DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Akhirnya


__ADS_3

Setelah putusan Pengadilan Tinggi yang menjatuhi hukuman mati kepada terdakwa Harun Fallay, rubah tua itu di pindahkan ke penjara khusus dengan tingkat pengamanan super tinggi. Penjara itu sebenarnya untuk narapidana yang telah divonis hukuman penjara seumur hidup. Pihak Kejaksaan menitipkan Harun di penjara itu sampai hari eksekusinya.


Selama seminggu, Hazal mengawasi gerak-gerik Harun di penjara yang terletak di luar kota Istanbul. Ia tidak ingin Harun melarikan diri. Selama tujuh hari, jaksa wanita itu menginap di tempat sipir penjara wanita dan tidak pernah menemui Harun.


Wajah Harun terlihat lesu ketika seorang petugas memberikan sebuah seragam khusus untuk narapidana yang akan dieksekusi.


"Ini belum waktunya. Kenapa kau membawa baju itu sekarang?" tanya Harun dengan suara lirihnya. Ia sedang terduduk di sebuah papan kayu untuk alas tidurnya.


"Ini memang sudah peraturannya. Jangan banyak bertanya. Sebaiknya kau siapkan hatimu," ucap petugas sambil meletakkan seragam baru itu di sebelah Harun. Petugas itu segera keluar.


Harun mengamat-amati seragam berwarna biru tua itu. Dengan sederet angka di bagian dada, angka-angka itu adalah nama dan identitasnya selama di penjara.


Pria paruh baya itu tak menyangka bahwa akhir hidupnya akan berakhir seperti ini. Seandainya waktu bisa diputar, tentu saat ini ia masih menghirup udara bebas. Putranya pasti masih hidup bahkan kemungkinan dirinya akan menjadi seorang kakek. Bermain bersama cucunya dan menikmati masa tuanya.


Kini hidup maupun mati, baginya sama saja. Dia tetap sebatang kara. Tidak ada satu orangpun yang ada di sampingnya.


Siapa yang akan mengubur ku nanti?


Wajah istrinya dan wajah Kenan terbersit di dalam pikirannya. Ia benar-benar merindukan keluarganya. Tetapi itu hanya sesaat ketika wajah Hazal terlintas, kebencian dan amarahnya kembali muncul. Pria itu mengamuk di dalam selnya. Berteriak-teriak memanggil nama Hazal dan memukul jeruji besi itu dengan kepalan tangannya.


Rubah tua itu tidak menyadari, Hazal ada di dekatnya saat ini. Jaksa wanita itu mendengar setiap teriakan, caci maki dan umpatan kasar yang ditujukan kepadanya. Ia hanya menerima perkataan kotor itu tanpa membalasnya. Marah pun percuma, karena hidup pria itu tinggal menunggu waktu.


Siang dan malam berlalu begitu cepat hingga akhirnya hari eksekusi itu pun tiba. Salah satu pemuka agama mendatangi Harun hendak memberikan siraman rohani kepada pria itu. Tapi di tolak oleh Harun.


Petugas memasukkannya ke dalam mobil tahanan dan membawa Harun ke sebuah tanah lapang yang cukup besar. Lapangan itu berlantai semen dan tertutup dengan tembok besar yang tinggi. Di belakang tembok itu ada sebiah ruangan yang minim cahaya yang bisa digunakan untuk melihat para terpidana hukuman mati itu diakhiri hidupnya.


Dari ruangan minim cahaya itu Hazal berdiri dengan bantuan satu kruknya melihat kedatangan Harun yang di temani oleh beberapa petugas.


Tampak di lapangan eksekusi itu ada sebuah panggung kecil berwarna putih setinggi satu setengah meter. Di atas panggung itu ada sebuah tiang yang cukup tinggi dengan sebuah tali tambang yang terikat membentuk lingkaran di bagian ujungnya.


Harun di tuntun oleh dua orang petugas untuk mendekati panggung eksekusi itu. Hatinya berdegup kencang melihat tiang gantung yang sudah ada di depannya.


"Naiklah," ucap salah satu petugas yang menuntun Harun untuk naik ke atas panggung.


Harun menapaki lima anak tangga untuk sampai di atas panggung. Tiang gantung itu semakin dekat dengan wajahnya. Ia menatap ruangan minim cahaya yang berjarak beberapa meter dari tempat dia berdiri.


Sesaat Harun melihat ada seseorang yang berada di dalam ruangan itu. Sinar matahari menghalangi pandangannya saat ini. Sebelum petugas memasukkan kepalanya ke lubang tali, terdengar suara yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Terpidana mati Harun Fallay, sebelum tiang gantung itu mengakhiri hidupmu. Apakah ada yang ingin kau sampaikan untuk pesan terakhir mu?" Terdengar suara berat milik seseorang.


Harun terus mencoba melihat sosok yang mengintipnya dari ruangan tersebut.


"Hazal...!" teriak Harun dengan suaranya yang keras. "Jangan sembunyi kau! Jika kau ingin melihat kematian ku, turunlah ke sini! Jangan jadi pengecut!"


Hazal terkejut mendengar teriakan Harun yang mengenalinya. Kedua bibirnya tampak bergetar dan ia mengepalkan kedua telapak tangannya.


Hanya tinggal kita berdua saja, Harun. Kau dan aku! Tapi kau masih belum berubah! Jangan salahkan aku, jika hari ini adalah akhir kehidupanmu.


"Pesan terakhir ku adalah aku tidak pernah menyesal karena telah membunuh orang tuamu, Hazal! Tapi aku menyesal dan sangat menyesal telah membunuh Kenan!" teriak Harun dengan lantang.


Manik mata Hazal tampak memerah dengan sorot matanya yang tajam.


Sampai detik ini, kau bahkan tidak memohon pengampunan kepada ku, Harun!


Ketika salah satu petugas itu hendak menutupi kepalanya, Harun melihat sosok Kenan tersenyum ke arahnya. Putranya itu mengulurkan salah satu tangannya kepadanya. "Ayah, aku datang menjemput mu."


"Ken...." Suara Harun tercekat di tenggorokan saat kain hitam itu sudah menutupi kepalanya.


Petugas segera memasukkan kepala Harun ke tiang gantung. Tanpa seorangpun tahu, Harun meneteskan air matanya ketika ia melihat putranya itu.


"Dalam hitungan mundur sepuluh... sembilan... delapan... tujuh... enam... lima... empat...." Terdengar isak tangis Harun di balik kain hitam yang menutupi seluruh wajahnya.


"Ayah, ikutlah denganku."


"Tiga... dua... satu.... Laksanakan!" teriak petugas tersebut.


Begitu mendengar kata laksanakan, petugas eksekutor segera menarik tuas yang ada disampingnya. Lantai panggung itu pun segera terbuka. Lilitan tali tambang itu menjerat leher Harun, membuat tubuh pria itu tergantung diantara langit dan bumi.


Hazal menutup kedua kelopak matanya ketika eksekusi itu terjadi. Lelehan air mata itu mengalir membasahi wajahnya.


"Semuanya sudah selesai!"


*****


Author :

__ADS_1


Aku suka ending yang kayak gini. Ketika Hazal mengucapkan kata "Semuanya sudah selesai!" layar bioskop langsung berubah jadi warna hitam. Tulisan The End langsung muncul.


Itu kalau aku...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hehehehe.....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ada yang mau bonus chapter gak? Tulis di komentar ya.


__ADS_2