
Keempat pemuda ini sudah tiga hari berada di Florida. Dengan bantuan anak buah ayahnya David, mereka mencari beberapa orang di Florida. Tapi tidak ada hasil yang mereka dapatkan.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke Mississippi - Texas - Colorado dan berakhir di California. Sudah dua Minggu lebih sejak mereka meninggalkan New York.
Yafet memandangi kertas-kertas yang ada di tangannya. Sudah banyak tanda silang (X) yang dia coret di kertas tersebut. Pencarian di Amerika sudah hampir berakhir. Saat dirinya terus berpikir keras, tiba-tiba dia di kejutkan dengan bunyi telepon masuk dari ponsel nya. Yafet mengambil ponsel nya dari atas meja dan menerima panggilan telepon tersebut.
"Yafet," sapa Emir yang ada di panggilan seberang.
"Ada apa, Ayah?" tanya Yafet. Pria itu menyandarkan punggungnya di sofa dan terlihat sangat lelah.
"Apa hari ini kau jadi pulang ke Turki? Ini sudah dua Minggu lebih dari batas yang Ayah berikan padamu," tanya Emir yang ingin memastikan kepulangan anaknya.
Untuk beberapa detik, Yafet tidak menjawab pertanyaan ayahnya. Putra Emir itu memijat keningnya dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya memegang ponsel di dekat telinganya. Terdengar suara helaan nafas Yafet di ponsel Emir.
"Kau kenapa? Apa kau ingin mencari alasan lagi untuk tidak pulang?" tanya Emir sekali lagi.
"Ayah....saat ini aku ada California. Sudah dua Minggu lebih aku meninggalkan New York." jelas Yafet yang membuat Emir terkejut.
"Apa?? Apa yang kau lakukan di California?" tanya Emir dengan suara keras, yang membuat Meral yang berada tidak jauh dari tempat Emir mendengar pembicaraan antara suami dan anaknya itu.
"Aku sedang mencari pembunuh itu, sudah dua Minggu ini aku dan teman-teman ku menyusuri benua Amerika. Besok aku akan pergi ke Italia." jelas Yafet yang masih dalam posisi duduknya.
"Apa kau tidak becanda, nak? Lalu kapan kau akan pulang ke Turki?" tanya Emir yang sedikit bingung dengan penjelasan Yafet.
"Entahlah Ayah...kurasa tidak dalam waktu dekat," balas Yafet di balik ponselnya.
"Apa Hazal bersama mu?" tanya Emir. Pertanyaan nya mengandung banyak arti.
"Aku tidak mengajak Hazal, saat ini dia ada di New York," jawab Yafet.
"Baguslah....lanjutkan saja pencarian mu, nak. Semoga kau dan teman-teman mu berhasil menemukan pembunuh itu," kata Emir yang kemudian mengakhiri pembicaraan nya dengan Yafet.
Kekasih Hazal ini sedikit bingung dengan sikap ayahnya. Jika di pikir-pikir, ayahnya lebih senang jika dirinya dan Hazal berjauhan. Apabila dirinya bersama Hazal di New York, ayahnya selalu meminta dirinya untuk segera pulang ke Turki.
Mungkin apa yang di katakan Hazal waktu itu ada benarnya, kalau ayah dan ibunya tidak ingin kedua anaknya itu menjalin hubungan. Yafet menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku akan menyelesaikan ini satu per satu," gumam Yafet kepada dirinya sendiri.
*******
"Italia....Aku datang padamu !!" seru David dengan melapangkan kedua tangan nya ke atas. Pria Amerika itu sangat senang begitu ayahnya memintanya untuk mengurus cabang perusahaan nya yang ada di Italia.
Mereka berempat baru saja turun dari Bandara Internasional Italia. Mereka sudah menyerahkan senjata api mereka ke anak buah ayahnya David. Sehingga mereka dengan bebas keluar masuk ke negara lain tanpa perasaan takut. Sebagai gantinya, ayah David mengirim pasukan bayangan nya untuk menjaga mereka.
"Apa kalian tidak ingin bersenang-senang sebentar di negara pizza ini?" tanya Jason kepada ke tiga temannya. Ajakan pertanyaan Jason disambut baik oleh ketiga temannya.
Malam ini mereka berada di salah satu club' malam di Italia. Suasana club' malam tersebut tidak jauh berbeda dengan club' malam favorit mereka di New York.
Seorang pelayan club' yang berpakaian seksi dan terbuka, menghampiri mereka, dan meletakkan beberapa botol wine di atas meja mereka. Wajah pelayan bar ini sangat cantik dengan kulitnya yang putih bersih dan rambut pirangnya yang panjang. Gadis itu membungkukkan tubuhnya, sehingga tanpa sengaja ia memperlihatkan garis belahan dada nya dan tersenyum manis kepada keempat pemuda itu.
Lee memberikan siulan nya ketika pelayan bar itu meninggalkan meja mereka.
"Gadis itu sangat cantik, belum pernah kulihat yang seperti dia di Jepang atau di New York," kata Lee yang masih menatap kepergian gadis itu.
