DANGEROUS LOVE

DANGEROUS LOVE
Di Malam Kejadian itu


__ADS_3

Yafet dan Hazal memasuki rumahnya dari pintu samping. Mereka terlihat sangat gembira, karena hari ini Yafet akan melamar Hazal di hadapan orang tuanya. Langkah kaki mereka berhenti ketika di dengarnya suara ribut-ribut dari arah ruang tamu. Mereka pun segera menuju ke ruang depan tersebut.


Seorang wanita muda sedang berbicara mungkin sedikit bertengkar dengan orang tua mereka. Mereka berjalan beberapa langkah, kemudian berhenti tiba-tiba, ketika mereka mengenali sosok wanita yang menjadi tamu orang tuanya.


"Selina ?!?!" pekik Yafet dan HazaL secara bersamaan.


Ketiga orang itupun menoleh melihat sumber suara itu berasal. Yafet dan Hazal segera berjalan mendekati Selina.


"Apa yang kau lakukan di rumahku ini, hah?" Perkataan Yafet mengartikan bahwa ia tidak sudi menerima kehadiran mantan kekasihnya itu di rumahnya.


Tetapi Selina tanpa rasa malunya, tersenyum dan menggelayut mesra di lengan Yafet.


"Akhirnya aku bertemu denganmu, sayang. Aku mencari mu kemana-mana." Perkataan manja Selina dan panggilan sayang Selina kepada Yafet, membuat hati Hazal terasa sesak.


"Yafet, jelaskan pada kami. Apa maksud semua ini? Apa benar wanita ini adalah kekasihmu?" tanya Emir yang melemparkan beberapa lembar foto ke atas meja di ruangan itu.


Terpampang foto-foto pribadi yang tidak layak untuk di pertontonkan, bahkan lebih baik foto itu hanya di simpan sebagai koleksi pribadi.


Yafet mengambil foto-foto yang berserakan itu, Hazal yang berdiri di samping Yafet juga melihat foto-foto memalukan itu. Kedua mata elangnya terbelalak, melihat dirinya ada di dalam foto itu sedang berpelukan di atas ranjang bersama Selina. Semua orang yang melihat foto itu pasti berpikir bahwa Yafet dan Selina sedang melakukan adegan ranjang bersama. Apalagi melihat tubuh keduanya yang polos yang hanya terbungkus oleh selembar kain selimut sebatas dada saja.


Hazal menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia syok melihat foto-foto kekasihnya itu.


"Bagaimana...bagaimana bisa...ada foto seperti ini?" tanya Hazal dengan nada suaranya yang bergetar menatap Yafet dan Selina secara bergantian. Meminta penjelasan kepada mereka berdua. "Aku yakin...Yafet tidak akan melakukan hal itu denganmu !!"


Selina hanya menatap tajam dan tersenyum sinis kepada Hazal.


"Wanita ini bukan kekasihku. Dia hanya mantan kekasihku, waktu kami sama-sama kuliah di New York. Hubungan kami sudah lama berakhir, sekitar delapan tahun yang lalu. Terakhir kali kami bertemu, ketika kami sama-sama lulus kuliah," jelas Yafet kepada ayah dan ibunya.


"Dan...soal foto-foto ini...aku tidak tahu kenapa ada foto seperti ini !! Aku akui... dulu kami pernah melakukannya di New York. Tapi aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya sejak aku pulang ke Turki," jelas Yafet sambil mengangkat foto-foto itu dan melemparkannya kembali ke atas meja.


"Dasar kau pria brengsek !! Kau telah melakukan hal itu, dan sekarang kau ingin lepas tanggung jawab? Sekarang aku sedang mengandung anakmu, Yafet !!" pekik Selina sambil melemparkan hasil tes kehamilan ke wajah Yafet. Kertas putih itu jatuh tepat di bawah kaki Hazal.


Yafet tertawa terbahak-bahak, "Permainan apa lagi ini, wanita gila? Sudah delapan tahun berlalu, kau masih tidak bisa menerima bahwa hubungan kita sudah berakhir? Dan sekarang, kau datang ke rumahku, hanya untuk memberitahu keluargaku bahwa kau hamil? Hahahaha.... Jika anak itu anakku, pasti sekarang ia sudah berumur tujuh tahun. Bukan masih dalam perutmu !!"


Air mata Selina jatuh membasahi wajahnya yang tertutup make-up tebal. Hazal memungut kertas putih itu, dan membaca setiap tulisan yang ada di sana. Matanya terbelalak, kelima jarinya menutupi mulutnya yang mendadak terbuka lebar. "Dia...dia benar-benar hamil !!" seru Hazal.


