MANTIV

MANTIV
● Mantiv(125)


__ADS_3

“Tak ada...aku hanya sedang menenangkan diri”ucap Nabila dengan menatap kearah lain.


Raja yang melihatnya terdiam, Ia hanya berdeham untuk membuat suasana jadi tidak cangung.


Kring!!!


Nabila mengambil ponsel yang berdering, dan diangkatnya panggilan tersebut.


“Iya Bu,kenapa?”tanya Nabila tanpa berpindah posisi. Raja yang mendengar hal tersebut ingin melangkah pergi namun langkahnya terhenti saat Nabila menjawab panggilan disana.


“Batalkan saja pertunangannya Ibu, Aku akan menanggung hukumannya..tenang saja”jawab Nabila dengan santainya.


Raja langsung terdiam mendengarkannya. “Ibu..aku sudah bilang, Aku membatalkan pertunangannya, Aku tidak memilihnya, meski tampan, meski kaya..jika aku tak suka, aku tak akan mau menikah dengannya”


Nabila menutup panggilan dan menghela nafas dengan kasar, lalu menatap kearah Raja yang berdiri diam ditempat.


Nabila yang melihatnya memilih tak menghiraukan dan melangkah pergi dari Raja.


Greb!!!


“Siapa yang bertunangan denganmu?”tanya Raja yang membuat Nabila menoleh kepadanya.


Tangan Nabila digenggam dengan eratnya. Raja berdiri menatap kearah Nabila.


“Seorang Pria pengusaha yang melakukan pertunangan denganku”jawab Nabila dengan senyumnya.


“Aku menolaknya karena Aku tak menyukainya, tenang saja, jika Aku menikah nanti, akan ku undang anda keacara pernikahanku”ucap Nabila lagi dengan tenang. Ia menarik tangannya dari gengaman Raja.


Raja menahan kembali “Bukannya Kau menyukaiku?”tanya Raja dengan mata yang mencari jawaban didalam pandangan Nabila.


Nabila tersenyum mendengarnya “Iya..aku mencintaimu, tapi aku tak tahu orang yang ku cintai ini apakah mencintaiku juga atau malah hanya merasa kasihan kepadaku”ucap Nabila dengan pandangan yang teduh.


“Raja, Aku tak memaksa seseorang untuk mencintaiku, dan Aku juga orangnya berharap banyak, jika orang itu juga mencintaiku, ia akan mengejarku dan menjelaskannya...tapi Ia tak datang kepadaku dan mengatakannya, tak masalah Aku juga yang egois....karena berpikir Kau mencintaiku”jelas Nabila yang membungkam Raja.


“Ada apa dengan kalian?”tanya Sebastian yang baru keluar dari ruang rawat Evita.


Ia melihat dua orang ini sedang serius. Ingin diam tapi mereka akan pindah ruang rawat. Jadi Ia memilih untuk berbicara.


“Tak ada Sebastian, ooh ya Kamarnya dipindahkan?”tanya Nabila yang menjauhkan diri dari Raja. Genggaman itu pun lepas dengan sendirinya.


“Benar, pergilah keruangan Nyonya, Nabila...Ia pasti senang ada dirimu”usul Sebastian.


Nabila mengeleng “Aku tak bisa berlama-lama disini, Aku harus pulang...Sebastian, beritahu aku jika Kakak Evita telah sadar”Nabila bergegas pergi meninggalkan dua pria yang menatap kepergiannya.


“Raja, apa terjadi sesuatu?”tanya Sebastian yang melihat Raja langsung duduk dikursi.


“Hm..urusan hati Sebastian”jawab Raja dengan menutup wajahnya.


“Hati?...oh kalau begitu yang kau perlukan adalah menenangkan diri, berjalanlah diluar jangan didalam ruangan, soalnya akan membuat pikiranmu berhenti disini saja..cari udara segar dan berpikirlah dengan tenang”usul Sebastian.


Raja yang mendengarnya tersenyum, Ia pun mengangguk dan memilih apa yang disebutkan oleh Sebastian.


-


Intari dan Amelya tak saling berbicara, kalut dalam pikiran masing-masing.


Masalah pribadi mereka benar-benar menjadi pertanda-tanyaan. Bagaimana bisa suami mereka tak menyentuh mereka. apa alasannya?


Namun berpikir seperti itu, mereka lebih memilih berpikir bagaimana nanti jika suami mereka tahu kalau mereka sudah kotor. Mendengar penjelasan Welida, mereka paham betul bahwa sebelum mereka bangun pasti semua orang sudah melihat tubuh mereka.


