
Dikediaman keluarga Alex saat ini penuh dengan hawa yang tak biasa. Ya karena Bibi Kedua dari keluarga besar Zhan datang berkunjung entah dengan maksud apa.
Bibi Kedua dipersilahkan duduk di ruang tamu yang langsung dihadiri oleh Kakek Evita sendiri. Inul dan Nabila yang melihat kedatangan tersebut dibuat kaget. Pasalnya bagaimana bisa Bibi kedua yang mereka ketahui bahwa Ia adalah Ibu kedua untuk Za.Za yang merupakan Kakak Ipar Inul sendiri. hanya Inul belum pernah bertemu secara langsung dengan Ibu atau Bibi Kedua ini.
Inul berada dikediaman utama karena sang keluarga besar begitu merindukan bayi yang baru saja dilahirkan oleh Inul sendiri. sudah lama menikah dan akhirnya bisa memiliki seorang anak merupakan kebahagiaan dalam kehidupan Inul dan Putra. Maka tak heran Inul menjadi sorotan dalam keluarga besar.
Suasana dalam ruangan begitu penuh dengan ketidaknyamanan. Karena tampang wajah Bibi Kedua dari keluarga Zhan terlihat penuh akan kekesalan.
“Ada apa Nona kedua Zhan datang berkunjung kesini?”tanya Kakek Alex yang memandang kearah Bibi Kedua.
Bibi Kedua menghela nafas sebentar sebelum ia berbicara. “Maaf menganggu Tuan Besar Alex...”ucapnya yang langsung dibalas gelengan oleh Kakek Alex. Bibi Kedua melanjutkan
“Kedatangan ku kesini, ada masalah kecil yang harus dibahas...ini berkaitan dengan cucu anda...Evita”
Mendengar nama Evita, Kepala Keluarga Besar langsung menatap heran. Bukan hanya dirinya. Inul dan Nabila saling memandang satu dengan yang lain.
“Apa yang terjadi?”bisik Inul kepada Nabila yang berdiri disampingnya.
“Tak tahu...saat ini kak Evita pasti tengah menikmati momen bahagia...kenapa orang ini harus datang?”kesal Nabila melalui bisikannya. Ia menatap tak suka kearah Bibi kedua dari keluarga Zhan.
Tak menghiraukan yang lainnya, Bibi Kedua melanjutkan ucapannya. “Beberapa hari yang lalu.....Za, putra yang berasal dari kakak Iparku. Atau lebih tepatnya Mantan Tunangan Evita. Za yang sudah bertunangan dengan Navi kini menghilang bahkan pergi dengan membatalkan pertunangannya dengan Navi”ucap Bibi kedua yang berbicara sambil menatap lekat kearah Tuan Besar Alex.
Ia melanjutkan “Sebenarnya ini aib bagi keluarga kami....namun ada beberapa hal yang ingin ku pastikan kepada Anda Tuan Besar....Apakah Anda tahu keberadaan Evita dimana?”tanya Bibi Kedua yang kini mengakhiri ucapannya.
Tuan Besar Alex terteguh mendengarnya. “Semenjak pelepasan marga..Kami tak ada sangkut pautnya lagi dengan Evita ini”ucap Tuan Alex tanpa tekanan. Ia berbicara dengan santai untuk memberitahukan bahwa hubungan keluarga Alex tak lagi bersangkut paut dengan Evita yang melepas marganya.
“Memang benar....pasti sudah tak ada jejaknya...tak masalah, Kedatanganku hanya ingin mempertanyakan hal tersebut..siapa tahu Evita berada disini”ucap Bibi Kedua yang tersenyum dengan lembut.
“Evita merupakan anak yang tak akan menginjakkan kakinya kembali jika ia sudah memutuskan sesuatu...hanya ada kemungkinan ia mau kembali jika seseorang menariknya untuk kembali”Tuan besar Alex memang tak bisa lagi melihat cucu yang begitu taat dan dibanggakan. Evita merupakan cucu yang paling banyak dikagumi tapi harus berakhir dengan rasa dibenci.
Bibi Kedua yang mendengarnya mengangguk-angguk “Memang....pasti ada yang membuatnya kembali jika ada yang menariknya...baiklah, Saya izin pamit, maaf menganggu Tuan besar Alex”ucap Bibi Kedua yang melangkah untuk pergi. Nabila dan Inul yang merupakan Cucu kebanggaan setelah Evita mengantar tamu besar itu.
“Ooh Inul...Bagaimana kabar Anakmu?”tanya Bibi kedua yang berada diambang pintu.
“Tentu saja Baik Tante....”jawab Inul dengan senyum yang sopan.
