
Empat jam yang lalu Lee menghubungi Carina, untuk mengajak gadis pirang itu berkencan dan ajakan Lee itu di sambut baik oleh Carina, karena kebetulan gadis itu mendapatkan jatah liburnya hari ini. Semua ini adalah salah satu rencana Yafet untuk mengorek keterangan dari Carina tentang ayah tirinya. Walaupun belum di pastikan juga kalau ayah tiri Carina adalah pembunuh orang tua Hazal.
Malam ini Lee sudah menunggu di depan rumah Carina. Di dalam mobil, Lee sedang merapikan kemeja hitam yang di kenakannya dan merapikan rambutnya di depan kaca spion mobil. Mobil yang dibawanya adalah mobil perusahaan milik ayah David. Sungguh laki-laki Jepang ini hanya bermodalkan tampang saja untuk mengajak Carina berkencan.
Tak sampai sepuluh menit, gadis yang ditunggu-tunggu telah menampakkan batang hidungnya. Lee turun dari mobilnya dan melihat Carina melangkah keluar dari pagar rumahnya. Sebuah gaun malam warna hitam di atas lutut membalut tubuh Carina yang putih dan seksi, memperlihatkan kaki jenjang miliknya yang di bungkus dengan sepasang sepatu heels yang berwarna senada. Gaun malam itu terbuka di bagian dada dan punggungnya, memperlihatkan betapa menariknya gadis itu jika di belai. Rambut pirangnya ia Curly secara acak.
"Sempurna," begitulah satu kata yang terucap di dalam hati Lee.
"Apa ibu dan ayah tiri mu ada di rumah?" tanya Lee yang seolah-olah menunjukkan sikap sopan terhadap Carina.
"Ibuku berada di rumah bibiku, sedangkan ayah tiri ku sedang ada pekerjaan di Swiss," jawab Carina.
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita segera berangkat," ucap Lee yang segera membukakan pintu mobil untuk Carina. Gadis pirang itu segera duduk di samping kursi kemudi. Di ikuti oleh Lee yang segera duduk di samping Carina, Lee mendekatkan tubuhnya ke arah Carina untuk memasangkan sabuk pengaman pada gadis itu. Wajah mereka berdua hanya memiliki jarak sekitar satu sentimeter saja. Carina dapat mencium aroma parfum Woody pada tubuh Lee. Tatapan mata Lee yang dalam, membuat tubuh Carina seakan tersihir.
Lee menjentikkan jemarinya di depan wajah Carina yang memandangi wajahnya, "Apa kau sakit? Kenapa kau memandangiku seperti itu?" tanya Lee yang segera duduk kembali ke kursinya dan menyalakan mesin mobilnya.
"Ehm... tidak. Aku tidak sakit," ucap Carina yang tersadar dari lamunan nya.
Lee melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia mencuri pandang untuk melihat wajah Carina. Beruntung sekali di Italia ini ia bertemu dengan seorang gadis cantik, manis dan seksi seperti Carina. Paket komplit. Lee tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan matanya.
Dalam waktu tiga puluh menit, mobil Lee sudah tiba di restoran mewah kelas atas di kota Milan, Italia. Sebelumnya Jason telah memesankan ssbuah tempat makan malam yang romantis untuk mereka. Seorang pelayan restoran membukakan pintu dan menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
Lee hanya menyebutkan nama lengkapnya saja, Lee Hideaki kepada pelayan restoran tersebut, kemudian pelayan itu membawa mereka ke sebuah ruangan khusus tamu VIP. Pandangan Carina tidak lepas dari setiap sudut restoran itu, interiornya yang klasik dan mewah dengan lampu-lampu kristal yang menjuntai ke bawah sangat disukai Carina. Belum pernah dirinya berada di restoran semewah ini. Tapi laki-laki yang baru di kenal nya dua hari, mengajaknya berkencan di tempat ini.
"Sepertinya Lee adalah anak orang kaya. Penampilannya menarik dan wajahnya benar-benar tampan. Aku rasa dia pria baik dan sopan."