Intari dan Amelya sama-sama mengelengkan kepala. Mereka berdua duduk dibagian belakang. Sedangkan suami mereka duduk dibagian depan.


Melihat sang Istri yang mengeleng-geleng,membuat Echan bertanya “Kenapa dengan kalian?”


Intari dan Amelya langsung menjawab dengan gelengan. Echan dan Yoongi yang melihatnya terdiam. Suasana didalam mobil itu benar-benar penuh akan kecangungan. Entah karena apa.


Setiba dirumah sakit, mereka melihat Raja yang keluar dengan wajah yang suntuk.


Hal ini membuat Intari makin curiga kepadanya. “Raja, apa yang terjadi kepadamu?”tanya Intari berdiri didepan Seketarisnya.

__ADS_1


Raja kaget melihat kedatangan Bossnya, karena terlalu melamun ia tak menyadari bahwa Bossnya ini melihatnya.


“Hm..Itu Nyonya, tak ada apa-apa”jawab Raja dengan tenang. Intari yang melihatnya mengerutkan alis. Ia menarik tangan Raja untuk meninggalkan tempat mereka.


“Aku akan menyusul, kalian duluanlah”ucap Intari yang pergi dengan Raja.


Yoongi yang melihatnya langsung menyusul. “Echan, Aku menyusul Indah, kalian naiklah, Sebastian mengatakan kamarnya sudah dipindah”ucap Yoongi.


Amelya dan Echan mengangguk, mereka pun menaiki Lift yang ada dengan membawa dua tas besar yang berisikan pakaian dua orang.


-


Intari menarik Raja hingga ketaman rumah sakit. “Duduk”tintah Intari yang langsung membuat Raja duduk di kursi taman.


Intari menatap wajah Raja yang menunduk dengan suasana sedih disekitarnya. “Kenapa denganmu, Seingatku..saat kau menjemput kami dihotel juga seperti ini, apa yang terjadi Raja?”tanya Intari dengan seriusnya.


Yoongi yang melihat Istrinya berlagak seperti ibu-ibu memandang dari kejauhan.


“Tidak ada Nyonya, hanya kelelahan”jawab Raja dengan senyumnya. Intari yang melihatnya langsung menyentil jidat Raja.


Ouch!


“Dengar Raja, meski kau kerabat jauhku, atau dari desaku.dan Aku tak mengenal dirimu, tapi Aku tahu watak seseorang, apa lagi seperti dirimu ini, kau pasti tengah banyak pikiran kan?”tanya Intari dengan intelnya.


Raja yang mendengarnya tersenyum, Ia mengangguk “Benar...Nyonya, Anda terlihat seperti Ibuku”ucap Raja.


Intari yang mendengarnya tercenga, “Yeah, anggap saja Aku ibumu, karena disini Aku boss mu”jawab Intari yang dianggukkan lagi oleh Raja.


Intari duduk disamping Raja, lalu menghela nafas. “Raja, jika ada sesuatu, bertanya lah..karena dengan bertanya, mungkin akan membantumu mencari jawabannya..”Intari menatap kearah langit-langit malam yang main mencengkam.


“Boleh Aku memanggil Anda dengan sebutan Kakak?”tanya Raja dengan hati-hati, Intari yang mendengarnya mengangguk.


“Kak Intari...Apa itu cinta? Dan Apa itu suka?”tanya Raja dengan menundukkan kepalanya.


Intari yang mendengarnya langsung tersenyum, “Ini alasan Kau tak tenang hm,...baiklah akan ku jawab”ucap Intari dengan berdiri didepan Raja.


“Sekarang lihat aku”Intari memerintahkan Seketarisnya itu memandangnya.


Raja langsung melakukan apa yang diucapkan oleh Intari. “Aku bertanya kepadamu, Apa kau menyukaiku?”tanya Intari.


Raja langsung menjawab “Iya, Aku menyukai Kakak...”ucap Raja dengan menunjukkan wajah bingungnya.


“Lalu, Apa Aku mencintai Yoongi?”tanya Intari lagi. Raja mengangguk, “Tentu saja, Karena Tuan Yoongi adalah suami anda, dan pasti Anda sangat mencintainya”jawab Raja.


Intar yang mendengarnya tersenyum, tentu saja yang bersembunyi juga ikut tersenyum. “Baiklah, biar Aku menjawab apa yang menjadi pertanyaanmu itu”


Intari duduk disamping Raja kembali. “Dengar Raja, Suka itu merupakan rasa yang hadir kepada siapapun, seperti Kau menyukaiku, kau menyukaiku sebagai kakak, boss atau semacamnya, rasa suka hadir dengan cara yang berbeda-beda, seperti kagum dan semacamnya, namun rasa suka ini ada batasannya, yaitu batasan Kau menyukai seseorang. Bisa sebatas teman, teman kerja, teman sekolah dan semacamnya”


Raja terdiam mendengarkan tutur kata Intari, Ia bahkan fokus memandang Intari yang menjelaskan tentang suka dan Cinta.


