Duda Nackal

Duda Nackal
Menginap di Cafe


__ADS_3

Utari


Ternyata setelah sampai di cafe, air mataku malah kering. Kupikir, aku bisa menangis dengan puas di dalam cafe, namun nyatanya tidak. Memang akhir-akhir ini aku menjadi seperti bukan diriku sendiri.


Kadang aku menjadi seseorang yang sensitif, mudah marah, cengeng, keras kepala dan kadang kala malah seperti hari ini, hati sedih namun tak bisa nangis. Kemana perginya stok air mata yang tadi begitu melimpah ruah di depan Abi?


Apa karena di dalam perutku ada sebagian dalam diri Abi? Apa anak ini menuntut perhatian dari Abinya? Makanya, setiap ada Abi sifat emosionalku cenderung suka berubah-rubah.


Aku sebenarnya ingin tidur. Tubuhku rasanya lelah sekali seharian bekerja. Namun, mataku terasa kering. Aku mau langsung tertidur tapi nggak bisa. Lalu apa dong yang harus aku lakukan?


Di cafe ini memang sih ada TV, tapi, malas rasanya menonton acara TV. Tak ada yang menarik. Aku pun keluar kamar dan memilih untuk memasak di dapur, daripada aku terus kepikiran dan nggak bisa tidur lebih baik waktunya kuhabiskan untuk mempersiapkan makanan besok.


Aku pun mulai memarinasi ayam yang akan digunakan sebagai ayam katsu bumbu Nori. Aku juga membuat ayam kecap untuk isian nasi tim. Rasanya, aku masih ingin melakukan hal lain. Aku pun mempraktekkan membuat kue brownies. Salah satu materi dalam kursus yang diajari oleh Pak Adi.


Aku sudah bertekad kalau brownies akan menjadi menu wajib dalam cafe yang kumiliki. Karena terlalu sibuk, menu wajib ini aku nomorduakan. Sekarang, aku akan membuatnya sebagai hidangan untuk esok hari.


Aku pun membuat brownies sebanyak 2 loyang ukuran 30 x 30 cm. Jumlah yang banyak sekali, aku tahu. Toh kalau nggak habis akan aku buat cake in jar.


Rencananya, cake in jar akan aku jual hari senin agar ada variasi menu agar cafeku tidak membosankan. Chicken katsu beres, ayam kecap beres dan brownies pun sudah matang. Aku melihat jam di dinding. Jam 3 pagi dan aku belum tidur sama sekali.


Aku putuskan untuk sholat tahajud dulu, berdoa agar ada jalan keluar terbaik atas setiap masalah yang kuhadapi. Selesai sholat rasa kantuk tak kunjung datang. Baiklah, lanjutkan saja sampai pagi baru nanti aku akan tertidur.


Aku pun memutuskan untuk membuat kue tape. Menu ini lumayan banyak yang menyukai. Ketika kue buatanku sudah matang, bertepatan dengan adzan shalat subuh. Aku mengambil wudhu lalu berdoa pada Allah. Aku meminta agar rumah tanggaku selalu diberikan perlindungan dari segala macam godaan dan terpaan fitnah yang menimpa kami.


"Ya Allah, aku sangat menyayangi Abi. Aku sangat mencintai Abi. Aku tahu, Abi adalah lelaki idaman para wanita karena sifatnya yang sangat baik. Abi adalah ayah dari anak yang aku kandung saat ini. Bolehkah kali ini aku serakah ya Allah? Bolehkah kali ini aku memohon kebahagiaan untuk diriku dan anakku? Apa aku nggak boleh bahagia? Apa aku nggak boleh merasakan indahnya berumah tangga? Abi sekarang sudah menyayangiku. Ia sangat baik padaku dan juga Ia sangat menginginkan anak ini. Namun, kenapa engkau memberikan kami cobaan di saat kami sedang menikmati indahnya rumah tangga? Ya Allah... berilah jalan keluar terbaik atas segala permasalahan kami. Jika memang Abi adalah ayah dari anak yang dikandung oleh Vira, kuatkan hati hamba-Mu ini ya Allah. Berikan kekuatan pada hamba untuk ikhlas menerima segala suratan takdir yang kau buat pada hamba. Namun, jika memang Abi bukanlah ayah kandung dari anak dalam rahim Vira, hamba mohon, tolong bukakan segala kebenaran dari pintu mana saja. Kembalikan rumah tangga hamba yang berbahagia lagi ya Allah... Aamiin."

__ADS_1


Selesai shalat dan mencurahkan segala kegalauan hatiku pada sang pemilik dunia ini hatiku menjadi sedikit lebih tenang dan mulai ikhlas menerima kalau saat ini aku sedang diuji. Daripada tidak melakukan apa-apa, aku pun memasukkan kue-kue yang kubuat ke dalam kantong plastik dan menatanya di etalase.


