
Keesokan harinya, Yafet mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah alamat yang tertera di ponselnya. Sampailah ia di depan sebuah rumah di selatan kota Istanbul, kemudian ia menghentikan mobilnya tepat di depan rumah yang ia cari. Yafet turun dari mobilnya dan mengamati rumah kecil yang ada di depannya.
Bangunan rumah itu agak tinggi dibandingkan dengan rumah-rumah tetangga di sekitarnya. Di depan rumah itu ada pagar pembatas setinggi dada orang dewasa, tidak terlalu panjang mungkin hanya sekitar satu meter saja panjangnya.
Yafet melihat sebuah tirai berwarna merah dengan corak bunga-bunga yang terbuka hampir setengahnya. "Kurasa ada orang di dalam," gumam Yafet. Ia membuka pagar berwarna hitam itu, terdengar suara kreekk.... Kemudian ia berjalan memasuki halaman rumah itu, tidak ada tanaman hias di sana, yang ada hanya jemuran baju yang masih basah dan beberapa genangan air. Yafet mengetuk pintu rumah itu, satu kali...dua kali...tidak ada jawaban.
Ceklek.....
Pintu itu terbuka, keluarlah seorang pria paruh baya yang mungkin seumuran dengan ayahnya. Belum sempat Yafet memperkenalkan dirinya, terdengar suara dari dalam rumah. Seorang suara wanita yang sedang berteriak. "Siapa yang datang?"
Yafet tersenyum kepada pria paruh baya itu, kemudian ia memperkenalkan dirinya. Pria paruh baya itu mempersilahkan Yafet untuk masuk ke dalam rumahnya.
Sebelum Yafet mendaratkan tubuhnya di atas sofa, seorang wanita yang sedang memakai daster dan beberapa gelungan rol rambut di atas kepalanya keluar dari dalam rumah. "Kenapa kau memasukkan orang asing ke dalam rumah kita?" Wanita itu menatap Yafet dengan tidak bersahabat.
"Meskipun wajahmu tampan, tapi bukan berarti kau orang baik !!" cecar wanita itu.
"Duduklah...," kata pria paruh baya itu. Mereka bertiga duduk di sofa yang sudah hampir lapuk. Kedua orang itu duduk di sofa yang sama. Sedangkan Yafet duduk menghadap mereka.
"Tuan... Nyonya... maaf jika kedatangan ku ini mengganggu aktivitas kalian. Aku ke sini, hanya ingin mencari teman ku yang bernama Ted Baxter, kami sudah lama tidak bertemu," ucap Yafet sambil menunjukkan foto Ted kepada mereka.
Pria paruh baya itu memegang foto Ted, tiba-tiba wanita itu merebut foto tersebut.
"Aku tidak mengenalnya," seru wanita itu dengan ketus.
"Kurasa ia anak pemilik rumah ini. Tapi pemilik rumah ini sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Kemudian istrinya menyewakan rumah ini, karena kudengar anak lelakinya membawanya pindah ke luar negeri," jelas pria paruh baya itu.
"Apa temanku tidak pernah kemari?" tanya Yafet kepada mereka.
Pria itu menggelengkan kepalanya, "Seingat ku tidak pernah."
"Jika kau ingin tahu tentang teman mu itu, tanyakan pada wanita yang tinggalnya tidak jauh dari sini. Aku selalu membayar uang sewa rumah ini kepadanya," ucap wanita itu.
Wanita itu memberikan sebuah alamat kepada Yafet, setelah itu Yafet berpamitan dan pergi meninggalkan mereka.
Di dalam mobil, Yafet membuka kertas yang diberikan kepadanya, ternyata alamat yang diberikan oleh wanita itu adalah alamat istri Ted Baxter.
Yafet segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah istri Ted Baxter. Letak rumah istri Ted tidak terlalu jauh dari rumah pertama yang ia datangi. Dengan menggunakan mobil, sekitar sepuluh menit Yafet sudah sampai di depan sebuah rumah yang berbentuk hook.
Seorang anak laki-laki berumur sekitar sepuluh tahun, keluar dari dalam rumah sambil menuntun sepedanya. Yafet menghampiri anak itu dan memberikan sekotak roti kepadanya. Anak itu menerima pemberian Yafet sambil tersenyum.
"Siapa namamu?"
"Namaku Ali Baxter."
"Siapa nama ayahmu?"
"Ted Baxter."
"Dimana ibumu?"
__ADS_1
"Ia ada di dalam. Paman siapa?"
"Aku teman ayahmu."
Anak laki-laki itu kemudian mengucapkan terimakasih kepada Yafet, kemudian ia mengayuh sepedanya dan meninggalkan Yafet yang berdiri di depan rumahnya.
Kemudian Yafet berjalan masuk ke dalam rumah, pintu rumah itu terbuka. Yafet mengucapkan salam, terdengar suara seorang wanita membalas salam Yafet. Seorang wanita muda berumur sekitar tiga puluh tahunan keluar menemui Yafet.
"Maaf Nyonya, jika kedatanganku ini mengganggumu. Aku kemari ingin mencari temanku yang bernama Ted Baxter."
