Duda Nackal

Duda Nackal
Trauma Masa Lalu


__ADS_3

POV Author


Agas mencoba mengingat siapa yang memanggilnya. Sepertinya ini adalah mahasiswa yang waktu itu memesan makanan dan sempat memanggil namanya. Namun Ia lupa siapa wanita itu.


Berbeda dengan Tari yang terlihat pucat melihat siapa yang memanggil nama suaminya dengan suara manja tersebut. Suara manja yang Ia tahu biasanya selalu menyakitinya.


Vira, gadis cantik yang memiliki rambut panjang dan berkulit putih. Wajahnya dihiasi make up yang tidak terlalu tebal, sangat berbeda dengan yang ditemui oleh Agas waktu itu.


"Kamu.... Pelanggan yang waktu itu kan?" tanya Agas.


Tari menyembunyikan tubuhnya dibelakang Agas. Rasa takut kembali menguasai Tari. Rupanya trauma itu masih ada. Tidak hilang meski sudah bertahun-tahun lamanya.


Tubuh Tari seakan mengingat semua rasa sakit yang dirasakan. Telinganya seakan mendengar suara makian dan suara manja penuh tipu muslihat yang ditujukan untuknya.


Matanya kembali mengingat saat sorot mata penuh iri dan dengki menatapnya tanpa belas kasihan. Saat sorot mata itu terlihat begitu rapuh namun sedang memegang senjata untuk melukai Tari sedemikian jahatnya.


Sontak bulu kuduk Tari meremang. Ia merasa begitu kerdil dan butuh bantuan Agas untuk melindungi dirinya. Melindungi dari ketakutan yang masih membayanginya.


***


Flashback On


Vira. Seorang gadis kaya raya yang semula Tari kira adalah seorang sahabat yang baik. Sahabat menyenangkan yang suka membagi barang-barang mewah miliknya pada Tari kecil yang begitu lugu.


Ternyata persahabatan yang baik mereka sirna manakala Vira yang dituntut harus memiliki nilai sempurna oleh kedua orang tuaya dikalahkan dengan Tari. Vira sudah mengikuti beberapa kursus untuk menunjang pelajarannya di sekolah akhirnya harus kalah dengan Tari yang hanya anak guru saja.


Vira yang merasa tertekan oleh tuntutan orangtuanya melampiaskan semua rasa marahnya pada Tari. Ia mulai membuat Tari tidak fokus pada pelajaran agar hanya dia saja yang juara dan orangtuanya akan bangga nantinya.

__ADS_1


Vira mulai memberikan mainan miliknya dengan harapan perhatian Tari teralihkan dan jadi malas belajar. Sayangnya Tari terlahir cerdas. Hanya mendengar sekali penjelasan guru Ia sudah paham tanpa perlu mengulang pelajaran lagi dan tak perlu kursus beraneka macam.


Saat ulangan tengah semester berlangsung, Vira makin rajin memberi mainan miliknya. Makanan mahal pun Ia berikan. Tari kecil yang hidup pas-pasan tentu saja senang diberikan sesuatu yang tak bisa Ia miliki selama ini.


Tari menganggap Vira sebagai sahabat terbaiknya. Ia tulus menyayangi Vira. Sayangnya semua mulai berubah. Saat pengambilan rapot semesteran, Tari tetap menjadi juara kelas mengalahkan Vira.


Vira pun mendapat caci maki dan pukulan dari Papanya yang merasa malu anaknya yang kursus mahal-mahal kalah dengan anak guru yang tak pernah kursus sama sekali.


Hal itu menimbulkan rasa benci dalam diri Vira. Rasa iri yang berubah menjadi benci karena terus menerus dikalahkan oleh seseorang yang levelnya jauh dibawah.


Vira pun berubah dari sahabat super baik bak ibu peri menjadi sahabat licik dan jahat yang menebar fitnah pada Tari kecil. Vira mulai menyebarkan fitnah kalau Tari selama ini selalu meminta mainan dan makanan padanya.


Teman-teman sekelas mereka pun mulai terhasut oleh perkataan Vira. Apalagi mereka melihat sendiri Tari suka memegang mainan mahal milik Vira, semakin percaya saja mereka dengan fitnah yang Vira lakukan.


Anak SD namun sudah bisa berbuat sekeji itu. Semua karena didikan orang tua Vira yang mengingkan kesempurnaan dari putri satu-satunya mereka, membuat Vira mulai terobsesi untuk menyenangkan hati orangtuanya meski harus mengorbankan persahabatannya sendiri.


