
“Kakek, Ayah dan Ibu..jika kalian membaca suratku ini, tolong rawatlah Evita dengan baik..Ia adalah Putri satu-satunya dari empat bersaudara, anak-anakku. Sebuah pertemuan antar pengusaha, keluarga Kim tertarik dengan Evita. hingga mereka mengangkat Evita menjadi putri mereka. usia Evita saat itu terbilang muda. Namun ia tak mempermasalahkan dengan memiliki dua orang tua sekaligus. Aku menyetujuinya karena entah kenapa Aku percaya kepada mereka. hingga akhirnya Evita menjadi Putri mereka. jadi Kakek jagalah Evita karena Ia mungkin akan lebih memilih keluarga Kim daripada Kalian. Kenapa?..karena kasih sayang keluarga Kim sangat besar kepadanya. Meski kasih sayang kita tak kalah jauhnya..itu yang ku sampaikan semoga kalian memahaminya”
Surat yang dipegang oleh kepala keluarga Alex langsung disimpan kembali. Ia kemudian memandang kearah foto Evita yang masih menyandang marga mereka.
“Cucuku kau hebat juga ya...maafkan kakek ya sudah menyakitimu..dan mengata-ngataimu”ucap Kepala Keluarga. Ia melangkah keluar dan kembali kekamarnya untuk menenangkan diri lebih lanjut. Besok Ia akan berkunjung rumah sakit untuk melihat cucunya.
-
Keesokkan harinya...
Za sudah bersih dengan pakaian yang tak lagi dilumuri darah. Tentu saja Istrinya juga sudah wangi karena Ia memandikannya.
Hari ini suasana tenang dengan kesedihan didalamnya. Za menatap kearah Yoongi dan Echan yang tertidur karena mengantuk. Tampak sekali mereka lelah, karena setelah berperang mereka malah harus mengurus dirinya dan Istrinya.
Intari masuk kedalam ruangan dan kaget melihat Za yang tersenyum. Sangat jarang melihatnya. Amelya yang melihatnya juga sampai tercenga.
“Kalian?”Za menatap kearah dua sahabat Istrinya ini. Mereka membawakan sarapan untuk dimakan oleh dirinya.
“Kak Za..ini sarapannya..dan maafkan Yoongi dan Echan yang tertidur”ucap Intari. Sadar bahwa semalaman tak ada yang tidur tenang.
Za mengangguk, “baiklah”ucap Za.
Tuk!!!Tuk!!!
Suara ketukkan mengalihkan perhatian. Terlihat Sebastian membuka pintu.
“Tuan Za, ada Kepala Keluarga Alex”ucapnya. Za membelakkan mata bahkan Intari dan Amelya memandang kearah Sebastian tanpa berkedip.
Apa lagi Yoongi dan Echan yang langsung bangun. Mereka semua merasa kejutan yang tak terduga.
“Biarkan Ia masuk Sebastian”jawab Za setelah kesadarannya kembali. Sebastian mengangguk dan langsung membuka lebar pintu kamar.
Terlihat Kepala Keluarga Besar Alex melangkah masuk dengan style yang khas kepala keluarga.
Wajah yang tajam itu memandang kesegala arah untuk memindai apa yang ada.
Za memberikan hormatnya. “Pagi Kepala Keluarga Alex”ucap Za.
Kepala Keluarga Alex mengangguk, “Maaf menganggu kalian”ucapnya yang kemudian menatap kearah wanita terbalut pakaian khusus pasien.
Yoongi dan Echan serta istri mereka mengerti. Keempatnya keluar dari kamar dan memilih untuk membiarkan Za mengurus Kepala Keluarga Alex. Karena Za adalah suaminya.
Intari dan Amelya ingin tinggal tapi juga sadar mereka tak terlalu mengenal keluarga besar Alex. Jadi mereka mempercayai Za untuk mengurus hal tersebut.
“Ia sudah sadar?”tanya Kakek Alex dengan wajah kesedihannya. Terlihat sekali ia menyesal dengan tindakkannya.
“Belum, Evita belum sadar dari kemarin”jawab Za dengan sejujurnya. Karena dari kemarin Ia juga menanti kesadaran Evita.
Kakek Alex mengangguk, “Nak Za...apa kau meninggalkan pertunanganmu karena Evita?”
“Iya...Evita adalah orang yang ku cari selama 5 tahun ini, dan Aku tak akan melepaskannya lagi”jawab Za dengan seriusnya.
“Bagus Nak..jagalah Evita, Kau juga pasti sudah mengetahui segalanya bukan?”
Za yang mendengar pertanyaan Kakek Alex mengangguk. tentu ia tahu segalanya bahkan kematian orang tua Evita.