Di ruangan VIP, Lee menarik sebuah kursi dan memberikan nya kepada Carina. Kemudian Lee berjalan menghampiri kursi yang ada di depan Carina dan duduk menghadap gadis itu. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Lee memberikan aba-aba kepada pelayan restoran. Beberapa detik kemudian masuklah beberapa orang pemain musik yang siap untuk memainkan musik romantis untuk mereka berdua. Lee mengajak Carina berdansa di tengah ruangan itu, dan Carina menyetujuinya. Gesekan biola dan permainan tuts piano mengiringi setiap langkah kaki mereka.
"Apa kau pernah mempunyai kekasih sebelumnya?" tanya Lee yang dengan perlahan menyentuh pinggang ramping Carina dengan kedua tangannya.
"Ya... tapi mantan kekasihku mengkhianati ku," jawab Carina yang merasa malu-malu untuk meletakkan tangan nya di pundak Lee.
"Apakah ini pengalaman pertama mu berdansa dengan seorang pria?" tanya Lee yang melihat Carina tampak kikuk.
__ADS_1
Carina tidak menjawab pertanyaan Lee, gadis itu hanya menundukkan kepalanya. Wajah gadis itu tampak malu, membuat Lee semakin gemas melihatnya. Tangan Lee menyentuh dagu Carina, dan mengangkat wajah nya, sehingga ia bisa menatap jelas wajah cantik gadis yang ada di depannya. Lee memegang tangan Carina dan meminta gadis itu untuk melingkarkan kedua tangannya di belakang leher Lee. Terasa canggung dan kaku buat Carina, karena dia baru mengenal Lee. "Ikuti irama musiknya, maka kau akan terbiasa," bisik Lee di telinga Carina. Dengan cepat Carina bisa menyesuaikan langkah kaki Lee dan irama musik yang mengalir.
"Kau belajar dengan sangat cepat," ucap Lee yang tersenyum manis kepada Carina. Lee mempererat pelukannya kepada Carina, gadis itu tidak menolak hanya memberinya sebuah senyuman manis. Tangan Lee meraba punggung Carina yang terbuka, merasakan kulit halus itu bersentuhan dengan jemari tangannya. Mengusapnya dengan lembut membuat wajah Carina tampak merona dan gadis itu menyandarkan kepalanya di dada bidang Lee.
"Apakah kau mau menjadi kekasihku?" tanya Lee setengah berbisik di telinga Carina. Mendengar pertanyaan Lee, membuat Carina menelan saliva nya. Gadis itu tak menyangka jika Lee telah jatuh cinta padanya secepat itu.
"Apakah kau mencintaiku, Lee ?" tanya Carina yang menjawab pertanyaan Lee dengan pertanyaan juga.
"Sejak awal aku bertemu denganmu di club' malam, aku telah jatuh cinta padamu. Melihat mu meletakkan minuman di mejaku dan melihatmu begitu menderita karena perbuatan ayah tiri mu, ingin rasanya aku bisa melindungi mu," ucap Lee yang menatap sendu manik mata Carina dan tangan nya menyentuh wajah gadis itu.
"Kita baru saja bertemu, tidakkah itu terlalu cepat ?" tanya Carina yang menatap kedua manik mata Lee untuk mencoba melihat kebenaran di dalam diri pria itu.
Lee meletakkan tangan Carina di dadanya dan menggenggam tangan gadis itu, sambil berkata, "Aku menyukai apa yang ada di dalam dirimu, awalnya aku hanya tertarik dengan wajahmu, tapi ijinkan aku untuk lebih mengenal mu." Diciumnya punggung tangan Carina.
Wajah Carina merona mendengar ucapan Lee. Ucapan dari seorang pemburu wanita yang sangat profesional, rangkaian kata-kata indah yang sering Lee ucapkan kepada banyak wanita. Carina memandang wajah tampan khas Asia yang ada di depan nya, kemudian dia berkata, "Ya... aku mau menjadi kekasihmu, Lee. Meskipun aku baru mengenalmu, tapi aku rasa kau pria yang baik."
