Kutemukan Cinta Bersama Denganmu

Kutemukan Cinta Bersama Denganmu
60. Pesan


__ADS_3

“Benar. Kamu perempuan yang pernah aku cintai. Aku sangat mencintai kamu saat itu. Tapi sekarang rasa cintaku hanya untuk istriku. Perempuan yang halal untukku. Cinta yang halal.”


“Tidak. Yang kamu rasakan pada perempuan itu bukanlah cinta. Mungkin kamu hanya merasa kasihan kepadanya. Beda dengan rasa yang kamu punya untukku.” Natasha tetap dengan keyakinannya bahwa dialah wanita yang dicintai oleh Kagendra.


Kagendra menghela nafasnya dengan kasar. Dia sudah kehabisan kata-kata untuk meyakinkan Natasha bahwa perempuan yang ia cinta sekarang adalah Sadiyah. Untuk sementara Kagendra mengalah pada keinginan Natasha.


“Baiklah. Untuk sementara, aku akan menemani kamu sampai emosi kamu stabil dan bisa berpikir lebih baik tentang kondisi kita sekarang.”


Natasha tersenyum mendengar apa yang diucapkan Kagendra. Ia akan mempergunakan kesempatan ini untuk menancapkan hegemoninya di dalam hati Kagendra.


Kagendra duduk di atas sofa yang ada di pojok ruangan. Ia membuka ponselnya dan memeriksa email-email yang masuk.


“Sayang, aku haus. Tolong ambilkan minum.”


Kagendra beranjak dari duduknya dan memberikan gelas berisi air dan mendekatkan sedotan pada bibir Natasha.


“Terima kasih sayang.”


Setelah selesai minum, Natasha mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nakas. Tadi pagi, Sarah, asistennya mengambilkan ponsel miliknya dari unit apartemennya.


Ia memfoto Kagendra yang sedang duduk di sofa dan mengirimkannya pada Sadiyah disertai dengan sebuah pesan teks.


Suami kamu sedang bersama denganku. Aku sedang berada di rumah sakit karena terjadi sesuatu dengan kehamilanku. Dan suami kamu di sini bersamaku, menemani diriku. Coba saja kamu kirim pesan pada suami kamu dan tanyakan keberadaan dia. Aku yakin dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya padamu.


Sadiyah yang baru selesai melaksanakan sholat Ashar memeriksa ponselnya karena mendengar notifikasi pesan masuk.


Sadiyah membuka pesan tersebut dan melihat foto Kagendra yang sedang duduk di sofa di sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan di rumah sakit.


Dibacanya pesan yang ada di bawahnya.


Seketika dada Sadiyah kembali terasa sakit dan sesak.


Dengan bodohnya, Sadiyah menuruti apa yang diminta Natasha.


Aa dimana? Sedang apa?

__ADS_1


Tidak lama, balasan datang dari Kagendra.


Aa sedang di kantor. Sedang memeriksa berkas-berkas.


Air mata kembali mengucur deras dari matanya. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali Sadiyah menangis sejak kemarin.


************


Foto dan pesan terakhir yang dikirimkan oleh Natasha serta kebohongan dari Kagendra semakin menguatkan Sadiyah untuk melakukan apa yang sudah direncakannya sejak kemarin.


Sebelumnya, Sadiyah masih belum merasa yakin dengan rencananya. Tapi setelah kejadian ini, tekad Sadiyah sudah bulat untuk melaksanakan semua rencananya.


Dengan gerak cepat, Sadiyah menghubungi Gita dan Reza untuk mendelegasikan urusan kantor cabang baru pada Reza. Sadiyah meminta Reza untuk datang segera dan menyerahkan segala urusan pada Reza.


Sadiyah menghubungi Guntur untuk membantu Reza dengan segala urusan kantor barunya. Ternyata Guntur memiliki saham dalam kantor cabang Sadiyah yang baru ini. Ketika Guntur bertanya alasan tentang pendelegasian ini, Sadiyah tidak memberikan alasan yang pasti. Ia hanya mengatakan pada Guntur bahwa ada urusan lain yang harus segera ia selesaikan.