“Lalu, Cinta...Cinta merupakan perasaan yang hadir setelah Suka, Ia hadir dengan kuat mengobrak-abrik perasaanmu, mulai dari cemburu, benci,kecewa dan senang sekali pun. Cinta ini kadang bikin orang pusing, karena bingung menentukan apakah cinta atau bukan. Karena sewaktu-waktu rasa cintamu hilang begitu saja...”


Intari menatap langit malam yang makin pekat dengan hiasan cahaya bintang dan bulan.


“Cinta rasa berlebihan dari suka, Kau berniat ingin memilikinya, atau sekedar berbicara dengannya, dan mungkin hanya berniat usil untuk menganggunya..namun dari semua itu yang terpenting adalah keberadaan orangnya. Jika Kau mencintainya, Kau akan menempatkannya ditempat yang tepat. Maksudnya tempat yang tak akan diusik oleh siapapun”


Raja terdiam lagi, wajah yang tadi fokus menatap kini menunduk. Intari yang melihatnya tersenyum, Ia menepuk pundak Raja.


“Dengar Raja, Suka dan Cinta itu hampir sama. Hanya caramu mengartikannya, menurutku apa yang kau alami saat ini adalah menyakinkan hatimu sendiri, apakah Kau menempatkan orang tersebut dihatimu”Senyum Intari membuat Raja tenang.


“Baiklah, sampai disini dulu, Aku harus bergantian untuk menjaga orang yang ku sayangi, Raja jika terjadi sesuatu, bagaimana kalau kau curhat kepada Evita”


Raja yang mendengarnya mengerutkan alis, “Nyonya besar sedang koma, tak mungkin Ia mendengarnya”ucap Raja yang melihat Boss yang bangun.


“Tak ada yang tahu Raja, Evita dicintai empat pria yang memiliki cinta berbeda-beda. Namun kau harus tahu, Evita itu memiliki sesuatu yang membuat orang penasaran...cobalah”Intari melangkah pergi meninggalkan Raja yang tambah rumyam. Pikirannya hampir terbuka, tapi mendengar tutur Intari. Ia menjadi terdiam.


-


Tiba diruang khusus untuk keluarga Zhan..

__ADS_1


Za mengenggam tangan Evita hingga tertidur. Echan dan Amelya yang melihatnya hanya bisa terdiam.


Keduanya menaruh pakaian untuk dua orang itu, kemudian melangkah keluar dari kamar khusus.


“Echan, apa kau lapar?”tanya Amelya. Dari tadi tak ada topik pembicaraan untuk mereka. semenjak kedatangan keluarga besar Zhan. Mereka tak berbicara sama sekali.


“Kau ingin makan, aku akan membelikannya” Echan yang mendengar pertanyaan Istrinya langsung bertindak. Ia tak ingin mereka berdua hanya berdiam diri saja.


Amelya merangkul tangan Echan, lalu tersenyum. “Kita makan bersama sambil membelikan untuk yang lainnya”ucap Amelya.


Echan yang mendengarnya mengangguk, Ia mengenggam tangan Amelya dengan eratnya. Mereka berdua melangkah menuju kerestorant yang ada dirumah sakit.


-


Nabila tiba dengan cepat dikediaman utama keluarga Alex. Tiba didepan pintu, semua keluarga melihat kearahnya. Yeah tentang pembatalan tunangan itu berhasil membuat semua keluarga memandang kearahnya.


Nabila melangkah masuk dan melihat raut wajah ibunya yang memerah. Bukan hanya Ibunya, Tante yang lain juga marah kepadanya.


“Aku pulang”ucap Nabila dengan pelannya. Semua keluarga menatap kearahnya.


“Kemarilah cucuku”ucap Kakek Alex dengan tenang, Nabila langsung mendekat kearahnya.


“Kakek dengar, Kau membatalkan pertunangan dengan keluarga Rin..kenapa?”suara lembut menuntun Nabila untuk berbicara, Nabila dengan tenang menjawab.


“Alasan utamanya, Aku tak mencintainya. Mungkin semua akan mengatakan cinta itu bisa hadir baik didalam pernikahan atau tidak”semua bungkam ketika mereka ingin memotong ucapan Nabila. Namun tak ada yang menyangka jawaban Nabila langsung keintinya.


