MANTIV

MANTIV
● Mantiv(92)


__ADS_3

Evita membuka matanya dengan pelahan. Ia memindai sekelilingnya. Saat ini ia berada diruangan, bisa dipastikan ia berada didalam sebuah kamar.


Ia memilih untuk duduk secara perlahan. Dan menenangkan diri karena kilasan masa lalunya kini tergambar dengan jelas. Tanpa Ia sadari air matanya mengalir begitu saja.


“Kau sudah bangun?”


Ucap seseorang yang membuat Evita langsung menatap kearahnya. Matanya makin membulat melihat siapa yang berbicara.


Pria yang bertahun-tahun mencintainya. Menunggu dan melindunginya. Jika Ia tak melepaskan tangan saat orang tersebut menolongnya. Ia mungkin tak akan menderita seperti ini. Mentalnya tak akan terusik sama sekali.


“Kalau Kau sudah sadar..ini makanlah sup yang masih hangat. Cocok untukmu”ucap pria itu lagi.


Evita tak menjawab. Ia memilih untuk turun dari kasur yang empuk itu. dan melangkah mendekat dengan pandangan tak percaya. Pria yang menepati isi hatinya. Ruangan yang luas itu telah dipenuhi dengan Pria yang ada didepannya.


“Ada apa?”tanya Pria itu lagi. Evita seketika juga memeluknya.


“Za!”


“Za!”


“Za!”


“Za!”


Teriak Evita menyebutkan nama Kekasihnya. Orang yang dicintainya. Dan juga orang yang membuatnya selalu merasa kenyamanan Serta kebahagiaan.


Za yang mendapati Evita memeluknya. Langsung membalas pelukkan itu. “Tenanglah Aku disini....Aku disini Evita”ucap Za selembut mungkin.


Hiks...hikss.....Evita mengusapkan wajahnya didada bidang milik Za. Dan kemudian melepaskan pelukan itu untuk memandang kekasihnya.


“Ada apa hm?”tanya Za dengan hati-hati. Evita yang mendengarnya tersenyum.


“Za....maafkan aku, maafkan diriku, dulu selalu keras kepala. Dan juga menyakiti hmph”Evita membelak menyadari bahwa Za mencium bibirnya. Dan membungkam apa yang ingin diucapkan oleh Evita.


Ciuman yang tak pernah dilakukan itu, kini terasa sangat aneh untuk Evita. tapi Za yang sepertinya tak tahu hanya bisa terdiam.


Setelahnya terlepas tautan bibir itu. Za memandang Evita dengan meletakkan dahinya ke dahi Evita. saling memandang dengan nafas yang berhembus bersamaan.


“Evita....aku yang seharusnya minta maaf. Jika seandainya dulu aku tak melepasmu, tak meninggalkanmu..dan berada disisimu, kau tak akan semenderita ini...maafkan aku”ucap Za dengan mencium kembali bibir yang kini menjadi candu untuknya.


Ciuman itu tak lama, karena suara perut lapar telah terdengar oleh Za. Membuat Za tersenyum mendengarnya.


“Sepertinya Kau tengah perlu asupan tinggi..makanlah, aku akan menyiapkan air hangat untukmu”ucap Za yang mulai menjauhkan diri.


Tapi Evita menahannya dengan memeluk Za dari belakang. “Tak perlu....Aku mandi dengan air dingin saja..Za apa kau tak ingin menyuapiku?”


Za yang mendengarnya langsung membalikkan tubuh dan duduk disofa kecil yang tersedia. Evita tahu mereka masih berada dihotel. Tentu saja hotel ini milik keluarga Zhan.


“Kemarilah”ucap Za. Evita mendekat dan memilih untuk duduk disamping Za. Tapi Za langsung menarik dirinya dan mendudukkannya dipangkuan Za.


“Apa yang dilakukan olehmu. Tubuhku berat”ucap Evita. tapi Za tak memperdulikannya. Za mengambil sup yang masih hangat itu dan menyuapkan kemulut Evita. Evita yang mendapat perlakukan itu hanya bisa tersenyum dan menyambut suapan dari orang yang selama ini terlupakan olehnya.


-


Intari merasa begitu berat untuk membuka mata. Karena mengingat kilasan masa lalu yang begitu kelam untuknya. Tapi mau tetap menutup mata itu percuma. Jadi ia memutuskan untuk membuka dan memindai sekitarnya.


Ia sedikit ingat bahwa ia bersama dengan Pria yang tak lain adalah kekasihnya. Kekasih yang terlupakan olehnya.


