DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Perjalanan Empat Sekawan - Hotel VIU MILAN


__ADS_3

Segera Lee melajukan mobilnya menuju ke hotel VIU MILAN dengan bantuan GPS yang ada di ponselnya. Sekitar dua puluh menit mereka sudah tiba di hotel tersebut.


"Apakah kau keberatan jika aku membawamu ke sini ?" tanya Lee kepada Carina yang masih terduduk di dalam mobilnya.


Carina hanya menggelengkan kepalanya. Lee tersenyum melihat jawaban Carina melalui gestur tubuhnya. Sungguh mudah membawa gadis pirang ini ke dalam pelukannya. Mereka berdua menuju ke meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar hotel. Sebuah lift mengantarkan mereka menuju lantai 15. Kamar nomor 1534. Lee segera menempelkan kartu akses ke handel pintu, untuk masuk ke dalam kamar tersebut.


Mereka memasuki kamar hotel pemberian Yafet. Tercium aroma terapi dengan wangi apel yang segar menelisik indera penciuman mereka. Sepasang kekasih itu memandangi setiap sudut kamar hotel yang baru saja mereka masuki, sebuah kamar yang sangat mewah dengan home teather yang lengkap, dengan fasilitas mini bar yang ada di sudut kamar. Lee membuka lemari pendingin yang ada di dekat meja mini bar, tersedia minuman beralkohol dari berbagai negara. Taburan bunga mawar merah tersusun indah membentuk gambar love di lantai dan di atas tempat tidur. Bagaikan kamar pengantin yang akan menikmati malam pertamanya.


"Tak ku sangka Yafet menyediakan tempat yang indah untuk surgaku malam ini."


Lee mengambil satu botol Tequila dan membukanya, menuangkan minuman beralkohol itu ke dalam dua buah gelas yang ada di meja mini bar di depannya dan membawanya ke kamar mandi, dimana Carina saat ini berada.


Carina berjalan melihat ruang kamar mandi yang sangat cantik, sebuah bathub berbentuk oval yang bisa diisi dua orang dengan taburan bunga dan lilin aroma terapi. Seakan ia ingin berendam dalam waktu yang lama di sini. Lee menghampiri Carina dan memeluk gadis itu dari belakang, "Apa kau suka kamar ini?"


"Aku sangat menyukainya," ucap Carina. Lee mencium leher belakang Carina. Kemudian laki-laki itu memberikan segelas Tequila kepada Carina. Mereka pun bersulang dan meminumnya sampai habis.


"Jika gadis ini bukan peminum yang hebat, maka seharusnya dua gelas Tequila dan dua gelas anggur merah di restoran bisa memabukkan nya."


Kemudian Lee mengajak Carina keluar dari kamar mandi. Membawanya ke meja mini bar, dan menuangkan kembali Tequila ke dalam gelasnya sendiri dan gelas Carina.


"Mari kita merayakan hari jadian kita," ucap Lee yang mengajak Carina untuk bersulang kembali dan meneguk segelas Tequila itu sampai habis. Tapi perkiraan Lee salah, Carina masih tegak berdiri. Gadis itu tidak mabuk sedikit pun.


"Bagaimana membuat gadis ini melakukan hal itu dengan sukarela tanpa aku harus memaksanya?" Lee mencoba memikirkan cara lain untuk bisa memikat Carina dan membuat gadis itu masuk ke dalam genggaman nya.


"Apa ini yang pertama bagimu?" tanya Lee yang menyibakkan rambut Carina ke belakang. Menyentuh bibir, leher, pundak, dan dada Carina yang sedikit terbuka dengan ujung jarinya. Kemudian tangan Lee masuk ke dalam bawah gaun Carina, meraba paha gadis itu.


Carina menggelengkan kepalanya. Ia mengerti apa maksud pertanyaan Lee. "Tapi... ini adalah yang pertama bagiku dengan orang yang mencintai ku, dan memperlakukan ku dengan baik," ucap Carina yang mengeluarkan tangan Lee dari bawah gaun nya. Carina mengajak Lee untuk duduk di tepi ranjang tempat tidur.


"Maafkan aku... sebenarnya aku telah berbohong padamu," ucap Carina lirih.