Nabila melanjutkan, “Aku bukan Kak Evita, bukan Cucu yang mentaati aturan keluarga, aku adalah Aku..jika Aku tak mau berarti Aku tak mau akan hal itu, meski kalian marah, tidak akan berpengaruh untukku...Ibu,Ayah..dan Kakek, Aku tak ingin dijodohkan, biarkan aku yang menentukan cintaku sendiri”


Semua diam menatap kearah Nabila. Sekilas dilihat seperti Evita yang tak menjawab pertanyaan mereka, melainkan pasrah akan keputusan tersebut.


“Nabila, Apa maksud mu?”tanya Ibunya. Saat ingin bertanya lagi, Kakek Alex mengangkat tangannya.


“Kita tak boleh memaksakan mereka, baiklah Nabila..Jika itu keinginanmu, maka Kakek akan menyetujuinya..namun bisa kau beritahu kenapa acara pertunangan itu kau tinggalkan?”tanya Kakek Alex dengan tenang. Semua menatap kearah Nabila yang kini menangis dengan wajah yang penuh kesedihan.


“Kenapa Nabila?”tanya Salah Satu Tante terdekatnya.


Nabila menjawab, “Aku menjenguk Kak Evita, Ia mengali kasus kematian orang tuanya, yang disengaja oleh seorang wanita..sekarang Ia sudah membunuhnya, namun Kak Evita berada dirumah sakit karena menerima luka yang dalam”


“Biarkan saja dirinya”Ibu Nabila langsung memotong pembicaraan. Namun melihat Kakek utama terdiam. Membuat semua bungkam.


“Katakan dengan jelas Nabila, Evita menyelidiki kasus?..maksudmu?”


Seperti yang diketahui, tak ada yang tahu Evita itu berkerja seperti apa. Yang mereka tahu, Evita penerus perusahaan Ayahnya, lalu mengerjakan pekerjaan sampingan untuk keperluanya. Namun dari semua itu, tak ada yang mengetahui siapa Evita sebenarnya.


“Kakek tak tahu, Evita merupakan anak angkat dari keluarga besar Kim?”tanya Nabila dengan tenangnya.


“Apa maksudmu Nabila, Evita tak mungkin bisa. Lalu Keluarga Kim ini bukan sembarangan bisa dibicarakan”ucap Ibu Nabila dengan wajah paniknya.


“Itulah, Kalian tak mengetahui apapun tentang Evita, mungkin benar keputusan Kak Evita melepas marganya, lalu memakai marga satunya, karena kalian tak mau mendengarkan keputusan Kak Evita”Nabila berbicara sambil mengusap air matanya.


“Mungkin Kalian tak mempercayainya,tapi kalian cepat atau lambat akan tahu siapa Kak Evita sebenarnya”Nabila memilih untuk pergi meninggalkan ruangan yang penuh aura tanda-tanya.


“Kakek, menurutku itu”Ibu Nabila ingin berbicara, namun ucapannya langsung terhenti saat melihat tangan Keluarga Besar terangkat.


“Tak ada yang perlu diucapkan, semuanya kembali kekegiatan kalian”Kepala Keluarga langsung melangkah meninggalkan ruang tamu. Menuju kekamar Cucunya, Yaitu Muchen dan Istrinya.


Dikamar itu, terdapat foto Muchen dan Istrinya. Ayah dan Ibu Evita. dilihat sekilas hanya sebuah foto, namun dibalik foto itu terdapat gambar wajah Evita yang serius dengan balutan batik dibadannya.


“Apa benar Evita bermarga dua?”benak Kepala Keluarga. Dibukanya foto besar tersebut dan terdapat sebuah surat disana.


Kepala Keluarga sudah mendapatkan pesan ini, namun belum berani membuka isi suratnya. Semenjak kematian Muchen dan Istrinya, tak ada yang berani membuka surat tersebut.


Dan saat ini, Kepala Keluarga membuka surat yang sudah lama tak dibuka oleh mereka. melihat apa yang ada dibalik surat tersebut. Dan kenapa bisa semua ini terjadi diantara mereka.


Kepala keluarga terdiam setelah membaca surat tersebut. Ia menahan dadanya dengan apa yang dilihatnya. Tak percaya dengan penglihatan tapi bukti ditangannya.


Surat Cucunya itu berisikan Fakta tentang Cicit kesayanganya. Evita yang menyimpan banyak misteri.


“Aku tak menduganya, Keluarga Kim mengangkat Evita menjadi Putri mereka, dan Muchen menyetujuinya dengan setulus hati...Usia Evita saat itu tidaklah besar, dan sekarang Ia bagaikan dua orang yang berbeda”benak Kepala Keluarga.

__ADS_1


__ADS_2