"Terimakasih kau mau menerimaku, sayang," ucap Lee sambil memeluk gadis berambut pirang itu, kemudian dia mencium bibir ranum Carina dengan lembut, tak disangkanya Carina juga membalas ciuman Lee dengan sangat dalam. "Ku pikir dia gadis polos, tetapi dia bisa mengimbangi dan membalas permainan lidahku dengan sangat baik"
Mereka pun segera melepaskan ciuman bibir mereka, ketika pintu ruangan VIP itu terbuka dan seorang pelayan masuk dan meletakkan pesanan makanan dan minuman mereka di atas meja. Setelah kepergian pelayan tersebut, mereka duduk di kursi masing-masing. Lee menuangkan sebotol anggur merah dengan kualitas terbaik ke dalam gelas miliknya dan gelas Carina.
"Apa kau lupa, aku bekerja di mana?" jawab Carina dengan balik bertanya.
"Kau ini... selalu saja menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan juga. Baiklah... aku akan menuangkan anggur ini sampai penuh ke dalam gelas mu. Jangan salahkan aku, jika kau nanti mabuk," ujar Lee yang tertawa mendengar perkataan Carina seakan ia menertawakan kebodohannya sendiri. Aroma anggur merah itu benar-benar menggoda, semakin lama kau menikmatinya maka semakin akan membuatmu terasa terbang melayang.
"Apa yang akan kau lakukan jika aku mabuk?" tanya Carina dengan pandangan yang sedikit menggoda dan mengambil salah satu gelas yang sudah terisi anggur merah itu dan meminumnya sampai habis.
"Aku akan melahap mu sampai habis," jawab Lee dengan tawanya dan menuang kembali anggur merah itu itu ke dalam gelas Carina yang sudah kosong.
"Dasar kau mesum," ucap Carina yang ikut tertawa mendengar celotehan Lee.
Setelah mereka selesai menghabiskan makanannya. Carina keluar dari ruangan VIP tersebut dan berjalan menuju ke toilet. Lee hendak mengantar nya, tetapi Carina menolaknya. Lee yang masih berada di ruangan VIP, segera menghubungi Yafet.
"Bagaimana? Apa semuanya lancar?" tanya Yafet yang menjawab panggilan telepon dari Lee.
__ADS_1
"Beres... tinggal menunggu bagian intinya," jawab Lee yang memandang tajam ke arah gelas yang ada di genggaman tangan nya dan memainkan jarinya di bibir gelas yang berisi anggur merah itu. Kemudian di teguk nya anggur merah itu sampai habis tak bersisa.
"Apakah kau akan menuntaskan nya malam ini?" tanya Yafet yang ada di seberang.
"Tentu saja, sobat. Aku tidak akan pernah melepaskan buruanku. Mangsaku sudah ada di depan mata, aku akan melahapnya sampai habis tak bersisa malam ini. Kau tahu... kami sudah menjadi sepasang kekasih. Aku ingin merayakannya di atas ranjang ku," kata Lee yang menyeringai menakutkan.
"Nikmati surga duniawi mu, sobat. Aku sudah menyiapkan hadiah terindah untukmu, satu kamar hotel bintang lima untuk merayakan pesta mu malam ini, ingat jangan lupakan misi kita, jangan pakai perasaan !!" ucap Yafet yang mengingatkan Lee. Pria Turki itu menyeringai membayangkan apa yang akan dilakukan Lee dengan gadis pirangnya itu.
"Sebaiknya kalian tunggu di rumah saja, awas jangan menampakkan diri kalian di depan Carina," ujar Lee. Segera Lee menutup ponselnya begitu ia mendengar suara sepatu heels yang mendekat ke arahnya.
"Apakah kau sudah selesai?" tanya Lee kepada Carina yang berdiri di depannya.
"Ya... aku sudah selesai," jawab Carina.
Lee segera mengajak Carina keluar dari restoran dan berjalan menuju ke tempat parkir mobil, tiba-tiba ponsel Lee berbunyi, sebuah pesan masuk dari Yafet.
Hotel VIU MILAN,
Kamar nomor 1534.
Selamat menikmati hidangan mu Tuan Lee Hideaki.
❤️Bersambung❤️
Terimakasih sudah membaca tulisan novelku ini. Jangan lupa kasih...
🤗Like
🤗Rate
🤗 Komentar dan
🤗Vote kalian ya...
__ADS_1
Makasih 🙏🤗🙏