“Apa sudah ketemu dengan dalangnya Nak Za?”tanya Kakek Alex.
“Sudah Kakek, mungkin Ia sudah dimakamkan saat ini, namun masih ada hal yang akan diurus oleh Evita kembali”jawab Za dengan wajah menunduknya.
“Nak Za..apapun yang terjadi, tetaplah bersama Evita ya...Evita akan bahagia bersamamu”Kakek Alex menyentuh pundak Za dan menepuknya.
Za mendapatkan tepukkan itu menatap kearah Kakek Alex. “Kakek, apa kedatanganmu kesini untuk membawa kembali Evita kedalam keluargamu?”tanya Za
__ADS_1
Kakek Alex yang mendengarnya mengeleng, “Tidak,..Evita sama seperti Ayahnya. Kau tahu Cucuku bernama Muchen itu atau lebih tepatnya Ayah Evita, Ia juga melepaskan marganya untuk menikahi seorang wanita, siapa lagi kalau bukan Ibu Evita...sampai-sampai Ia berani mengancam jika tak menikahi Ibu Evita, Ia memilih untuk meninggalkan seluruh keluarga yang ada”
Kakek Alex menatap kearah Evita yang masih tertidur tenang. “dan saat sudah menikah, Ayah Evita itu tak kembali sebagai keluarga Alex, melainkan sebagai Anak dari Anakku..sebenarnya Aku adalah Kakek dari Ayah mereka..tak sewajarnya dipanggil Kakek, tapi aku senang jika cucu atau cicitku memanggilku Kakek.”senyum cerah hadir dibibir Kakek Alex. Ia kembali menatap kearah Za.
“Evita tak akan kembali kemarga Alex meski dipaksa sekali pun, karena suatu keputusan yang dibuat oleh diri mereka, tak akan pernah ditarik kembali..kecuali dorongan seseorang. Namun meski begitu mungkin Ia hanya akan kembali sebagai orang baru bukan orang yang dikenali oleh semua orang”jelas Kakek Alex dengan tenangnya.
Za yang mendengarnya terdiam, Ia kemudian menundukkan kepalanya didepan kepala keluarga besar Alex yang berhasil membuat Kakek Alex terkejut.
“Apa yang kau lakukan Nak..”tanya Kakek Alex.
“Kakek, mohon restumu..Aku sudah menikahi Evita, dan akan meminta restu dari Kakekku, tapi Restumu juga harus didapatkan karena engkau adalah Kakek Evita”
Kakek Alex yang mendengarnya langsung tercenga. “Kau sudah menikahinya, apa Nak Taoran dan Xue juga?”tanya Kakek Alex yang langsung mengkaitkan Yoongi dan Echan.
Za mengangguk mendengarnya, “Benar Kakek Alex, Yoongi dan Echan juga sudah menikah”
“Aku merestui kalian Nak..Aku yakin akan ada kebahagiaan dan keceriaan didalam keluarga kalian, jadi berbahagialah..namun Kau harus Ingat, keluargamu memiliki hal yang sama dengan Keluargaku”ucap Kakek Alex yang membuat Za mengangguk. mereka tahu saat ini sedang membahas masalah peraturan keluarga yang tak boleh disepelekan.
“Aku akan menghadapinya, Terimakasih dengan restunya Kakek”ucap Za yang langsung mendapati Kakek Alex memeluknya. Za yang meranjak dewasa tak pernah dipeluk oleh orang tua.
Sekarang didepannya, Kepala Keluarga Alex begitu erat memeluknya. Membuat kaget dengan apa yang didapatkan.
“Kakek?”Tanya Za dengan suara terkejutnya. Beberapa detik kemudian pelukkan itu lepas dengan senyum cerah dari Kakek Alex.
Melihat hal tersebut membuat Za berbicara tanpa berpikir, “Kakek, saat Evita mulai kembali sadar, bisa Aku menitipkan dirinya, Intari dan Amelya bersamamu...karena Aku dan Kedua Adikku akan menghadapi masalah keluarga besar dulu, dan setelah selesai, Aku akan menjemputnya”
Kakek Alex yang mendengarnya mengangguk, ada rasa takut yang dipahami oleh Kakek Alex dari orang yang ada didepannya ini. “Tenang saja, Aku akan menjaganya”jawab Kakek Alex. Za mengangguk mendengarnya.
-
Disebuah Mansion Kota A.
Seorang Pria menatap kearah peti mati yang berisikan Wanita cantik dengan balutan pakaian yang menarik. Tak ada banyak orang, karena Wanita itu tak dikenali oleh orang-orang.
Jadi hanya ada bawahan yang berdiri dan dirinya yang mengantar sang Wanita yang dicintai olehnya.
