MANTIV

MANTIV
● Mantiv(151)


__ADS_3

Evita menatap tak percaya apa yang terjadi hari ini. Dengan helaan nafas ia menatap kearah berkas yang diberikan kepada seketaris Pribadinya.


“Baiklah Nona Muda, apa ada yang ingin anda sampaikan?”tanya Paman A. ia tampak sekali terburu-buru dengan melihat arloji ditangannya.


Evita tidak tega menahan kepergian seseorang yang mempunyai keluarga, jadi ia mengeleng dan menjawab, “Tidak ada. Paman terimakasih atas segalanya”


Paman A mengangguk, “Kalau begitu saya izin pamit Nona Muda, selamat bekerja dan selamat datang kembali”Evita dan Paman A saling berjabat tangan sesaat. Lalu keheningan pun terjadi setelah Paman A pergi dari ruangan.


Ehem


Evita duduk kembali kekursinya. Ia menatap kearah Reagel yang terlihat profesional.


“Jadi Reagel, bagaimana kabar Sania?”Evita tidak bisa membicarakan masalah pekerjaan. Karena bagaimana pun ia mengenali orang didepannya ini. Dan ia tidak ingin ada hal buruk yang hadir dibelakangnya.


“Ia baik-baik saja, dan kami juga sudah memiliki seorang Putri yang sangat cantik..terimakasih sudah membantu kami saat itu”ucap Reagel menjawab pertanyaannya.


Evita mengangguk, “Syukurlah..aku senang mendengarnya. Baiklah. Apa ada yang ingin kamu sampaikan, setidaknya tentang perusahaan ini dan bagaimana perjalanan bisnisnya?”


Reagel menjelaskan dari segala yang ia kerjakan. Dengan penjelasan yang begitu teliti dan mudah dipahami. Evita dengan cepat menangkap semua inti dari perusahaannya. Ia pun mengangguk setelah Reagel menyelesaikan penjelasannya.


“Oke, baiklah..Sebastian akan menghandel disini, jadi sampaikan apa yang diperlukan. Jika ada masalah segera laporakan secepat mungkin”ucap Evita yang langsung mendapat anggukkan dari Reagel.


“Ah dan satu lagi, tolong persiapkan sebuah ruangan didinding, untuk menetapkan namaku dan fotoku. Aku tidak ingin orang-orang tidak mengenalku. Meski aku jarang keperusahaan, setidaknya seluruh karyawanku mengenal diriku”


Reagel mengangguk kembali dan menatap tabletnya untuk melakukan tugasnya.


“Oke, kalau begitu aku harus pergi. karena aku ada urusan yang harus dikerjakan. Jadi Reagel semangat bekerja”ucap Evita menyemangati. Ia melangkah pergi meninggalkan pria yang pernah dicintainya. Dan tanpa diduga Za yang ada disampingnya langsung mengenggam tangannya.


“Lupakan ia, kamu sudah punya suami yang tampan sejagat raya”ucap Za yang membuat Evita tertawa geli mendengarnya.


-


Intari dan Amelya duduk diruang tamu. Mereka menatap lelah kearah layar televisi yang memberitakan tentang sebuah informasi.


Keduanya memiliki wajah yang begitu lelah. Yeah karena mereka baru saja digempur oleh suami yang memiliki stamina luar biasa. Mereka mengeluh dalam diam karena mendapati suami yang super-duper aktif itu.


“Aku lelah Mel”ucap Intari dengan nada memelas.


“Apa lagi diriku, kami baru saja pulang dan langsung. Ya begitulah”Amelya tidak bisa melanjutkan ucapannya.


Keduanya paham apa yang terjadi, jadi mereka tidak perlu menceritakan semuanya secara rinci.


“Apa sebegitu lelahnya?”tanya Echan dengan datang bersama setelan luar biasanya.


Melihat hal itu, Intari dan Amelya menatap bingung kearah dua suami mereka.


“Kalian ingin kemana?”tanya Intari dengan memandang Yoongi yang sangat tampan memakai setelan Jas.


“Kami ingin menghadari rapat besar yang dilakukan oleh Kakak Ipar”jawab Yoongi dengan tenang. Hal itu membuat Intari menatap serius kepada Suaminya.


“Kamu mengatakan itu seakan-akan kamu ingin pergi melamar seseorang. Evita tidak mengatakan apa-apa kepadaku?”Intari menatap Amelya yang mengangguk, membenarkan ucapannya.


