
“Boleh aku tahu siapa nama gadis yang duduk disana” ucap Tuan Zhan yang menunjuk kearah Evita.
Semua orang menoleh kearahnya, sedangkan Evita menunduk merasa bahwa mata-mata orang ini sedang bercahaya seperti berharap besar kepadanya.
“Tentu..dia, Evita salah satu anak dari Cucuku, aku menganggapnya sebagai Cucu tertuaku disini”
Evita memang Cucu paling tua dan Cucu pertama sebelum Nabila. Yang pasti Kakek dari Kakeknya ini tidak menganggap dirinya seorang cicit, karena menurutnya Evita adalah orang spesial yang ia dapat.
“Nama yang menarik” puji tuan Zhan.
“yeah...tapi ngomong-ngomong, kenapa Tuan Zhan menanyakan namanya?”Tanya Tuan Alex.
“Tuan Alex...kita sudah membahas pertunangan Inul dengan Cucuku, yaitu Akbar..nah ada salah satu Cucu pertamaku, yang merupakan anak tungal dari anak pertamaku, dan orangtuanya sudah meninggal...karena cucu pertamaku ada disini, jadi aku berniat untuk menjodohkannya dengan cucu pertamamu..Evita”
Bagaikan disambar petir, Evita tidak berniat untuk mendengar bahwa namanya disebut, meski Ia tahu bahwa memang orang-orang akan memandangnya, namun didalam pikirannya tidak akan ada yang akan menjodohkannya.
Apa lagi sekarang orang tuanya yang duduk diantaranya, memberikan aura kebahagiaan. Niat untuk menolak hal itu tidak bisa ia lakukan.
“Jadi....kali ini anda ingin Inul dan Evita dijodohkan dengan salah satu dari mereka” Tanya Tuan Alex.
“Tidak..aku sudah menentukan jodoh mereka, aku ingin Inul dengan Cucu kedua ku Akbar, dan Evita dengan Cucu pertamaku” jelasnya.
“Sebelum itu, lebih baik anda pertemukan antara Evita dengan Cucu pertama anda, karena itu bisa lebih membuat kita melanjutkan kejenjang yang lebih baik”
“Benar...saya setuju”ucap Ibu Evita yang terlihat antusias.
Evita hanya tersenyum kaku memandang dua keluarga yang mengumbar aura kebahagian.
“Baik....sebentar..”Ucap Tuan Zhan yang kemudian melirik salah satu asistennya. Asisten yang mendapat tatapan itu kemudian bergegas untuk memberitahukannya keorang yang dipanggil.
Tak berapa lama, Seorang pemuda dengan wajah tampannya, rambut tertata rapi,begitu juga dengan jas yang ia kenakan. Dan berdiri tegap menghadap kearah Tuan Zhan.
Melihat hal itu, Evita tidak terlalu ingin memperhatikannya, Ia mengalihkan pandangannya kearah yang lain.
“Ini Cucu pertamaku, namanya Zhan Za Chen...ia keturunan keluarga China dan juga Indonesia. Namun anda jangan khawatir tentang profesinya. Dirinya seorang Jendral Polisi” sambil tersenyum manis.
Mendengar hal itu, siapa yang tidak ingin menolak pertunangan ini, Inul yang melihat dari samping wajah tampan cucu Pertama dari keluarga Zhan justru ingin mengajukan diri. Ia melihat Evita yang membuang muka bahkan tidak ingin mendengar tentang tunangannya ini.
“Dasar..gadis ini, berlian ada didepan mata masih saja tidak ingin mendapatkannya” benak Inul.
Ibu dan Ayah Evita sudah saling mengangguk. Mereka melihat putri satu-satunya itu dengan penuh harapan agar tidak menolak pertunangan kali ini.
“Chen...apa kau menerima pertunangan ini” Tanya Tuan Zhan. Chen adalah panggilan khusus dari Tuan Zhan.
“Apa pun keputusan kakek, Chen akan menerimanya” jelas dan tanpa basa-basi.
“Bagus..apa kau ingin melihat tunanganmu?”Tanyanya lagi.
“Tidak perlu... mendengar namanya itu sudah cukup..”Ucap Za yang tidak ingin berlama-lama berbaris diantara para ribuan mata yang membuatnya resah.
“Kalau begitu...aku sudah menyiapkannya. Acara pertuangannya kali ini kita selesaikan hari ini saja”
Semua orang kaget, karena rencana awal Tunangan ini adalah perkenalan, baru setelah mendapat persetujuan bisa melanjutkannya. Tapi sepertinya Tuan Zhan sudah tidak sabar.
__ADS_1
“Kenapa terburu-buru....ooh ya, Evita saja belum menjawab apakah ia menerima pertunangan ini apa tidak” ucap Tuan Alex.
Mendengar namanya disebut. Semua orang lagi-lagi memandang kearah Evita. Dan Karena aura orang tuanya. Evita mau tidak mau menjawabnya.
