MANTIV

MANTIV
● Mantiv(84)


__ADS_3

“Oh..I can also speak a little Italian and French(oh..aku juga bisa sedikit bahasa Italia dan Perancis)”Evita memulai triknya untuk bisa menanyakkan tentang gelang yang dikenakan oleh dua wanita yang terlihat lugu didepan Evita sendiri.


“Really?(Benarkah?)”Tanya Dua wanita yang tercenga dengan ucapan Evita.


“Can only a little(hanya bisa sedikit”Evita melanjutkan setelah agak tenang. “Ciao*(Hallo)”ucap Evita dalam bahasa Itali. Membuat Felli langsung tersenyum dan merasa kagum.


Evita melanjutkan lagi “Bonjour(Hallo)”Kely yang mendengar ucapan itu langsung tersenyum dengan kekaguman yang tak terduga.


“You can really say it (kau benar-benar bisa mengucapkannya)”maksud Kely ia tak menduga ternyata Evita orang yang terlihat biasa saja mampu berbicara bahasa asing dengan tenang. Biasanya orang-orang yang belajar bahasa asing, akan sedikit kaku. Tapi Wanita yang ada didepan mereka, ternyata tak kaku sama sekali.


“You are exaggerating (Kau berlebihan)”ucap Evita. Kely dan Felli tersenyum sambil meminum bir yang masih tersisa. Evita memulai aksinya.


“wow the bracelet is really cool.. i have one too(Wow gelangnya keren...Aku juga punya)”Evita harus cepat bergerak. Ia tak bisa menjamin keselamatan kedua sahabatnya. Jadi lebih baik ia bergerak cepat.


Evita menunjukkan tangan kanan yang berisikan gelang. Dengan motif yang sama. Membuat Kely dan Felli langsung kaget. Mereka saling menatap dengan wajah yang tak percaya.


Evita yang mengenal dunia watak tahu, bahwa kedua wanita ini pasti tak tahu dari mana gelang itu berasal. Lagian gelang yang dipakai itu tidak bisa diberikan sembarangan. Ditambah gelang Indah,Evita dan Amelya dimotif dengan istimewa.


“I have two best friends, and intend to buy this limited bracelet, so can you tell me where you got it?(aku punya dua sahabat, dan berniat untuk membelikan gelang terbatas ini, bisa kau memberitahuku dimana kau mendapatkannya?)”Evita menanyakan secara dadakkan. Membuat Felli gadis yang lugu itu langsung berbicara.


“I found it in storage..ups!(Aku menemukannya digudang penyimpanan..Ups!)”Felli langsung menutup mulutnya. Ia yang mudah ceroboh mampu menyadarkan Evita.


“Sial jadi aku mengikuti kalian saja dari tadi...menyebalkan...lebih baik gelang ini dimatikan saja fungsinya..biar berbahaya”benak Evita. ia tersenyum sambil tertawa.


“Hahah Hei Guys... That's impossible…..you must have bought it somewhere, after all I'll ask one of the famous shops there. Thank you and nice to meet you...( Itu tidak mungkin…..kau pasti pernah membelinya di suatu tempat, lagipula aku akan bertanya pada salah satu toko terkenal disana. Terima kasih dan senang bertemu denganmu...)”Evita melengang pergi dengan menekan dua titik digelangnya. Seketika itu juga Dua gelang yang dikenakan dua gadis itu mengikutinya.


“Yeah you're right... then see you too(yeah kau benar....kalau begitu sampai jumpa juga)”ucap Felli. Kely juga mengangguk. Tak menyadari dua gelang yang dikenakan menghilang ditangan.


Evita hanya bisa mengeleng. Tak habis pikir ia, kenapa bisa lupa bahwa gelang ini juga bisa berpindah tempat. Evita mengulurkan tangan kirinya untuk menyambut dua gelang yang datang.


Swussshh


Cklek


Dua gelang terpasang dipergelangan tangannya. Evita melangkah menuju ketempat kumpulan laki-laki untuk mencari pria yang membantunya tadi. Tapi dilihat-lihat ia tak ada. Evita tak ingin berlama-lama. Karena yang dicari tak ada.


Ia memutuskan untuk keluar. Terlihat dua bodyguard tadi yang menghalanginya.


“Maaf...Aku ingin berbicara dengan kalian”ucap Evita yang membuat dua bodyguard itu kaget.


“Yeah silahkan Nona”Dua bodyguard yang tak menduga bertemu dengan seorang wanita yang mampu berbahasa Indonesia. Padahal mereka mengira dia wanita asing.


