MANTIV

MANTIV
● Mantiv(56)


__ADS_3

Disekolah yang tenang. Tampak suram dengan Tiga gadis yang kini tertidur dikelas. Tak ada yang berani berisik karena sedikit saja suara mereka akan mendapatkan lemparan dari tiga orang yang tengah tertidur itu.


Hari ini, Inul dan Nabila harus kembali pulang sebentar kekediaman keluarga Alex. Sedangkan mereka mendapat jadwal pertemuan dengan anggota Detektif yang lain malam ini. Dan itu membuat jadwal padat dihari yang suram.


Indah,Evita dan Amelya memejamkan mata tanpa tertidur. Mereka merasa lelah yang berat. Seminggu yang lalu mereka diamuk oleh amarah dan mendapatkan latihan dobel oleh pelatih mereka, bahkan Miss Lila tak memberikan mereka keringanan. Ah yeah mereka harus dihukum karena hampir membuat identitas mereka terbuka.


Tak berapa lama, sebuah benda diketuk-ketuk kemeja. Membuat ketiganya langsung bergegas untuk berdiri dan berniat melemparkan buku.


Mata mereka masing-masing menyorot kala mengetahui bahwa yang ingin dilempar adalah seorang guru.


“Kenapa dengan kalian?”tanya Guru Mtk yang kini berdiri didepan mereka.


“Kelelahan Bu”jawab ketiganya. Membuat Guru Mtk mendengus.


“Kalian ini....ini masih disekolah, kelelahan apa..ibu dulu kesekolah itu naik gunung, bahkan berangkat dari jam 5 pagi. Selain itu harus menghadapi jalan yang berbatu..kalian datang mengunakan mobil, sudah lelah...”ucap Guru Mtk. Membuat Evita, Indah dan Amelya langsung memotong pembicaraannya.


“Ibu..kami lelah bukan berarti karena sekolah..kami lelah karena kami menghadapi latihan berat”ucap Evita sambil menghela nafas.


Amelya melanjutkan “Lagian Ibu..kami juga latihan hal yang bermanfaat, kami saat ini mencari uang untuk jajan kami. Dan mobil yang dipakai itu juga mobil kami”ucap Amelya. Benar adanya, meski surat-surat bukan atas nama mereka, mobil itu memang hasil dari uang mereka.


Indah melanjutkan “Ibu..jangan samakan jaman dulu dengan jaman sekarang.....engak sama bu, perjuangan kami berbeda dengan perjuangan ibu”ucap Indah yang langsung membuat mereka bertiga diberi hukuman.


Yeah mereka menantang ucapan guru. Ketiganya diberi hukuman yang sebadan. Indah disuruh untuk membersihkan ruangan Perpus. Evita disuruh membersihkan Lab dan Amelya disuruh membersihkan sampah dilapangan.


“Kenapa aku harus dilapangan sih..aghshshhsghassd”stress sudah Amelya menghadapi otak yang panas. Badan yang sakit dan sekarang panasnya matahari. Boleh tidak ia membangun atap dilapangan ini khusus untuknya. Seandainya, itu pun kalau uang dari gajinya cukup.sebenarnya cukup.


Dengan cepat ia menyapu, untungnya daun-daun yang ada sedikit. Jadi ia merasa terbantu.


“Yeah..aman”Amelya meletakkan sapu yang ada. dan mengambil sekop untuk mengambil sisi daun yang telah dikumpulkannya. Tapi angin sejuk datang menghambur daun yang dikumpul. Membuat Amelya menatap horor melihatnya.


“Sial nih angin”ucapnya yang kemudian ditegur oleh seseorang.


“Tidak baik mengumpat Amelya”ucap Pria yang kini membantunya menyapu. Amelya melihat siapa yang mengenalnya. Apa lagi laki-laki. Meski tahu bahwa laki-laki disini yang mengidolakan mereka. entahlah apa yang membuat mereka diidolakan. Cantik kagak. Pintar juga engak, hanya masalah yang mereka pamerkan. Dahlah.


“siapa?”tanya Amelya. Yeah ia tak mengenali Pria ini. Jadi untuk bisa mengenal. Ia harus tahu dulu namanya.


“Suno Rin...panggil saja Sun”ucapnya. Ia menyodorkan tangan untuk memberikan salaman. Tapi Amelya tak menyadarinya. Hingga tangan itu pun ditarik kembali.


“kenapa disini?”tanya Suno sambil membantu mengumpulkan Daun-daun yang tersebar kesegala arah.


“Dihukum”jawaban singkat dingin yang bisa diberikan oleh Amelya. Ia tak terlalu suka ditanya-tanya kayak gini, bukan apa sudah lihat ia sendiri yang ada disini, malah ditanya lagi.


