
satu minggu kemudian...
Tepatnya hari libur untuk ketiga gadis, karena Kakak Kelas akan menghadapi ujian untuk kelulusan mereka.
selama kekasih mereka ujian, kendala pun terjadi...
Ditempat kerja Indah yang biasanya tak ada gangguan, kini harus mengalami hal baru.
“Indah...pemilik Restorant akan tiba malam ini, jadi sebaik mungkin kita melayaninya”ucap teman Indah yang berkerja di Restorant.
Indah mengangguk, ia merasa was-was karena belum ada perkembangan dengan tempat yang waktu itu dipilihnya. Apa mungkin telah diganti ketempat lain ya. Tapi yasudah lah itu tidak penting sekarang.
Indah beristirahat sebentar, karena memang gilirannya istirahat. Sambil melihat ponsel pintarnya. Siapa tahu ada pesan dari ayang. Ayang gak tuh.
Kau sudah pulang berkerja?
Apa yang diharapkan telah tiba. Indah tersenyum melihatnya. Tapi selain itu ada pesan lain. dari Amelya yang menanyakan kabarnya. Namun Indah merasa ada yang kurang. Kenapa Evita jarang nimbrung belakangan ini.
Ia membalas masing-masing pesan yang masuk. Apa lagi pesan Yoongi yang langsung mendapat balasan lagi. meski chat basa basi. Indah tetap menyukainya.
Apakah seluruh siswa tahu mereka telah memiliki kekasih. Tentu saja sudah, bahkan guru sampai tak menduganya. Tiga pria kesayangan sekolah sendiri yang mengumumkan bahwa tiga gadis ini adalah kekasih mereka. untung saja tak ada yang sampai meninggal mendengarnya. Cuma pingsan saja.
Mengingat hal konyol itu, Indah sampai ingin mengulang lagi kejadian yang ia sendiri tak menduganya.
“Indah ayuk...Pemilik Restorant telah tiba..kita harus berbaris untuk menyambutnya”ucap Teman yang lain. mendengar hal itu Indah langsung melesat untuk menuju tempat yang memang menjadi bagiannya. Tanpa mengingat bahwa Yoongi membalas pesannya.
Aku akan menjemputmu
Dipintu yang telah berdiri dua orang pria dengan wajah yang sangat tampan. Yeah dialah sang pemilik restorant ini. Indah tak bisa membayangkan bagaimana wajah pria itu. karena ia menundukkan kepalanya untuk menghormati sang atasan.
Melihat langkah kaki yang melewatinya, Indah merasa tenang, tapi langkah kaki itu malah berdiri tepat didepannya. Mata Indah sedikit merasa takut, apa ia telah melakukan kesalahan.
“Angkat kepalamu..Indah”ucap seseorang yang dikenalinya. Indah berusaha untuk tenang. Meski rada takut, tapi harus tetap profesional.
Indah mengangkat kepalanya dengan sedikit hati-hati. Tak lama mata mereka saling ketemu dan berhasil membuat Indah melangkah mundur sedikit yang membuat pria didepannya langsung merangkulnya.
“Kau tak apa-apa?”tanya Chan Ye yang menatap Indah dengan wajah khawatir.Indah langsung berdiri dengan tenang dan menjauhkan dirinya.
“Iya..terimakasih Tuan”ucap Indah yang kemudian menundukkan kembali wajahnya. Chan Ye tersenyum, ia mengambil dagu Indah dan kembali menyuruhnya untuk menatap. Membuat Indah menatap tajam kearah Chan Ye.
“Siapkan meja, Aku ingin berbicara dengan Indah”ucapnya. Semua perkerja yang ada dibuat bingung. Kenapa Indah harus mendapatkan perlakukan istimewah. Padahal baru sekali bertemu.
Duduk berdua membuat Indah tak berani menatap Chan Ye. Bukan kenapa. Ia hanya tak ingin para perkerja tahu bahwa ia mengenal Chan Ye ini.
“Indah kau membuang mukamu lagi...Aku tak suka melihatnya”ucap Chan Ye yang membuat Indah kembali menatap sambil tersenyum.
“Nah gitu temani aku makan..ooh ya bagaimana kabarmu?”tanya Chan Ye sambil menikmati hidangan yang ada direstorantnya sendiri.
