
Hari telah berlalu, bulan telah pergi dan tahun telah berganti. Mungkin sudah setahun mereka menghadapi segala masalah.
Evita mengurus sisa yang terjadi, mulai dari kejadian mabuk diclub malam. Hingga ia harus membuat club itu musnah dalam sekali perintah. Tidak hanya itu ia juga mengurus tiga wanita yang menjebaknya. Hingga menyerahkannya kekeluarga Zahra. Tak tahu apakah mereka masih bernyawa apa tidak.
Semua yang terjadi kepadanya perlahan terlupakan, dan Reza selama itu juga tak pernah menampakkan diri lagi. ia hanya melakukan tugasnya bersama Ayah Angkat Evita.
Evita juga tak mencari-cari. Ia memang ingin membuat Reza sadar dengan apa yang sudah ditakdirkan. Jangan sampai mengambil jalan yang menyimpang yang berakhir kehilangan.
Dari semua itu, Evita mendapatkan kasih sayang dari kekasihnya. Za, pria itu selalu ada didekatnya. Selalu bersama meski kadang harus berpisah lama. Namun ia tak pernah melupakan Evita yang semakin lama semakin dicintai.
Evita merasa kasih sayang Za sudah lebih dari pada kekasih. Seperti pasangan sendiri. intinya Za benar-benar menganggap Evita sebagai jodohnya dan tak akan pernah terganti oleh wanita yang lain.
Evita merasa senang akan hal tersebut, tapi merasa ragu karena mereka kadang sering salah paham. Apa lagi salah pendapat yang berakhir tak mau mengalah. Meski paling banyak mengalah adalah kekasihnya sendiri, Za.
Sebastian semakin hari semakin berubah. Ia menyibukkan diri dengan segala kegiatan yang ada. ditambah perusahaan detektif akan berpindah tempat disalah satu kota Q yang berada ditebing.
Maka semua yang berurusan dengan Evita, Sebastian pasti akan langsung mengerjakan lebih dahulu, sebelum Evita yang mengerjakkannya. Meski kadang ada yang belum dimengerti, Sebastian akan memberikan tugasnya kepada Evita, untuk minta penjelasannya.
Berbeda dengan Indah yang menjalani kehidupan serba file. Yeah ia berkerja disalah satu perusahaan Ayah Angkat Evita. meski begitu,lama kelamaan posisinya makin menaik karena Ayah Evita tak tanggung-tanggung memberikannya perkerjaaan.
Hidup Indah memang tercukupi, dan ia menikmati, kadang uang lebih akan diberikan kepada anak-anak yang kesusahaan. Dan dikampungnya, ia juga akan berbagi-bagi.
Kenangan tentang kejadian waktu itu telah hilang dalam diri Indah. ia merasa senang ternyata kejadian itu mudah dilupakan. Namun dari semua itu, ia hanya berpikir bagaimana korban yang mengalami. Apa mereka juga akan mudah melupakan kejadian kelam yang didapat. Tapi memikirkan hal itu, tak akan ada habisnya. Indah lebih memilih untuk tetap berpikir positif. Dan berharap semua akan baik-baik saja.
Untuk hubungannya dengan Yoongi, semua berjalan dengan baiknya. Kadang ada kalanya mereka harus berjauhan. Namun dari semua itu ada pelajaran yang mereka ambil. Dalam hubungan memang ada sebuah pengorbanan.
Berbeda dengan kedua sahabatnya, Amelya akan meneruskan perusahaan Ayahnya. Pamannya telah dipenjara, orang yang dulu sempat ingin menikahinya juga tak tahu dimana. Yang penting ia menyelesaikan segala urusan yang ada.
Perusahaan yang ditinggal ini sangat disayang oleh Amelya. Meski begitu kadang ia harus meninggalkannya dengan urusan detektif.
Untuk hubungannya, semua berjalan baik-baik saja. Meski mereka masih dibilang baru, setidaknya rasa cinta itu telah dirasakan oleh mereka. kasih sayang, perhatian dan rasa rindu itu apa telah terjawab dengan adanya hubungan. Meski kadang-kadang Amelya merasa aneh dengan hubungan ini. Karena Echan selalu mengalah kepadanya. Seakan-akan Amelya adalah milik Echan sepenuhnya. Padahal menikah saja belum. Sudah jangan pikir menikah dulu, kelar dong nih cerita...
-
Evita,Indah dan Amelya merasa segala yang ada memberikan keamanan. Tapi ternyata dugaan mereka salah.
Saat ini Indah dan Amelya tengah bersiap untuk menyelesaikan misi yang diberikan.
