Kutemukan Cinta Bersama Denganmu

Kutemukan Cinta Bersama Denganmu
6. Menolak


__ADS_3

“Abah, Aa kan sudah bilang kalau Aa gak mau dijodohkan. Memangnya sekarang masih zamannya Siti Nurbaya, main jodohin seenaknya saja.” Kagendra marah pada ayahnya yang dengan seenaknya saja menjodohkan ia dengan perempuan yang dia tidak kenal sama sekali.


“Kalau kamu menolak perjodohan ini, bilang saja pada Aki kamu. Aki kamu lah yang memang berniat untuk menjodohkan kamu dengan cucu sahabat baiknya. Aki kamu itu sudah berucap janji dengan sahabatnya sejak mereka masih muda.” Jelas Yusuf.


“Kenapa sih dulu Aki tidak menjodohkan Abah saja dengan anak sahabatnya itu. Kenapa sekarang jadi Aa yang harus menanggungnya. Kalau gitu jodohkan saja dengan si Fian, dengan cucu sahabatnya itu. Kan si Fian juga sama-sama cucunya Aki. Kenapa harus dijodohkan dengan Aa. Pokoknya Aa menolak perjodohan ini. Titik.” Kagendra masih saja berkata pada ayahnya dengan suara tinggi.


“Aa! Kamu itu tidak sopan bicara seperti itu sama Abah kamu. Kalau kamu tidak setuju ya jangan marah-marah. Bicarakan dengan baik-baik dan kemukakan kenapa kamu tidak mau dijodohkan. Toh sekarang ini kan kamu memang tidak punya kekasih. Jadi apa salahnya kalau kamu mencoba dulu perjodohan ini. Kamu kenalan dulu dengan cucunya sahabat Aki kamu itu. Ibu sudah bertemu dengan perempuan yang akan dijodohkan dengan kamu. Ibu suka dengan gadis itu.” Jelas Indriani.


Kagendra mengisi gelas kosongnya dengan air dan langsung meminumnya sampai tandas. Ia menghela nafasnya dengan kasar.


“Bu, Ibu tahu kan siapa yang Aa tunggu.” Kagendra memohon dengan tatapan memelasnya pada Indriani.


“Aa, bukannya kami menolak gadis yang kamu sukai. Tapi Natasha tidak memberikan kepastian yang jelas pada kamu. Ia lebih mementingkan studi dan karirnya. Ibu tidak menyalahkan dia yang lebih memilih meninggalkan kamu demi mengejar studi dan karirnya.” Indriani mengelus lembut kepala putranya itu.

__ADS_1


“Tapi Aa sudah berjanji sama Tasha kalau Aa bakal tungguin dia.” Ucap Kagendra.


“Kalau sudah jodohnya tidak akan kemana Aa. Kalau memang Natasha sudah ditakdirkan akan menjadi jodoh kamu maka ia akan menjadi jodoh kamu. Tapi kalau memang Natasha tidak ditakdirkan menjadi jodoh kamu, mau kamu tunggu sampai kamu tua atau mau kamu kejar sampai kemanapun juga maka dia tidak akan menjadi pasangan kamu.”


“Tapi Bu……”


“Kalau menurut Ibu, coba kamu kenalan dan temui dulu jodoh yang dipilih oleh Aki kamu. Siapa tahu gadis pilihan Aki kamu itu memang jodoh kamu dan akan membuat kamu melupakan Natasha dan malah jatuh cinta sama gadis pilihan Aki kamu itu.” Nasihat Indriani.


“Gak mungkin Bu. Hati Aa sudah diberikan semuanya pada Tasha. Aa gak akan pernah mencintai gadis lain.” Tegas Kagendra.


“Ibu jangan mendo’akan hal yang jelek.” Sungut Kagendra.


“Hus… do’a Ibu yang mana yang kamu bilang jelek.?”

__ADS_1


“Itu…Ibu bilang kalau nanti Aa bakal cinta mati sama perempuan pilihan Aki. Menurut Aa itu do’a yang jelek Bu.” Sahut Kagendra.


“Dasar anak kurang aj*r. Masa do’a seperti itu dibilang jelek sih. Do’a seorang ibu untuk anaknya itu tidak ada yang jelek Aa. Semua ibu di dunia ini menginginkan kebahagian untuk anak-anaknya. Tidak mungkin Ibu mendo’akan hal-hal yang jelek buat anak-anak Ibu. Ibu berkata seperti itu karena ibu melihat dan merasakan bahwa perempuan pilihan Aki buat kamu itu adalah gadis yang baik.” jelas Indriani dengan sabar.


“Baik saja tidak cukup, Bu.” Ujar Kagendra.


“Memang tidak cukup. Tapi naluri dan insting Ibu memberitahu kalau dia perempuan yang cocok buat kamu. Namanya Sadiyah. Kamu mau kan mencoba dulu untuk berkenalan sama dia?” pinta Indriani.


“Kenalan dulu apanya. Itu Aki langsung main tembak saja, mau langsung lamaran. Memangnya Aa tidak tahu kalau minggu depan, Aki mau langsung melamar cucu sahabatnya itu. Siapa itu tadi namanya?... Namanya terdengar aneh.” Kagendra masih saja bersungut-sungut tidak terima dengan nasibnya.


“Gampangnya, kalau kamu tidak setuju bilang sama Aki kamu. Abah tidak akan memaksa kamu.” Yusuf yang sedari tadi mendengarkan obrolan antara ibu dan anak sambil asyik membaca bukunya tetiba angkat bicara.


“Aa itu anaknya Abah atau Aki sih? Kenapa jadi Aki ikut ngatur-ngatur kehidupan Aa.” Kagendra yang sudah mulai tenang kembali tersulut.

__ADS_1


“Makanya, kamu bicara langsung saja sama Aki kamu tentang alasan Aki menjodohkan kamu dengan cucu sahabatnya itu.” Tantang Yusuf.


“Baik.” Sahut Kagendra.


__ADS_2