
Duduk disebuah sofa yang sudah dihidangkan teh hangat. Uap yang tidak terlihat itu. Terdapat tiga orang yang duduk dengan tenang dan satu orang yang berdiri dibelakang sofa.
“Saya Raja, Raja Arnol, dari keluarga Arnol. Keluarga saya tidak terlalu terkenal, mereka membangun bisnis kecil yaitu bisnis sawit yang ada dikampung kami. Saya adalah anak pertama dan anak satu-satunya. Ayah saya yang bernama Putra Arnol dan ibu saya yang bernama Dwi Arnol, mereka tinggal di kampung sedangkan saya tinggal dikontrakan yang tidak jauh dari sini. Dan lagi..."
“cukup...”ucap Amelya. Sambil tersenyum ia melanjutkan “kau tidak perlu memberitahu selengkapnya tentang hidupmu, apa lagi tentang bisnis ayahmu...” ucapnya. Ia merasa senang awalnya mendengar nama keluarga itu, namun hatinya sedikit sakit mendengar kata bisnis kecil sedangkan bisnis itu adalah bisnis sawit. Sawit yang sebenarnya bisa membuatmu kaya dalam beberapa bulan. Itu bukan bisnis biasa, apa lagi disebut bisnis kecil.
Ia melanjutkan “aku ingin bertanya, alasan kau ingin bekerja disini apa?..dan apa yang membuatmu tertarik?” tanyanya.
Intari hanya melirik dua orang yang berinteraksi, lagian dalam hal tanya jawab, Intari bukan orang yang tepat. Ia mungkin hanya akan mengarahkan wawancara itu dalam cerita konyol yang ia buat.
Pemuda bernama Raja itu pun menjawab “alasan pertama, Saya penasaran dengan bekerja sebagai seketaris, apa lagi untuk Nona Intari yang banyak disebut namanya diluar sana. Saya penasaran dengan wajah dari orang yang terhormat itu. Dan lagi yang membuat saya tertarik adalah, yang tertulis dilaporan lamaran itu. Terdapat kata yang mengatakan bahwa kerjanya fun fun saja. Jadi saya ingin mencoba”
Intari tersenyum, Inul menepuk dahinya sedangkan Amelya terbengong sesaat. Mereka tidak menyadari bahwa laporan tentang mencari sekertaris itu terdapat tulisan untuk bersenang-senang. Dan yang menulis serta menyebarkannya sendiri tidak lain adalah Intari.
Rasa ingin menonjok, melempar atau mungkin menendang gadis yang duduk disampingnya ini. Amelya tidak menyangka tentang ucapan pemuda itu. Dan lagi yang disampingnya mengangguk dan tersenyum bahagia.
Sambil menghela nafas Ia berkata “untuk keputusan selanjutnya, kami akan mengkabarimu, sampai disini dulu..terimakasih” ucapnya kemudian menghela nafas ringan.
Intari yang mendengar ini mengerutkan alis. “kenapa begitu, kan persetujuannya ada ditanganku?..apa ada yang salah dengan pemuda ini?” perkataannya ringan, yang membuat semua orang merasa bahwa isi otak Intari perlu didaur ulang.
Amelya menghela nafas dengan tenang lagi, lalu berkata “kau ingin Evita yang langsung menendangnya keluar” ucapannya juga ringan. Membuat Intari langsung tersenyum kaku dan cepat kembali terdiam. Ia tahu bahwa tanpa persetujuan Evita. Maka pemuda didepannya ini hanya akan bekerja sebagai karyawan biasa. Tidak lebih bahkan aksesnya sebagai sekertaris akan terbatas. Dan Intari tidak ingin itu terjadi. Kalau itu terjadi, maka pemuda didepannya hanya akan bekerja diwaktu yang ditentukan.
Dengan pikirannya yang cepat bekerja, Intari langsung mengambil ponsel disamping sofanya. Dan menekan nomor lalu meletakkan ponsel pintar itu disamping telinganya.
Dan tak berapa lama, ia berkata “Evita..kau setuju dengan keputusanku kan, aku ingin menjadikan pemuda dari kampung ku ini sebagai sekertarisku”
Sambil memasang wajah datar. Amelya dan Inul memasang wajah cemas. Mereka tidak habis pikir dengan kelakuan Intari yang selalu kelewatan batas. Apa lagi pemuda didepannya juga sedikit tercenga tidak percaya dengan hal itu. Ia menyimpan wajah kebingungan.