Kedua manik matanya tampak berkaca-kaca. Meral menghampiri Hazal dan memeluk putri angkatnya itu.


Kini Yafet berdiri di tengah kedua wanita muda itu. Direbutnya kertas putih itu dari tangan Hazal. Pria itu tidak percaya, jika dirinya telah menghamili Selina. Dirobeknya kertas putih itu menjadi potongan-potongan kecil dan di lemparkannya ke udara. Ia mendorong tubuh Selina hingga menempel di dinding, mencengkeram kedua lengan wanita itu. Wajah pria itu benar-benar menakutkan.


"Jika kau memang benar-benar hamil, seribu persen aku tidak percaya jika itu adalah anakku !! Karena aku memang tidak pernah menyentuhmu, wanita gila !!"


"Apa kau lupa? Sebulan yang lalu... kita...kita pernah melakukannya di sebuah hotel kecil di Istanbul. Kau melakukannya... dengan penuh perasaan. Kau memperlakukanku dengan lembut, bahkan...bahkan kau mengatakan bahwa kau masih mencintaiku," isak Selina sambil terbata-bata.


Mimpi buruk Hazal yang pertama. Hazal terduduk lemas di sebuah sofa yang ada di belakangnya. Cairan bening itu mengalir membasahi wajahnya.


Apa betul ada kejadian seperti itu? Apa betul Yafet dan Selina...? Malam itu... Yafet tidak pulang ke rumah...


Yafet mencoba mencerna perkataan Selina...


Sebulan yang lalu... adalah hari perayaan ulang tahun perusahaannya, dan malam itu... malam itu aku...aku tidak pulang ke rumah. Apa benar sesuatu telah terjadi antara aku dan Selina di malam itu?


"Cukup !! Hentikan omong kosong mu itu, Nona Selina !!" teriak Meral yang tidak tega melihat Hazal yang terlihat syok berat. "Putraku tidak akan melakukan hal gila itu !! Anak itu pasti bukan anak Yafet !!"


"Kalian bisa tanyakan sendiri kepada putra kesayangan kalian ini, apa malam itu ia pulang ke rumah? Dimana dia setelah acara ulang tahun perusahannya?" tantang Selina kepada semua orang yang ada di sana.


Yafet menundukkan kepalanya, setelah mendengar perkataan Selina. Tubuhnya seperti tidak bertenaga sama sekali.


"Yafet... !! Jawab pertanyaannya !! Apa benar yang dikatakannya?" tanya Emir yang hampir tidak percaya dengan perubahan sikap Yafet.

__ADS_1


Pria paruh baya itu menghampiri Yafet dan mengguncang tubuh anak lelakinya.


"Katakan pada Ayah... apa itu benar... waktu itu kau tidak pulang ke rumah?" Mata tua laki-laki itu memandang nanar wajah putranya. Berharap putranya menyangkal perkataan Selina.


"Aku tidak tahu Ayah...," raung Yafet sambil memegangi kepalanya.


"Yang aku tahu, malam itu aku memang tidak pulang ke rumah. Keesokan harinya, tiba-tiba aku sudah berada di sebuah kamar hotel. Aku sendirian di sana. Tidak ada wanita itu, dan pakaianku... pakaianku juga lengkap," jawab Yafet yang masih bingung dengan sebenarnya apa yang terjadi.


"Kau pasti menjebak putraku !!" tandas Emir yang menuding Selina.


Selina berjalan mendekati Emir, "Jika Paman tidak percaya, lihatlah video ini."


Emir Aksal menerima video pemberian Selina dan meminta Yafet untuk menyalakan video itu. Atas perintah Yafet, seorang pelayan membawa sebuah laptop ke ruang tamu.


Video berdurasi delapan menit itu diputar. Tampak di video itu hanya ada Yafet dan Selina di dalam kamar hotel sedang melakukan adegan ranjang. Mereka saling berciuman, saling menyentuh dan saling menindih satu sama lain. Terdengar suara desahan demi desahan. Tampak kedua mata mereka terpejam, seolah-olah mereka berdua sedang menikmati apa yang sedang mereka perbuat.


"Memalukan !!" pekik Emir yang berbalik membelakangi laptop itu.


Mimpi buruk Hazal yang kedua. Hazal yang tak kuasa melihat video itu, kemudian lari dan masuk ke dalam. Video itu bukan hanya memukul perasaan Hazal tapi juga seluruh keluarga Aksal.