Evita yang menyadarinya hanya bisa tersenyum kecil. Lagian ia bukan orang asing. Meski ia ingat bahwa darahnya tercampur dengan darah keluarga Kim.


“Begini..kalian tahu orang yang bersamaku tadi..aku meninggalkan topeng ini sebagai pesan. Bahwa aku ada urusan. Katakan kepadanya aku ada urusan dan tak usah mencariku,lalu ucapkan juga terimakasih kepadanya dariku”Evita langsung pergi setelah mengatakan itu semua. Ia terlalu malas meladeni orang yang banyak tanya.


Dua bodyguard tadi hanya bisa mengangguk dengan wajah bingung. Karena pria yang dimaksud itu merupakan tamu terhormat.


“Apa wanita itu tidak puas dengan keluarga Mavin?”tanya salah satu bodyguard.


“Kau ini....mungkin saja ia tak tahu kalau tuan yang mengajaknya tadi adalah Tuan Mavin Vintorian. Ayah dari Tuan muda Mavin Vintorin”


-


Evita melangkah menuju lantai bawah. Ia memeriksa seluruh ruang penyimpanan. Tapi tak satupun sahabatnya disana.


Ini sudah jam 12 lewat. Matanya yang seharusnya mengantuk dan tubuhnya harus istirahat. Tapi sekarang itu tak penting. Ia harus segera menyelamatkan kedua sahabatnya. Tapi mereka dimana...


AAAHAHHHHHHHHHH!!!!!


Evita membalikkan tubuhnya, melihat kesalah satu tempok ruang minuman. Ia menyentuh dinding yang dasar itu. mereka ada dikapal. Tak mungkin ada ruang rahasia bukan?


Tapi tak ada yang tahu, ternyata Evita berhasil membuka ruangan terpisah. Ia melihat sebuah lift yang ada. dan dengan berhati-hati masuk kedalam.


Pintu rahasia itu tertutup, bersamaan dengan lift yang bergerak naik. Evita tak menduga ini adalah tempat rahasia didalam sebuah kapal besar. Baru kali ini ia tour dikapal pesiar.


Lift terbuka terlihat ruangan yang penuh dengan mesin-mesin dan botol-botol tabung. Ini adalah ruang ilmuan.


Mengingat ilmuan, Evita tersadar bahwa ia masuk kedalam tempat yang salah. Ia bergegas untuk kembali tapi matanya mengangap hal yang tak terduga.


-


Entah jam berapa. Indah dan Amelya terbangun dengan tangan yang terikat dan kaki yang juga terikat. Masalahnya mereka ada ditempat yang salah. Yaitu dikasur dengan terpisah.

__ADS_1


Indah melihat Amelya dan Amelya melihat Indah. mereka sambil membelakkan mata melihat tubuh bulat masing-masing.


“AAAHHHHHHHHHH”teriak keduanya.


“Kenapa aku tak mengenakan busana..sial apa aku telah dilecehkan?”benak Indah.


“Apa ini..apa ini..apa ini”Amelya berguman dengan pikiran kotor.


Seumur hidup tak pernah ada yang menyentuh mereka. bahkan kekasih mereka hanya berani memeluk mereka. sekarang kenapa seperti ini.


Jijik itu yang terlihat diwajah mereka masing-masing sampai mereka melihat dua pria yang ada ditempat terpisah. Seketika itu juga Indah dan Amelya memetakkan air mata


-


“Indah...Amelya....”Evita mendekat tapi..


Bam


Evita menabrak penghalang. Ia tak menduga ternyata didepannya ada penghalang yang tembus pandang.


Terlihat kedua sahabatnya meronta-ronta sambil menangis. Bahkan berteriak hal yang tak terduga.


“SIAL....KELUAR KALIAN...JIKA..JIKA BISA BUNUH SAJA AKU..AKU TAK INGIN DIJADIKAN TEMPAT PEMUAS NAFSU...”Indah teriak sambil merontak-rontak. Ia tak ingin tubuhnya menjadi sasaran untuk lelaki bejat.


Amelya tak sanggup berbicara ia menatap kosong kearah langit-langit.


Melihat hal tersebut Evita bagaikan Sahabat dan saudara yang tak berguna. Kedua sahabatnya bisa kenal mental dengan hal seperti.


Evita memukul-mukul kaca yang tembus pandang ini. Ia terus memukul sampai tangannya mengalir darah deras. Ia menutup mata tak sanggup melihat sahabatnya. Kaca yang hanya tempus lewat Evita. sedangkan didalam tidak mengetahuinya.


Seketika pikiran kotor muncul. Ia akan seperti apa jika kedua sahabatnya malah terkena mental. Apa mereka akan bunuh diri. Tidak itu tak boleh terjadi.