Indah menjawab “Tentu saja Baik...ngomong-ngomong Tuan Chan Ye. Ini restorant anda?”Tanya Indah untuk memastikan. Pasalnya ia masuk kesini juga karena rekomendasi dari Evita. jadi bisa dipastikan Evita tahu bahwa Chan Ye yang menjadi pemiliknya.
“Benar.....kenapa emangnya?”tanya Chan Ye sambil memandang Indah.
“Tidak ada...Aku hanya ingin memastikan, Aku masuk kesini juga karena bantuan seseorang..apa Tuan Chan Ye mengenalnya?”tanya Indah lagi.
“Tidak...orang yang datang adalah Liyana gadis yang menjadi asisten seseorang...emang kenapa?”tanya Chan Ye lagi.
“Berarti Evita tidak turun tangan langsung, syukurlah..takutnya ia mengunakan namanya untuk membuatku bisa berkerja”benak Indah.
__ADS_1
“Tidak ada...silahkan menikmati makanannya Tuan Chan Ye”ucap Indah sambil memberikan sopan santunya. Ia telah banyak mendapat bantuan dari restorant ini. Apa lagi mengingat ia banyak izin dan membolos dari kerjanya sendiri.
“Kau temani Aku makan woke”ucap Chan Ye sambil mengengam tangan Indah. Yang membuat Indah langsung menariknya.
“Maaf tuan Chan ye..saya bukan orang yang seperti anda pikirkan”Indah berusaha untuk menjauhkan diri. Entah kenapa ia tak terlalu menyukai ini.
“Baiklah...Ngomong-ngomong apa kau tahu, Evita mengalami kendala saat ini”ucap Chan ye membuka topik lagi. Indah yang mendengarnya langsung kaget.
“Apa yang terjadi?”tanya Indah. Chan Ye melanjutkan “Berita mengatakan dua perusahaan yang akan diturunkan untuk putri kesayangan Tuan Kim, kini beralih ke anak yang lain..dan itu menghebohkan dunia bisnis”
“Kenapa ia tak memberiku kabar?”benak Indah. Tak berapa lama ketukkan pintu datang.
“Maaf Tuan Chan Ye..seseorang mencari Indah, katanya ia datang untuk menjemput Indah pulang”ucap salah satu karyawan yang ada.
Indah memikirkan siapa yang menjemputnya. Chan Ye yang ada menatap bingung “Panggil ia kemari, aku ingin lihat siapa yang menjemputnya”ucap Chan Ye. Dan perkerja itu langsung melaksanakannya.
Datang Pria yang mengenakan hoodie hitam dengan wajah datarnya. Ia tak lain adalah Yoongi. Yoongi datang langsung menarik Indah. Tapi Indah langsung ditahan oleh Chan Ye.
“Kenapa kau menariknya Yoongi, ia karyawanku, tolong sopan santunnya”ucap Chan Ye.
Yoongi menatapnya “Tuan Chan Ye, dia kekasihku, jadi wajar aku menjemputnya dan menariknya untuk menjauh darimu, kau sebagai atasan, tolong jangan berperilaku seperti ini...”ucap Yoongi yang menarik Indah dalam dekapannya. Terlepaslah tangan Chan Ye. Dan Yoongi pun membawa Indah meninggalkan ruangan.
Semua yang ada melihat kejadian tadi, Chan Ye tertawa melihat apa yang didapatinya. “Apakah sulit membuatmu melihatku Indah..bahkan kau telah mendapatkan seorang kekasih”guman Chan Ye. Ia melanjutkan makam malamnya.
Indah dibawa oleh Yoongi. Dengan aura yang masih dingin sedingin salju.
“Yoongi jangan marah, aku tahu..aku salah..aku minta maaf”ucap Indah berusaha untuk mengembalikan mood baiknya Yoongi. Yoongi mengusap kepala Indah.
“Tak perlu minta maaf Indah, oooh ya apa kau tahu Evita mengalami kendala, Misi kita kedesa telah diganti, dan akan diganti dengan misi baru. Itu pun kalau bisa dilakukan”ucap Yoongi. Ia kembali tenang.
“Bagaimana kabar Evita?”tanya Indah sambil menatap layar ponselnya. Ia melihat pesan Yoongi yang ternyata memang berniat untuk menjemputnya.
“Untuk sekarang Sebastian memberitahu kami bahwa Evita tak bisa dihubungi dulu, ia tengah menangani kasus ini. Dan Indah jangan mencoba-coba melakukan hal yang membuat mu bermasalah”ucap Yoongi sambil menatap kejalan. Indah yang mendengarnya mengangguk.