“woke..terimakasih Evita” ucapnya yang kemudian mematikan telpon tersebut. Dan langsung menandatangani persyarataan antara atasan dan bawahan.
“tandatanganilah...”ucapnya mendorong berkas yang sudah ia tandatangani. Pria didepannya sempat terdiam, namun tak berapa lama. Ia disadarkan oleh Intari dan menandatangani apa yang disuruh.
Amelya tidak berkata apa-apa dan Inul pun tidak mengatakan apa-apa, mereka sama-sama berbenak ‘Evita pasti mengatakan seperti ini “aku tidak perduli keputusanmu, jadi seterahmu".karena Evita tidak akan mau ikut campur dengan urusan yang tidak ada hubungan dengan dirinya sendiri. Kecuali itu dalam kasus yang mengancam sahabat atau keluarganya. Maka ia akan ikut turun tangan.
-
“Terimakasih..”sambil membungkuk Raja memberi hormat diambang pintu ruangan khusus tamu itu. Sedangkan Intari dan Amelya serta Inul mengangguk.
Pemuda bernama Raja itu akan bekerja mulai besok, dan lagi ia akan tinggal ditempat ini mulai besok. Serta bekerja sama dengan Sebastian seketaris pribadi Evita.
__ADS_1
“iya..hati-hati”
“iya...kalau begitu saya pergi dulu” dengan cepat ia keluar dan menutup pintu pelan-pelan menghormati yang ada didalam.
Pemuda itu berjalan menuju jalan keluar, sebelum tiba pintu masuk dan keluar itu. Ia melihat seorang wanita tinggi yang dibelakangnya terdapat pria tinggi berpakaian serba hitam. Wanita itu berjalan sambil melirik dirinya sesaat lalu kembali menghadap kedepan.
Semua orang memberikan hormat mereka. Ada yang bekerja langsung menghentikan pekerjaan mereka saat melihat wanita itu lewat.
Pemuda bernama Raja itu kagum dengan Wanita yang beraura dingin. Namun tidak berapa lama, lamunannya kembali disadarkan oleh suara wanita.
“maaf...apa tuan perlu sesuatu?”
“ah tidak...maaf saya hanya melamun, saya permisi”ucap Raja yang kemudian pergi setelah memberi salam sopan santunnya itu.
Nabila yang melihatnya sedikit bingung. Dan tanpa berpikir lebih, ia kembali ke kamarnya untuk segera pergi ke Sekolah yang hanya aktif dari jam 2 siang sampai jam 5 sore.
-
Gedung tinggi, yang berlantai delapan itu. Terdapat ruang paling atas. Dengan ting
Sebuah angka keluar dari dinding lift. Angka delapan. Tidak berapa lama, pintu lift terbuka. Langkah kaki pun dengan cepat terlihat.
Dilihat dari tinggi badan mereka, yang sebelah kanan dengan tinggi 178. Sedangkan disebelah kiri dengan tinggi 178 juga. Namun dari kedua orang ini, yang satu ceria dan yang satu dingin.
Orang yang dipanggil Echan itu pun menjawab “apa maksudmu, kalau aku tidak membangunkanmu, maka kakak akan mengangkat tubuhmu dan menengelamkanmu dibak mandi” ucapnya.
“AH...padahal aku masih mengantuk”
“sudahlah Yoongi, ubahlah kebiasaan tidur mu yang seperti koala itu”
Yoongi dengan nama asli Xue Yoongi itu tidak menjawab. Ia menolak mendengar dan memilih untuk memandang ruangan yang diberi sambutan oleh para karyawan yang ada.
Orang yang disebelahnya ini bernama asli Taoran Chan yang entah kenapa keluarganya memilih marga Taoran yang berarti ceria, yeah seperti yang disampingnya ini.
Xue dan Taoran nama keluarga yang asalnya adalah keluarga besar Zhan. Hanya saja mereka memilih untuk memiliki nama keluarga sendiri. Dan masing-masing dari marga nama keluarga itu, semua yang mendengarnya akan langsung kenal. Karena nama marga keluarga itu sudah menjadi pembicaraan semua orang.
