MANTIV

MANTIV
● Mantiv(54)


__ADS_3

mangkuk yang terlempar itu menghalanginya. Membuat Amelya mendarat dengan aman begitu juga Evita yang telah tiba. Dengan cepat ia menghancurkan pengendali listrik. Seketika itu juga cahaya lampu kembali terang membuat Amelya menatap heran.


“kenapa malah jadi makin terang ini lampu?”tanya dirinya. Belum sempat Evita menjawab. Indah berteriak


“KAK INUL..HALANGI DIRINYA”ucapnya yang langsung mendapatkan apa yang diinginkan. Inul menghalangi langkah seorang pria mengenakan pakaian hitam. Kini pria itu tersungkur kedepan. Nabila menyeret Pria lain yang mengenakan pakaian yang sama. Membuat Lima wanita kini memandang mereka.


“Eh Lampunya jadi makin terang”ucap Nabila menyadari bahwa ruangan yang dimana mereka kumpul telah terang tak buram seperti saat mereka tiba tadi.


“Apa yang terjadi?”tanya Indah yang duduk mengatur nafasnya. Melihat Evita dan Amelya yang kini mendekat.


“Sepertinya seseorang tengah menguji kita...pengendali listrik itu adalah alat yang mengendalikan leser tadi”jelas Evita yang langsung dijawab oleh seseorang.


“Benar”ucap seorang wanita seusia Evita. ia melangkah mendekati Lima orang yang kini berkumpul bersama. Wanita itu tersenyum melihat kearah Lima orang yang ada dihadapannya.


“Selamat datang...kalian sangat berbakat rupanya, pantas saja Miss Lila menginginkan kalian”ucap Wanita itu yang kini menyuruh dua orang berpakaian hitam pergi.


“Jadi maksudnya semua ini apa?”tanya Inul. Ia melihat Wanita itu kini berdiri dengan tenang tapi matanya berbinar kearah Evita.


“sebelumnya Perkenalkan Aku Liyana..panggil saja Aku Liya, ooh ya alasan hal ini terjadi akan Miss Lila yang menjelaskannya..kalian bisa mengikutiku”ucap Liyana yang kini menunjukkan mereka jalan asing.


Sebuah rak yang dimana banyak tumpukkan buku, Liyana mengambil buku yang terbaring kini ditegakkannya. Dan seketika itu juga rak tersebut tergeser dan memperlihatkan sebuah lift rahasia.


Mereka pun masuk kesana, rasa penasaran menghantui diri mereka ketika menyadari apa yang mereka temukan. Hingga mereka tiba ditempat yang dituju.


Sebuah ruangan luas yang memperlihatkan kesibukkan orang-orang. Disana terlihat sudah beberapa orang tengah menguji hasil dari proyek mereka. sambil melangkah mengikut Liyana. Evita,Indah,Amelya,Nabila dan Inul tak bisa mengalihkan pandangan mereka disatu tempat. Mereka memindai segala arah. Sungguh luar biasa perkembangan teknologi. Mereka langsung tercenga dibuatnya.


“Selamat datang....Evita...Indah...Amelya..Inul dan Nabila...silahkan duduk”ucap Wanita yang terihat masih muda. Ia membuat Lima orang yang disapa langsung tahu bahwa itu adalah Nenek Kemarin.


Setelah semua duduk, mulailah pembicaraan yang memang seharusnya. Namun sebelum itu, mereka mendapatkan cemilan dan minuman hangat yang langsung disantap oleh mereka berlima. Membuat Miss Lila dan Liyana tersenyum melihatnya.


“Maukah kalian menjadi Detektif”


Uhukkkk Lima wanita yang mendengarnya langsung tersedak roti yang mereka makan. Yeah mendengar kata tawaran apa lagi bagian akhir tentang Detektif membuat mereka sedikit kaget. Mereka hanya baru kali ini mendengar kata Deketif. Bukannya itu hanya omong kosong biasa. Tidak mungkin kan benar-benar ada detektif. Bahkan mata-mata pun tidak ada bukan?


Tapi dari semua yang mereka pikirkan tak seperti yang mereka harapkan. Karena orang didepan mereka sangat antusias menunggu jawaban mereka.


“maksud anda?”Amelya bertanya lebih lanjut. Mereka tak mungkin salah mendengar kan.


“Kami ingin kalian menjadi bagian dari kami, sebagai Detektif yang menyelesaikan masalah....apa kalian mau?”tanya Miss Lila lagi. membuat Lima orang yang ada dihadapannya terdiam sesaat sebelum akhirnya Evita yang berbicara.