“ugh!”Intari berusaha untuk bangun karena ingin mengambil air minum. Ia saat ini benar-benar haus.


Klik


“Apa yang kau lakukan?”tanya seseorang yang tak lain adalah Yoongi. Ia baru saja masuk dengan membawa sebuah pakaian.


Intari hanya bisa membiarkannya. Tak bisa menjawab karena saat ini tenggorokkannya tengah kering.


“Apa perlu sesuatu?”tanya Yoongi lagi.


Intari yang mendengarnya mengeleng. Ia meminum air hangat yang disediakan. Setelah menikmati air minumnya. Ia memilih untuk duduk disofa yang ada.


Yoongi mendekat kearahnya. “Kau ingin makan?”Intari yang mendengarnya langsung tersenyum. Ia tahu begitu perhatiannya Kekasihnya ini. Bukan, mantan kekasih, tapi mereka tidak putus. Sudahlah Intari tak ingin berpikir panjang. Ia mengeleng menjawab pertanyaan Yoongi.


“Kau pasti lapar..aku akan mengambilkan sesuatu untukmu makan”ucap Yoongi ingin pergi. Tapi Intari menahan kepergiannya.


“Ada apa?”tanya Yoongi lagi. Intari langsung memeluk Yoongi dengan dadakkan. Membuat Yoongi sedikit goyah. Tapi dengan cepat kembali menenangkan dirinya.


“Maafkan aku”ucap Intari sedikit terisak dan ia tak bisa lagi melanjutkan ucapannya. Ingatan tentang masa lalu, memilih untuk menjauh, dan Intari tahu bahwa saat ini pun seharusnya ia tak bertemu dengan Yoongi. Tapi takdir berkata lain. bagaimana pun Intari masih mencintai Yoongi.

__ADS_1


“Aku yang seharusnya minta maaf....Indah..dulu aku tak terlalu memikirkannya, ku pikir kau tak serius. Tapi ternyata aku salah.”ucap Yoongi. Intari yang mendengarnya sedikit terkejut. Ia menatap kekasihnya yang kini meletakkan kepalanya dibahu Intari.


“Aku..aku terlalu bodoh, tak menyadarinya, seandainya waktu bisa berputar kembali, Izinkan aku berada didekatmu saat dimasa sulitmu”ucap Yoongi lagi.


Intari yang mendengarnya tak bisa lagi menahan air matanya. Seketika seluruh air mata yang tersisa keluar bersama dengan ucapannya. “Jangan memberiku harapan, Tuan Muda”ucap Intari seformal mungkin. Saat ini ia terlalu banyak berharap dan terlalu banyak menginginkan. Jika ia berpikir jahat. Mungkin Evita dan Amelya tak akan bersama dengan dirinya. Ia akan memilih untuk bersama Yoongi dan menjauhi segala masa kelamnya. Tapi tetap saja ia menyayangi kedua Sahabatnya.


“Aku tidak memberi harapan palsu Indah..aku benar-benar mencintaimu”ucap Yoongi lagi dengan menatap Intari yang kini menatapnya juga.


“Aku benar-benar mencintaimu”Intari yang mendengarnya langsung memeluk kembali Yoongi dengan erat. Tak hanya Intari,Yoongi pun membalas pelukkan tersebut.


-


“Amelya kau sudah bangun?”tanya Echan menatap kearah Amelya yang menatap kearahnya juga.


Amelya terdiam bukan tak bisa menjawab, tapi tak menduga ternyata kilasan masa lalunya benar-benar mengerikan. Dan hanya orang didepannya ini yang mampu menenangkannya. Amelya langsung bergerak menerjang Echan yang kaget melihatnya.


Brukkk


Keduanya terjatuh dilantai dengan Echan yang menahan tubuh Amelya. Amelya menangis dengan suara yang ditahan. Membuat Echan menenangkan dengan mengusap pungungnya.


“Menangislah”ucap Echan. Amelya yang mendengarnya langsung pecah dengan suara tangis yang tak terbendung.


Echan yang mendengar suara tangis itu langsung ikut memetakkan air mata. Ia memeluk Amelya dengan erat dan tak akan melepaskan pelukkan itu. bahkan tak akan membiarkan Amelya pergi lagi dan menghilang.


-


Ketiga sahabat yang telah kembali mengingat masa lalu mereka. kini menjadi sedikit tenang meski gusar. Karena satu hal yang mereka takutkan adalah kekasih mereka.


Meski bahagia mendapatkan kembali kasih sayang dan segala perhatian. Tapi tetap saja mereka tak akan bisa bersama.