“Baguslah...jaga dirinya..sikap dan perilakumu itu sangat baik dari pada orang yang melepaskan marganya itu”sindir Bibi Kedua yang membuat Inul membenak “Seandainya Kau tahu..betapa banyak perjalanan penuh penderitaan yang dilalui oleh Evita....kalian hanya memandangnya dalam satu arah”
Bibi kedua melangkah pergi meninggalkan Mansion yang saat ini tengah berkumpul para keluarga.
“Bagaimana bisa kita yang mendapatkan getahnya?”ucap Ibu Nabila yang tak suka jika seseorang datang membahas orang yang bukan lagi keluarga mereka. meski ia tak begitu membenci Evita, ia tetap tak suka jika ada yang menyangkut pautkan dengan keluarganya.
“Ibu....Kak Evita tak seperti itu”ucap Nabila membela orang yang ia kagumi. Meski Ia tak pernah mengatakan bahwa ia mengagumi Evita.
“Kau ini....Apa kau berpikir bahwa Evita itu tidak nakal?...dia gadis yang tak bisa kita ketahui pikirannya....bisa saja ia tengah membuat sesuatu dengan nama keluarga Kita...”ucap Ibu Nabila dengan emosi yang memuncak.
Ibunda Inul yang mendengarnya langsung mengeleng. “Anakku jangan seperti itu....Apa lagi ini hanya masalah pertunangan..mungkin saja Evita terkena masalah atau malah dituduh”
“Huh...baiklah Evita ini adalah cucu yang masih mendapatkan bejuta kebaikan”Ibu Nabila pergi meninggalkan ruang tamu yang masih tampak suram.
“Ibu..Evita tak mungkin membuat Kakak Ipar seperti itu..ini pasti ada masalah lain”ucap Inul kepada Ibundanya. Ibundanya mengangguk. Memang tak memungkinkan Evita yang menarik laki-laki terlebih dahulu. karena biasanya laki-laki lah yang menarik Evita untuk mendekat kearah mereka tapi hasilnya akan sia-sia.
“Kita akan mencari Evita untuk menyelesaikan masalah yang dibuat olehnya”ucap Tuan besar Alex yang berhasil membuat semua orang menatap kearahnya.
“Aku tak ingin nama baik keluarga Alex harus hancur hanya karena orang yang sudah membuang marganya”lanjut Tuan besar Alex yang melangkah pergi meninggalkan ruangan.
Inul yang mendengarnya hanya bisa berdoa. Semoga Evita tak mendapat masalah tambahan.
-
__ADS_1
Rapat yang dilakukan lagi dan lagi, didalam sebuah ruangan yang tampak kecil. Hadir Evita,Intari dan Amelya. Tentu saja Suami mereka juga ikut dalam rapat. Dan kali ini Liyana menemani mereka.
“Apa langkahmu selanjutkan..Yelina dan Merlina telah kembali....apa yang akan kau perbuat dengan mereka?”tanya Liyana yang menatap kearah seorang wanita tengah asik mengemil meski wajahnya tampak serius.
“Seminggu kedepan..Aku akan melakukan penyerangan kepada Merlina terlebih dahulu..sisanya baru Yelina”ucap Evita yang menatap kesegala arah. Dilihatnya Za yang berwajah talenan.
Melihat hal tersebut membuat Evita berdecak kesal. “Bagaimana ia bisa tenang seperti itu, sedangkan tubuhku harus sakit karena dirinya”benak Evita. ia tak mengira ternyata ada yang lebih buas dari hewan. Tidak, Suaminya bukan hewan tapi manusia. Sudahlah memikirkannya membuat Evita tambah pusing.
“Kalau begitu baguslah...Aku dan Vino akan pergi kekota Q hari ini..Miss Lila memanggilku”ucap Liyana yang sudah mempersiapkan segala yang ada. Evita mengangguk.
“Baiklah..rapatnya sampai disini dulu”ucap Evita yang melangkah pergi dari ruang tamu. Yang lain juga melakukan kegiatan masing-masing.
-
Intari melangkah menuju keluar rumah, rumah yang begitu tenang tanpa adanya beban. Ia menatap kearah tetangga yang tak lain adalah pecinta tanaman.
Yeah mereka kembali lagi kekediaman Evita yang rumahnya itu menjadi seperti penampungan hutan karena tanaman para tetangga merambat kerumahnya.
“Sore Neng Indah”ucap salah satu Ibu-Ibu yang tengah asik melakukan kegiatan mereka. tentu saja mengambil jemuran karena hari sudah sore. Waktu begitu cepat berlalu yang membuat Intari merasa makin waspada.