“Mengenai menjadi Detektif....apa yang membuat kalian memilih kami untuk menjadi bagian kalian?”Tanya Evita. meski tak merasa aneh. Ia hanya ingin tahu apa yang membuat orang-orang ini melirik kearah mereka. mereka tak memiliki kemampuan yang membanggakan.


“Alasannya....hmm kalian itu pembuat onar, selalu memiliki sikap yang sangat sulit ditebak. Kadang kalian akan bersikap baik, kadang kalian akan bersikap kasar. Membuat orang-orang menjadi penasaran”ucapnya. Yang mendengar terasa menusuk, kata pembuat onar itu mengena sekali untuk Evita, Indah dan Amelya. Dan saat ini mereka hanya bisa menebalkan muka menahan malu.


“itu bukanlah alasan utamanya..alasan utamanya adalah kalian memiliki bakat yang baik...membuat kami mudah menyelesaikan misinya”akhir dari penjelasan. Membuat Lima wanita yang terdiam hanya bisa menatap bingung. Yeah mereka masih belum bisa memahami.


“Apa yang akan kami lakukan?...menjadi detektif berarti menyelesaikan kasus..sedangkan kami..ehm...pembuat kasus”ucap Indah yang bersuara rendah. Membuat Miss lila tersenyum mendengarnya.


“Kalian tak perlu kahwatir, kasus akan diselesaikan dengan yang lain, tapi kalian hanya perlu membantu menyelesaikan misinya....untuk contoh kalian akan mengetahuinya sendiri”jelas sang Miss.


Hingga kesepatakan akhirnya adalah persetujuan dari Evita, Indah, Inul,Amelya dan Nabila. Mereka pun diberi beberapa pengenalan yang ada. dan setelahnya mereka akan menunggu misi yang diberikan untuk mereka.


Rasa senang melihat perkembangan teknologi membuat kantuk menjadi hilang. Selain itu mereka juga mendapatkan latihan sebentar hingga jam menunjukkan pukul 11 malam. Dan saat itulah mereka harus kembali pulang.


-


Setiba dirumah, Inul, Nabila dan Evita menghadapi aura suram dari seseorang yang tengah duduk diruang tengah. Ini sudah menunjukkan waktu yang sangat malam, membuat Reza yang mengeluarkan aura suram melihat kearah tiga wanita yang harus dijaga olehnya.


“Ini sudah jam berapa?”tanya Reza dengan nada yang sedikit dingin. Ia langsung dijawab oleh Evita. “Reza...kami tidak kemana-mana, hanya ada urusan sebentar, jadi jangan diperpanjang”ucapnya. Evita ingin berlalu tapi tangannya ditahan oleh Reza. Membuat Inul dan Nabila menatap kearahnya.


“Nyonya Muda..Tuan Besar menitipkan anda bukan untuk mendapatkan hal ini...katakan dengan jelas kemana kalian pergi”ucap Reza setelah melihat Evita menatapnya.

__ADS_1


“Baiklah..”mendengar itu Inul dan Nabila terdiam. Mereka sebelum pulang membuat janji untuk tidak mengatakan kepada siapa-siapa kalau mereka sekarang anggota dari Detektif. Dan sekarang mereka tak yakin janji itu bisa ditepati.


“Kami habis pergi ketempat bermain. Dan setelahnya jalan-jalan ketaman. Lalu singgah ketepi jalan mencari cilok. Tapi cilok udah tutup. Jadi kami pun mencari tempat makan yang cocok untuk kami, yaitu bakso. Nah disana kami pun menikmati waktu dengan lama. Setelahnya kami pun melanjutkan untuk pulang..tapi kami hampir membuat kecelakaan seorang nenek-nenek. Jadi kami menolongnya. Intinya kami tak melakukan hal yang akan membuatmu susah. Kalau kau bosan mengurusku, maka kau hanya perlu santai dirumah. Aku pasti baik-baik saja”


Evita langsung pergi setelah mengatakan hal yang menjadi pembungkam untuk Reza. Inul dan Nabila hanya bisa mengeleng setelahnya mereka pun pergi kekamar masing-masing. Meninggalkan Reza yang tersenyum menikmati apa yang didapat olehnya.


“Ah...menariknya Nyonya Muda ini...aku makin menyukainya”ucap Reza yang kemudian kembali ketempat ia duduk. Lalu meminum wine yang disediakan dimeja. Untuk bodyguard, mereka tak bergerak dengan bebas. Karena Tuan Besar Kim tak ingin putrinya terkekang. Jadi hanya pergi mengetahui kemana ia pergi. Karena Evita hanya akan berada disana. Dan tak akan ketempat lain, kecuali seseorang melakukan sesuatu dengannya.


