DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Wanita Bar-bar dan Pria Gila


__ADS_3

Hazal yang sedang berdiri di atas permukaan danau yang sudah membeku tidak menyadari bahwa permukaan danau itu akan segera mencair. Garis retakan itu ada di mana-mana.


"Hei, wanita bar-bar, menjauh lah dari danau ini...!" teriak Kenan Fallay yang berada jauh di belakang Hazal. Pria itu hendak memperingati Hazal.


Tetapi usaha Kenan sia-sia, beberapa kali ia meneriaki Hazal, tetapi Hazal tidak mendengarkan teriakannya. Telinga Hazal seakan tertutup dengan keadaan sekitarnya, karena pikiran dan hatinya masih mengenang setiap kenangan manisnya bersama dengan Yafet.


"Aku mencintaimu, Yafet. Kenapa kau menyakitiku seperti ini...," ucapnya berulang-ulang sambil berjalan semakin jauh ke tengah danau.


Retakan itu semakin lama semakin banyak dan semakin besar. Bahkan hampir membelah permukaan danau yang sudah membeku itu. Tidak ada waktu lagi memberitahu Hazal. Tanpa pikir panjang, Kenan segera berlari ke arah Hazal untuk menyelamatkan wanita itu.


Kenan ingin menarik tangan Hazal tetapi karena permukaan es itu sudah membelah, mereka berdua akhirnya jatuh tercebur ke dalam air danau yang sangat dingin. Hazal yang terkejut, membuat dirinya harus banyak meminum air yang ada di danau itu.


Tubuh mereka semakin lama semakin ke bawah, sekeliling mereka penuh dengan air bagaikan sebuah dinding yang berwarna biru gelap. Semakin ke bawah suasana semakin dingin dan mencekam. Kenan berusaha meraih tangan Hazal, agar wanita itu tidak tenggelam. Kenan menarik tangan Hazal ke atas, dengan cepat mereka pun muncul ke atas permukaan air.


"Lepaskan tanganmu! Aku bisa berenang!" teriak Hazal yang sudah menyembulkan kepalanya ke atas. Air danau itu hanya sebatas leher Hazal.


Hazal menaikkan tubuhnya dan mengibaskan rambut panjangnya yang basah terkena air, membuat butiran-butiran air itu terciprat mengenai wajah Kenan. Putra Harun itu nampak kesal karena cipratan air dari rambut Hazal itu menerpa wajah nya. Tetapi semuanya berubah ketika ia selesai mengusap wajahnya dan melihat betapa cantiknya wajah Hazal.


Seorang wanita yang berdarah campuran Turki dan Jerman, perpaduan wajah blasteran nya yang membuat dia mempunyai wajah cantik natural. Dengan bola mata coklatnya yang berseri-seri, hidungnya yang mancung, garis bibir yang terbentuk dengan sempurna dan berwarna merah alami serta belahan dagu yang sangat khas, yang sangat jarang di temui pada wanita asli Turki. Untuk beberapa detik, apa yang di lakukan Hazal membuat Kenan terkesima.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mendorongku? Apa kau sudah gila, hah? Dasar maniak!" teriak Hazal yang memaki-maki Kenan. Makian Hazal membuyarkan seluruh imajinasi Kenan pada wanita itu.


Kenan memegang lengan Hazal dan berkata pada wanita itu, "Kau sebut aku apa? Gila dan maniak?"


"Ya... Kau memang pria gila dan maniak wanita, kenapa kau mendorongku dan menjatuhkan ku ke danau? Lepaskan tanganmu pria brengsek! Nasib ku selalu sial, setiap kali aku bertemu denganmu!" umpat Hazal. Ia ingat bahwa dirinya pernah bertemu laki-laki ini di pesta ulang tahun perusahaan Aksal.


Hazal menarik lengannya dari tangan Kenan, kemudian Hazal berenang ke tepi danau. Dengan hati yang dongkol, Kenan berenang mengikuti Hazal dari belakang.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian, mereka berdua sudah berada di tepi danau. Hembusan angin musim dingin, membuat tubuh mereka menggigil kedinginan.


"Dasar kau tidak tahu berterima kasih! Aku juga sial setiap kali aku bertemu denganmu!" umpat Kenan yang berdiri di samping Hazal. Pria itu menatap lekat wajah Hazal.


"Untuk apa? Kau yang telah membuatku jatuh ke danau dan membuatku basah kuyup!" pekik Hazal yang melotot di depan manik mata abu-abu tua itu.


"Kau!" tuding Kenan. Putra Harun itu menarik tangan Hazal dan mengajaknya ke perbatasan danau yang sebagian permukaannya telah mencair dan setengahnya lagi masih membeku.


