapan kau akan pulang ke Turki?"


"Kau tidak suka aku ada di sini?" tanya Yafet dengan wajah berpura-pura serius.


"Mungkin iya...." jawab Hazal sambil berpikir dengan serius dan menopang wajahnya dengan tangan kanannya yang ada di atas meja.

__ADS_1


"Serius kau tidak suka aku ada di sini?" Yafet memajukan wajah nya ke wajah Hazal.


"Ehm.....sepertinya....begitu..." Hazal mengetukkan jari nya di ujung mulutnya dan menahan senyum nya.


Dengan cepat Yafet menghampiri Hazal, dia menyadari gadis itu sedang mengusili nya kemudian dia menggelitik pinggang gadis itu. Hazal tertawa terpingkal-pingkal.


"Sudah berani rupanya kau menggodaku." wajah Yafet memerah karena menahan tawanya. Ingin rasanya ia mengangkat tubuh Hazal dan melemparkan nya di atas ranjang. Sementara Hazal masih tidak bisa berhenti dari tawanya.


Tiba-tiba.....


Drrtt.....drrttt......drrt.....


Yafet mengambil ponsel nya yang ada di dalam kamar. Ternyata David yang menghubunginya.


"Ada apa?"


"Temui aku di hotel Hilton jam 1 siang."


"Baiklah."


Yafet menutup ponselnya.


"Siapa?" teriak Hazal yang sedang membersihkan piring kotor nya.


"David...Setelah selesai kelas mu hari ini. Ikut aku menemui David."


"Oke"


*****


Sepuluh menit kemudian, Hazal berjalan menuju mobil Yafet dan masuk ke dalam mobil sport yang berwarna hitam.


"Kau sudah menunggu lama?" tanya Hazal.


"Sudah dua jam aku disini, menunggumu...." jawab Yafet yang hendak menyalakan mesin mobilnya.


"Yafet....lihat itu, sepertinya Selina sedang menuju kemari." ucap Hazal yang melihat seorang Selina Howard dengan pakaian seksinya sedang berjalan menuju mobil Yafet.


"Kau yakin ia akan kemari?"


"Entahlah..." jawab Hazal sambil mengangkat kedua bahunya.


"Hazal, sembunyikan dirimu di belakang !"


Tanpa berpikir panjang, Hazal sudah memindahkan tubuhnya di belakang kursi Yafet.


"Kenapa aku yang harus sembunyi? Aku dan Yafet tidak sedang berselingkuh." ucap Hazal pada dirinya sendiri.


Benar saja, Selina sudah mengetuk jendela mobil Yafet dengan keras, "Yafet....buka pintunya !!"


Yafet membuka setengah kaca jendelanya, "Ada apa?"


"Buka pintunya, aku ingin pulang bersama mu." ucap Selina dengan manja.


Yafet mengambil beberapa lembar uang dolar dan memberikan nya kepada Selina. "Kau ingin pulang kan? Ambil ini !! Kau bisa pulang naik taksi !!"


"Yafettt !!" teriak Selina dengan marah, ia menampik uang pemberian Yafet. Sehingga uang dolar itu tercecer di jalan.

__ADS_1


"Apa itu masih kurang ?" Yafet mengambil beberapa lembar uang seratus dolar dan melemparkannya ke arah Selina.


"Ambillah dan jangan mengganggu ku lagi !!" ucap Yafet dengan tajam. Segera Yafet menjalankan mobilnya dan meninggalkan Selina dengan beberapa lembar uang dolar yang berserakan di jalan.


Selina memungut beberapa lembar uang dolar itu dan meremasnya,


"Yafet....kau benar-benar keterlaluan !!! Setelah kau bersenang-senang dengan ku, kau membuang ku seperti sampah !!! Kau pikir aku pengemis ?!?! Dengan memberikan uang ini !! Lihat Yafet, suatu hari nanti....aku akan membalas penghinaan mu pada ku !!!"


*****


Yafet melajukan mobil nya menuju Hotel Hilton. Hazal yang melihat kejadian itu, segera memindahkan tubuh nya untuk duduk kembali di samping Yafet.


"Yafet, sikapmu sangat keterlaluan pada Selina !" ucap Hazal yang menatap tajam kekasihnya itu.


