DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Perjalanan Menuju Swiss (1)


__ADS_3

"Bagaimana apa kau mau ikut pergi dengan ku?" tanya Kenan setelah melepaskan pelukannya dari tubuh Hazal.


"Kau ingin aku menjawab apa? Bukankah kau tidak memberiku pilihan?" Dengan sikap sedikit terpaksa ia menjawab pertanyaan Kenan dengan pertanyaan juga.


Kenan tersenyum kemudian tertawa saat ia melihat wajah Hazal yang merengut. Ia mengusap puncak kepala kekasihnya itu.


"Berhentilah tertawa! Atau aku akan berubah pikiran!" seru Hazal yang sontak membuat mulut laki-laki itu tertutup rapat. Diam seribu bahasa.


Suasana di lantai delapan kembali menjadi hening. Hazal mendorong punggung Kenan agar masuk kembali ke ruangannya dan mendudukkan laki-laki itu di kursi kerjanya.


"Diamlah di sini!" perintah Hazal kepada atasannya itu. "Aku akan memesan hotel untuk kita menginap di Swiss," ucapnya kemudian.


Kenan segera menarik tangan Hazal, "Kau tak perlu memesan hotel. Kita akan bermalam di rumah ayahku di Swiss."


"Di rumah ayahmu?" tanya Hazal dengan manik matanya yang sudah mulai berputar-putar sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.


"Ya, rumah itu sudah lama tidak di tempati. Aku akan meminta penjaga di sana untuk membersihkan rumah itu," ucap Kenan kemudian.


"Baiklah, aku akan mengurus tiket pesawat dan visa bisnis untuk kita," ujar Hazal yang kemudian berjalan meninggalkan Kenan.


Putra Harun itu hanya tersenyum simpul melihat punggung Hazal yang sudah menghilang dari balik pintu.


Meskipun kau kecewa pada sikap ku, setidaknya kau akan aman bersamaku.


Di meja kerja Hazal, wanita itu mulai sibuk memesan tiket penerbangan dan mulai mengajukan visa online nya di kedutaan Swiss. Ia membolak-balikkan buku passport Kenan, selama setahun terkahir ini kekasihnya itu hanya mengunjungi Swiss satu kali, ini adalah kali yang kedua.


Putri angkat Emir itu menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Ia menatap lampu bohlam yang berwarna putih yang tergantung di langit-langit ruangannya.


Harun Fallay mempunyai sebuah rumah di Swiss. Max, ayah tiri Carina juga sering bepergian ke Swiss untuk suatu pekerjaan yang Carina tidak tahu apa itu. Ted Baxter juga pernah mengunjungi Swiss. Apakah ketiga orang itu berada di Swiss tepat di tanggal di mana ayah dan ibu terbunuh?


Hazal membuka ponselnya. Ia mencari beberapa folder di galeri ponselnya.


Ini dia! Foto Max dan Ted Baxter. Tanggal foto ini diambil sama dengan tanggal di mana pembunuhan itu terjadi. Mereka berdua memang berada di tempat kejadian saat itu. Lalu bagaimana dengan Harun? Apa rubah tua itu juga ada di sana?


Hazal mengapit penanya dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya, ia mengayunkan pena berwarna hitam itu, ke atas dan ke bawah.


Seorang pembunuh bayaran pasti akan memberikan laporan kepada tuannya, jika tugasnya selesai. Dua puluh tahun yang lalu, alat komunikasi belum canggih. Sangat sudah menghubungi orang yang berada di luar negeri. Kecil kemungkinan Ted memberikan laporan kepada Harun menggunakan panggilan internasional. Harun pasti berada di Swiss waktu itu, ia menuggu laporan Ted dari rumahnya.

__ADS_1


Hazal mengambil selembar kertas, dan mulai mencoret-coretkan teorinya itu. Setelah ia menggoreskan penanya di kertas putih, di bacanya ulang berkali-kali.


Aku tahu dimana aku bisa mendapatkan riwayat kepergian Harun di tahun itu.


Hazal meletakkan kembali kertas coretannya, manik matanya tertuju pada foto Max dan Ted yang ada di galeri ponselnya. Ia mengambil kembali ponselnya.


Kedua orang ini foto di depan sebuah rumah. Rumah siapa ini? Apa mungkin ini rumah Harun atau tempat penginapan biasa? Jika ini rumah Harun, itu artinya....


Hazal menutup wajahnya dengan kesepuluh jarinya dan menghembuskan napasnya dalam-dalam.


Seandainya kedua orang itu masih hidup. Tentu mereka bisa membuka mulutnya untuk bersaksi melawan Harun.


Waktu bekerja sudah selesai. Matahari sudah mulai sedikit terbenam di ufuknya. Seluruh karyawan perusahaan Fallay sudah mulai berhamburan keluar menuju tempat parkir kendaraan bermotor khusus karyawan.