“Mau ku bantu?”Amelya yang mendengarnya langsung menjawab “Tak perlu...kau akan mengotori dirimu...”Amelya menolaknya bukan karena tak ingin dibantu, tapi memang ingin sih kan dia sekalian dapat keringanan.


“Ada apa ini?”tanya seseorang yang membuat Amelya dan Suno langsung melihat kearahnya. Ia tak bukan adalah Ketua Osis, Echan.


“Kalian berdua dihukum?”nadanya tenang tak mengejek, Cuma biasa saja. Tapi untuk pendengaran Amelya itu seperti mengejeknya. Lagian ia tak salah, kan Cuma ikut-ikutan.


“Bukan Aku..tapi dia dihukum”jawab Suno sambil melempar sapu yang ada ditangannya. Ia melanjutkan “Aku Cuma ingin membantu, tapi ia menolaknya..aku ijin pergi..permisi”ucap Suno yang pergi dengan cepat membuat Amelya merasa cahaya harapannya memudar.


“Sial..seharusnya tadi ku iyakan ajakkannya”Benak Amelya. Ia kini melangkah melanjutkan kegiatanya tak menghiraukan bahwa pria bernama Echan ini masih dengan tenang memperhatikannya.


Berbeda dengan Amelya, Indah tengah menghadapi sapu yang kini hampir selesai disapu olehnya. Ia berniat mengepelnya, dengan tenang mengepel seluruh ruangan. Dan sesuatu menyadarikannya. Ruangan yang sudah dipel terdapat bekas jejak kaki hewan.


Benar ada hewan yang masuk dan berjalan seenaknya, ia adalah kucing liar yang dilihat Indah melangkah dengan pingulnya yang bergoyang kekanan kiri. Membuat geram Indah yang kini diam-diam mendekat.

__ADS_1


“Sial nih kucing...tunggu aja kau...akan ku lempar kau keluar”benaknya. Ia dengan cepat mengejar kucing itu, tapi sia-sia. Karena Kucing itu menyadari keberadaannya. Kucing itu membawa Indah berkeliling ruangan. Seketika itu juga keringat Indah keluar karena mengejar kucing liar ini.


Ia terus mengejar sampai tak melihat tumpukkan buku kecil yang berhasil membuatnya tersungkur kedepan. “Aduh....agh sakitnya”Indah mengangkat kepalanya untuk melihat kucing yang kini terdiam dengan tenang memandangnya. Yang menarik dari pandangan Indah adalah kaki seseorang yang ada didekat Kucing itu. Ia mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yang datang selain dirinya. Ini kan masih jam masuk kelas.


Mata Indah seketika membelak, ia langsung bangun dari terjatuhnya dan berdiri dengan baik. Dengan pandangan lain ia berbicara “Ada keperluan apa Kak?”ucapnya kepada Pria didepannya. Yang tak lain adalah Chan Ye, kakak kelas jurusan Administrasi. Dan salah satu ketua dalam ekskul musik. Sang gitaris yang menjadi idola disekolah.


Chan Ye mengambil kucing Liar yang menganggu Indah. Ia pun memandang Indah sebentar kemudian bertanya “Buku Administrasi kelas 12...apakah masih ada?”


Indah yang mendengarnya mengangguk, ia langsung melihat daftar buku yang masih ada. dan setelah memastikannya ia menjawab “Ada, Cuma sisa satu Kakak...akan ku ambilkan, sebentar”ucap Indah yang kemudian pergi.


Tak lama, Indah kembali dengan buku paket ditangannya. Ia menyerahkan buku itu. “ini Kakak”ucapnya.


Chan Ye lalu tersenyum kemudian memberikan Indah sebuah sapu tangan setelah buku itu diambil olehnya.


“Ini..gunakanlah untuk mengelap keringatmu..terimakasih, aku permisi dulu”Perginya Chan Ye membuat Indah seketika terduduk lemas. Yeah baru kali ini malunya ditingkat tinggi. Ia bahkan masih bisa bernafas tenang, tahukan hatinya telah loncat keluar.


“Gila...Gila....malu aku huaaaa”gumannya sambil kembali melanjutkan kegiatanya tanpa menyadari seseorang melihat tingkahnya. Ia pun berlalu meninggalkan ruangan.


Berbeda dengan kedua Sahabatnya, Evita berdebat dengan Pria yang merupakan Kakak Kelasnya.


“Kak....bisakah kakak menjelaskan apa yang kakak inginkan, kakak telah lama duduk disini...saya ingin membersihkannya”ucap Evita melarang Siswa kesayangan sekolah. Siapa lagi kalau bukan Za.