"Keterlaluan ?" tanya Yafet seolah-olah dirinya tidak bersalah.


"Dia hanya ingin menumpang...tapi kau memperlakukan nya seperti seorang pengemis !!"


"Hazal... dengarkan aku baik-baik. Aku dan Selina sudah berakhir. Jika ia punya malu, seharusnya dia bisa pulang sendiri atau cari kekasih baru yang bisa mengantarkan dia pulang." tandas Yafet.


"Tapi Yafet....kenapa dia masih terus mengejar mu? Atau ada sesuatu yang terjadi di antara kalian?"


Yafet tidak menjawab pertanyaan Hazal. Pria itu tetap fokus memandang ke depan. Sementara Hazal masih berputar dengan pikiran nya sendiri.


"Jangan-jangan.... Yafet, jawab aku dengan jujur. Apa kau dan Selina sudah pernah melakukan hal itu?"


Yafet mengerem mobilnya dengan mendadak.


"Sudahlah...jangan bahas Selina."


"Aku ingin kau jujur padaku. Aku tau masa lalu mu buruk, kau suka mempermainkan perasaan wanita. Tapi apa kau juga memaksa mereka untuk tidur bersama mu?" ucap Hazal dengan penuh hati-hati.


Sepasang mata elang itu memandang sepasang iris coklat yang ada di depan nya. Pertanyaan Hazal seolah-olah menjadi skak matt buat dirinya. Dia hanya ingin Hazal mengenal dirinya saat ini, bukan membongkar masa lalu nya yang brengsek.


"Yafet...." ucap Hazal yang memegang kedua tangan Yafet. "Aku hanya ingin kau berbicara jujur padaku, aku janji....aku tidak akan menyalahkan mu atau pergi meninggalkan mu....Aku hanya ingin lebih mengenal orang yang kucintai saat ini."


Mata elang itu menatap Hazal dengan tatapan sendu. Tidak ada lagi ketajaman dalam bola matanya.


"Kau benar.....mungkin sudah saatnya aku bicara jujur padamu tentang masa lalu ku." ucap Yafet sambil menghela nafas nya dan menyandarkan dirinya di kursi kemudi. Kemudian melanjutkan ucapannya...


"Aku memang bukan lelaki yang baik buat mu. Bukan dengan Selina saja, tapi aku telah melakukan nya dengan banyak gadis yang aku kencani. Aku tidak tau sudah berapa banyak gadis yang aku tiduri. Kau tau....betapa brengsek nya diriku. Ucapan orang-orang di kampus tentang diriku itu semua benar, Hazal. Aku benar-benar telah rusak." lirih Yafet.


Hazal memeluk Yafet erat-erat, dan mengusap puncak kepala Yafet. "Terimakasih, kau mau jujur padaku." ucap Hazal dengan mata yang berkaca-kaca. Cairan bening itu sudah mengumpul di pelupuk matanya.


"Setelah kau tau seperti apa diriku...apa kau akan meninggalkan ku?" tanya Yafet.


Hazal menggelengkan kepalanya. Tangannya menyentuh lembut wajah Yafet. "Sekarang aku bersama dirimu, bukan untuk melangkah kembali ke masa lalu, tapi aku berjalan bersamamu untuk melangkah ke masa depan bersama dengan mu. Berjanjilah padaku, kau tidak akan mengulangi masa lalu mu itu."


Yafet mengambil tangan Hazal yang ada di wajahnya, dan menggenggamnya dengan erat, "Aku berjanji padamu, Hazal. Aku tidak akan memperlakukan mu seperti Selina dan yang lain nya. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin merusak masa depan mu."


Air mata Hazal sudah tidak bisa terbendung lagi. Cairan bening itu sudah jatuh membasahi wajah cantiknya. Perlahan Yafet menghapus cairan bening itu dari wajah Hazal dan memeluk tubuh Hazal dengan erat. "Aku mencintaimu, Yafet." ucap Hazal di dalam pelukan kekasihnya.


"Bagaimana kalau ternyata Selina hamil?"


❤️ Bersambung ❤️


Terimakasih sudah mampir dan baca tulisan novel ku ini 😊 jangan lupa tinggal kan jejak kalian di komentar dan kasih cap jempol kalian ya 😊

__ADS_1


__ADS_2