Vira bahkan mengadu pada orangtuanya kalau Tari suka mendapat bocoran soal karena ibunya yang guru meminta pada rekan sesama guru lainnya. Fitnahannya yang didukung oleh kekayaan orangtuanya berhasil membuat Tari masuk ruang kepala sekolah di usia muda.


Tari pun mulai dijauhi teman-temannya. Bahkan setelah mengembalikan semua barang-barang pemberian Vira, kehidupan sekolah Tari banyak berubah.


Tatapan hinaan dari temannya yang mengatakan kalau Ia curang dan suka malak dari Vira si baik hati terus Ia dapat. Tari mulai menarik diri dari teman-temannya.


Sayangnya, takdir mempertemukan mereka kembali. Mereka satu SMP yang sama. SMP Negeri unggulan karena ternyata Tari berhasil mendapat juara kedua (seharusnya juara pertama namun campur tangan Papanya Vira membuat Tari menerima kekalahannya).


Ternyata kehidupan bak neraka miliknya dimulai di SMP. Anak SD saja kena dengan hasutan Vira, apalagi anak SMP? Mereka lebih terprovokasi karena Vira suka membagikan makanan dan mentraktir di kantin.


Vira terkenal sebagai ibu peri baik hati yang cantik dan paling gaya di SMP mereka. Tari masih memiliki teman saat itu, rekan sebangkunya dan yang duduk di depannya adalah teman yang asyik, pada awalnya.

__ADS_1


Vira mulai menjadi bunga yang bersinar di sekolah. Gaya berpakaiannya yang modis dengan aksesoris dan Hp keluaran terbaru membuat namanya semakin terkenal.


Vira pun mulai mengenal cinta. Juan, cinta pertama Vira adalah salah seorang juara kelas yang pendiam. Vira menyukai sikap dingin Juan dan berusaha menarik perhatian Juan.


Sayangnya, Juan malah terus memperhatikan Tari. Kecantikan Tari yang sederhana tetap terpancar meski Ia memakai tas dan sepatu sederhana.


Beberapa kali Vira mendapati Juan melirik ke arah Tari tanpa berkedip. Vira sadar, Juan lebih menyukai Tari dibanding dirinya.


Ia yang awalnya tak mempedulikan Tari kembali dibakar api amarah. Rasa iri kembali menguasainya. Cinta pertamanya hanya menyukai Tari seorang.


Kembali fitnah Ia tebarkan ke sekeliling teman-temannya. Fitnah itu pun menyebar dan akhirnya satu sekolah tahu.


Kali ini Vira menyebarkan fitnah kalau Tari hanya berpura-pura lugu dan baik padahal Tari suka bergaul dengan cowok nakal. Fitnah itu dibuat Vira dengan nyata.


Vira memotret Tari saat sedang digoda anak-anak nakal yang Vira suruh. Foto itu tersebar, kembali Tari kehilangan teman dan nama baiknya dihancurkan.


Kali ini Tari tak terima. Ia melawan. Hasilnya? Mereka babak belur karena berkelahi saat jam pelajaran di sekolah.


Vira sengaja tak mengeluarkan tenaga banyak sehingga dirinya yang paling banyak terluka. Semua orang pun langsung menuduh Tari si jahat dan Vira si teraniaya.


Betapa kejamnya fitnah yang dilancarkan. Aksi pembullyan pun mulai Tari alami. Ia akan pulang ke rumah dengan keadaan baju basah karena diguyur dari atas. Ia juga kadang pulang dengan buku yang hilang disembunyikan dan tak jarang bukunya sudah robek.


Semua kompak membully Tari tanpa Tari tau apa salahnya. Lalu saat Juna mengungkapkan isi hatinya barulah Tari sadar kalau Ia sudah mengambil seseorang yang diincar oleh Vira. Tentu Tari menolak pernyataan cinta Juna.


Tari pun menjauh sebisa mungkin dari Vira. Ia ingin hidup tenang dan terlepas dari hujatan yang sering Ia dengar. Tari tak berteman dengan siapapun dan menyendiri selama masa sekolah.


Flashback Off

__ADS_1


Kini melihat Vira yang dulu menjahatinya ada di depan matanya, rasa takut kembali menguasai Tari. Apa yang Vira inginkan kali ini? Kenapa Ia mengenal Agas?


****


__ADS_2