Demikian juga dengan Kenan dan Hazal yang baru saja keluar lift dari lantai delapan. Sepasang kekasih itu melangkahkan kakinya menuju ke halaman lobi, tempat mobil Kenan berada.


"Kenan, apa waktu kecil kau pernah tinggal di Swiss?" tanya Hazal yang membuka pembicaraan mereka di dalam mobil ketika kendaraan roda empat itu sudah meninggalkan gedung perusahaan Fallay.


Kenan membunyikan klakson mobilnya, ketika ada sebuah mobil yang tiba-tiba memotong jalannya.


Hazal pun mengulangi kembali pertanyaannya.


"Kami hanya pergi ke Swiss ketika hari libur. Rumah itu ada di daerah Pegunungan Alpen," jawab Kenan sambil mengemudi.


"Pegunungan Alpen?" tanya Hazal yang mengerutkan keningnya. Ia sontak terkejut mendengar nama pegunungan itu.


"Ya, itu pegunungan terindah yang ada di dunia. Setelah urusan bisnis kita selesai, aku akan mengajakmu ke sana. Sayang salju sudah tidak turun lagi, jika waktu musim dingin kita bisa bermain ski di sana." Kenan menceritakan hal itu dengan sangat antusias.


"Kelihatannya sangat menarik. Pasti rumah itu umurnya lebih muda dari mu." Hazal mengubah posisi duduknya menghadap ke samping, memperlihatkan seolah-olah ia sangat tertarik dengan Pegunungan Alpen.


Tetapi sebenarnya Hazal hanya ingin mengorek keterangan dari Kenan tentang rumah itu.


"Tidak. Rumah itu sudah kuno. Mungkin lebih tua rumah itu dari umurku, ayahku sudah memiliki nya sejak masih muda. Mungkin aku belum lahir." Kenan membelokkan mobilnya.


Hazal memandang setir kemudi yang berbentuk lingkaran itu.


Apa kucoba tunjukkan foto Max dan Ted pada Kenan? Agar aku mendapatkan jawaban dari rumah itu. Tapi... bagaimana jika nanti ia bertanya siapa kedua laki-laki yang ada di foto itu?

__ADS_1


Hazal mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela yang ada di sampingnya. Ia menggelengkan sedikit kepalanya.


Aku akan mencari tahu sendiri ketika aku sudah sampai di Swiss.


Kenan sudah menghentikan mobilnya di depan rumah kediaman keluarga Aksal. Ia pun mendaratkan ciuman bibirnya ke bibir merah Hazal ketika kekasihnya itu hendak keluar dari mobilnya.


Hazal melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam rumah, ketika mobil Kenan sudah menghilang di tikungan. Ia pun segera bergegas menaiki anak tangga yang ada di sudut rumah.


Manik mata coklat itu tampak terkejut ketika melihat ada sosok pria yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya.


"Apa aku mengejutkanmu?" tanya Yafet yang segera duduk di tepi tempat tidur.


Hazal segera melempar wajah kakak angkatnya itu dengan bantal. "Tentu saja! Apa tidak ada cara lain untuk menyambut kedatangan ku?"


Yafet dengan cepat segera menangkap bantal itu sebelum mengenai wajahnya. Laki-laki itu sedikit tertawa melihat wajah Hazal yang sedang cemberut.


"Keluarlah dulu!" seru Hazal yang segera menarik tangan Yafet menuju pintu. "Aku mau mandi, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Ada apa? Apa kau ingin berkeluh kesah tentang kekasih barumu itu?" ledek Yafet yang sedang berdiri di belakang pintu. Hazal segera mendorong tubuh Yafet keluar dari kamarnya.


Putra Emir itu hanya tertawa melihat kelakuan mantan kekasihnya itu yang sudah menutup pintu kamarnya tepat di depan hidungnya. Ia segera berjalan hendak menuruni tangga.


"Apa yang kau lakukan di kamar Hazal? Kalian berdua sungguh menjijikan!" Suara Selina tiba-tiba menghentikan langkah kaki Yafet yang akan menginjak anak tangga pertama. Istrinya itu sudah berdiri di samping nya, di depan pintu kamarnya.


"Itu bukan urusanmu!" seru Yafet yang melangkahkan kakinya di anak tangga kedua.


"Selama masih ada aku. Kau dan Hazal tidak akan pernah bersatu. Ingat statusmu, Yafet Aksal!" ancam Selina tanpa teriakan, tapi perkataan nya cukup di dengar jelas oleh Yafet.


Yafet membalikkan badannya, ia kembali menaiki dua anak tangga dan berdiri di samping Selina.


"Selamat kau berhasil merebut surat cerai itu. Tapi aku masih punya seribu satu cara untuk membuatmu keluar dari hidupku!" bentak Yafet yang membuat wanita hamil itu mengepalkan tangannya.


Selina menatap tajam punggung Yafet yang telah menuruni anak tangga.


🔥 Bersambung ❤️


Jangan lupa kasih Like, Komentar, Rate bintang lima dan Vote kalian yah 🤗 Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2