Sadiyah meminta pada Guntur, Reza dan Gita untuk merahasiakan masalah pendelegasian ini pada suami dan keluarganya. Walaupun Guntur, Reza dan Gita merasa heran dengan apa yang diminta oleh Sadiyah, tapi mereka menghargainya dan tidak bertanya lebih jauh pada Sadiyah.


********


“Kamu mau pergi kemana? Kamu tidak akan meninggalkan aku kan?” tanya Natasha cemas Kagendra akan meninggalkannya.


“Aku hanya pergi untuk perjalanan bisnis selama tiga hari. Aku berjanji akan menemani kamu sampai emosi kamu stabil lagi dan bisa menerima keputusan aku.”


“Walaupun aku tidak yakin berapa lama emosi aku akan stabil. Kamu mau menemani aku?”


“Aku akan berusaha.” Kagendra menyetujui permintaan Natasha dengan ragu-ragu.


Kagendra merasa kesal dengan kondisi seperti ini. Disaat Sadiyah sedang sakit dan memerlukan dirinya, ia harus pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaannya.


Sesampainya di rumah, Kagendra segera mencari keberadaan Sadiyah dan menemukan Sadiyah sedang duduk membaca buku di ruang perpustakaan.


“Iyah. Kamu sudah sehat?”


“Aa. Mengagetkan saja.” Sadiyah menutup buku yang sedang dibacanya.

__ADS_1


Kagendra mendekati Sadiyah dan meletakkan punggung tangganya di atas kening Sadiyah untuk memeriksa suhu tubuh Sadiyah.


“Panasnya sudah turun. Kamu sudah makan obat?”


“Sudah.”


“Sudah makan lagi?”


“Belum lapar.”


“Iyah…..” Kagendra ragu-ragu mengatakan bahwa ia harus pergi ke luar negeri untuk perjalanan bisnis.


“Ada apa, A?”


“Malam ini, Aa harus pergi ke Thailand. Ada urusan yang harus segera Aa selesaikan di sana. Kalau kamu masih merasa belum sehat benar, sebaiknya kamu menginap saja di rumah Abah. Aa antarkan ke sana sebelum Aa pergi ke airport.”


“Tidak usah, A. Iyah sudah merasa baikan kok. Kasihan Aki kalau tahu Iyah sakit. Takutnya jadi malah kepikiran. Biar saja Iyah disini. Kalau ada apa-apa, Iyah akan menghubungi Lena.”


“Nanti Aa telpon Lena supaya menemani kamu di sini.” tawar Kagendra.


“Jangan merepotkan A. Kasihan Lena kalau harus menginap disini. Percaya deh kalau Iyah bisa sendiri. Iyah bantu Aa buat packing ya.”


“Tidak usah. Biar Aa saja yang packing. Aa Pergi cuma tiga hari jadi tidak akan bawa banyak pakaian ganti. Kamu istirahat saja. Untuk makan malam, Aa sudah pesan ke restoran biasa. Aa beli makanan kesukaan kamu biar kamu lahap makannya.”


Kagendra berlalu dari hadapan Sadiyah untuk menyiapkan segala kebutuhan business tripnya ke Thailand.


Sadiyah mendapatkan sebuah pesan teks lagi dari Natasha.


Sebenarnya Sadiyah tidak ingin membuka isi pesan dari Natasha, tapi ia penasaran.


Suami kamu bilang akan pergi ke luar negeri kan untuk perjalanan bisnisnya? Kamu tahu apa yang sebenarnya? Aku kasih tahu. Suami kamu pergi bersama denganku. Perjalanan ini sebagai cara dia untuk menyenangkan aku yang ingin pergi refreshing. Sekarang kamu percaya kan kalau akulah wanita yang dicintai oleh Kagendra dan kamulah wanita yang akan dicampakkan oleh Kagendra.


********


to be continued....

__ADS_1


__ADS_2