DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Menunggu Waktu


__ADS_3

Sementara itu, di tempat lain di sebuah rumah mewah di kota Istanbul. Seorang pria paruh baya sedang duduk menonton TV di ruang keluarganya, pria itu mendengus kesal karena malam ini seluruh stasiun TV menayangkan acara ulang tahun perusahaan Aksal. Mungkin dia salah satu dari beberapa pengusaha yang tidak di undang oleh perusahaan Aksal atau jikalau dia diundang, pria itu tidak sudi untuk datang ke acara Aksal. Pria itupun segera mematikan layar TV nya dan melemparkan remote TV tersebut di sofa yang lain.


Salah satu orang kepercayaannya menghampiri pria itu, "Apa saya perlu mengancam pihak stasiun TV agar tidak menayangkan acara ulang tahun perusahaan Aksal, Tuan?"


Pria paruh baya itu berdiri dan berjalan ke arah jendela, dipandanginya langit malam yang semakin gelap, bulan dan bintang seakan enggan menampakkan diri mereka di malam ini. Musim dingin tahun ini lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya, pria itu teringat kejadian lima tahun yang lalu.


Lima tahun yang lalu...


*Seluruh media massa memberitakan tentang terungkapnya tersangka pembunuhan keluarga Danner di Pegunungan Alpen, Swiss. Foto Ted Baxter tersebar dimana-mana.


Ketika aku menyuruh salah satu anak buahku untuk menyelidiki siapa yang berani membuka kasus kematian keluarga Danner. Anak buahku memberikan satu nama, yaitu Yafet Aksal. Sejak saat itu, aku memerintahkan anak buahku untuk menyelidiki siapa Yafet Aksal dan menaruh nama Aksal di daftar orang yang aku benci. Sampai hari ini, aku tidak membuat tindakan apapun yang membuat Yafet Aksal dan kepolisian Turki mencurigai ku, karena aku ingin kasus kematian Danner terkubur untuk selama-lamannya seperti Erkan Danner yang tidak akan pernah bangkit lagi dari kematiannya.


Tahun depan adalah waktu perayaan kematian Danner yang kedua puluh tahun. Tinggal beberapa bulan lagi, kasus ini akan di tutup untuk selamanya oleh hukum dan pengadilan Turki. Ya... tak lama lagi, jika putra Aksal itu tidak berhasil menemukan Ted Baxter, maka aku akan bebas untuk selama-lamanya. Aku hanya akan menunggumu, Yafet Aksal. Sampai dimana kau bisa menemukan pembunuh bayaran ku itu*.


Pria paruh baya itu mengisap cerutu mahalnya untuk yang kesekian kalinya. Iris matanya menatap tajam langit yang gelap itu, sejak istrinya meninggal beberapa tahun yang lalu, pria itu hanya hidup berdua dengan anak lelakinya.


"Dimana Kenan? Apa dia sudah pulang?" tanya pria paruh baya itu kepada orang kepercayaannya yang berdiri di belakangnya.


"Tuan Kenan belum pulang dan ia tidak ada di rumah, Tuan," jawab orang kepercayaannya itu sambil memberikan semangkuk asbak untuk diberikan kepada tuannya.


Terdengar suara pintu terbuka, Kenan masuk ke dalam rumahnya. Wajahnya masih terlihat kesal, karena pertikaiannya dengan Hazal sewaktu di pesta, di tambah lagi temannya juga menyalahkannya, "Seharusnya aku tidak pergi ke pesta itu, dan tidak bertemu dengan wanita bar-bar itu di sana !!" gerutu Kenan dengan kesal dan membanting pintu rumahnya dengan keras. Suara bummph.... menggema di seluruh rumah itu, membuat ayahnya menyadari kedatangannya.

__ADS_1


"Kau sudah pulang rupanya," sambut pria paruh baya itu menghampiri anaknya yang baru saja masuk ke dalam rumahnya. "Ayah dengar kau bicara tentang pesta. Malam ini kau pesta siapa? Jangan bilang, kau pergi ke pesta perusahaan Aksal !!" Pria paruh baya itu memberikan argumennya.


"Ya, aku baru saja dari sana," jawab Kenan yang langsung meninggalkan ayahnya dan hendak menapaki anak tangga yang ada di rumahnya.


"Apa kau tidak punya malu, hah? Kita tidak diundang ke pesta itu, jadi untuk apa kau kesana?"


teriak pria paruh baya itu yang melihat anaknya hendak menghilang dari pandangannya.


Kenan hanya menoleh sekilas memandang wajah ayahnya, tanpa berkata sepatah katapun. Kemudian ia kembali meneruskan langkahnya menapaki anak tangga demi anak tangga yang membawanya ke lantai atas. Hatinya sedang tidak ingin menjawab pertanyaan ayahnya.


Pria paruh baya itu hanya mendengus kesal melihat tingkah laku anaknya yang semakin hari, tidak bisa ia kendalikan. "Siapkan mobil, aku ingin keluar !" perintah pria paruh baya itu kepada orang kepercayaannya yang dari tadi berdiri di belakangnya.


**Bonus visual untuk kalian yang sudah membaca novel ini***...



Hazal Danner / Hazal Aksal



Yafet Aksal

__ADS_1



Kenan Fallay



Harun Fallay (Ayah Kenan)


❀️ Bersambung ❀️


Terimakasih buat kalian yang sudah meluangkan waktu untuk mampir dan membaca novelku ini πŸ€— Jangan lupa kasih tip buat Author ya...bisa berupa...


πŸ€— Like


πŸ€— Rate bintang lima


πŸ€— Komentar dan


πŸ€—Vote kalian ya...


Author akan sangat berterimakasih πŸ€—πŸ™πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2