DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Bahagia Sebelum Badai Menerpa


__ADS_3

Pagi ini di sebuah apartemen di bagian barat kota Istanbul, Selina sedang mengerjap-ngerjap kan kelopak matanya. Wanita keturunan Inggris ini sudah hampir 3 bulan tinggal di Turki. Ia sudah bertekad bulat untuk mengejar Yafet kembali dan membalas dendam atas sakit hatinya selama ini. (Kenapa Selina sakit hati? Baca di Bab 34: Masa Lalu dan Masa Depan)


Setelah ayahnya meninggal setahun yang lalu, dirinya mendapat informasi dari Jason, salah satu teman kuliah Yafet, bahwa mantan kekasihnya itu sudah kembali ke Turki. Jason juga memberitahu Selina, bahwa sekarang Yafet sudah memiliki kekasih baru. Tetapi sampai saat ini, dirinya belum pernah bertemu dengan kekasih Yafet, atau lebih tepatnya ia belum menyadari siapa sebenarnya kekasih Yafet.


Selina bangkit dari tempat tidurnya, mengangkat semua rambut hitamnya ke atas dan mengikatnya dengan sebuah karet rambut yang senada dengan warna rambutnya.


"Pagi Nona cantik, rupanya kau sudah bangun," sapa Jasmine teman masa kuliah Selina sekaligus teman sekutu wanita itu, ia adalah wanita keturunan Turki - Polandia. (Tentang Jasmine ada di bab 35: Bertemu) Jasmine lah yang mengajari Selina agar wanita Inggris itu bisa berbahasa Turki, dan mengajak Selina untuk tinggal di dalam apartemennya.


"Pagi juga, kau tahu Jasmine... hari ini akan jadi hari yang paling bahagia dalam hidupku," ucap Selina sambil menyeruput secangkir kopi hitamnya.


"Apa Yafet bersedia menikah denganmu?" tanya Jasmine dengan kedua bola matanya yang terbelalak.


Selina menatap wajah Jasmine sambil tersenyum, "Kau adalah orang pertama yang akan aku beritahu jika hari itu tiba."


Kedua wanita itu menyantap roti sandwich buatan Jasmine. "Kapan hasil tes DNA itu keluar?" tanya Jasmine yang sedang mengiris bawang bombay di atas piringnya yang berbentuk lingkaran.


"Seharusnya hari ini, tapi pihak rumah sakit belum mengabari ku," jawab Selina sambil memasukkan irisan tuna ke dalam mulutnya.


"Semoga kau beruntung, sayang," peluk dan cium Jasmine untuk sahabatnya.


"Kau ingin pergi kemana hari ini?" tanya Jasmine yang telah selesai menghabiskan sarapan paginya.


"Kau belum pernah mengajakku ke tempat wisata Hagia Sophia, ku dengar tempat itu adalah museum yang sangat indah, banyak turis yang datang ke sana. Bagaimana kalau hari ini kita ke sana?" ajak Selina sambil menyelesaikan santapan terakhirnya.


"Oke sayang, mandi dan bersihkan dirimu. Hari ini aku akan mengajakmu ke sana. Kau pasti tidak akan pernah melupakan liburanmu di Turki ini," ucap Jasmine.


"Jangan katakan liburan, sayang. Aku malah ingin tinggal selamanya di Turki, menjadi Nyonya Aksal," celoteh Selina yang segera membereskan piring kotornya dan kembali masuk ke dalam kamar.


Di waktu yang bersamaan, sebelum Yafet pergi ke kantornya, ia menghubungi rumah sakit. Tempat di mana dia dan Selina melakukan tes DNA satu minggu yang lalu. Putra Aksal itu berbicara beberapa menit di ponselnya, dan kemudian menutup ponselnya.


"Bagaimana, kapan hasil tes DNA nya keluar?" tanya Emir yang berdiri dari kursi makannya.


Yafet mengangkat kedua bahunya sambil berkata, "Kata mereka kemungkinan sore ini atau besok."


"Semoga hasilnya negatif, ibu yakin anak yang dikandung Selina itu bukan anakmu," ucap Meral sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya di depan dadanya. Ibu Yafet itu berharap bukan Selina yang akan menjadi menantunya. Melihat kelakuan wanita asing itu, seperti nya akan menjadi sebuah bencana jika wanita asing itu menjadi bagian anggota keluarga Aksal.


Sementara Hazal hanya diam membisu memandangi makanan yang ada di piringnya. Kemudian dia bangkit berdiri dari kursi makannya dan berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi bekerja.


"Hazal, kau tidak menghabiskan sarapan mu?" tanya Meral yang melihat Hazal belum menyentuh makanannya sama sekali.


"Aku tidak lapar ibu. Pagi ini aku ada sidang, Ayah...Ibu...aku pergi dulu," kata Hazal yang segera berlari menuju garasi yang ada di samping rumahnya. Yafet segera pergi menyusul Hazal, tetapi terlambat. Kekasihnya itu sudah menjalankan mobilnya keluar dari gerbang utama rumahnya.