"Kau lihat ini! Garis retakan ini dan kau berdiri di sana, waktu itu bongkahan es akan segera mencair. Aku tadi hendak mengajakmu ke tepi. Tapi terlambat, es itu telah mencair dan membuat kita terjatuh ke dalam danau," kata Kenan yang menjelaskan masalah yang sebenarnya.


Hazal hanya mendengus kesal mendengar perkataan Kenan, ia sama sekali tidak mempercayai penjelasan Kenan.


"Es ini pecah karena tidak kuat menahan berat badanmu dan aku. Jika kau tidak mendatangiku, es ini tidak akan pecah!" seru Hazal yang segera berjalan meninggalkan Kenan.


Kenan benar-benar kehilangan kata-katanya, dia melihat ke arah tubuhnya sendiri. "Apa dia pikir aku ini Hulk? Si manusia hijau itu?" gumamnya pada dirinya sendiri. Kemudian ia mengejar Hazal.


Hazal tidak memperdulikan ocehan putra Harun itu, wanita itu masih saja terus berjalan sambil menyembunyikan kedua telapak tangannya di dalam ketiaknya.


"Ya, begitulah sikap wanita yang patah hati, di tinggalkan kekasihnya, dan tidak tahu cara mengucapkan terima kasih...!" teriak Kenan yang menyindir Hazal.


"Kau...!" umpat Hazal yang segera menghentikan langkahnya. Sorotan tajam keluar dari manik mata Hazal.


Kenan mengusap dagunya yang di tumbuhi oleh bulu-bulu hitam yang tipis. Ia berjalan mengelilingi Hazal, memandangi tubuh Hazal dari atas hingga ke bawah.


"Oh pantas, kau di campakkan. Mana ada pria yang mau denganmu, lihat saja dirimu... wanita bar-bar yang sombong, tidak tahu aturan, dan tidak tahu terima kasih. Pasti keluarga pria itu tidak mau menerimamu sebagai menantu mereka, karena tingkah laku mu yang buruk itu. Jangan-jangan kekasihmu oh salah mantan kekasihmu itu sadar bahwa ada wanita lain yang jauh lebih anggun, lebih sopan dan lebih terhormat dari dirimu. Aku akan bertepuk tangan pada mantan kekasihmu itu yang telah meninggalkan mu. Pria itu benar, kau tidak pantas untuknya."


Perkataan Kenan membuat Hazal meradang, ia mengepalkan kedua telapak tangannya. Wajah Hazal nampak merah padam menahan amarahnya. Pria itu telah menabur garam pada luka di hatinya.

__ADS_1


"Tutup mulutmu pria gila! Kau tidak tahu apa-apa, jaga bicaramu!" pekik Hazal yang menuding wajah Kenan, manik mata coklat itu memerah menahan kemarahan dan kesedihannya.


"Satu hal lagi, jangan harap aku akan berterima kasih padamu atas apa yang telah kau lakukan padaku hari ini! Karena kau tak pantas mendapatkan ucapan terima kasih dariku!" seru Hazal yang segera meninggalkan Kenan.


Putra Harun itu tercengang mendengar perkataan Hazal. "Seharusnya kubiarkan saja dia tenggelam di danau! Aku berharap tidak akan pernah bertemu lagi denganmu! Cukup untuk hari ini!" gumam Kenan yang merutuki dirinya sendiri. Ia segera berjalan menuju ke mobilnya.


"Tapi hari ini aku sangat puas, karena telah membalas sikapnya yang telah mempermalukan ku," kata Kenan di dalam mobilnya.


Hazal segera berlari meninggalkan taman itu menuju ke rumah sakit, ia mengurungkan niatnya untuk melihat kondisi ayahnya. Ia langsung berjalan dan masuk ke dalam mobilnya. Masih terngiang-ngiang di dalam pikirannya perkataan Kenan.


"Apa di mata ayah dan ibu, aku tidak pantas menjadi istri Yafet? Seorang anak yatim piatu yang berharap menikah dengan tuan muda Aksal," ucapnya sambil menangis di atas setir kemudinya.


Tiiiiiin.....


Hazal terkejut mendengar suara klakson mobilnya. Kesepuluh jarinya mengusap lelehan air mata yang membasahi seluruh wajahnya. Kemudian dia menjalankan mobilnya tanpa tujuan.


❤️ Bersambung ❤️


Terimakasih sudah membaca novel ku ini....Jangan lupa kasih...


🤗 Like


🤗 Rate bintang lima


🤗 Vote atau


🤗 Komentar kalian

__ADS_1


Makasih 🙏🥰


__ADS_2