“Sore Bu.....”balas Intari yang melangkah menuju pagar rumah Evita. Ibu-Ibu itu mendekat kearahnya.
“Aduh...Neng Indah...tambah cantik ya, tinggi lagi...”ucap salah satu Ibu yang berbicara sambil senyum-senyum.
Intari melihatnya hanya bisa mengeleng. “Terimakasih”ucap Intari yang tak bisa lagi berkata apa-apa.
“Ooh Ya...Nak Indah udah menikah apa belum nih?...Tante ada memiliki seorang Putra, yeah dia seorang karyawan disalah satu perusahaan, kalau engak salah namanya Perusahaan In-Collection yang lagi buming dikota Q itu loh”ucap Ibu yang lain.
Intari membulatkan matanya mendengar apa yang diucapkan oleh Ibu-Ibu yang senyum-senyum seperti anak kecil yang ingin sesuatu. “Ibu ini gimana ya....engak masalah sih, tapi perusahaan itu ya Aku sendiri pemiliknya”benak Intari dengan menatap horor.
“Tenang aja untuk masalah gaji, Putra ku itu mampu kok membiayai dirimu..apa lagi membelikan segala skincare yang Kau gunakan..aduh Nak Indah..seandainya Putraku disini, sudah kukenalkan kau dengannya”lanjut Ibu itu sambil berbunga-bunga.
Intari mengedipkan matanya berkali-kali, “Engak salah dengarkan Aku?..itu loh perusahan Amelya”benak Intari menangis dalam diam.
“Eh Enak aja....emang kalian pikir Cuma putra kalian saja yang berkerja diperusahaan....Putraku juga, dia berkerja disalah satu perusahaan Wallet..kalau engak salah namanya, Swallow-Company...perusahaan yang bergerak ditiga kota besar”ucap Ibu yang lain lagi.
“Jika Ibu tahu, yang Ibu banggakan itu adalah milik Evita sendiri”benak Intari.
Intari menatap dengan wajah yang ingin tertawa bebas. Ia tak menyadari bahwa Evita dan Amelya berdiri dibelakangnya bersamaan dengan Liyana dan Vino.
“Ooh Nak Evita..dan Nak Amelya”ucap Ibu-Ibu yang lain. mereka langsung bergegas menangkap tangan Intari,Evita dan Amelya yang membuat ketiganya kaget.
“Nak Evita..Kau belum menikah kan...Ayuk ku pertemukan dengan putraku”
“Nak Indah...jangan mau kalah sama yang lain...kamu juga ikut aku, untuk ku pertemukan dengan putraku”
“Tenang aja Nak Amelya....Putraku tak kalah tampan kok...jadi kamu tak akan rugi menikahinya”
Ucapan para Ibu-ibu yang begitu antusias membuat Intari,Evita dan Amelya pusing melihatnya. Hingga Liyana yang melihat hal tersebut langsung membungkamkan mereka semua.
“Ibu..Ibu..maaf saja, Mereka sudah ada yang punya..”ucap Liyana yang membuat para Ibu-Ibu langsung menatap lekat kearah Evita,Intari dan Amelya.
“eh benarkah?...aduh masa kita keduluan orang lain sih...”
“Lihat..Lihat..kalau udah nikah pasti punya cincin nikah..mana-mana”
“Iya bener....harus ada tuh”
Para Ibu-Ibu mengambil tangan kiri Mereka bertiga dan bergegas untuk memeriksa dijari manis ketiganya, yang emang ada cincin bermata satu dengan begitu indahnya.
__ADS_1
“Astaga....Sial, Kita terlambat”ucap Ibu yang mengenggam tangan Intari.
“Iya...Huaaaa Aku ingin punya menantu kayak Evita...Huaaa...takdir tak adil”Ibu yang mengengam tangan Evita sangat begitu histeris mengeluarkan air matanya.
“Sial...siapa Suaminya..jika tak setampan putraku..aku tak setuju dengan Amelya yang sudah menikah”ucap Ibu yang mengengam tangan Amelya.
Ketiganya yang menerima serangan kejutan tak bisa berbicara apa-apa. Bahkan mereka masih terdiam berkedip-kedip.
“Ibu-Ibu mau lihat siapa suaminya?”tanya Liyana yang mendekat kearah Ibu-ibu yang mengerumbuni Evita,Intari dan Amelya.
“Tentu saja..Kami ingin melihatnya”Ucap Ibu-Ibu bersamaan. Liyana membentangkan tangan kanannya yang bebas untuk menujukkan kearah tiga pria yang tengah berdiri dengan menatap heran.