"Teman Ted?" tanya wanita itu sedikit tidak percaya. Jelas ia tidak percaya, melihat penampilan Yafet yang seperti anak orang kaya dan usia Yafet yang jauh lebih muda dari suaminya.
"Ya... kami bertemu sekitar lima tahun yang lalu di Swiss, dan ia memberikan alamat ini kepadaku, jika aku pulang ke Turki," ucap Yafet yang berusaha meyakinkan wanita yang ada di depannya.
"Pergilah !! Suamiku tidak ada di sini !!"
"Boleh aku tahu, dimana sekarang ia berada?"
"Aku tidak tahu, pergilah !! Dan jangan kembali lagi !!"
"Tapi Nyonya...."
Wanita itu mengambil sapu yang ada di dekatnya dan hendak memukulkannya kepada Yafet.
"Pergi kau !!" teriak wanita itu. Yafet pun memilih keluar dari rumah itu.
Bruaaakkkk....!!!
"Halo," kata istri Ted di depan ponselnya.
"Ada apa?" tanya seorang laki-laki yang ada di balik ponselnya.
"Kau di mana? Seseorang sedang mencari mu, ia mengatakan bahwa kau adalah temannya."
"Temanku? Laki-laki atau perempuan?"
"Seorang laki-laki Turki, tinggi, penampilannya seperti anak orang kaya, dan usianya sekitar dua puluh tahunan."
"Dimana dia sekarang?"
"Aku sudah menyuruhnya pergi."
"Jangan katakan apa-apa padanya atau kau akan menerima akibatnya !!"
Tutt...tutt...tutt...
Sambungan telepon itu terputus. Tanpa diketahui oleh wanita itu, Yafet mendengar pembicaraan mereka. Saat ini Yafet berada di balik pintu belakang yang terbuka. Kemudian ia melangkah masuk ke dalam rumah.
"Kau berbicara dengan Ted Baxter?" tanya Yafet yang mengejutkan wanita itu.
__ADS_1
"Kau? Kau masih belum pergi?" wanita itu melotot kepada Yafet. Tetapi Yafet hanya memasang senyum di wajah nya. Ia berusaha bersikap tenang.
"Apa yang kau inginkan?" teriak wanita itu sambil memegang gagang sapu dan ponselnya.
"Beritahu aku di mana Ted berada."
"Sudah aku katakan aku tidak tahu !!" Tangan wanita itu sedikit gemetar karena takut.
Yafet mencoba mendekati wanita itu, tetapi wanita itu memundurkan langkahnya. "Jangan mendekat atau aku akan menelepon polisi !!" ancam wanita itu sambil mengangkat ponsel yang ada di tangannya.
"Tenang Nyonya, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin tahu dimana suamimu berada. Itu saja," ucap Yafet sambil mengarahkan tangan kanan nya pada wanita itu.
"Pergi kau !! Keluar dari rumahku !! Aku tidak akan mengatakan dimana suami ku berada !!"
Tiba-tiba ponsel wanita itu berbunyi, tertera nomor asing muncul di layar ponselnya. Wanita itu menjawab panggilan tersebut. Beberapa detik kemudian, wajahnya terlihat pucat pasi. Ponsel yang ada di tangannya tiba-tiba terjatuh ke lantai. Ia teringat anaknya yang minta ijin kepadanya untuk bermain sepeda di luar.
Yafet menghampiri wanita itu, "Nyonya ada apa?"
"Anakku...Ali...dia ada di rumah sakit. Aku harus ke sana...sekarang." Wanita itu bergegas mengambil tasnya dan berlari keluar rumah, tanpa sadar ia meninggalkan Yafet seorang diri di dalam rumahnya.
Yafet menyalakan mesin mobilnya, ketika mobil tersebut baru berjalan beberapa meter. Ia melihat istri Ted sedang berdiri menunggu sebuah bus yang akan lewat. Yafet menghentikan mobilnya tepat di depan wanita itu. Ia membuka kaca jendela mobilnya.
" Masuklah... aku akan mengantar Nyonya ke rumah sakit."
Tapi wanita itu mengacuhkan tawaran Yafet, dan berjalan beberapa langkah menjauhi mobil laki-laki itu. Kemudian Yafet memajukan mobilnya.
"Sampai kapan kau akan menunggu di sini, Nyonya? Anakmu membutuhkanmu sekarang," seru Yafet dari dalam mobil.
Wanita itu tampak mulai merespon, kemudian ia menerima tawaran Yafet. Ia melangkahkan kakinya menuju ke pintu mobil sport hitam Yafet. Pria itu hanya menggelengkan kepalanya, "Ternyata bukan hanya Hazal yang keras kepala, tapi wanita ini benar-benar...."
"Jangan panggil aku Nyonya, nama ku Nuran," ucap wanita itu yang sudah duduk di samping Yafet.
"Panggil aku Yafet," ucap Yafet memperkenalkan dirinya.
Tanpa banyak bicara lagi, Yafet segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
❤️ Bersambung ❤️
Jangan lupa setelah baca wajib kasih....
🤗 Like
🤗 Rate bintang lima
🤗 Komentar dan
🤗 Vote kalian yah...
Maaf kalau kesannya maksa hehehehhe 😜🤣
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir dan baca novel ku ini 🙏😊🤗