-


1 bulan telah berlalu....


Evita,Indah dan Amelya kini menahan kantuk dikelas. Mereka telah tiga kali melakukan misi bersama Inul dan Nabila yang untungnya berakhir selesai. tapi mereka tak mengira bahwa selain misi yang mereka hadapi, mereka harus berlatih.


Mulai dari berlatih menembak, memanah, menjaga keseimbangan dan bahkan hal yang tak terduga mampu terbang dengan tali yang sangat kecil. Seperti...


Digedung yang tinggi, mereka mendapat misi untuk turun dari lantai 50 tanpa membuat orang-orang tahu. Dan yang mereka bawa adalah pakaian untuk mereka dengan alat tengkap.


Nah mereka mencoba mengerakkan lengan mereka hingga sebuah tali dengan pengaitnya keluar. Mereka masing-masing memandang horor ke tali yang begitu kecilnya.


“ini mampu nahan tubuh kita...engak putus kan?”frustasi Amelya yang langsung dianggukan oleh Evita dan Indah. Inul dan Nabila hanya bisa terdiam melihatnya.


“Sudah kita coba dulu”keputusan akhir pun dibuat. Mereka kini meletakkan pengaitnya untuk menahan mereka. dan memandang kearah bawah yang sungguh membuat mereka puyeng seketika.


“Kayaknya nyawaku tak sanggup melihatnya”ucap Evita yang langsung memegang kepalanya. Bukan takut ketinggian, tapi mereka terlalu takut dengan tali yang kini dipegang oleh mereka.


Indah yang kerepotan mengelola tali ditangannya, hingga mendorong Evita dan Amelya. Seketika itu ketiganya terjun duluan. Membuat Inul dan Nabila ikut terjun karena takut mereka kenapa-napa. Meski akhirnya juga tak bisa melakukan apa pun.


“Eh Indah...Sial kau, bagaimana bisa kau mengorbankan kami..kau ingin kami mati apa?”Evita mengumpat sambil melihat kearah bawah yang masih belum bisa mereka gapai.


Indah mendengus “aku tak sengaja..tak sengaja”ucapnya yang kemudian memperbaiki tali. Amelya menahan detakkan jatung yang kini berdegup dengan kencangnya. Yeah tak menyangka ia seperti spiderman. Merayap di dinding.


“ayuk turun”ucap Inul. Meski begitu tak ada yang tahu bagaimana, mereka seketika lupa latihan yang diajarkan. Dan hal itu membuat mereka dilatih lagi dan lagi.


Tak ada yang menegur, karena Indah,Evita dan Amelya telah paling duluan menyelesaikan ujian. Mereka hanya masuk, mengisi kertas jawaban setelahnya mengeluh. Membuat guru sedikit risih tapi tak bisa berbuat apa-apa.


Tapi para guru merasa senang, karena orang yang membuat masalah kini tak lagi melakukannya. Mereka jadi merasa bahagia dengan ketenangan disetiap harinya.


Tiba disore hari, mereka kembali ketempat kediaman Miss Lila. Buat yang bertanya tentang Reza. Ia menghadapi tugas sampingan dari Ayah Kim. Karena Evita mengadukan bawah Reza merasa kurang puas dengan perkerjaannya. Sehingga Ayah Evita langsung memberikan tugas untuk melakukan pengecekkan perusahaan. Membuat Reza terdiam dan hanya bisa menurut.


Diruangan mewah, Inul,Nabila dan Indah bermain game tembak menembak. Sedangkan Evita dan Amelya dilatih untuk memperkuat bela diri. Yeah mereka yang terlalu menganggap santai bela diri kini dilatih lagi. membuat tubuh mereka remuk karenanya.


Setelah latihan, mereka dikumpulkan bersama. Kini mereka berlima menghadapi Miss Lila yang akan memberikan pengumumannya.


“Baik..kalian telah Resmi menjadi anggota Detektif..jadi kami akan memberikan kalian nama samaran”ucapnya. Ia memandang lima orang yang menunggu dengan antusias. Sudah 1 bulan yang dijalani. Tak ada yang berniat untuk berhenti. Malah dengan tenangnya Evita,Indah,Amelya,Inul dan Nabila melakukan Misi yang terbilang susah.


“Untuk nama Kalian..lihatlah”ucapnya menunjuk kearah layar yang kini menunjukkan data Lima wanita yang memandangnya.


...Evita...