“Kakak Ipar mengatakan, ini bersangkutan dengan jabatannya sebagai Queen Mafia, jadi ia ingin kami datang sebagai saksi juga. Dan sebenarnya kalian juga diizinkan datang. Hanya kami rasa kalian capek. Jadi kami akan mengatakan bahwa kalian tidak bisa datang”ucap Echan yang dianggukkan oleh Yoongi.


Intari dan Amelya langsung menahan Suami mereka yang ingin melangkah pergi.


“Tunggu dulu, kami ikut”ucap Intari dengan wajah serius. Amelya pun menambahkan, “Kami adalah adik dan Kakaknya jadi kami harus hadir disetiap acaranya”


Yoongi dan Echan pun mengangguk. mereka berdua menatap kearah perginya Istri mereka.


“Berapa lama kita akan menunggu mereka?”tanya Echan dengan menatap arloji dipergelangan tangan.


Yoongi juga menatap jam tangannya. “Tunggulah 30 menit. Mereka akan selesai”


30 menit pun berlalu.


Yoongi dan Echan menatap kearah tangga dimana Istri mereka sudah siap dengan pakaian yang serasi dari warna jas mereka. tanpa disadari senyum manis pun terukir.

__ADS_1


“Ayo berangkat”ucap Intari dan Amelya bersama-sama. Yoongi dan Echan pun mengangguk dan melangkah bersama Istri mereka masing-masing.


Kedua pasangan ini pun mengunakan mobil yang berbeda agar mereka tidak saling menunggu jika ada yang ingin pulang terlebih dahulu.


-


Disebuah gedung putih.


Gedung yang digunakan khusus oleh para Mafia. Dan terlihat semua mafia menunggu dengan berbincang singkat. Tidak seperti pertemuan para pengusaha. Pertemuan mafia ini tidak perlu menutup mata karena itu tidak ada gunanya. Bagaimana pun mereka akan tahu batasan jika mereka tidak bisa mengalahkan orang tersebut.


Intari dan Amelya yang baru tiba, hanya bisa diam ditempat. Karena mereka baru pertama kali mengunjungi rapat besar-besaran ini. Yeah inilah rapat mafia dimana pemimpin para mafia akan hadir untuk melakukan peresmiannya.


“Aku merasa kecil disini, tampak sekali mereka orang yang menyimpan uang didalam gudang”bisik Intari kepada Amelya.


Amelya mengangguk dengan cepat, “Benar..rasanya kita hanya dipandang sebelah mata oleh mereka”


Amelya dan Intari menatap kaget melihat tangan mereka yang digenggam oleh Suami masing-masing. Dan di ajak untuk masuk kedalam aula gedung dimana banyaknya orang yang tengah berbincang-bincang.


Tidak perlu ditanya bagaimana penampilan mereka. Intari dan Amelya hanya bisa mengatakan “Luar biasa”


Tap..Tap..Tap


Semua melirik kearah hadirnya seseorang yang berada di pentas kecil. Khusus dibuat untuk menjadi sorotan utama didalam aula. Intari dan Amelya juga mengarahkan pandangan mereka kearah pentas kecil itu.


“Selamat datang seluruh pemimpin Mafia, baik dari pemimpin para bawahan, hingga pemimpin 1 sampai pemimpin 10. Hari ini kita melakukan rapat setelah 30 tahun. Dan rapat kali ini untuk meresmikan Pemimpin mafia dari para mafia”


Semua langsung berbisik-bisik ringan yang membuat Intari dan Amelya menatap bingung dengan yang terjadi.


“Apa yang mereka bisikkan?”tanya Intari kepada Suaminya. “entah, yang ku tahu ini sebagai tanda ketidak sukaan orang-orang kepada Pemimpin para mafia ini”jawab Yoongi dengan suara tenang.


Intari diam memperhatikan berapa banyak orang yang hadir hanya untuk mengetahui penerus pemimpin para mafia. Lebih tepatnya sang Queen yang sangat misterius.


“Sebelum Queen kita tiba, kita kedatangan Pemimpin Spesial, dari keluarga Zahra. Maya Anita Zahra yang akan mengatakan beberapa hal untuk kalian semua”


Intari dan Amelya menatap kearah seseorang yang tiba dengan gaya khasnya. Ia tidak lain adalah Maya orang yang dekat dengan Evita.