Sebenarnya Hazal hanya beralasan kepada ibunya, jika pagi ini dirinya ada sidang. Dia tidak ingin ayah dan ibunya melihat kecemasan dalam dirinya, yang akan membuat orang tua angkatnya curiga tentang hubungannya dengan Yafet.


Beberapa menit kemudian, Hazal sudah tiba di Gedung Kejaksaan tempatnya bekerja. Ia memarkirkan mobilnya di halaman gedung bertingkat itu. Baru saja ia keluar dari mobilnya, ponselnya berdering, sebuah panggilan dari Yafet.


"Kau sudah sampai?" tanya Yafet yang berada di dalam mobilnya.


"Baru saja. Ada apa?" tanya Hazal yang menutup pintu dan mengunci pintu mobilnya.

__ADS_1


"Aku hanya mencemaskan mu, kulihat kau tidak menyentuh makananmu sama sekali. Aku tahu pagi ini kau tidak ada sidang," kata Yafet yang keluar dari mobilnya.


"Ternyata aku tidak bisa membohongimu," jawab Hazal sambil tertawa.


"Karena aku sangat mengenalmu, sayang. Apa kau lapar?" tanya Yafet sambil menutup pintu mobilnya.


"Sedikit, sebentar lagi aku akan makan di kantin." Hazal melangkahkan kakinya menaiki tangga yang ada di depan Gedung Kejaksaan.


"Aku ada di belakangmu," jawab Yafet yang mengejutkan Hazal. Wanita itu menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke belakang dan melihat kekasihnya itu sudah berdiri tegak di atas trotoar jalan sambil tersenyum kepadanya.


Segera Hazal menutup ponselnya, menuruni anak tangga dan berlari ke arah Yafet. Pria itu segera menangkap tubuh Hazal dan memeluk kekasihnya itu.


"Kau mengejutkanku saja," ujar Hazal sambil memukul dada Yafet dengan pelan. Pria itupun tertawa dan mengusap puncak kepala Hazal.


"Aku akan mentraktirmu makan, kau mau makan di mana?"


"Terserah kau saja," jawab Hazal yang membuat Yafet kebingungan, tetapi dengan cepat Yafet menggandeng tangan Hazal dan mengajak pergi kekasihnya itu.


Sepuluh menit kemudian, mereka telah sampai di sebuah restoran yang menyajikan masakan Eropa. Perut Hazal sudah berbunyi, wanita muda itu memegangi perutnya, mereka berdua pun tertawa.


"Kali ini kau harus makan banyak, lihatlah banyak orang berdemo di perutmu," ujar Yafet yang segera turun dari mobilnya dan menggandeng tangan Hazal. Yafet segera memesan menu pasta kesukaan Hazal. Beberapa menit kemudian, pasta pesanan mereka pun datang.


Hazal segera mengambil garpu yang ada di atas mejanya, tetapi Yafet sudah menyodorkan garpu nya yang sudah di lilit dengan berbagai helai pasta yang berwarna kuning kemerahan itu.


"Kau pasti merindukan makanan ini, sayang." Hazal segera memasukkan pasta pemberian Yafet ke dalam mulutnya.


"Hmm... rasanya sangat enak, sini berikan garpu mu padaku." Yafet segera memberikan garpu nya pada Hazal. Wanita itu melilitkan helaian pasta itu ke garpu nya dan hendak menyuapi Yafet. Tetapi pria itu menolaknya.


"Katakan Aaaaa...," ucap Hazal. Akhirnya Yafet pun menuruti keinginan kekasihnya itu, pasta suapan dari Hazal masuk ke dalam mulut Yafet. Hazal segera mengambil selembar tisu yang ada di atas meja, dan mengusap bibir Yafet yang terkena saos tomat.


"Aku akan memesan pasta ini lagi untukmu," ujar Hazal yang segera memanggil pelayan.


"Kau benar-benar akan membuatku seperti boneka salju yang gendut, sayang." Hazal tertawa memperlihatkan belahan dagunya mendengar celotehan kekasihnya itu, ingin rasanya Yafet melahap bibir merah wanita yang ada di depannya ini.


Setelah menghabiskan dua porsi pasta, mereka keluar dari restoran tersebut. Ketika mereka akan menuju ke mobil, dari kejauhan Hazal melihat Selina dan Jasmine yang baru saja keluar dari mobil mereka. Wanita Inggris dan temannya itu hendak masuk ke halaman museum Hagia Sophia, yang berada di seberang restoran tempat Hazal dan Yafet makan pagi hari ini.


"Masuklah ke mobil, sayang," ucap Yafet yang telah membukakan pintu mobilnya untuk Hazal. Tetapi kekasihnya itu hanya diam berdiri menghadap seberang jalan.


"Ada apa?" tanya Yafet yang memegang pundak Hazal dan mengikuti arah Hazal memandang. Pria itu akhirnya mengerti siapa yang dilihat oleh Hazal.


"Masuklah, anggap saja kita tidak melihat nya. Setiap kali aku bertemu dengannya, mood ku selalu tidak baik," ujar Yafet yang segera mendorong perlahan tubuh Hazal agar masuk ke dalam mobil. Hazal menuruti perkataan Yafet.