"Apakah kau bisa bahasa Italia? Jika kau tidak bisa, lupakan untuk mendekati mereka?" ucap Yafet yang membuka sebuah botol wine dan menuangkan nya ke dalam gelas kecilnya.
__ADS_1
"Kau lihat saja, aku akan mengajak gadis itu untuk memanasi ranjang ku," ucap Lee frontal dan mengambil gelas kecil yang sudah diisi wine oleh Yafet. Pria Jepang itu dengan cepat meneguk wine nya.
"Hei....Japanese man !! Jika kau mau minum, ambil sendiri !! Jangan kau minum dari gelas ku," ungkap Yafet kesal, dan menuang sebotol wine lagi ke dalam gelas kecil lainnya.
Malam semakin larut, bunyi musik di club' malam tersebut semakin keras. Lampu sorot dan banyak nya minuman yang mereka minum mulai memanasi seluruh wajah. David dan Jason sedang asyik bergoyang bersama dengan dua orang gadis Prancis. Dua pria itu benar-benar tidak menyia-nyiakan waktu liburan mereka. Sementara Yafet sedang duduk di sofa bersama Lee. Tangan Yafet masih sibuk membalas pesan singkat Hazal. Sedangkan Lee pandangan nya masih mencari sosok gadis pelayan itu.
Tak berapa lama kemudian, "Aku keluar," kata Lee berpamitan kepada Yafet. Lee segera berdiri dan melangkahkan kakinya menjauh dari tempat duduk Yafet.
"Kau mau kemana?" tanya Yafet kepada teman Jepangnya itu.
"Sepertinya gadis ku dalam bahaya." seru Lee yang masih terus berjalan dengan cepat. Yafet pun segera berjalan mengikuti langkah kaki Lee.
Kedua pemuda itu berjalan menuju ke pintu belakang club' malam tersebut. Terdengar suara orang bertengkar di balik pintu. Suara seorang laki-laki dan suara seorang perempuan.
Yafet memegang bahu Lee, bermaksud hendak menghentikan langkah teman nya itu. "Kita tidak perlu ikut campur urusan mereka," seru Yafet.
"Tapi gadis itu seperti sedang dalam bahaya," ucap Lee.
"Lee, ingat...!! Kita di sini adalah orang asing. Sebaiknya jangan buat masalah di tempat ini !!" Yafet mengingatkan teman nya itu.
"Lepaskan aku..." Terdengar suara teriakan seorang gadis dan pukulan di dinding sebelah ruangan mereka.
Tanpa menghiraukan peringatan Yafet, Lee segera membuka pintu tersebut dan melihat seorang laki-laki yang seumuran dengan ayahnya sedang mencekik leher gadis pelayan itu.
Tanpa pikir panjang, Lee segera menarik tangan lelaki tersebut dari leher gadis itu dan melayangkan pukulan nya ke wajah pria itu. Pria itu tersungkur dan terjatuh ke bawah. Terdengar suara batuk-batuk dari gadis pelayan tersebut.
"Siapa kau? Jangan ikut campur !!" bentak laki-laki tersebut yang sudah berdiri menghadap Lee dan Yafet.
"Kau bisa membunuhnya !!" sahut Lee yang segera menarik tangan gadis pelayan itu ke sampingnya.
"Kau tak apa?" tanya Lee yang memegang kedua lengan gadis pelayan itu.
"Aku tak apa. Maaf, aku merepotkan kalian," jawab gadis pelayan itu yang menurunkan tangan Lee dari lengan nya.
"Kau bisa bicara dalam bahasa Inggris ?" tanya Yafet kepada gadis itu.
"Iya...aku berasal dari Amerika. Nama ku Carina Owen. Orang tua ku berasal dari Texas. Lima tahun yang lalu, ayahku meninggal dan ibuku menikah lagi dengan seorang pria Swiss. Pria yang kau pukul tadi adalah ayah tiri ku." jelas Carina yang memperkenalkan dirinya kepada Lee dan Yafet.
"Nama ku Lee, aku dari Jepang. Dia teman ku nama nya Yafet, dia berasal dari Turki," kata Lee sambil memperkenalkan dirinya dan Yafet. Kedua pria itu mengulurkan tangan nya ke arah Carina dan gadis itu membalas uluran tangan mereka.
"Maaf Carina, bukan maksud kami mencampuri urusan mu. Tadi kenapa ayah tirimu hendak membunuh mu?" tanya Yafet.
"Dia sering melakukan itu padaku, dia menjual ku ke tempat ini. Setiap hari aku harus memberikan hasil pekerjaan ku pada nya. Malam ini, hasil yang aku berikan lebih sedikit dari hari biasanya, karena itu dia marah padaku," jelas Carina dengan lirih.
"Brengsek, dasar pria tua kurang ajar !!" umpat Lee yang hendak mencari lelaki itu, tetapi langkahnya di cegah oleh Carina dan Yafet.
"Jangan...kau bisa terlibat masalah jika kau mencarinya. Lebih baik kalian tidak terlibat," kata Carina sedikit memohon dan menggelengkan kepalanya.