“Terimakasih atas perhatian kalian semua, yang ingin ku sampaikan untuk kalian adalah ketenangan. Kita kedatangan Queen yang akhirnya bisa hadir disini, jadi setidaknya berikan kesopanan kalian dan kehormatan kalian sebagai mafia. Meski sikap kalian tidaklah baik, setidaknya dimata Queen kesan kalian tersampaikan”ucap Maya dengan santai.


Lalu dibelakangnya ada seorang wanita mengenakan gaun cantik dengan perut bucit yang tidak bisa ditutup-tutupi. Disamping wanita cantik itu terdapat pria tampan yang mengandeng tangan dari wanita cantik. Tampak begitu serasi.


“Dia hamil?”


“Apa dia yang menjadi Queen kita”


“Aku tidak yakin, ku pikir Queen kita adalah orang yang luarbiasa, eh ternyata biasa aja”


Bisik-bisikkan orang-orang mulai berirama ditelinga Intari dan Amelya. Mereka berdua pengen sekali menghantamkan tinjuan tepat di kepala orang-orang yang berbisik.


“Ehem!, perhatikan semuanya”ucap Seketaris Lee menegur bisikkan yang mengema didalam ruangan.


Amelya merasa puas melihat Seketaris Lee yang mengambil alih suasana. Karena jika tidak dirinya lah yang akan mengambil tindakkan.


Ting!


Layar putih dibelakang Evita menyala. Menampilkan rekaman yang saat itu Intari dan Amelya lihat. Dimana perjanjian antara pemimpin para Mafia kepada salah seorang pemimpin spesial.


Semua diam mendengarkan rekaman itu hingga selesai. dan reaski yang mereka berikan hanya reaksi hampa tanpa tanda-tanda penolakan atau Persetujuan.


“Seperti yang kalian ketahui, inilah yang terjadi. Pemimpin para mafia dari para Mafia adalah Queen Kim Hyun Jae, jadi jangan menganggap yang tidak-tidak”ucap Brillen dengan wajah serius.


“Aku tidak mengerti,kenapa wanita yang sedang hamil mengambil alih kepemimpinan ini. Apa kalian pikir kami akan percaya dengan rekaman itu. zaman sudah modern, kita bisa mengunakan sesuatu untuk memanipulasi rekaman seseorang”seseorang memberikan pendapat lain setelah ucapan Brillen.


Dengan begitu dua kubu pun terjadi, antara pendukung dan penolakkan mereka. suara ricuh pun terjadi. Intari dan Amelya merasa ingin mengebom gedung putih yang indah ini. Jika diri mereka membawa peralatan yang seharusnya dibawa.


“Sebuah bukti tertulis akan diberikan kepada kalian, jadi berpikirlah lebih baik lagi”ucap Willi menatap kearah pemberontakan tiba-tiba.


Namun tidak ada yang memakan ucapan dari Willi dan Brillen. Sebagian besar kubu penolakkan masih tidak mempercayainya.

__ADS_1


“Kami tetap tidak mendukung hal ini. Karena bagaimana pun kami tidak ingin pemimpin seorang wanita. Wanita itu selalu memainkan perasaan mereka”


“Benar, bisa saja..mereka membunuh kami hanya karena merasa tersingung. Kami tidak masalah dengan singungan apapun, namun mati karena tersingung itu tidaklah lucu.


“Aku setuju dengan ucapan mereka, jika kami dipimpin oleh seorang wanita, kami yakin kami akan mengalami kerugian be..


DOR!!!


Sar”


Sebuah peluru lolos disamping wajahnya, dan seseorang yang ada dibelakangnya mengalami luka tembakkan tepat di bagian paha kanan. Hal ini membuat semua yang ada didalam panik dengan apa yang terjadi. Dan mata mereka melesai cepat kearah wanita yang menatap mereka.


“Aku sebenarnya tidak memperdulikan orang seperti kalian, hanya, sebuah pesan mengatakan kepadaku bahwa aku harus memperhatikan kalian. Namun sepertinya kalian memang ingin membuat gedung indah ini diukir dengan cat merah, cat dari darah kalian sendiri”ucap Evita yang berhasil membuat semua diam.


Salah seorang dari mereka menodongkan senjata, dan tanpa diduga seluruh orang yang ada didalam menodongkan senjata kearahnya. Tampak orang tersebut panik melihat semua pistol mengarah kepada dirinya sendiri.