Membawa Wanita yang Ia pikir akan bisa diselamatkan ternyata tidak. Karena Baby atau orang yang menarik perhatiannya itu mampu membunuh Wanita yang dicintainya.
Helikopter mendarat dengan tenang. Namun orang yang menumpang taklah tenang. Ia bergegas untuk keluar dan mengendong Welida yang tak berdaya sama sekali.
“SIAPKAN KAMAR DAN PANGGILKAN DOKTER SECEPATNYA!!”tintahnya.
Setiba dikamar, Ia membaringkan Welida yang memiliki tubuh dingin tak ada kehangatan. Matanya menjadi tajam dengan rasa benci yang mendalam.
Seorang dokter yang dipanggil langsung bergegas memeriksa karena tahu gagal sedikit saja. Nyawanya yang akan melayang.
Rasa frustasi menghantui Tuan besar Mavin Vintorian yang menatap sang Mantan Istrinya. Apa lagi melihat Dokter tersebut memperlambat gerakkannya.
“Apa yang terjadi?”suara berat penuh dengan ancaman didalamnya. Dokter sempat meneguk pelan air ludahnya. Ia pun menjawab.
“Tuan Mavin, Wanita ini sudah tak bisa diselamat...Kan..Ouch!”Dokter yang ingin menjelaskan langsung terhenti saat Mavin Vintorian mencengkik lehernya.
Mavin menatap kearah Dokter tersebut, dengan hembusan nafas kasar ia membanting Dokter yang memeriksa Mantan Istrinya.
Brak!!!
“Apa yang terjadi,JELASKAN!” perintahnya.
Dokter yang terhempas kedinding itu langsung membenarkan posisi dan berdiri, “Tuan, Pisau yang menyodong tubuh Nona memiliki racun. Racun tersebut langsung menyebar saat sudah menyentuh mangsanya. Seperti parasit..Ia cepat bergerak..dan Racun tersebut tak memiliki penawarnya, bisa dibilang Racun itu diracik dari berbagai jenis racun”jelas Dokter tersebut.
Mavin Vintorian berdiri didekat Welida. Ia mengangkat tangannya untuk menandakan bahwa Dokter tersebut pergi dari tempatnya.
Wajah yang penuh amarah itu kini padam.Mavin Vintorian menyentuh wajah Welida.
__ADS_1
“Inilah yang terjadi Sayang..Kau benar-benar meninggalkanku kan..baiklah akan ku sediakan pemakaman yang indah untukmu, Apa kau ingin menemui putramu?”tanya Mavin Vintorian.
Tak ada balasan, karena percuma, Wanita didepannya sudah dibawa oleh kematian dengan tenangnya.
Mavin Vintorian mengambil ponsel dan menghubungi Putranya. Berbicara sebentar dan mendapatkan jawabannya.
“Itu semua salahmu, Kau memainkan wanita dan itu balasannya..Ayah Wanita yang beberapa tahun lalu juga Kau jual lalu Kau bunuh begitu saja...Itu semua tetap salahmu kenapa sampai Wanita menderita seperti itu”
Jawaban yang diberikan Putranya, membuat Ia tersenyum. Ia tahu ini semua kesalahannya. Namun inilah Ia, sebagai Mafia..permainan wanita menjadi kesukaannya.
“Putra kita tak ingin bertemu dengan mu Welida, sudahlah..istirahatlah dengan tenang dan tunggulah kehidupan yang akan datang”Mavin Vintorian merangkak dikasur lalu tidur disamping Istrinya. Menemani sampai hari esok tiba.
Dan sekarang waktunya. Peti mayat itu diangkat dan siap dikuburkan. Mavin Vintorian melangkah mengikuti bawahannya yang akan menuju ketempat pemakaman.
Setibanya disana, bergegaslah para bawahan yang bertugas mengubur Welida. Hingga selesai.
Setelah selesai, Mavin Vintorian berdiri di depan papan nama milik Welida. Tak ada keluarga Welida karena Keluarganya habis dibunuh oleh Mavin Vintorian sendiri.
Jadi wajar kenapa hanya nama Welida yang ada disana, tanpa nama keluarga yang menemaninya. Karena keluarga Welida tak ada yang dikubur melainkan abu yang melebur.
“Tenanglah disana dan temui keluargamu, lalu bencilah kepadaku karena tak membahagiakanmu”Mavin Vintorian membalikkan tubuhnya.
Namun langkahnya terhenti saat melihat Seorang Pria berpakaian hitam sama sepertinya. Wajah yang sama meski lebih tampan Pria yang ada didepannya.