Aku merapikan sampah yang telah aku bersihkan lalu membuangnya. Aku membuka pintu cafe dan melihat kalau matahari sudah mulai menyinari alam semesta ini. Aku berjalan menuju tempat sampah di bagian belakang namun langkahku terhenti saat aku keluar dari cafe.


Aku mendapati mobil Abi terparkir di depan cafe. Tunggu, jangan bilang kalau semalaman Abi enggak pulang? Jangan bilang kalau Abi semalaman tidur di dalam mobil? Astaghfirullahalazim!


Setelah membuang sampah, aku pun menghampiri Abi dan mengetuk kaca jendela mobilnya. Abi yang sedang tertidur merasa terkejut dan bangun saat melihat aku berdiri di samping mobilnya.


"Abi enggak pulang semalam? Bukannya Abi bilang cuma nganterin aku aja?!" aku memberondong Abi yang baru bangun tidur dengan pertanyaan.


"Hoam... Udah siang ya? Ya ampun! Sudah jam berapa ini? Aku belum shalat!" Abi menutup pintu mobil dan masuk ke dalam cafe. Ia mengacuhkan semua ucapan yang aku katakan.


Sabar Tari... Sabar... Biarkan Abi melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu baru menginterogasinya.


Sambil menunggu Abi shalat, aku membuatkan secangkir susu jahe dan menyuguhkannya bersama brownies dan kue bolu tape yang kubuat. Aku menunggu sampai Abi datang dan duduk di depanku.


"Kok ada brownies? Bukannya kemarin kamu nggak buat ini? Bukannya kemarin semua makanan di etalase sudah habis? Kapan kamu buat ini?" Abi lalu menyentuh wajahku dan pasti sudah melihat lingkaran hitam di bawah mataku karena semalaman tidak tidur.


"Kamu juga udah janji sama aku akan menjaga diri kamu dan anak dalam kandungan kamu. Tapi apa? Kamu juga nggak tidur kan? Setidaknya aku tidur di dalam mobil. Tapi kamu? Kamu bahkan nggak peduli sama kondisi kesehatan kamu!"


Sekarang posisi marahnya berganti posisi. Seharusnya aku yang marah, eh malah Abi yang gantian marah. Jadilah aku yang harus minta maaf karena kesalahanku ternyata lebih berat daripada kesalahannya yang tidur di mobil semalaman!


"Aku nggak bisa tidur, daripada aku diam diri saja nggak ada kegiatan lebih baik aku membuat menu untuk hari ini." jawabku dengan jujur.


"Semalaman? Kamu udah kerja seharian dan kamu masih bekerja lagi semalaman? Kamu gimana sih? Kamu tuh lagi hamil! Kamu nggak boleh kecapekan! Ini kamu malah memforsir tenaga kamu dan mengabaikan kesehatan janin kamu, kesehatan kamu juga!" Abi pun menceramahiku panjang lebar.

__ADS_1


"Ini yang membuat aku enggak tenang pulang ke rumah. Aku takut di cafe ada pencuri atau kamu ketakutan semalaman berada di sini sendirian atau ada apa kek! Karena itu aku nggak pulang. Aku pun tidur tidak terlalu lelap, aku memasang telingaku dan membuka sedikit jendela mobilku hanya agar bisa mendengar suara teriakan kamu. Segitu khawatirnya aku tapi kamu di sini enggak khawatir sama diri kamu sendiri?"


Aku menundukkan kepalaku. Kali ini aku memang salah. Tapi aku memang nggak bisa tidur, mau gimana lagi dong? Kerjaan banyak dan aku nggak bisa tidur, Kenapa nggak aku kerjain aja kerjaan aku sekalian?


"Maafin aku, Bi. Aku rencananya setelah chef datang akan tidur. Semua pekerjaan sudah aku selesaikan untuk hari ini. Jadi aku akan istirahat hari ini dan meminta untuk tidak diganggu."


"Tentu saja tidak akan ada yang mengganggu kamu. Siapapun yang mengganggu kamu akan aku omelin! Sudah, sekarang kamu tidur saja! Apa pesan yang harus aku sampaikan pada chef? Nggak usah nunggu sampai Chef datang!"


Perintah Abi Agas memang tak bisa dibantah lagi. Aku bisa apa? Aku yang salah kali ini!


"Titip pesan aja, menu untuk hari ini sudah aku taruh di freezer. Aku tidur dulu. Aku titip cafe ini."


Abi ternyata mengikutiku masuk ke dalam kamar. "Ada apa lagi?"


"Aku enggak percaya sebelum melihat sendiri kamu tidur pulas! Tidurlah!"


****


Tara.. Surprise di hari senin... Aku triple Up.... yey...


Ayo yang belum vote buruan vote sekarang! oh iya yang belum follow sosmed aku bisa Follow IG: Mizzly_ dan Fb: Mizzly


Fighting!!!


Jangan lupa baca ini juga ya:

__ADS_1



__ADS_2