Ada sebuah hotel yang menjadi pusat perhatian untuk orang-orang ber uang. Tugas ini sebenarnya tidak untuk mereka. tapi karena karyawan yang tak banyak, Indah dan Amelya pun harus turun tangan. Sedangkan Evita tengah mengurus perusahaan Ayahnya. Jadi tak bisa membantu.
Dihotel yang menjadi tempat utama mereka, Indah dan Amelya tengah bersiap-siap dikamar.
“Eh....belakangan ini kenapa kita jarang ngumpul ya”ucap Indah yang mengenakan pakaian gaun yang tersedia alat-alat lengkap khusus detektif.
Mendengar ucapan Indah, Amelya menjawab “Tentu saja jarang, karena kita masing-masing sibuk mengurus bermacam hal..sudahlah itu tak penting..sekarang ayo kita mulai”
Indah mengangguk. Keduanya melangkah keluar dengan gaun yang dikenakan. Mereka mengenakan topeng untuk menutupi identitas mereka. meski sebenarnya tak perlu dilakukan. Karena mereka sendiri jarang dilihat oleh orang-orang.
Melangkah mendekati sebuah lift. Terdapat dua pria yang tengah berjaga dengan pakaian layaknya seorang pengawal.
“Tunjukkan kartu undangan anda”ucap salah seorang pengawal. Mereka menatap dua gadis yang juga menatap mereka.
Indah mengeluarkan kartu undangan berwarna merah. Dan memberikannya kepada pengawal. Pengawal tersebut membuka kartu undangan kaget melihat bahwa yang ada ditulisan itu berwarna emas. Yang berarti tamu kali ini adalah tamu VIP.
“Maaf atas ketidak sopanan kami..”Pengawal tersebut tunduk dan pengawal yang lain ikut menunduk. Indah dan Amelya sedikit bingung dengan apa yang terjadi. Tapi memilih untuk bodoamat dari pada memikirkannya yang akan menghambat tujuan mereka.
Mereka berdua melangkah masuk kedalam ruangan. Berjalan sedikit menuju kesebuah tempat yang dimana terdengar suara musik yang merajalela.
Ini adalah dunia bawah tanah. Terlihat disebuah area kecil, yang memperlihatkan dua orang pria tengah bertarung untuk bertahan hidup. dan orang-orang yang menonton menikmati perkelahian tersebut.
Indah dan Amelya sempat membaca rincian dari kasus kali ini. Tujuan mereka adalah mengambil segala data yang ada disini, dan akan memberikan data itu ke Miss Lila yang ada diAmerika.
“Indah,Kita berpisah”ucap Amelya yang langsung dianggukkan oleh Indah.
__ADS_1
Indah adalah pecinta perkelahian, jadi memilih untuk menonton dan menikmati pertandingan tumpah darah itu. sedangkan Amelya, ia memilih untuk mengecek ruang satunya. Karena kasus yang mereka ambil ini ada satu lagi, tempat penjualan manusia. Atau budak yang bisa dibeli dengan harga yang lumayan.
Amelya tak mengira ternyata dunia bawah tanah itu sungguh mengerikan. Ia sempat berpikir bagaimana jika ia menikah dengan seorang Mafia. Ah sudah dipastikan hidupnya akan tertekan. Tapi untuk kedua sahabatnya mungkin bisa jadi Mafia itu yang jinak bukan mereka berdua. Karena Kedua sahabatnya itu atau salah satunya berhasil membuat pria asing dari luar negeri menjadi bucin terhadapnya. Hanya saja kabar pria asing itu tak diketahui.
Indah yang masih berada ditempat memandang sekeliling. Orang-orang yang ada disekitarnya sungguh sangat menikmati perkelahian ini. Yeah memang rada kurang mungkin.
“Diperhatikan, yang masuk pasti harus membayar uang yang berlimpah untuk bisa duduk disini...luar biasa..bisnis luar biasa”benak Indah.
-
“Nona...Nona”teriak pengawal yang datang dengan tergesa-gesa sampai tak sadar dengan keadaan.
“Uh....”lolos suara laknat yang dimiliki oleh wanita yang dipanggil Nona. Untung ruangan tersebut tertutup oleh tirai yang besar. Hingga pengawal tersebut tak melihat kejadian yang sesungguhnya.
“Ada apa?”tanya wanita itu. Pengawal yang mendengarnya langsung menjawab “Nona..dua wanita yang anda cari telah kami temukan..hanya kami masih kurang yakin apakah itu mereka..”
“Bukannya dia datang mengunakan kartu undangan yang sudah ku berikan...apa kau yakin?”