Yafet menyetujui perkataan Carina. Tetapi tidak dengan Lee. Emosi pria Jepang itu masih meluap-luap.
"Sebaiknya kita antar dia untuk pulang ke rumah nya," ajak Yafet kepada Lee.
Mereka bertiga pun masuk kembali ke club' malam tersebut untuk mengajak pulang David dan Jason. Beberapa jam di dalam club' malam, membuat David dan Jason mabuk berat. Dua orang gadis Prancis yang menemani mereka, memapah kedua lelaki itu untuk duduk kembali ke sofa. Kesadaran David dan Jason sudah mulai hilang, tubuh mereka terasa lemas tak bertulang.
"Bagaimana dengan mereka? Apa kita akan membiarkan mereka di sini?" tanya Lee kepada Yafet.
__ADS_1
"Kau antar Carina pulang dengan taksi, aku akan membawa dua orang pemabuk ini pulang," seru Yafet yang memapah tubuh David, sementara Lee membantunya memapah tubuh Jason. Mereka berdua membawa dua orang pemabuk itu dan memasukkan nya ke dalam mobil. Sementara Lee memanggil taksi dan mengantarkan Carina pulang ke rumahnya.
Malam menjelang subuh, taksi yang mereka tumpangi berhenti di sebuah rumah minimalis. Rumah tersebut adalah rumah yang di tinggali oleh Carina, ibu dan ayah tirinya. Sebelum Carina turun dari taksi, mereka saling bertukar nomer ponsel.
****
Keesokan paginya Yafet yang lebih dahulu bangun daripada ketiga temannya yang lain, sedang menikmati kopi hitam buatan nya sendiri di ruang makan rumah David di Italia.
Tangan Yafet membolak-balik kan beberapa lembar kertas yang berisi foto dan identitas orang yang akan di carinya di Eropa.
Tiba-tiba Yafet membelalakkan matanya, hampir saja dia tersedak dengan kopi hitam yang dia minum. Segera dia melangkahkan kakinya menuju kamar Lee.
Ternyata pria Jepang itu sedang mendengkur dengan nyaringnya. Yafet tak memperdulikan temannya yang sedang menikmati mimpi indahnya, dia mengguncang tubuh Lee dengan keras. Lee bereaksi dengan memukul tangan Yafet, meskipun kelopak matanya masih tertutup.
Perlahan Lee membuka matanya, pria itu terlihat marah karena Yafet mengganggu tidurnya.
"Brengsek kau !!! Kenapa kau bangunkan aku?" umpat dan tanya Lee bersamaan. Pria itu melemparkan sebuah guling ke wajah Yafet.
Yafet menghindari lemparan guling Lee, sehingga guling tersebut jatuh ke lantai. Dia segera duduk di samping Lee. "Kau lihat foto ini, bukankah ini adalah ayah tiri Carina?" tanya Yafet yang menunjukkan sebuah foto seorang laki-laki yang ada di kertas pencarian tersebut.
Kedua tangan Lee mengucek kedua matanya yang belum terbuka dengan sempurna. Diambilnya dengan kasar kertas tersebut dari genggaman tangan Yafet. Dilihatnya dengan teliti wajah di foto itu. Nama pria itu tertulis Max Walden.
"Brengsek !! Ternyata pria itu ada di dalam daftar pencarian kita," umpat Lee dengan wajah kesalnya.
"Aku punya sebuah rencana," sahut Yafet menyeringai menatap Lee.
Belum selesai Yafet menyampaikan rencana nya, terdengar suara teriakan dari kamar sebelah. Kamar yang di tempati oleh David dan Jason.
Yafet mengingat kejadian kemarin malam menjelang subuh dimana dia membaringkan David dan Jason yang sedang mabuk berat itu berada di dalam satu ranjang. Mungkin sesuatu telah terjadi kepada mereka.
Segera Yafet dan Lee berlari menuju kamar David. Mereka membuka pintu kamar tersebut, dan melihat tubuh kedua teman nya itu polos tanpa sehelai benang pun.
"Apa yang kau lakukan padaku?" tanya Jason menatap tajam wajah David.
"Bukankah kau yang mulai duluan? Tangan mu itu menyentuh tubuhku, menciumiku dan kenapa kau bisa tidur di kamar ku?" serang David yang menggosok wajah dan lehernya karena basah terkena ciuman Jason.
"Aku tidak tahu, kukira ada seorang wanita di sampingku. Ternyata yang ada hanyalah gundukan lemak," balas Jason dengan muka masam nya.
"Kenapa kita berdua polos seperti ini? Pasti kau telah melakukan sesuatu padaku ! Seperti nya ada yang tidak beres dengan mu !!" pekik David yang menyerang balik Jason.
Melihat situasi tersebut, Yafet dan Lee hanya tertawa terbahak-bahak. Kedua teman nya itu seperti sedang saling meminta pertanggungjawaban.
❤️Bersambung❤️
Terimakasih sudah membaca tulisan novel ku ini, jangan lupa kasih
🤗 Like
🤗 Rate
🤗 Komentar dan
🤗 Vote kalian ya
Makasih 🥰🥰🥰
__ADS_1