Evita yang tahu Za telah memilki tunangan tak akan mungkin berharap bisa memilikinya. Ditambah ia tak memiliki mahkota yang seharusnya dijaga.


Intari dan Amelya yang tahu hidup mereka telah dilecehkan tak mungkin bisa bersama dengan Yoongi dan Echan. Karena mereka tahu bahwa mereka hanya akan mengotori nama baik kekasih mereka.


Semua hanya bisa terdiam dengan pikiran masa depan. Intari,Amelya dan Evita hanya bisa menjalani bagaimana kisah cinta mereka. apa lagi Evita yang tahu bahwa ia memiliki empat pria yang beberapa telah ditolak olehnya. Kadang Evita merasa karma datang didirinya.


-


“Evita!!”teriak Intari dan Amelya ketika keluar dari lift. Karena hari ini mereka diajak oleh Yoongi dan Echan untuk bertemu seseorang. Melihat sahabat mereka yang kini tersenyum dengan merentangkan tangan.


Intari dan Amelya langsung memeluk Evita dengan eratnya. Intari dan Amelya tahu Evitalah yang paling kelam masa lalunya. Dan mengingat masa lalu itu membuat mereka makin takut kehilangan Evita.


“Tentu saja kami baik”ucap keduanya. Evita tersenyum.


Mereka bertiga bersama tiga lelaki melangkah ketaman hotel yang ada. dan disana disediakan buah-buahan oleh kekasih mereka.


Evita,Intari dan Amelya menikmati apa yang tersaji. Sambil berbincang-bincang.


“Berapa lama Aku pingsan?”tanya Evita. ia tak mungkin tertidur bukan.


Za yang mendengarnya langsung menjawab. “kau hanya pingsan selama tiga hari”ucap Za.


“Bagaimana dengan diriku?”tanya Intari.


Amelya juga ikut mengangguk.


“Sama..tiga hari”jawab Echan.


“Apa terjadi sesuatu?”tanya Evita lagi. Za yang berada disampingnya langsung menyentuh pungungnya.


“Sudah jangan dipikirkan dulu..lebih baik kalian istirahat...setelahnya baru melanjutkan misi kalian”ucap Za.


Yoongi dan Echan mengangguk. “Aku setuju, bukan hanya kalian, Kami juga sebenarnya hampir pingsan”ucap Echan.


Evita,Intari dan Amelya sedikit bingung mendengarnya. “Apa masksudnya?”tanya ketiganya.


“Saat kalian merasakan sakit kepala, kami pun juga merasakannya..tapi untungnya kami masih mampu bertahan”jelas Echan lagi.


Evita sedikit terdiam mendengarnya. “Apa ini ada hubungan dengan obat?”benaknya.


“Sudah itu tak penting...sekarang apa yang akan kalian lakukan?”tanya Yoongi. Pria dingin itu masih saja dingin.


“Rencanaku kembali kemansion”jawab Evita. karena memang tempat itu yang ingin dituju olehnya. Za, Yoongi dan Echan menggangguk.


“Baiklah, kapan kalian akan kembali?”tanya Echan.


“Sore ini”jawab Evita lagi.

__ADS_1


“Kami akan mengantar kalian..”ucap Za. Evita,Intari dan Amelya mengangguk.


-


Seperti yang dijanjikan. Ketiganya diantar oleh Tiga mantan kekasih mereka. tapi masih dibilang kekasih.


“Terimakasih telah mengantar kami”ucap Intari yang kini menutup pintu mobil.


“kami tak diundang untuk masuk?”tanya Echan yang sedikit bercanda. Intari yang mendengarnya terkekeh.


“Masuklah”Amelya tertawa menikmati apa yang berubah dari Echan. Yeah mereka memang sedikit berubah.


Para karyawan detektif kaget melihat hal tersebut. Mereka tak menduga bahwa Nyonya mereka akan tiba. Semua terlihat khawatir dan merasa cemas yang mendalam.


Sebastian pun tak terkecuali. Saat melihat Nyonya-Nya, ia langsung berlari dan memeluk Evita.


“Nyonya..apa anda tidak apa-apa?”ucap Sebastian dengan nada yang penuh ketakutkan. Sebastian punya ingatan kelam yang dimana ia juga hampir mati karena melindungi Nyonya-nya. Untungnya orang tuanya tak tahu akan hal itu. jika tahu Sebastian akan disuruh untuk berhenti.


Za yang melihat Evita dipeluk sedikit merasa panas. Tapi ia kembali menenangkan diri. Karena itu yang terbaik.