...Nama samaran: Kim Hyun


...


...Posisi: Leader...


...Indah...


...Nama samaran: Kim Hanuel


...

__ADS_1


...Posisi: wakil Leader ...


...Amelya...


...Nama samaran: Kim Ara


...


...Posisi : Wakil Leader...


...Inul...


...Nama samaran: Tavia


...


...Posisi: Hacker...


...Nabila...


...Nama samaran:Nayla


...


...Posisi: Perakit senjata...


Melihat posisi dan nama samaran mereka. membuat mereka tersenyum melihatnya. “Gila...kayak kita lagi masuk agen terkenal”ucap Nabila yang mendapat persetujuan oleh empat yang lain.


“Baiklah...ingati nama kalian, karena Malam ini Misi keempat kalian akan dimulai. Jadi semoga berhasil”ucap Miss Lila yang kemudian pergi meninggalkan Lima orang yang bersorak bahagia.


“Perkenalkan Namaku Kim Hyun..Eh namanya sama ama nama keduaku”ucap Evita melihat nama yang ada dilayar.


“Benar...bukannya nama keduamu Kim Hyun Jae ya...apa ini kebetulan?”tanya Indah yang ikut memandang kearah layar.


“Sudah itu tak penting..lagian nama kedua mu itu hanya diketahui oleh Kami dan Orang tuamu, tak ada yang lain..jadi aman”ucap Amelya yang langsung membuat Evita tersenyum melihatnya.


“Baiklah...mari kita menikmati waktu santai breee”Evita dan yang lain langsung pergi kesalah satu cafe milik Evita sendiri. disana mereka menghabiskan waktu bersantai sebelum tiba misi yang akan dimulai.


Tak ada yang tahu apa yang mereka hadapi nanti, yang pasti mereka harus siap menghadapinya.


-


Malam pun tiba, mereka berlima telah mengenakan sebuah gaun yang berwarna sama. Yaitu warna biru malam. Dengan topeng bagian mata membuat mereka tampak bukan anak sekolahan.


“Eh ini benar ya..kita masuk kedalam, ooh ya tadi kita disuruh ambil apa itu?”tanya Indah yang rada lupa dengan tujuannya.


Nabila yang menjawab pertanyaan Indah. “Kita disuruh...


“Ingat misi kalian adalah mengamankan koper yang akan diserahkan kekalian....koper itu berisikan dokumen. Dokumen penting milik perusahaan. Jadi kalian usahakan untuk mendapatkannya dan membawanya kembali”ucap Miss Lila.


Ambil koper dengan seseorang....kalau tak salah ia bernama Qasit”akhir dari jawaban Nabila. Lima orang gadis ini melangkah memasuki ruangan yang tengah dihiasi dengan suara musik dan aroma wine yang menyegarkan. Membuat Indah dan Evita meneguk ludah mereka dengan kasar.


“Sial...boleh engak ya Minum Wine”ucap Evita yang dianggukkan oleh Indah. Mereka berdua langsung ditegur oleh Inul.”Kalian ini, ingat kita ada misi”bisiknya. Membuat Evita dan Indah langsung terdiam.


Mereka berlima pun menuju kesebuah ruangan yang menjadi pertemuan mereka. dengan masing-masing masuk ruangan menunggu orang yang akan mengantarkan kopernya.


“Uh....akhirnya kita bisa melewati para pria tua-tua bau tanah itu”ucap Indah sambil menghela nafas. Saat mereka ingin mengunjungi ruangan yang dijanjikan. Mereka harus menghadapi orang-orang tua yang tengah berbincang-bincang, bahkan mereka tak tangung-tangung untuk mencolek mereka. untuk colekkannya dilengan, kalau dipinggul mereka. udah dipastikan mata tuh orang buta.


“ih...orang itu berani-beraninya menyentuh lenganku....sial coba aja menyentuh bagian yang lain, besok ku jamin hidupnya engak akan penuh dengan kenyaman”ucap Evita sambil mengelap bagian lengan yang tercolek oleh orang tua bau tanah.


“kau benar....cih...mereka itu benar-benar pembisnis yang menternakkan istri-istri”Amelya memikirkan para orang luar yang bermain-main dengan gadis tak tahu siapakah gadis itu. Apakah istri mereka atau bukan. Membuatnya merasa jijik sendiri.

__ADS_1


“sudah-sudah...sekarang itu tak penting..yang penting kapan orang itu datang, ini sudah melewati jamnya”ucap Inul yang kini menatap jam tangannya dengan raut wajah yang kebingungan.


__ADS_2