"Hazal...," ucap Yafet yang ingin mengejar Hazal.


"Yafet...," cegah Meral yang memegang lengan putranya. "Biarkan ibu yang menemani Hazal."


Yafet pun membalikkan badannya ke arah Selina, "Katakan apa mau mu, hah? Kau mau uang dari ku? Katakan berapa banyak yang kau mau? Aku akan memberikannya, setelah itu pergilah dari kehidupanku dan keluargaku !!"


Plaaakkk...!! Sebuah tamparan keras Selina mendarat di pipi Yafet.


"Beraninya kau menamparku !! Dasar kau, wanita gila !!" umpat Yafet yang memegangi pipinya yang memerah.


"Ya... aku adalah wanita gila...kau yang membuatku gila !! Kau membuatku jatuh cinta padamu, tapi kau dengan sengaja membuangku dan mencampakkan ku begitu saja !! Kau bahkan melempari ku dengan beberapa lembar uang, seolah-olah aku ini seorang pengemis !! Apa kau ingat kejadian itu, hah?" teriak Selina dengan rahang dan lehernya yang meninggi.


Mimpi buruk Hazal yang ketiga. Kekasih Yafet itu hanya bisa menutup kedua telinganya, dan menangis di dalam pelukan Meral.


Aku tak percaya semua ini... aku tak percaya...!!


Hazal menghapus air matanya.


Ini pasti hanya akal-akalan Selina. Aku tak percaya, Yafet akan mengkhianati ku. Aku yakin Yafet tidak melakukan hal itu. Aku yakin Yafet mencintaiku...


Segera Hazal berlari menuju ruang tamu, ibu angkatnya mengikutinya dari belakang.


Yafet dan Emir benar-benar terkejut dengan permintaan Selina.


"Jangan mimpi kau, Selina !! Jangan harap aku bertanggung jawab atas kehamilan mu, karena anak itu bukan anak ku !!" pekik Yafet dengan amarahnya.


"Yafet !!" teriak Emir.


"Jika memang benar anak itu adalah anakmu, kau harus bertanggung jawab !! Menikahlah dengan Selina," kata Emir yang berdiri di antara Selina dan Yafet.


Tiba-tiba Hazal muncul di antara mereka. "Tidak Ayah... Ayah tidak boleh melakukan hal itu. Aku yakin, Yafet tidak melakukan kesalahan. Ini hanya tipu daya wanita ini, Ayah," bela Hazal.


Hampir saja telapak tangan Selina melayang menyentuh pipi Hazal, tetapi dengan cepat tangan Yafet menangkap telapak tangan wanita itu.


"Jangan pernah kau menyentuhnya dengan tangan kotormu itu !!" pekik Yafet yang menatap tajam manik mata Selina.


"Selina, jaga kelakuanmu !! Aku menyetujui kau menikah dengan putraku, tapi bukan berarti kau bisa bertindak seenaknya pada putriku !! Hazal adalah putri keluarga Aksal !!" ucap Emir tajam.


Selina nampak terkejut dengan perkataan kedua laki-laki yang ada di depannya. Dia pikir Hazal adalah kekasih Yafet. Ekspresi wajahnya pun berubah seketika, ketika ia menatap Hazal. Tetapi tidak dengan Hazal, putri Aksal itu masih terus menatap tajam mantan kekasih Yafet tersebut.

__ADS_1


"Kau berhasil membohongi keluargaku dengan semua ini !! Tapi aku tidak percaya sedikitpun padamu, Selina !!" ucap Hazal yang menuding wajah Selina. Genderang perang segera dimulai. Selina menatap tajam manik mata Hazal.


Tetapi kemudian Selina mengubah ekspresi wajahnya, seperti seekor kelinci yang lemah. Ia memegang tangan Hazal dan tersenyum tipis pada putri Aksal itu, "Lalu apa yang harus aku lakukan, adik ipar? Agar kau percaya padaku."


Hazal membuang mukanya dari hadapan Selina, ia benar-benar mual ketika Selina memanggilnya dengan panggilan adik ipar.


"Kau ingin aku percaya padamu? Oke... aku minta kau lakukan tes kehamilan ulang dan tes DNA !! Agar tidak ada lagi keraguan di hati keluargaku," tegas Hazal sambil melipat kedua lengannya di depan dadanya.


"A...pa mak...sudmu tes ulang dan...dan tes DNA?" tanya Selina gelagapan. Wajahnya pucat seketika.