Evita berpikir dengan cepat ia melihat sekeliling untuk mencari benda yang ada. tapi sia-sia.


“Kenapa kau bisa masuk kesini?”tanya seseorang.Evita yang mendengarnya langsung membalikkan tubuh dan melihat satu wanita dan pria yang berkulit madu. Mata Evita membelak melihatnya.


Pria itu tak lain adalah pria yang membantunya masuk kekumpulan mafia.


“Tak ku sangka kita bertemu lagi”ucap Pria itu. Wanita yang ada didekatnya langsung menangkup wajah Pria tersebut dan mendekatkan dirinya.


“Mana bisa..aku mencintaimu..bukan dia..lagian aku hanya membantunya masuk”ucap Pria yang kini memeluk wanita didepannya. Bahkan tangannya tak tanggung-tanggung bermain disekitar dada wanita.


Evita yang melihatnya tak menduga, untung ia tak disentuh oleh pria ini. Jika tidak, sudah ia mungkin tak bisa menyelamatkan sahabatnya.


Wanita itu menatap Evita. “Apa yang kau lakukan disini?”tanya wanita itu lagi.


Evita langsung menjawab “Tentu saja menyelamatkan mereka..apa yang kalian perbuat”ucap Evita yang kini memberanikan diri memandang hal yang tak senonoh didepanya.


Pria dan Wanita yang menebarkan cinta didepan Evita sungguh membuat Evita tambah jijik. Semoga ia memiliki pasangan yang tak seperti ini.


“Kenapa?...apa mereka benar sahabatmu”tanya Wanita itu lagi. Evita mengangguk.


“Sayangnya kau terlambat..aku mengangkap mereka lebih dahulu, dan menguji hasil eksperimenku....jadi kau tak bisa menolong mereka”


“Maksudmu?”Evita mendekat. Pria yang didekat Wanita itu langsung menghalangi.


“Aku sudah bilang tak bisa..mereka adalah benda yang akan membantuku menghasilkan banyak uang...pergi dan tinggalkan ruangan ini, itu pun kalau kau masih hidup”


“Banyak bacot...Aku katakan sekali lagi bebaskan mereka”


“Aku punya syarat..jika kau mampu menahan obat ini, aku akan mempertimbangkannya”Wanita itu memberikan salah satu suntikkan yang berisi cairan berwarna biru. Evita menatap benda yang ada ditangannya.


“Kau menjamin ucapanmu?”tanya Evita lagi. asal sahabatnya aman. Ia tak akan masalah.


“Baiklah jika ucapanku tidak bisa menjaminnya maka aku buktikan saja...”Wanita itu menyentuh salah satu benda yang ada ditangannya.


“kenakan pakaian kepada dua wanita itu..kemudian bebaskan tali mereka. tapi jangan keluarkan mereka dari sel. Sampai aku mengatakan kepada kalian”


Evita menatap kearah tempat sahabatnya. Terlihat dua wanita mengunakan pakaian untuk sahabatnya. Karena Indah dan Amelya yang memberontak, mereka diberi suntik bius untuk kembali tenang. Evita sedikit meringis dengan hal ini. Ia memandang Wanita yang mampu membuatnya percaya akan omongannya.


“Sayang..kau bebaskan mereka?...bukannya tubuh mereka cocok untuk eksperimen mu?”tanya Pria itu.Wanita yang dipanggil Sayang tak memperdulikannya. Ia mendorong Pria itu untuk masuk kelift.


“Bagaimana..suntikkan itu, jika kau bertahan lima menit disini..aku akan membebaskan kalian”ucap Wanita itu.

__ADS_1


Evita mengangkat tanganya. Tak ada pilihan lain selain kabur. Dengan salah satu pilihannya adalah mengunakan suntikkan itu.


Brakkkk


Seseorang menerobos masuk, melempar wanita yang ada didepan Evita, Evita ditarik.


“Sial...pengawal..tangkap mereka!!!”ucap Wanita tersebut.


Evita diturunkan ditempat Sahabatnya.


“Kau..Derka?”tanya Evita yang membuat Derka cegegesan.


“Kakak bisa mengenaliku..ayuk pergi kakak..mereka adalah ilmuan sesat..ayuk kakk”Derka mengendong Indah. Evita mengendong Amelya. Mereka berlari dari kejaran pengawal.


“Kenapa kau bisa ada sini?”tanya Evita disela-sela lari mereka.