Kemudian gadis itu menceritakan tentang kehidupannya. Sebenarnya setelah ibunya menikah dengan ayah tirinya lima tahun yang lalu, ibunya kerap di siksa dan di pukuli oleh ayah tirinya tersebut. Empat tahun kemudian, ibunya meninggal dunia menyusul ayah kandungnya. Carina masih tinggal di rumah itu, berharap ayah tirinya akan menjaganya dan melindunginya. Tetapi apa yang di pikirannya sangatlah berbeda dengan kenyataannya yang sebenarnya. Justru ayah tirinya yang dia harapkan, ternyata adalah orang pertama yang telah tega merenggut kesuciannya. Mengambil sesuatu yang paling berharga yang dimilikinya. Bukan hanya itu, setelah merenggut kesuciannya, ayah tirinya malah menjual dirinya di club' malam sebagai pelayan. Setiap hari Carina harus menyerahkan hasil kerja malamnya kepada ayah tirinya. Terkadang dirinya juga harus melayani keinginan ayah tirinya itu di rumah dan melayani pria hidung belang yang ada di club' malam yang ingin menikmati tubuhnya. Lagi dan lagi, setiap malam ia lalui dengan hidup di dalam lingkaran setan yang ia sendiri tidak tahu kapan lingkaran setan itu terputus dari hidupnya. Ingin rasanya ia lepas dari cengkeraman ayah tirinya yang telah merusak masa depannya. Tak terasa cairan kristal bening itu sudah membanjiri wajahnya yang di tutupi oleh polesan make up.


"Ternyata Carina adalah seorang ******... Tapi bukankah hal itu wajar, aku menemukan nya di club' malam. Mana ada gadis polos dari keluarga baik-baik yang bekerja di club' malam? Tak masalah... lagipula aku juga bukan seorang laki-laki yang masih perjaka, bukankah lebih menyenangkan bermain dengan gadis yang sudah berpengalaman?" ucap Lee yang berkata dalam hatinya begitu selesai mendengar cerita Carina. Tetapi tangan nya tiba-tiba mengusap cairan bening yang keluar dari pelupuk mata Carina.

__ADS_1


"Apa yang sudah tangan ku lakukan, seolah-olah aku peduli tentang hidupnya. Jangan gunakan perasaan mu saat ini, fokus dengan misi mu, Lee."


Perkataan ini yang bergemuruh di relung hati Lee.


"Aku bisa memberikan mu kebebasan. Apa kau mau meninggalkan ayah tiri mu dan kehidupan malam mu itu?" tanya Lee yang memegang tangan Carina. Lee tidak menyadari perkataan nya itu kelak akan menimbulkan masalah baru baginya.


"Ingin ku pukul mulut ku sendiri, bagaimana bisa aku bisa menawarinya sebuah kebebasan?"


Lee merutuki ucapannya. Tapi ia juga tidak bisa menarik perkataan nya sendiri.


***


Tanpa Lee dan Carina sadari, pembicaraan mereka di dengar oleh Yafet dan teman-temannya. Mereka bertiga saat ini ada di sebelah kamar Lee. Sebelum Lee masuk ke kamar hotelnya, Yafet telah memasang alat penyadap suara di bawah ranjang tempat tidur Lee.


"Oh shit !!" Apa dia ingin mengacaukan misi kita dengan membawa gadis itu kabur dari ayah tirinya?" umpat Yafet setelah mendengar perkataan Lee kepada Carina.


"Awas saja jika dia berani melakukannya !! Akan ku hajar si pembuat onar itu !!" geram David yang hendak keluar dari kamarnya.


"Tunggu !! Biarkan Lee menyelesaikan permainan nya dulu dengan gadis itu," ucap Jason yang menarik tangan David untuk segera kembali ke tempat duduknya semula. Pria Inggris ini terlihat lebih tenang di banding kedua teman nya yang lain.


Kembali ke kamar Lee


Mata Carina membulat, mendengar pertanyaan Lee. "Apakah kau mau membantuku?" tanya Carina menatap manik mata Lee.


"Jika kau mau... Tapi jika kau lebih memilih ayah tiri mu dan kehidupan malam mu itu, maka aku bisa apa..." jawab Lee yang ingin mencoba menggoyahkan keinginan Carina.


"Aku mau Lee... bawa aku pergi bersama mu. Bawa aku pergi dari sini," ucap Carina bersungguh-sungguh.


Mendengar jawaban Carina yang penuh dengan kesungguhan, membuat Lee menelan saliva nya.


"*Oh shit !! Kenapa dia malah menyetujui ide gila ku? Tenang Lee... setelah kau mendapatkan sesuatu yang kau mau, maka kau bisa meninggalkannya. Carina hanyalah alat, dia sudah terbiasa dengan semua ini, kau tak perlu merasa kasihan padanya. Kau tinggal membohongi nya." (Suara Iblis Lee)


"Tidak Lee... Kau harus menolongnya. Meskipun kau tak sungguh-sungguh mencintainya, tapi setidaknya kau punya sedikit kebaikan untuk gadis malang ini." (Suara Malaikat Lee)

__ADS_1


"Aku akan menikmati dirinya lebih dulu, setelah itu aku akan memikirkan langkah berikutnya*."