“Kematianku akan menjadi kutukan dalam hidupmu”ucap Evita tanpa basa basi.


Intari dan Amelya yang melihat dari kejauhan menatap kesal kearah orang-orang yang benar-benar bodoh. Bagaimana bisa mereka berpikir pendek seperti itu.


“Untuk bukti jelaskan akan diberikan kepada kalian secara digital. Bersaman dengan semua bukti yang ada. tanda tangan diatas kertas putih dan ditulis dengan font warna hitam. Jadi hari ini adalah resminya diriku menjadi pemimpin kalian. Tidak peduli kalian menyetujuinya atau tidak”


“Aku hanya ingin kalian tahu bahwa membunuh seseorang bukan hal sulit untukku. Karena bagiku membunuh seseorang sama saja memberikan kesempatan kepada malaikat maut untuk menjemput kalian. Perhatikan baik-baik, jangan pernah berpikir aku tidak tahu apapun”


Semua yang ada didalam ruangan hanya bisa diam membisu. Bahkan sampai peresmian Evita, tidak ada yang menolak lagi.


Intari dan Amelya merasa puas melihat mereka. setelah acara selesai, keduanya bersama suami mereka melangkah menemui Evita dan Za yang sedang berbicara santai.


“Evita!!”teriak Intari dan Amelya bersama-sama. keduanya bergegas memeluk Evita dengan begitu hati-hati.


“Kalian datang?..aku pikir kalian akan tertidur malas”ucap Evita.


Intari mengeleng, “Tentu saja pertemuan seru seperti ini tidak boleh dilewatkan”


Amelya pun mengangguk, “Benar..inilah yang paling seru. Karena aku bisa melihat seorang pemimpin mengendalikan bawahannya”


Intari dan Amelya tertawa bersama melihat Evita yang juga tertawa dengan begitu bahagia.


-


Didalam kediaman keluarga Zhan..


Seseorang tengah merasa tidak senang dengan segala yang ada. rencananya sudah di bubarkan oleh seseorang. Dan ia bahkan tidak bisa mengambil alih kembali sosok keponakkan yang menjadi harta berharganya.


“Apa kamu merasa kekurangan rencana?, aku sudah mengatakan Istri keponakkanku itu sangat luar biasa, ia tidak akan mudah dikalahkan olehmu”


Crassh


Vas cantik pecah bersamaan dengan bunga mawar yang hancur karena terjatuh. Zhan Anggara yang dikenal dengan paman kedua menatap kosong kearah Istrinya. Zhan Renjeli.


“Kamu tahu harga Vas itu, jangan lupa catat berapa biaya kerusakkannya”Zhan Anggara pun melangkah pergi meninggalkan kamarnya.


Renjeli yang melihat suaminya telah pergi makin menghancurkan apa yang ada didekatnya. Ia benar-benar kehabisan akal. Semua rencannya tidak ada yang berhasil.


Begitu sulit untuk menghancurkan seorang wanita yang hanya berusia lebih muda darinya. Dan ia bahkan merasa tidak ada yang berguna untuk dikerjakan.


“Aku..aku harus memikirkan cara, ya cara..aku yakin akan membunuhnya..aku harus membunuhnya. Harus membunuhnya”


“HAHAHAHAHHAHA”


-


“Apa kamu yakin Evita?”tanya Intari tidak mempercayai ide yang diberikan oleh Evita. karena bagaimana pun Evita masih tengah mengandung.


“Benar, pikirkan lagi..anak-anakmu belum lahir”Amelya ikut memberikan kesetujuannya kepada Intari. Karena ia merasa Evita selalu berpikir jauh tanpa memikirkan resiko apapun.


“Tenang saja, lagian hanya lenganku yang dioperasi,bukan perutku”Evita berbicara sambil memberikan kepercayan keada sahabatnya. Hal ini membuat yang lain pasrah dengan apa yang diucapkan olehnya.

__ADS_1


“Oke, kami akan menemanimu disana”Amelya menatap dengan pandangan serius. Intari yang berada disampingnnya pun mengangguk, “Benar, jadi ku harap semua aman untukmu”


Evita mengangguk mendengar ucapan dari sahabatnya, “Iya, besok operasinya dimulai. Ku harap tidak ada masalah sama sekali”


__ADS_2