Derka yang mendengarnya langsung menjawab “Aku melihat Kakak kembali, jadi aku mengikuti kakak untuk bertanya apakah sudah ketemu dengan Kak Indah dan Kak Amelya..ternyata Kakak menghilang saat aku tiba ditempat penyimpanan. Aku mencari jalan untuk bisa bertemu dengan kakak. Karena mendengar sebuah lift aku mencoba untuk mengikuti. Hingga aku menemukan Kakak....tapi apa yang sebenarnya terjadi?”


Evita merasa lega, Derka tak mengetahui segalanya. Ia pun memutuskan untuk berbohong.


“Mereka menahan Indah dan Amelya..dan mengatakan bisa membebaskanku dengan suntikkan tadi..untung kau datang tepat waktu”


Derka yang mendengarnya tersenyum. Mereka berdua terus lari. Evita mengikuti langkah Derka yang berada dibagian belakang kapal. Terlihat perahu yang siap untuk dilepaskan.


“Kakak naiklah”Derka menyambut tangan Evita. setelah semuanya masuk perahu. Perahu pun diturunkan perlahan.


“Derka apa pengawal itu masih mengejar kita?”


“Mereka tak bisa mengejar kakak..karena suasana sedang ramai....kita pasti bisa pergi”


Ucapan Derka terasa aman, tapi nyatanya..


Byurrrrrr...


Tali yang digunakan untuk menurunkan perahu malah dipotong oleh pengawal dan berhasil menyeburkan Indah,Amelya,Evita dan Derka.


Karena dalam keadaan terkejut dan menghirup banyak air. Akhirnya tak ada yang sadar dengan keadaan.


Evita hanya bisa menatap buram. Ia melihat bayangan tiga orang yang ikut tengelam.


“Sial..air bawa kami..semoga tak terpisah”benak Evita. ia menutup mata.


-


Pagi harinya....


“APA YANG KAU LAKUKAN!!!”Teriak Tuan besar Zahra kepada seroang seketaris pribadi yang lemah didepan pintu keluarga besar Kim.


“SEBASTIAN!!!”teriak Tuan besar Zahra. Sang Istri langsung bergegas untuk memeriksa Sebastian.


“Sial...ia menghirup obat bius..sepertinya seseorang melakukan sesuatu padanya”ucap sang Istri.


“Ditahun 2030 seperti ini masih mengunakan obat bius....dasar sialan....”ucap Sang Suami yang kemudian melangkah masuk kedalam mansion.


“Kalian bawa ia masuk dan siapkan obat untuk membuatnya sadar..kita perlu informasinya..”perintah diberikan. Para anak buah yang ikut langsung memenui perintah itu.


Dua pasangan itu melangkah mengecek rumah yang hancur. “Sepertinya dugaan Evita benar....Andre dan Reza berkerja sama...apa yang akan kita lakukan?”tanya sang Istri.


“Cari Evita dulu”usul sang Suami.


“Tapi Evita menyuruh kita menyelamatkan Ayahnya dulu”


“Evita ini....baiklah semua cari jejak yang ada....jangan sampai tertinggal”perintah diberikan lagi.


Mereka berdua dapat kabar kediaman Kim diserang. Kabar tersebut datang bukan dari Sebastian. Melainkan dari berita. Tak ada yang bisa menangkap apa yang terjadi. Media saja tak bisa menginput tempat kejadian. Jadi hanya bisa mendengar-dengar.


Selain itu Evita tak memberi perintah untuk mengikutinya. Jadi tak ada yang tahu Evita dimana. Untuk lokasi keberadaannya pun telah hilang.


“Gadis kecil ini..apa ia tengah bermain-main dilaut?”ucap Tuan besar Zahra yang membobol lokasi Evita. ia tahu Evita seorang detektif.


“Laut?...Kau lupa ia tengah mencari Sahabatnya...pasti terjadi sesuatu kepadanya”ucap sang Istri yang menunjukkan wajah khawatir.


“Kita tak bisa ikut campur...karena kapal yang dinaiki olehnya berisikan teman-teman kita....dan ditambah lokasinya menghilang disana...kapal persiar itu telah menjauh..tak mungkin mereka membuat gelang itu disana kan..?”

__ADS_1


Kedua pasangan itu saling bingung. Mau menyelamatkan siapa terlebih dahulu. tapi yang terpenting saat ini sang Ayah Evita. karena jika mereka telat menyelamatkan Ayah Evita. Evita sendiri yang akan menghancurkan mereka.


Meski tahu itu tak akan mungkin terjadi. Yeah tak ada yang tahu Evita itu seperti apa. Mereka Cuma tahu Evita hanya gadis biasa yang meminta bantuan kepada orang lain.


__ADS_2