Seketika itu juga, bagaikan bertemu dengan bunga yang langka. Ibu-Ibu berlari menarik Evita,Intari dan Amelya untuk mendekat kearah tiga Pria yang ada.
“Astaga...Ini suami kalian?...dapat dari mana?”Intari yang mendengar pujian untuk suaminya merasa sedikit senang tapi ada rasa menohok dihatinya, kala mendengar kata dapat dari mana. “Dapat lotre buk”Benak Intari sambil senyum untuk menyampaikan benakkannya meski percuma.
“Ini mah bukan lagi tampan...Malaikat sudah...kulit yang begitu bersih, orangnya juga murah sennyum...aduk Amelya Kau menemukannya dimana?”Amelya yang mendengar Suaminya dipuji mengangguk-angguk tapi mendengar kalimat akhir itu membuatnya membenak “Ketemu dimana ya...ah Ketemu dipasar kali”benaknya.
Beda dengan pujian yang didapat, Evita menatap heran kearah Ibu-Ibu yang memandang lekat Suaminya. “Ini Ibu lagi terhipnotis ama wajah talenan?”benak Evita yang menatap kearah Za. Za yang ditatap tak memperdulikan pandangan Ibu-Ibu, ia hanya menarik Evita untuk mendekat dan memeluk pingangnya.
“Pantas....wajar jika ini Suami Evita”ucap Ibu lain yang sudah menebak suami siapa yang berwajah tenang tapi menusuk.
“Iya..Evita yang dingin ditemukan dengan pria yang lebih dingin..ini perpaduan antara min ketemu min yang menjadi positif. Bagus....Nak Evita Suamimu sangat luar biasa”Evita tersenyum miris mendengarnya. Ia tak bangga mendengar pujian itu.
“Gagal dong punya menantu kayak Evita”
“Kayak Indah”
“dan Kayak Amelya”
Keluh Ibu-Ibu yang menatap dengan pandangan sedih. Evita,Intari dan Amelya bingung menghadapinya.
“Ibu..Ibu, begini Jika memungkinkan, berdoalah mendapatkan menantu seperti mereka”usul Liyana yang membuat Ibu-Ibu itu langsung kembali cerah.
“Iya..benar..kalau begitu Kami akan berdoa agar bisa mendapatkan menantu seperti ketiganya”ucap para Ibu-Ibu yang mengangguk-angguk dengan bahagia.
“Emang Ibu-ibu..... apa sih yang disukai dari ketiganya ini..”ucap Liyana yang sebenarnya melanjutkan ucapannya dibenaknya “Yang suka membuat masalah”
“Ooh...Nak Indah itu orangnya baik, suka menolong meski kadang-kadang cuek”
“Begitu juga Nak Amelya yang kalem, Imut dan unik. Mana lagi meski usianya yang paling tua diantara Evita dan Indah, Amelya terlihat masih muda”
“Kalau Nak Evita lebih bisa dibilang sangat dingin dengan berurusan bersama laki-laki, kadang kami penasaran siapa yang membuatnya bisa selalu berbicara, padahal Ia berbicara dengan menusuk yang membuat orang takut untuk bertemu..tapi balik itu semua, Nak Evita sangat baik”
Mendengar pujian yang didapat oleh Intari,Evita dan Amelya. Mereka sedikit bangga. Berbeda dengan Liyana yang menohok mendengarnya. “Apa nya yang baik..ah sudahlah”benak Liyana.
Setelah berbincang-bincang dengan para Ibu-Ibu tetangga. Liyana akhirnya bisa pulang dengan Intari,Evita dan Amelya yang mengantarnya didepan gerbang.
“Hati-hati,telpon jika sudah dikota Q”ucap Amelya yang melambaikan tangannya. Liyana mengangguk.
“Tante Evita.....jangan lupa ya, bawa mainan yang banyak..Nannti”ucap Pria kecil yang menyuruh Evita untuk mendekat kearahnya. Evita menurut hingga..
cup
Pria kecil itu mencium pipi Evita. Evita membelakkan matanya. “Ingat..Tante sudah kutandai sebagai kesayanganku, awas Tante tak berkunjung nanti”
Semua yang melihatnya tertawa. Evita mengeleng dibuatnya. “Baiklah Tuan Vino...Aku akan berkunjung dan bermain denganmu”ucap Evita yang langsung membuat pria kecil berwajah dingin itu tersenyum. Meski sedikit.
Setelahnya Liyana pun berangkat menuju kekota Q yang memakan waktu lumayan lama. Meninggalkan tiga pasangan yang saling terdiam.
__ADS_1