Ia tak lain adalah Putranya sendiri Mavin Vintorin. “Kau memberikan perpisahan yang sangat bagus, Ayah”sapa Mavin Vintorin dengan melangkah membawakan setangkai bunga merah dan meletakkannya dipemakaman orang yang melahirkannya.
“Jadi itu alasan kalian bercerai, atau bisa dibilang alasan kalian bercerai karena kehadiranku, atau mungkin Aku hanya buatan yang dilakukan karena kesalahan seperti anak-anakmu yang lainnya?”Mavin Vintorin menatap kearah Ayahnya yang tersenyum mendengar ucapannya.
“Iya bisa dibilang seperti itu, saat Aku mabuk berat, Ibumu itu datang dan menyerahkan dirinya..bermaksud untuk membunuhku tapi sayangnya Aku yang membunuh keluarganya”
Mavin Vintorian menjelaskan sambil mendekati Putranya. Ia menyentuh Pundak Putranya.
“Namun ketika Aku mengetahui bahwa benihku ada didirinya, Aku melindunginya hingga melahirkanmu, apa kau tahu kenapa?”tanya Mavin Vintorian dengan wajah penuh senyuman.
Mavin Vintorin hanya diam tak menjawab, membuat Ayahnya tersenyum, “Karena Kau adalah benih hasil dari ketidak sadaranku, Aku menjadi tertarik memeliharamu dan membesarkanmu,Ibumu saat itu setelah melahirkan langsung memutuskan perceraian denganku, tahu alasannya. Karena ia membenciku haha”
Mavin Vintorin yang mendengarnya menghela nafas. Ia sudah tahu jawabannya, dan sekarang tak ada keraguan dihatinya.
“Aku juga bertindak sama seperti Ayah...mungkin bisa dibilang Aku juga melakukan hal yang sama, menghamili wanita dan bahkan bertemu dengan Anakku tersebut”
Vintorian yang mendengar tutur kata Anaknya membelakkan mata. Ia sampai tersenyum mendengarnya.
“Lalu apa yang akan kau lakukan Nak?”tanya Vintorian
Mavin Vintorin menatap Ayahnya, “Aku akan bertangung jawab dan menjaganya, lalu mencintainya dan akan hidup bersamanya, selamanya....”
Vintorian langsung bungkam ketika menemukan keteguhan Putranya. Putra yang tak pernah dibunuh olehnya. Putra yang seperti ucapannya, hasil dari mabuk.
“Ayah, Aku mungkin menyayangimu, tapi rasa sayangku menjadi benci kepadamu yang mempermainkan wanita, dan Aku menjadi benci pada diriku karena merusak seorang wanita yang kesuciannya dijaga..Ayah mungkin pertemuan kita nanti, menjadi kematian diantara yang ada..ku harap saat itu Aku memperkenalkan Putraku dan Istriku kenapa mu”Mavin Vintorin melangkah pergi setelah mengucapkan kata-kata yang memang ingin disampaikan olehnya.
Ia ingin Ayahnya tahu, bahwa sampai disini status mereka. status sebagai seorang anak dan Ayah. Karena kedepannya, Mavin Vintorin akan mendukung Evita dan akan membantunya untuk membunuh Ayahnya.
Mavin Vintorin berdiri didepan mobilnya, Ia membungkukkan tubuhnya hingga bersujud didepan Ayahnya yang berhasil membuat Vintorian, Ayahnya terdiam ditempat dengan rasa sesak didada.
“Terimakasih Ayah..Aku menyayangimu”ucap Mavin Vintorin melangkah pergi membawa mobilnya dan meninggalkan tempat pemakaman. Semua orang terdiam melihat hal tersebut.
Mavin Vintorian mengangkat tangannya untuk mengusap wajahnya karena buliran air berhasil keluar dari matanya.
“Lihat Welida, Putra kita sudah dewasa dan sudah menentukan pilihannya, siapa wanita beruntung itu..hahaha”Mavin Vintorian melangkahkan kakinya meninggalkan pemakaman dengan rasa sesak didadanya.
-
Mavin Vintorin melanjukan mobilnya menuju ketempat yang mungkin akan mempertemukan Ia dengan Liyana.
__ADS_1
Ia bergegas kesana setelah bertemu Ayahnya. Seperti Ayahnya juga, Ia memiliki bawahan yang mematai pergerakkan Ayahnya. Namun setelah pertemuan tadi Ia berhenti mematai Ayahnya dan memilih untuk melepaskan apa yang ada bersangkutan dengan Ayahnya. Mungkin Marga Mavin akan lepas dari dirinya.
Tiba digedung tinggi, terlihat sekali tempat yang sangat ketat karena kedatangannya langsung dihadang oleh security yang bertugas.