Sedangkan Intari dan Amelya hanya bisa mengeleng melihat tingkah Sebastian yang seakan-akan telah kehilangan benda kesayangannya.


“Aku baik-baik saja Sebastian..tak perlu khawatir”ucap Evita dengan melepaskan pelukan tersebut. Sebastian mengangguk.


“Mari duduk”ucap Amelya menawarkan sebuah sofa yang luas. Karena memang tempat tersebut khusus tamu.


Sebastian yang menyadari bahwa ada Za disana langsung sedikit kaku. Ia tak bisa melawan Za, karena Za juga merupakan deketif terbaik yang ada.


Raja datang ketika melihat apa yang terjadi. Ia sedikit tak menduga ada tiga pria tampan yang begitu dekat dengan boss nya. Ia sedikit bertanya-tanya siapa mereka.


“Ku dengar...mereka adalah mantan detektif dahulu...lebih tempatnya detektif yang menjadi posisi teratas”bisik Seseorang kearah Raja.


Raja yang mendengarnya langsung menatap. Orang tersebut adalah Nabila yang tersenyum dan melangkah untuk menuju kearah orang-orang yang tengah berkumpul. Raja pun ikut melangkah.


“Evita!!!!”teriak Nabila dengan langkah yang ingin memeluk Evita. tapi nyatanya ia memeluk Intari dan Amelya. Memang adik sepupu yang laknat.


“Bagaimana kabar kalian...kami hampir saja membawa seluruh pasukkan untuk mencari kalian”ucap Nabila dengan nada yang sedikit manja.


Intari mengeleng, serta Amelya yang hanya bisa menatap tak percaya. Evita memilih untuk menulikan indra pendengarannya.


“Bibi”seru Evita yang langsung datang sepuluh Bibi yang ada. semua Bibi tersebut kaget melihat siapa yang datang.


“Astaga Nak Za...Yoongi dan Echan, bagaimana kabar kalian?”tanya Bibi yang ada.


“Baik Bi”jawab Echan.


“Ayoo kalian telah dewasa...duduk...duduk...Kami akan membawakan cemilan dan minuman”


“Makasih Bi”ucap Intari dan Amelya. Evita mengeleng melihatnya.


“Ooh ya Nabila..Inul dimana?”tanya Evita.


“Inul sedang menikmati keluarganya. Tak akan bisa bergabung karena kemarin baru saja ia lahiran”jawab Nabila. Inul yang telah berkeluarga itu tak akan bisa bergabung lagi.


“Benar...Putra juga mengkabariku bahwa Istrinya telah melahirkan”ucap Za.


Evita yang mendengarnya tersenyum. “Baguslah..bagaimana keadaannya?”tanya Evita lagi.


Nabila sedikit emosi langsung menjawab “Kenapa tak datang saja sendiri..ia ada dikediaman Alex”setelah mengucapkannya. Nabila langsung menutup mulut ketika menyadari bahwa Evita tak ada lagi hubungan dengan keluarga besar.


“Maafkan aku”Nabila langsung menundukkan kepalanya dengan perasaan bersalah. Intari dan Amelya juga ikut terdiam, Mereka merasa kalau suasana kali ini penuh akan kesedihan. meski mereka sendiri tak tahu apa yang terjadi.


Za,Yoongi dan Echan juga terdiam, mereka yang melihat sendiri bagaimana seorang wanita melepaskan marga hanya karena dituduh oleh keluarga mereka. mereka juga ikut merasa bersalah.


Raja terdiam melihat suasana yang sedikit sedih, ia menatap kearah Sebastian yang juga menundukkan kepalanya.


“Sudahlah..itu tak penting sekarang, jadi bagaimana keadaannya?”tanya Evita lagi. ia tak ingin mengingat hal tersebut, syukurlah ia telah melepas marganya. Setidaknya keluarga besar Alex tak menanggung malu Karenanya.


“Dia baik-baik saja....serta Bayi perempuannya”jawab Echan untuk mengambil alih suasana.


“Eh perempuan..wah, Intari,Amelya kita menjadi seorang Tante”seru Evita yang membuat Intari dan Amelya mengerti bahwa gelar tante akan berubah menjadi Rich aunty karena yeah Evita bisa royal terhadap apa yang disukainya.


“Evita jangan berpikir yang macam-macam”tegur Intari dengan wajah yang serius.


“Tapi kau mau kan.mau jadi Rich Aunty?”tanya Evita lagi. Intari yang mendengarnya mengeleng tapi kemudian menyodorkan dua jempolnya.


-

__ADS_1


Maafkan Kim baru bisa Update😁


__ADS_2