Za yang tengah menikmati suasana tenang merasa terusik. Ia pun bangun dari duduknya dan melihat wanita yang memarahinya. Evita marah tentu saja, ia hanya tinggal bagian teras untuk dibersihkan dan Pria ini dari awal ia memulai tak ada niat untuk pergi. Ganggu aja nih orang.


“Bisa diam tidak...menganggu...”Za beranjak bangun dan pergi dengan meninggalkan jejak sepatu diteras. Membuat Evita tersenyum miris. Ia tak memikirkan lagi siapa nih orang, yang pasti ia harus tanggung jawab.


“Hei Kak Za...kau mengotorinya, ini pel kembali”ucap Evita tak tanggung-tanggung melempar alat pel kedepan Za yang langsung ditangkap oleh Za.


“Kenapa Aku....?”


“Aku tak mau”Za ingin melangkah pergi dengan meletakkan Alat Pel ditiang lab. Tapi Evita langsung menariknya hingga Evita mengerutuk dirinya sendiri.


Sekarang mereka berdua terliat seperti ehm...Za yang memojokkan Evita. dan Evita seperti gadis yang terjebak. Membuat fans yang melihatnya langsung berteriak histeris.


“Eh...wah kacau....kok Evita ngestart duluan.....”


“Ah mataku...tak bisa ku lihat pangeranku melakukan hal itu yang bukan untukku”


“tak sanggup....rasanya hatiku sudah ditembus tombak-tombak tajam....”


Mendengar teriakkan itu, Evita langsung mendorong Za. Za terlempar kebelakang hingga terjatuh ke lantai. Membuat para Fansnya memanas dan seketika itu juga seribu mata melihat kearah Evita.


“Eh..apa salahku, dia yang salah”ucap Evita memandang para Fansnya. Ia menyalurkan tangannya untuk membantu Za berdiri tapi ditepis begitu saja oleh Za. Dan kemudian ia pergi meninggalkan Evita yang terbengong dibuatnya.


“ih...dasar Pria kutub.....awas aja yeah ku buat kau menyesal mendinginkanku”entah kenapa hatinya sudah menetapkan tujuanya. Meski ia sendiri tak tahu apakah bisa melakukannya.


Mereka bertiga pun menyelesaikan tugas meski harus mendapat masalah tambahan.


Malam harinya, Kelima gadis berkumpul diruang utama. Malam ini mereka kedatangan tamu besar yang sangat terkenal dengan posisi teratas sebagai detektif terbaik.


“Baru kali ini aku merasa gugup bertemu dengan senior”ucap Indah sambil mengenggam tangannya dengan kegugupan yang didapat olehnya.


“Eleh...kepalamu gugup, biasanya juga tebal muka luh”ucap Amelya sambil memandang Indah yang kini menatapnya juga.


“Eh Amel....gini ya, asal lu tahu, ada saatnya orang sepertiku ini gugup...dan saat itu terjadi berarti aku menghormati orang yang kutemui ini”Indah menunjukkan reaksi yang sangat mengagumkan. Seakan-akan ia bertemu dengan seorang raja yang diagungkan oleh semua orang.

__ADS_1


“Sudah...sudah..tamu kita akan datang”ucap Liyana sambil melangkah membukakan pintu. Evita,Indah,Amelya,Inul dan Nabila berdiri menyambut. Begitu juga dengan Miss Lila yang kini tersenyum melihat pria masih dengan setelan yang begitu indah dipandang.


Mereka melihat kearah pintu masuk, terlihat enam orang melangkah dengan anggun. Dan diantaranya berhasil membuat Evita,Indah dan Amelya bungkam seketika.


Padahal mereka telah tersenyum dengan manis, dan juga menampilkan tampilan yang baik, mereka akan mengira bahwa yang mereka temui adalah orang yang sangat dihormati.


Padahal mereka sebelumnya mendengar pembicaraan Miss Lila, untuk menjadi detektif terbaik, mereka harus bisa mendapatkan posisi sepuluh besar. Dan saat itu mereka merasa tertantang bertemu dengan Lima orang teratas, apa lagi tiga orang yang menjadi kesayangan para detektif.


Tapi apa yang mereka dapatkan, mereka langsung memasang wajah datar.


“Kenapa mereka?”ucap Evita,Indah dan Amelya bersama-sama ketika orang tersebut berdiri didepan mereka.


Iya mereka adalah Senior mereka, senior disekolah. Yaitu Za, Yoongi dan Echan.


“Selamat malam semuanya”ucap Echan yang maju terlebih dahulu. ia bahkan memberikan salam hangat dengan baiknya. Membuat Amelya mendengus karenanya.


