
Satu minggu berlalu, Kagendra belum mendapat kabar baik dari Darmawan.
“Assalamu’alaikum, Mang. Apa sudah ada kabar dari Sadiyah?” Kagendra menelpon Darmawan, berharap mendapatkan kabar yang menggembirakan tentang keberadaan Sadiyah.
“Mang Awan mendapatkan surat dari Sadiyah yang mengabarkan bahwa dia baik-baik saja tapi
dia belum memberitahu lokasi tempat dia tinggal. Ada surat buat kamu. Sekarang Bi Ita sedang mengirimkan surat buat kamu lewat ekspedisi kilat. Mungkin nanti sore atau besok pagi, suratnya sudah sampai.”
“Terima kasih, Mang.”
Keesokan paginya, Kagendra mendapatkan surat dari Sadiyah sekaligus surat panggilan dari Pengadilan Agama terkait gugatan cerai yang didaftarkan oleh Sadiyah. Kagendra mengabaikan surat panggilan tersebut karena ia tidak akan pernah menceraikan Sadiyah baik secara agama maupun secara hukum.
Kagendra membuka surat dari Sadiyah yang dikirimkan oleh Rostita kamarin sore.
Assalam’alaikum A Endra.
Iyah minta maaf pada Aa karena Iyah sudah tidak bisa lagi mendampingi Aa. Maafkan karena Iyah belum bisa menjadi istri yang baik untuk Aa. Ternyata Iyah tidak cukup kuat untuk berada di samping Aa sebagai istri Aa.
Iyah terlalu lelah mentoleransi semua perbuatan Aa yang sering membuat Iyah sedih dan sakit hati. Sejak pertama kita bertemu kemudian menikah, sebenarnya Iyah sudah berusaha memperbaiki diri Iyah agar Aa dapat memberikan sedikit saja cinta untuk Iyah. Tapi sepertinya usaha Iyah ini tidak mendapatkan balasan dari Aa.
__ADS_1
Iyah tahu kalau Aa mencintai Natasha, cinta pertamanya Aa. Iyah juga tahu kalau Aa dan Natasha
sedang menantikan buah cinta kalian. Iyah tidak tahu apakah Aa sudah menikah dengan Natasha atau belum. Tapi Iyah berharap kalau Aa sudah menikah dengan Natasha karena kasihan jika anak kalian lahir dari orangtua yang belum menikah.
Iyah menyerah A. Maafkan kalau selama ini Iyah berusaha mempertahankan Aa untuk berada di sisi Iyah tanpa Aa kehendaki. Aa anak yang baik dan berbakti pada orangtua hingga mengorbankan cinta Aa pada Natasha demi mengabulkan permintaan Aki dan Abah untuk menikah dengan Iyah.
Sekarang Aa jangan khawatir lagi untuk bisa memberikan cinta pada Natasha secara terbuka. Iyah mohon jangan sembunyi-sembunyi lagi, memohonlah pada Aki dan Abah supaya mereka merestui cinta Aa dan Natasha. Apalagi sekarang akan ada anak yang hadir dari kalian, Aki dan Abah pasti menerima pernikahan dan anak kalian.
Iyah menyerah karena Iyah sudah terlalu lelah memperjuangkan pernikahan kita sendirian. Pernikahan yang sebenarnya tidak diinginkan oleh Aa.
Sebenarnya Iyah mencintai Aa sudah sejak lama. Tapi ternyata cintanya Iyah hanya bertepuk sebelah tangan.
Tadinya Iyah akan berjuang sampai Aa juga mencintai Iyah, tapi untuk mendapatkan cinta Aa itu bagai punguk merindukan bulan, tidak mungkin terjadi.
Iyah hanya bisa mendo’akan kebahagiaan untuk Aa dan Natasha. Semoga kalian bahagia selalu. Maaf
kalau nanti Aa dan Natasha melangsungkan pernikahan, Iyah tidak bisa menghadirinya. Tapi yakinlah kalau Iyah akan merestui pernikahan kalian.
Terima kasih telah menjadi suami Iyah, walaupun waktunya sangat singkat. Memang awalnya Aa berlaku kurang baik pada Iyah tapi akhir-akhir ini Aa berusaha untuk menjadi suami yang baik bagi Iyah. Iyah tahu pasti berat menjadi Aa yang harus berpura-pura menjalankan pernikahan yang bahagia bersama Iyah apalagi di depan Aki, Abah dan Ibu.
__ADS_1
Maaf kalau surat dari Iyah terlalu panjang dan menghabiskan waktu Aa untuk membacanya. Terima kasih pernah menjadi suami yang baik bagi Iyah. Iyah bahagia pernah menjadi istri Aa, walaupun sebentar. Ada momen-momen kebersamaan kita yang membuat Iyah bangga dan bahagia. Iyah merasakan kalau Aa begitu tulus pada Iyah dan seringkali Iyah merasa kalau Aa mencintai Iyah jika Aa berlaku baik pada Iyah. Maaf kalau Iyah punya pikiran dan harapan seperti itu.
Selamat tinggal A Endra. Iyah akan selalu berdo’a untuk kebahagian Aa. Iyah minta Aa juga mendo’akan kebahagian untuk Iyah agar mendapatkan cinta yang baru. Iyah juga iri dengan cinta Aa dan Natasha. Iyah harap kelak akan merasakan cinta sejati seperti kalian.
Mungkin nanti, ketika hati Iyah sudah sembuh, Iyah akan menemui Aa dan Natasha dengan senyum. Berbahagialah bersama kekasih hati dan buah hati kalian.
Dari yang pernah menjadi istri Aa
Sadiyah
***********
“Kamu salah Iyah. Kamu salah paham. Bukan Natasha yang aku cintai tapi kamu. Aku mencintai kamu,Iyah.” setelah selesai membaca surat dari Sadiyah, Kagendra menangis sejadi-jadinya. Ia tidak pernah menyangka bahwa laki-laki sepertinya akan secengeng ini menghadapi cinta. Dulu, ketika Natasha meninggalkannya ke luar negeri, hatinya tidak seremuk ini. Tidak setetes pun air mata yang keluar untuk menangisi kepergian Natasha.
Kali ini berbeda. Hati Kagendra terasa sangat sakit jika mengingat bahwa dia tidak bisa lagi bertemu dengan Sadiyah. Belum satu bulan ia tidak bertemu dengan Sadiyah, ia sudah sangat merindukan istrinya. Entah bagaimana kelak ia akan menjalani hari-hari tanpa Sadiyah.
Setelah puas menangis meratapi nasibnya, kagendra menaiki tangga menuju kamarnya. Di dalam kamar ia masuk ke dalam walk in closet dan melihat ada beberapa potong baju Sadiyah yang masih tergantung di dalam lemari. Ia mengambil satu pakaian milik Sadiyah dan memeluknya dengan erat seolah-olah sedang memeluk Sadiyah.
“I love you, Iyah. I love you so much.” Kagendra meringkuk hingga tertidur di dalam walk in closet sambil terus memeluk pakaian Sadiyah.
__ADS_1
***********
to be continued....