"Ya... lakukan tes sekali lagi. Hanya dengan tes DNA yang bisa membuktikan, apakah itu anak Yafet atau bukan. Kenapa kau gugup? Apa kau takut? Atau jangan-jangan memang benar jika ini semua hanya akal-akalan mu saja?" cecar Hazal di depan Selina, membuat Selina mati kutu dan mengepalkan kedua telapak tangannya.


Jika kau bukan adik Yafet, aku akan merobek mulut besar mu itu !!


"Aku tidak takut !! Baik... besok aku akan melakukannya," jawab Selina. Padahal di dalam hatinya ia sedang mengutuki Hazal.


"Aku yang akan menentukan dokter dan rumah sakitnya," ucap Hazal dengan wajah tegangnya. Ia tidak ingin Selina melakukan kecurangan.


"Baiklah, adik ipar. Terserah padamu," jawab Selina sambil tersenyum di balik wajah dengki nya.


Setelah terjadi kesepakatan antara Selina dan Hazal. Yafet menyuruh Selina untuk segera pergi dari rumahnya.


Setelah kepergian Selina, Yafet segera menyusul Hazal ke lantai atas. Ia ingin berbicara dengan kekasihnya itu. Ia mengetuk pintu kamar Hazal, tetapi tidak ada jawaban. Dibukanya pintu itu, Hazal tidak ada di kamarnya. Hanya terdengar suara gemericik air yang berasal dari dalam kamar mandi.


Yafet berjalan masuk ke dalam kamar Hazal. Pria itu melangkahkan kakinya menuju balkon di luar kamar Hazal. Ia berdiri sambil berpegangan pada pagar besi balkon tersebut. Memandangi bintang-bintang yang sedang bersinar.


Apa yang sebenarnya terjadi di malam itu, kenapa aku tidak mengingat satupun tentang kejadian itu. Apa benar aku telah melakukan nya dengan Selina? Jika memang benar, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak sanggup jika harus kehilangan Hazal....


Putra Emir itu masih terus berbicara dengan dirinya sendiri, ia tidak mendengar suara pintu kamar mandi telah terbuka.


Hazal keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk kimono nya. Ia terkejut melihat Yafet sudah berada di balkon. Segera ia memakai piyama tidurnya. Kemudian ia berjalan ke balkon, tapi ia hanya berdiri di depan pintu balkon saja. Hanya menatap punggung kekasihnya itu.


Beberapa menit pun berlalu, Yafet yang merasa cukup lama menunggu Hazal, membalikkan badannya hendak masuk ke dalam kamar. Tetapi alangkah terkejutnya, ternyata wanita yang di cintainya sudah berdiri di hadapannya.


Terlihat kelopak mata Hazal yang bengkak karena menangis. Yafet segera menghampiri Hazal dan memeluk kekasihnya itu. Mereka saling berpelukan sangat erat.


"Kumohon jangan lepaskan pelukanmu," pinta Hazal sambil menangis di bahu Yafet. Hatinya benar-benar sesak saat ini. Meskipun ia terlihat tegar menghadapi Selina, tapi jauh di dalam hatinya, ia benar-benar takut kehilangan Yafet.


"Maafkan aku yang telah membuat mu menangis seperti ini. Jujur... aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku... aku bahkan tidak bisa mengingatnya," ucap Yafet dengan lirih.


"Jangan bicara tentang hal itu lagi. Aku percaya padamu. Aku percaya kau tidak akan mengkhianatiku. Aku mencintaimu...aku sangat mencintaimu," isak Hazal yang makin memeluk Yafet dengan erat. Ia mencengkeram kaos belakang Yafet.


"Aku juga mencintaimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu," ucap Yafet sambil mengusap rambut dan punggung kekasihnya itu.


Dalam pelukannya, diciumnya kening dan bibir Hazal dengan lembut. Cairan kristal bening itu membasahi bibir mereka. Masuk ke dalam mulut mereka. Bibir mereka saling bersentuhan semakin dalam, bahkan mereka seakan tidak ingin mengakhirinya.


❤️ Bersambung ❤️


Terimakasih sudah membaca novelku ini. Jangan lupa setelah baca, kasih tip ya buat Author 😊 bisa berupa...


🤗 Like


🤗 Rate bintang lima


🤗 Komentar atau


😊 Vote kalian


Tip kalian bisa jadi penyemangat Author untuk terus berhalu 😁🤭 Terimakasih 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2