Sesaat Lee bergumul dengan dirinya sendiri, memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Ada apa Lee? Kenapa kau memandangiku seperti ini? Apa kau merasa jijik padaku? Tanya Carina yang melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Lee. Tapi laki-laki di hadapannya itu hanya diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Aku mengerti sekarang, pasti setelah mendengar cerita tentang hidupku, kau akan menganggap ku sebagai ******. Ya... Aku memang ****** !! ****** yang berharap suatu hari nanti ada seseorang yang membawanya keluar dari lembah nestapa ini. Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi, lebih baik lupakan aku... jangan beri aku harapan setinggi langit," ucap Carina dengan suara keras yang segera berdiri dan hendak melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Lee. Tetapi tiba-tiba langkahnya terasa berat, tangan Lee menghentikan langkahnya, dan menarik tangan nya, sehingga Carina terjatuh dan terduduk di pangkuan Lee.


Lelaki Jepang itu melingkarkan tangan nya di pinggang Carina, menahan tubuh gadis itu supaya tidak terjatuh. Carina merasakan sesuatu yang kenyal telah menutupi bibirnya, menggigit bibir bawahnya dengan lembut. Carina berusaha untuk menahan kesadarannya, ia berusaha menutup bibirnya dan tidak membalas ciuman Lee. Tetapi tangan Lee mendorong tubuh Carina ke depan untuk semakin masuk ke dalam pelukannya. Dada mereka saling bersentuhan, membuat gairah keduanya semakin meningkat, lidah Lee semakin menerobos masuk benteng pertahanan bibir Carina, memainkan lidah gadis itu dan menggelitik setiap rongga mulutnya dengan lembut.


"Jadilah milikku, maka aku akan membawamu pergi dari sini," bisik Lee yang melepaskan ciuman nya.


"Apa hanya itu syarat dari mu?" tanya Carina yang memainkan jarinya di dada bidang Lee dan di kancing kemeja laki-laki itu.


"Ya... aku akan membayar tubuhmu ini dengan kebebasan yang kau inginkan," ucap Lee yang memegang kedua lengan Carina.


"Baiklah... Aku terima tawaran mu. Jadikan aku milik mu sepenuhnya," kata Carina dengan nada yang menggoda. Dia mengalungkan kedua tangannya ke belakang leher Lee.


Lee kembali mencium bibir ranum Carina. Gadis itu membuka mulutnya untuk memberi ruang Lee merasakan lidah dan rongga mulutnya. Pria Jepang itu tidak melewatkan kesempatan sedikitpun karena Carina telah membuka pagar pembatas dirinya. Tangan Lee masuk ke dalam gaun Carina, meraba paha gadis itu dan mulai memasuki inti Carina dengan jarinya.


Ciuman lembut itu menjadi ciuman yang panas dan erotis, bibir Lee menjelajahi area leher dan dada Carina. Kemudian Lee mulai melepas satu persatu setiap pelindung tubuh gadis itu, membaringkannya di atas ranjang yang telah di taburi oleh puluhan bunga mawar merah. Menikmati setiap aset yang di miliki oleh gadis itu, mulai dari atas hingga ke bawah. Desahan demi desahan dari Carina makin menambah gairah Lee dan membangkitkan fantasi liar pria itu.


Tangan Carina membuka satu per satu kancing kemeja Lee, membuka setiap pakaian Lee dan membuang nya ke lantai. Tampak tubuh Lee yang atletis, dengan perut berlapis enam bagaikan roti sobek dan dada bidang nya yang halus, membuat Lee kelihatan seksi di mata Carina. Dimainkan nya jari tangan nya dengan menggambar abstrak di dada Lee. Di rengkuhnya tubuh pria itu dan di bawanya untuk berbaring di atas tubuhnya, sehingga mempermudah Lee untuk bermain dengan nya. Mereka berdua saling memberi dan menerima satu sama lain. Desahan demi desahan yang hanya terdengar oleh Yafet dan teman-temannya dari alat penyadap mereka.


❤️ Bersambung ❤️


Terimakasih sudah membaca tulisan novel ku ini. Jangan lupa kasih...


🤗 Like


🤗 Rate


🤗 Komentar dan

__ADS_1


🤗 Vote kalian yah..


Makasih 🙏🤗🙏 Ikuti terus kisah selanjutnya


__ADS_2