Mereka kini saling duduk berhadapan, Evita didepan Za, Amelya didepan Echan dan Indah didepan Yoongi. Berbeda dengan ketiganya. Inul dan Nabila dengan tenang menikmati apa yang terjadi saat ini.


“Apa aku ketularan dengan hari sialnya Indah...bisa-bisanya pria yang tadi ku dorong disekolah kini merupakan senior yang ini ku kagumi”benak Evita.


“Kalau tahu gini....heheh lebih baik pura-pura bolos saja”benak Indah sambil melihat kearah Yoongi.


“yeah...ketemu lagi....apa ini disebut nasi..eh nasib maksudnya”benak Amelya.


Seorang Pria yang sangat tampan, tentu saja apa lagi membuat Evita,Indah dan Amelya langsung melihat kearahnya yang kini berbicara. “Senang bisa bertemu kalian.....Miss Lila ini anggota detektif yang baru kau bangun?”tanya Pria itu.


Menyadari bahwa ia belum mengenalkan diri, ia langsung memperbaiki percakapan. “Perkenalkan Aku Mr, TOM. Panggil saja Mr..itu sudah cukup..dan disamping ku ini adalah....


“ZA, nama Penyamaran Kelvin , Posisi Leader..salam kenal”ucapnya datar bagai papan telanan.membuat Evita yang mendengarnya membenak “Uh....gimana ya caraku buat nih cowok engak datar kayak gini”


“Yoongi, Nama Penyamaran Alfin , posisi Hacker and Wakil Leader...”tak ada lanjutan lagi. membuat Indah mengerutkan alisnya. “Ini kakak kelas...ku lempar kekutub utara baru tahu nih”benaknya.


“Echan...Nama Penyamaran Rey, Posisi Wakil Leader dan Perakit senjata...salam kenal semua”senyum ramah seperti mentari pagi yang menyinari Amelya. Membuatnya berbenak “Besok kalau ketemu dia aku bawa kaca mata aja lah...biar engak silau nih mata”


“Perkenalkan Aku Rendi..nama Penyamaran Dire, Posisi sebagai Perakit senjata..salam kenal”


“dan Aku Yuka..nama Penyamaran Kitti, posisi sebagai hacker..salam kenal ya”


Lima orang yang merupakan senior dengan pangkat terbaik yang ada dianggota detektif kini ada dihadapan Evita,Indah dan Amelya. Mereka mendengus ternyata apa yang mereka harapkan sedikit melenceng dengan harapan mereka. meski begitu mereka tetap senang bisa mengetahui hal ini.


“Iya benar..ini adalah Anggota Detektif wanita yang ku buat, dan mereka adalah...”Miss Lila berbicara sambil menuntun Evita dan empat lainnya untuk berkenalan.


“Perkenalkan Evita..nama Penyamaran Kim Hyun, posisi Leader..mohon didikkannya para senior”ucap Evita dengan senyum yang tulus diberikan. Melihat reaksi didepannya, hanya Za yang memandang datar. Membuat Evita mendengus dalam diam.


“Perkenalkan Indah...Nama Penyamaran Kim Haneul. Posisi Wakil Leader...Salam Kenal semua”Indah sebisa mungkin memberikan sapaan dengan sangat baik. Tapi melihat pria dihadapannya tak memberikan respon yang baik, membuatnya mengumpat dalam diam.


“perkenalkan Amelya...nama Penyamaran Kim Ara. Posisi Wakil Leader..salam Kenal kepada kalian semua dan mohon kerja samanya”Amelya memberikan salam terbaiknya dan direspon dengan senyum menyilaukan dari Echan yang langsung membuat Amelya membenak “fiks..besok siapkan kaca mata..silau cuy senyumnya itu nah”


“perkenalkan Inul..Nama Penyamaran Tavia.Posisi Sebagai Hacker..Salam kenal”


“Perkenalkan Nabila..Nama Penyamaran Nayla. Posisi Sebagai Perakit senjata..salam kenal”


“Sangat menarik.....nama dan penyamaran kalian....sungguh sangat membuatku kagum...Miss Lila ku pikir dirapat kita sebelumnya kau akan menyembunyikan mereka”ucap MR. Tom yang kini memberikan jabatan tangan untuk Lima Gadis yang membalasnya.


“Maafkan aku menyembunyikan mereka...aku masih ingin melatih mereka agar detektif pusat tak merasa mereka lemah”Miss Lila menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Kau berlebihan..Lila....mereka sangat berbakat, bukannya mereka yang melawan kalian malam itu”ucap Mr. Tom kepada anggotanya yang langsung dianggukkan oleh mereka.


__ADS_2