“Baiklah..makasih Yoongi”ucap Indah yang mengenggam tangan Yoongi. Yoongi membalasnya, ia meletakkan Tangan Indah tepat dibagian pengontrol kopleng mobil.
-
Amelya kaget mengetahui bahwa Evita tengah mengalami masalah. Ia baru saja pulang dari perusahaan Ayahnya. Echan selalu menjemput dirinya. Tentu saja orang tua Amelya tahu hubungan Amelya dan Echan. Tapi mereka justru senang karena Amelya tidak trauma dengan kejadian waktu itu.
Paman dan keluarganya telah mendapatkan balasan. Jadi tak ada lagi yang menganggu keluarganya. Ada rasa bahagia yang datang didirinya.
Didalam mobil menuju jalan pulang, Amelya membuka topik pembicaraan.
“Echan...apa Evita memang tak bisa dihubungi?”tanya Amelya. Ia telah menelpon sahabatnya itu berkali-kali. Tapi tak diangkat sama sekali.
“Untuk saat ini tak bisa.Sebastian mengatakan kepadaku, bahwa Evita tak boleh diganggu”ucap Echan. Ia melanjutkan “Bahkan kak Za tak bisa bertemu dengannya, jadi Evita benar-benar seorang diri saat ini”
“Apa yang terjadi sebenarnya...Evita tak mengatakan apa-apa kepadaku”Amelya menenangkan diri untuk tidak berpikir negatif. Tapi memang ada jangal dengan Evita. semenjak kejadian pernikahannya itu, Evita tak menceritakan lagi hubungannya dengan orang tuanya. Ditambah Ibu barunya itu, menjadi tanda tanya untuknya.
Echan mengusap kepala Amelya untuk menenangkannya “Sudahlah...kita tunggu kabarnya, kau tahu Evita itu kuat”ucap Echan yang membuat Amelya mengangguk. Memang benar Evita itu sangat kuat, ia bahkan mampu membunuh orang tanpa rasa takut.
Mereka pun melanjukan mobil untuk kembali kekediaman keluarga Amelya. Hubungannya dengan Echan juga berkembang. Karena Echan sangat dihargai oleh orang tua Amelya. Bahkan orang tua Amelya berharap Ia bersama dengan Echan terus. Tapi hubungan yang tak terlalu dewasa ini masih harus diwaspadai.
-
Braakkkk...
__ADS_1
Baru kali ini Evita dilanda kepusingan. Ia tak habis pikir dengan dua perusahaan yang harus diserahkan untuk Adik Angkatnya.
Kedatangan orang tuanya inilah yang menjadi awal kejadiannya. Ayah Angkatnya tiba-tiba mengungkit masalah harta, dan ingin Andre mendapat bagiannya. Evita tak masalah. Tapi yang menjadi masalah adalah perusahaan yang dikendalikan dibawah Evita sendiri.
Evita tak habis pikir, itu perusahaan sudah hampir dua tahun ia kendalikan, kenapa harus seenaknya diberi. Bahkan tanpa persetujuannya sama sekali.
“Aku tidak setuju Ayah...dua perusahaan itu juga hasil keringatku, aku tak ingin memberikannya”ucap Evita yang kini berada diruang keluarga. Ayah angkat,Ibu baru dan Andre ada disana. Semua terteguh melihat tingkahnya.
“Apa Ayah selama ini telah memanjakanmu....jangan seperti itu, masih ada perusahaan lain, lagi pula kau wanita..jangan mengambil tindakkan yang tak seharusnya kau lakukan”ucap sang Ayah yang menatap putrinya dengan tenang.
Ibu barunya merangkul lengan Ayah Angkatnya. “Suamiku..wajar Evita seperti ini, lebih baik kau tunda dulu..jangan gegabah”ucapnya.
Tapi Ayah angkatnya menjawab lain “Tidak, harus secepatnya..karena lebih baik perusahaan itu dikendalikan oleh Andre”
Evita yang mendengarnya terdiam. Ia tak ingin mengungkit sesuatu yang akan memancing amarahnya juga.
“Baiklah seterah kalian.....kalau memang menginginkannya, maka Aku akan memberikannya, tapi Ayah ingat satu hal...perusahaan itu tetap harus atas namaku”ucap Evita yang melangkah pergi meninggalkan kediaman keluarga besar Kim.