Di dalam mobil, Yafet memeluk Hazal untuk menenangkan kekasih hatinya. "Setiap kali aku melihatnya, aku merasa dia akan merebutmu dariku, sayang," ujar Hazal dalam pelukan Yafet.


"Itu tidak akan terjadi. Kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, aku akan berjuang untuk cinta kita, sayang." Yafet mendekap tubuh Hazal di dalam pelukannya dan mencium kening Hazal.


Tak berapa lama kemudian, Yafet melajukan mobilnya dan berhenti di depan Gedung Kejaksaan. "Berikan aku semangat pagi ini," tutur Yafet yang menunjuk bibirnya sendiri.


"Ini bukan di kantormu, ini di depan Gedung Kejaksaan, sayang," seru Hazal. Tetapi Yafet tidak peduli, ia membuka sabuk pengamannya, memajukan tubuhnya ke kursi Hazal dan mencium bibir merah Hazal yang dari sejak tadi ingin ia lahap.

__ADS_1


"Yafet, sudah... lepaskan, aku bisa terlambat," ucap Hazal yang merintih dengan pelan, tetapi wajahnya kembali tersenyum setelah mendapat ciuman dari Yafet. Mereka segera menyudahi ciuman pagi mereka dan mulai bekerja di kantor masing-masing.


Yafet baru saja selesai mengadakan rapat dengan rekan bisnisnya di salah satu restoran yang ada di hotelnya. Ia baru saja menandatangani kontrak bisnis yang cukup besar. Hatinya sangat bahagia, kemudian ia menghubungi ayahnya untuk memberitahu hal ini.


"Sepertinya kita harus merayakan keberhasilan mu ini, nak," ucap Emir yang ikut bahagia mendengar kesuksesan anaknya.


"Baiklah Ayah, aku akan memesankan tempat di restoran Hotel AKSAL. Ayah beritahu ibu, aku akan mengabari Hazal," tutur Yafet yang segera memutuskan panggilan ponselnya kemudian menghubungi Hazal.


"Benarkah?" tanya Hazal yang terkejut dan bahagia setelah mengetahui kabar keberhasilan Yafet.


"Tunggu aku di hotel, mungkin aku agak sedikit terlambat, karena aku ada sidang nanti sore," ucap Hazal yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore waktu Istanbul, Yafet segera mematikan laptopnya dan mengambil jas abu-abu tuanya yang ia letakkan di sandaran kursi kerjanya. Sekretarisnya memberitahu bahwa pihak restoran hotel sudah menyiapkan tempat untuk Yafet dan keluarganya.


"Aku akan ke restoran, setelah kau menyelesaikan pekerjaanmu, kau boleh pulang," kata Yafet kepada sekretarisnya.


"Baik, Tuan."


Yafet segera menuju ke lift yang akan membawanya ke restoran hotelnya. Lift tabung itu berhenti di lantai dua Hotel AKSAL. Pintu lift terbuka, Yafet melangkahkan kakinya menuju ke restoran bintang lima miliknya.


Seorang pelayan restoran membuka pintu kaca dan menyambut kedatangannya. "Dimana meja yang aku pesan?" tanya Yafet kepada pelayan itu.


"Mari saya antar Tuan," kata si pelayan tersebut.


Sebuah meja berbentuk lingkaran dengan sepuluh buah kursi yang mengitarinya. Tetapi rupanya Yafet kurang setuju dengan pilihan sekretaris nya, kemudian ia memilih meja berbentuk persegi panjang dengan enam buah kursi.


"Kurasa ini lebih cocok, tidak terlalu besar," katanya kepada pelayan restoran.


Persiapan sudah hampir selesai, menu makanan sudah mulai di masak, tinggal menunggu kedatangan Hazal dan orang tuanya.


Tiga puluh menit berlalu, Emir dan Meral sudah tiba di restoran Hotel AKSAL. Suami istri paruh baya itu melihat Yafet yang menunggu kedatangan mereka di salah satu kursi yang ada di tengah ruangan. Mereka pun menghampiri putra mereka, dan duduk di depan Yafet.


"Dimana Hazal?" tanya Meral kepada Yafet, ketika dilihatnya putri kesayangannya itu belum menampakkan batang hidungnya.


"Hazal ada sidang sore ini, mungkin dia akan datang terlambat," jawab Yafet kepada ibunya.


"Anak itu benar-benar bekerja keras seperti ayah dan ibunya," ujar Emir.


Sembari menunggu kedatangan Hazal, tiba-tiba ponsel Yafet berbunyi. Sebuah panggilan dari rumah sakit tempat Yafet melakukan tes DNA.


❤️ Bersambung ❤️


Terimakasih sudah membaca novel ku ini 🤗 semoga kalian menyukai nya. Jangan lupa setelah baca novelku ini, kalian bisa kasih tip buat Author...berupa


🤗 Like


🤗 Rate bintang lima


🤗 Komentar atau

__ADS_1


🤗 Vote kalian ya


Makasih 🥰🙏


__ADS_2