
Sadiyah sedang berbaring di ranjang di kamarnya sambil memainkan ponselnya. Luka di lutut, siku dan tangannya sudah diberi obat.
Tring…tring…
Notifikasi dari aplikasi chatnya berbunyi, tampak nama Cowok Bengis dalam tampilan di notifikasinya. Sadiyah melihat pesan gambar nota pembayaran service mobil yang dikirimkan oleh lelaki itu. Tertera nominal sebelas juta lima ratus ribu rupiah.
“Apa!!!!!” Sadiyah terlonjak kaget melihat nominal dari nota pembayaran service yang dikirim oleh pria tersebut.
Segera Sadiyah googling biaya service untuk memperbaiki mobil yang penyok. Tampak muncul beberapa kisaran biaya untuk perbaikan mobil yang penyok dari yang ringan sampai yang berat, seharga 200 ribu sampai 1 juta an.
Maaf, Pak. Saya googling biaya untuk perbaikan mobil yang penyok itu paling mahal juga sekitar 1 juta rupiah. Maaf jika saya salah, Pak. Bagi saya 11 juta itu bukanlah uang yang sedikit.
Sadiyah mengirimkan pesan teksnya pada pria tersebut.
Drrt….drrt….
Tampak nama Cowok Bengis memanggil di ponselnya. Dengan segera Sadiyah menerimanya karena dia agak takut dengan ancaman pria itu tadi siang.
__ADS_1
“Halo, Assalamu’alaikum Pak.” sapa Sadiyah tercicit.
“Wa’alaikumsalam….heh perempuan, apa kamu kira mobil saya mobil murahan yang biaya servicenya juga murahan. Saya gak ngada-ngada atau menipu kamu yah. Disitu tertera dengan jelas sekali biaya servicenya. Cepat kamu bayar, kalau tidak, akan saya laporkan kamu ke polisi.” ancam pria tersebut.
“Iya, Pak. Akan saya ganti secepatnya. Kalau begitu, saya minta nomer rekeningnya. Akan saya transfer uangnya ke nomer rekening anda.” sahut Sadiyah.
“Saya mau uang cash.” sahut pria itu.
“Maaf, Pak. Saya tidak bisa menemui anda dalam beberapa hari ke dapan karena saya ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Saya harap, anda memberikan nomer rekening anda saja agar saya dapat mentransfernya malam ini juga.”
Sadiyah tidak ingin bertemu dengan pria tidak menyenangkan itu lagi. Dia berharap urusannya dengan pria itu selesai malam ini juga.
Pria itu langsung menutup sambungan teleponnya.
“Dasar gak tau sopan santun.” gerutu Sadiyah.
Tring….
__ADS_1
Tak lama kemudian, muncul lagi pesan teks yang dikirimkan oleh pria tersebut. Terpampang nomer rekening sebuah bank pemerintah milik pria itu.
Sadiyah menghela nafasnya dengan kasar. Walaupun uang sebesar belasan juta tidaklah terlalu berarti bagi Sadiyah karena uang hasil usaha dari perusahaan keluarga yang didapat oleh Sadiyah setiap bulannya lebih dari itu, tapi tetap saja Sadiyah merasa sayang mengeluarkan uang tersebut untuk membiayai service dengan biaya yang seharusnya tidak sebesar itu. Tapi Sadiyah sudah tidak ingin berurusan dengan pria tidak menyenangkan itu lagi, sehingga dengan terpaksa ia akan mentransferkan uang dengan nominal yang sesuai seperti yang diminta oleh pria tersebut.
Malam itu, Sadiyah pergi mencari ATM untuk mentransferkan uang yang diminta oleh pria tersebut.
Ketika Sadiyah akan mentransferkan sejumlah nominal yang diminta ke nomer rekening pria tersebut, Sadiyah melihat nama tujuan dari rekening tersebut adalah Kagendra Kamandaka Nataprawira. Sadiyah merasa familiar dengan nama tersebut tapi ia tidak bisa mengingat dengan pasti dimana ia pernah mendengar nama tersebut.
Setelah berhasil mentransferkan uang sejumlah sebelas juta lima ratus ribu rupiah ke rekening Kagendra, Sadiyah segera mengirimkan bukti transfer itu lewat aplikasi chat.
Sudah saya transferkan sejumlah uang yang diminta oleh anda dan tidak kurang satu rupiah pun. Saya harap kita tidak pernah bertemu dan berurusan lagi.
Setelah mengirimkan pesan teks tersebut, Sadiyah dengan segera memblok dan menghapus nomer Cowok Bengis itu. Sadiyah sudah tidak ingin berurusan lagi dengan pria yang tidak memiliki belas kasihan alias jahat itu. Cukup sekali saja ia mendapatkan musibah bertemu dengan pria yang tidak menyenangkan.
Kagendra menerima pesan dari Sadiyah dan melihat nama dari pengirim dalam bukti transfernya. Sadiyah Galuh Kartasasmita. Kagendra merasa familiar dengan nama tersebut. Ia mencoba mengingat-ingat dimana ia pernah mendengar nama yang cukup unik tersebut, nama yang tidak terdengar kuno dan tidak modern. Sebenarnya nama Kagendra Kamandaka juga terdengar kuno dan tidak populer sih.
Kagendra ingat nama keluarga yang dimiliki oleh perempuan itu sama dengan nama keluarga dari perempuan yang akan dijodohkan dengannya. Lalu Kagendra mencoba untuk mengingat-ingat lagi dimana ia pernah mendengar nama Sadiyah.
__ADS_1
Kagendra kaget ketika mengingat bahwa nama perempuan yang disebutkan Akinya sebagai jodohnya itu adalah Sadiyah. Tak lama setelahnya, Kagendra langsung menghubungi nomer telepon Sadiyah.
Setelah beberapa kali Kagendra mencoba untuk menghubungi nomer Sadiyah, hanya terdengar nada sambung tapi tidak diangkat oleh si pemilik nomer telepon tersebut. Karena panggilannya tidak direspon, ia pun mengirimkan pesan teks lewat aplikasi chat. Tapi tanda chat hanya centang satu menandakan jika nomer telepon yang dituju sedang tidak aktif. Kagendra memutuskan untuk menunggu hingga esok hari.