Ayah Evita juga beranjak pergi meninggalkan ruangan. Ia tak bisa berpikir jernih sekarang. Sedangkan Sebastian mengikuti Evita dan Reza melangkah mengikuti Ayah Angkat Evita.
“Anakku..kenapa kau memandang Evita seperti itu?”tanya sang Ibu yang kini duduk dengan tenang.
“Ibu...aku mencintainya, apa aku boleh memilikinya?”tanya Andre yang mendekati ibunya.
“Kau bodoh....ia itu hanya anak angkat, masih banyak wanita lain, kau harus bisa mengalahkannya.....Ibu ingin ia pergi dari sini”
“Tapi ibu”
“Singkirkan cintamu Andre...ia tak akan pernah melihatmu”Andre yang mendengarnya terdiam. Ia memang merasa Evita tak meliriknya sama sekali. Tapi mau bagaimana pun Ia mencintai Evita.
-
Tiba dikediamannya. Evita melangkah dengan cepat, ia harus memikirkan bagaimana cara mengalahkan mak lampir itu. ia yakin kalau bukan mak lampir itu, Ayahnya tidak akan mengungkit masalah perusahaan. Untungnya bukan perusahaan yang diberi oleh Papahnya. Jadi masih aman.
“Sebastian...apa ada infomasi dari perusahaan detektif?”tanya Evita. sudah beberapa hari ini ia tak memberi kabar. Untuk sahabatnya juga. Bahkan Za sekali pun.
Sebastian yang mendengarnya menjawab “Saya telah memberikan semua kabar kepada mereka. termasuk tuan Za. Tuan Za mengatakan jika anda perlu tempat bersandar, maka datanglah kepadanya. Ia ada didepartemant *** ia akan selalu menunggu anda..untuk Nona Amelya dan Nona Indah, mereka menyampaikan untuk bisa mengkabari mereka. jika anda tidak sibuk. Dan terakhir dari orang Tua Anda yang ada didesa. Mengatakan bahwa jika memang perlu istirahat maka pergilah berlibur”
Sebastian menjelaskan apa saja yang didapat olehnya, karena Ponsel pintar Nyonya-nya ini ada padanya. Dan setiap pesan yang datang hanya bisa dibaca, dan dengan Sebastian sendiri yang membalasnya untuk memberikan kabar bahwa Evita baik-baik saja.
Evita yang mendengarnya mengangguk. Ia dan Za memang memiliki hubungan yang bisa dibilang sangat romantis, karena setiap Evita datang Za selalu memberinya kehangatan dengan senyum yang ada. Evita tentu saja menikmatinya.
Tapi saat ini ia harus menjaga jarak dulu, ia tahu Za merupakan anak dari salah satu pasangan yang telah meninggal, dan merupakan cucu kesayangan keluarga Zhan. Ia tak ingin Za bermasalah dalam keluarga karenanya. Jadi jaga jarak dulu meski kadang Evita kangen dengan Za yang memeluknya, memberikan ketenangan untuknya.
Untuk masalah detektif. Evita tak bisa berbuat apa-apa. Ia tahu posisinya didalam detektif menjadi orang terpenting ya kedua setelah Za. Dan setelahnya Yoongi, lalu Indah, dan Echan yang terakhir Amelya. Lima orang ini menjadi orang terpenting dalam anggota detektif.
Namun sayang semua kasus yang ada tak bisa mereka kerjakan. Tapi tak masalah karena detektif lain akan mengantikan mereka.
Evita memikirkan bagaimana caranya mencari tahu ibu angkatnya itu. berita tentang keluarga Zahra belum datang. Ia hanya berharap semoga Ibu Angkatnya itu masih hidup. kalau memang berpisah dengan Ayah Angkatnya, setidaknya ia tahu keberadaannya.
Dan untuk Ibu barunya itu, Evita memikirkan cara lain untuk melihat wajah busuk dan tujuan busuknya. Ia sudah bisa menebak kedatangan mereka pasti karena perusahaan yang berkembang pesat ini.
“Sebastian..besok persiapkan segalanya..jangan sampai ada yang tertunda..dan satu lagi, kau harus menyiapkan diri..sepertinya kita akan bermain dengan mereka”
“Baik Nyonya”
Evita melangkah meninggalkan ruangan. Tugas sekolah dilupakan dulu, sekarang ia harus memastikan masalah perusahaan ini. Dan mengakhiri acara drama ibu barunya itu.
__ADS_1