“Aku...menerimanya, Kakek apapun keputusan Ibu dan Ayahku, itu juga keputusanku. Kecuali aku menolaknya”
“Jadi kau menerima apa menolak”Tanyanya sekali lagi, karena tahu Evita sedang menimang keputusannya.
“Kakek pasti sudah tahu jawabannya”
Semua orang menghela nafas lega, karena Evita tidak menolak dan menerima apa yang menjadi masa depannya nanti. Inul yang mendengar hal itu juga ikut bahagia, tanpa ia sadari bahwa seorang Pria memandang dirinya.
“Baiklah...Pertunangannya kita percepat” Ucap Tuan Zhan.
Dan Malam itu menjadi Malam yang sangat risih bagi Evita namun bahagia bagi Inul.
Evita yang menandang kearah pintu ruangannya mengingat kejadian tadi Malam membuatnya sakit kepala, bukan hanya itu. Ia juga berniat agar orang luar tidak mengetahui bahwa ia tengah bertunangan. Inul dan Nabila adalah orang yang harus ia perhatikan.
“Ku pikir kumpul keluarga tidak membahas tentang masalah ini..agh...bikin sakit kepala” guman Evita.
Kreek
Pintu terbuka lebar, dan yang membukanya adalah Inul dengan berkas ditangannya dan sepucuk surat.
“Apa yang sedang kau pikirkan?”Tanya Inul.
“Tidak ada”
“huh....jangan seperti itu terus, kau akan dicueki oleh tunanganmu baru tahu”
“eh...apa kau ingin membuat orang tuamu sedih”
“diamlah....kau mengancamku kan?”
“tidak...”
“ngapain kau kesini?”Tanyanya.
“Ini..ada surat dari seseorang, tapi khusus untuk mu” ucap Inul yang menyerahkan surat tersebut.
“Surat tanpa nama, siapa yang mengirimnya?”Tanya Evita.
“Mungkin dari tunanganmu”
“Heh....tidak mungkin, kami sudah bertukar kontak, jadi ngapain kirim surat segala”
“Kau ini....mengirim surat cinta itu bisa bermacam-macam” Ucap Inul sambil menari seakan-akan dirinya penari ballet.
Tanpa aba-aba, sebuah buku melayang kearah Inul,dan untungnya Inul menghindar dengan cepat dan kabur dari pandangan Evita.
Melihat kepergian Inul, kepala Evita mendapat tambahan rasa sakit.
“Sial...Tante muda ini..apa dia mengerjaiku lagi”benak Evita.
__ADS_1
Ia pun membuka surat yang tidak diketahui dari siapa.
Melihatnya Evita menunjukkan wajah tenang, namun tidak berapa lama raut wajahnya berubah menjadi lebih serius.
Setelah membaca semuanya, Evita menutup surat tersebut. “masalah apa lagi ini?” ucapnya.
-
Diruang kepolisian.
Yoongi tengah memeriksa seorang pelapor dari kasus kehilangan.
“Jadi Nona Maya apa anda sedang mencari seorang gadis?”Tanyanya.
“Benar..Pak, Nama gadis itu adalah Siska dan Laura, mereka merupakan adik angkat dari keluargaku”
“keluarga besar Zahra, Nona Maya Zahra saya tahu, para anggota kami akan mencari mereka”
“terimakasih atas bantuannya Pak”
“ini sudah menjadi tugas kami, kalau begitu anda boleh pulang dulu, kami akan mengkabari jika ada perkembangan”
“Baik Pak”
Kepergian orang tersebut membuat Yoongi kembali untuk memeriksa beberapa bukti yang didapat. Dari foto yang diberikan oleh Nona Maya.
“Gambar ini sepertinya diambil dari jalan yang tampak sepi, apa mereka sedang melakukan perjalanan” Benaknya.
Echan yang tadi sedang memeriksa beberapa berkas, menghampirinya.
“Ada apa dengan Kak Yoongi ini?”Tanya dengan suara lembutnya.
“Ada kasus kehilangan orang”
“kehilangan orang?”
“Benar”
“Terus”
“Yeah apa lagi pasti harus diselesaikan”
“Iya aku tahu..” Echan memasang wajah acuh karena setiap ia berbicara dengan Yoongi akan mendapat respon yang ingin dibawa bercanda malah menjadi serius.
“Sudahlah..kalau kau tidak sibuk, ikut denganku...”
“kenapa?...bukannya anggota yang lain ada”
“sudahkan ikut saja” paksa Yoongi.
Echan hanya mengikuti kemauan dari Kakaknya ini. Lebih tepatnya Cucu ketiga dari keluarga Zhan sedangkan dirinya berada di urutan ke empat.
...*********Bersambung*******...
__ADS_1
Jangan Lupa Like and Comment...Jika suka silahkan difav😊