-
Kreeekkk
__ADS_1
“Kakak, apa kau didalam?” ucap Echan yang mengulurkan kepalanya. Melirik sekitar sebelum tersenyum dan melangkahkan kakinya untuk masuk. Sedangkan Yoongi hanya mengikuti.
Kumpulan asap muncul dibalik kursi. Seseorang duduk membelakangi dua orang yang satunya tersenyum dan yang satunya memilih kesofa lalu memejamkan matanya.
Belum sempat mata Yoongi terpejam,Echan sudah melemparnya dengan bantal sofa. Mata yang terkatup itu langsung terbuka dan ingin membalas. Namun seseorang dibalik kursi sudah memutar kursinya memandang dua orang yang seperti kucing dan tikus itu.
“heheh...” dengan tertawa kikuk, mereka pun berdiri didepan Pria itu. Sedangkan Pria itu mematikan rokok yang sedikit lagi akan habis.
Memandang kedepan, sambil melirik. Kemudian ia berbicara “apa ada masalah dikantor?”
Keduanya menjawab kompak. “tidak ada Kak”
“Berhenti menyebutku Kakak, aku bukan Kakak kandung kalian” penolakan dari suaranya sudah bisa menekan orang didepannya. Namun wajahnya tidak memberi reaksi apa pun.
“Tapi Kak....bukannya Kakek kita sama, jadi apa salahnya kalau aku dan Yoongi memanggilmu Kakak!” jelas Echan. Dan hanya diberi anggukkan oleh Yoongi.
Menghela nafas “sudahlah....kalian sudah mendapat marga keluarga kalian sendiri, kenapa harus memanggilku Kakak, kita beda Marga”
“Marga..ya Marga, nama belakang bukan berarti tidak memisahkan darah yang terhubung. Jadi apa salah dengan keputusan kami sendiri, Kakek yang dialam kubur itu pasti akan bahagia ketika melihat kita akur” Ucapnya ceplos. Tidak berbobot. Yoongi yang mendengarnya sedikit menolehkan mata namun menariknya kembali.
“Kakek belum meninggal, dan kau sudah berbicara tentang alam kubur?...sungguh manusia langka” kerututnya. Membuat Echan tersenyum kaku. Memang saat ini, kakek mereka belum sepenuhnya meninggal. Hanya sedang dalam proses menunggu. Eh tidak maksudnya sedang menikmati masa tua.
Pria didepan mereka ini, memiliki Marga atau nama belakang keluarga yaitu Zhan. Salah satu keluarga yang berpengaruh dikota A. dan nama asli Pria didepan mereka adalah Zhan Za Chen dengan nama panggil Za.
“Kak Za...aku dengar besok Kakak ada pertemuan keluarga”
Za yang mendengar itu hanya terdiam memandangnya. Dan tak berapa lama mengangguk.
“apa itu penting ?” tanya Yoongi. Karena pada dasarnya Pria yang duduk ini. Tidak hanya sebagai atasan, bos. Ia juga seorang polisi yang berjabatan tinggi. Kemudian jarang dirinya menampilkan diri keluar. Apa lagi bertemu keluarga besar. Kecuali itu adalah urusan penting.
“tidak penting sama sekali” Ucapnya kemudian beralih untuk berdiri.
Yoongi dan Echan pun saling memandang. “kalau tidak penting, kenapa Kakak harus keluar” Ucap Yoongi.
“Karena..kalian tidak perlu tahu, yang pasti aku akan memberitahunya sendiri, saat waktunya tiba”ucapnya. Kemudian ia memberikan selembar berkas yang diterima langsung oleh Echan.
“selama aku pergi, tugas kalian sudah ku tulis disana, dan ku harap setelah kembali, kalian sudah menyelesaikannya” selesai Ia berbicara, Ia pergi keluar dari ruangan dan meninggalkan kedua orang yang menatap kosong ke berkas ditangan Echan.
“sungguh, aura yang dingin” ucap Echan yang diberi anggukkan oleh Yoongi. Mereka sebenarnya tidak bisa tenang didekat Kakak mereka itu. Karena aura yang dikeluarkan oleh Pria itu membuat mereka berada didalam kulkas yang dingin. Dan dipenuhi dengan salju.
__ADS_1
...********Bersambung********...
Jangan Lupa Like and Comment😊