“Yakin Nona..kartu undangan itu tercap tanda tangan anda...sudah dipastikan bahwa kedua gadis itu adalah mereka”
“Bagus...tahan mereka...uh...intinya jangan sampai lepas~”suara laknat lagi-lagi keluar. Membuat pengawal tersebut memerah karenanya.
Ia langsung bergegas pergi meninggalkan kamar yang beraroma asing. Sungguh mengerikan memang.
-
Evita baru saja kembali dari rapat. Ia memutuskan untuk menyusul Indah dan Amelya. Jadi ia ingin cepat-cepat pulang dan membantu kedua sahabatnya itu.
Dimobil kesayangannya, Evita membuka pintu mobil dan bersiap untuk pergi. Saat mobil membelah jalan yang lumayan sepi. Evita malah mendapatkan sesuatu yang tak mengenakkan.
Mobil arah berlawanan hampir menabrak dirinya. Evita yang berhasil selamat langsung bergegas untuk berhenti dan melihat keadaan sang pengemudi yang amburadul itu.
“Semoga baik-baik saja”benak Evita. ia melangkah ingin membuka pintu mobil. Setelah keluar ia melihat kearah jalanan yang terlihat sepi.
Mata Evita membelak, ia baru saja hampir tertabrak, sekarang orang yang menabraknya malah kabur. Wow sungguh luar biasa sekali.
Grepppp.....
Hummphhhhhhhh
Kesadaran pun menghilang karena menghirup aroma yang membuatnya mengantuk.
-
Mata Evita mengerjab-ngerjab. Ia berusaha untuk mengembalikan pandangannya. Hingga beberapa detik kemudian pandangannya kembali. Dan terlihat saat ini ia tengah berada disebuah tempat yang tak asing untuknya.
“REZA!!!!!”Evita berteriak sambil bangun dan mengedor-gedor pintu kamar yang pernah ia tempati. Dan bahkan kabur, tapi sekarang tak bisa lagi karena ruangan ini diberi lapisan yang luar biasa. Bahkan pelurupun masih tak bisa menyentuh orang yang ada didalam.
“Untuk apa teriak sayang....Aku ada disini”ucap seorang pria yang keluar dari kamar mandi. Hanya handuk yang ada dipinggangnya. Evita yang melihatnya langsung membuang muka. Seumur hidup ia baru pertama kali melihat laki-laki seperti ini. Sial matanya ternodai lagi.
“Kenapa kau menoleh...apa tak tertarik denganku?”ucap Reza yang kini memakai baju dan celananya. Ia mengeringkan rambut setelah semuanya aman.
“Aku tertarik?..maaf nih, Za lebih tampan dan menarik untukku”jawab Evita sambil membalik badan dan melihat Reza yang mendekat kepadanya. Kali ni Evita tak mundur, ia menyerahkan diri dan bersiap untuk melawan jika Reza berbuat macam-macam. Sekarang ia harus kuat tak boleh lemah.
“Sungguh gadis yang luar biasa...Kau seorang detektif rupanya”ucap Reza yang duduk dikasur yang besar itu. memandang Evita dengan menunjukkan dua gambar yang membuat mata Evita langsung menyusut.
“Indah..Amelya?”Evita mendekati Reza yang kini memeluknya setelah Evita masuk perangkapnya.
Reza memeluk dengan erat bahkan tak melepaskan Evita yang meronta-ronta.
“Apa yang Kau lakukan...Mereka kedua sahabatku..berani-beraninya kau!!!”Evita memukul kepala Reza dengan tinjuannya. Membuat Reza mengaduh kesakitan hingga menghempaskan tubuh Evita kekasur dan menindihnya.
“Asal Kau tahu..Apapun yang bisa membuatmu mau berada didekatku akan kulakukan segala caranya”bisik Reza. Evita memandang Reza dengan tatapan penuh amarah. Ia mengumpulkan tenaganya untuk menjatuhkan Reza dari kasur. Dan hal itu berhasil dilakukan.
__ADS_1
“Gadis sialan”gerutuk Reza yang berusaha untuk bangun. Evita melangkah bangun terlebih dahulu, mengambil vas bunga dan melemparnya kearah kepala Reza.
Crack
Pas bunga tersebut pecah berkeping-keping bersamaan dengan kepala Reza yang mengalirkan darah segar.
“Evita!!”Reza mengaduh sambil menahan darah yang mengalir dikepalanya.
Evita tak memperdulikan lagi, sekarang yang terpenting adalah sahabatnya. Ia harus kabur. Dengan pikiran yang ada, Evita mengedor-gedor pintu dan mencari celah yang dapat dibuka. Tanpa pikir panjang, ia menendang-nendang pintu yang tak tahu apakah bisa terbuka.
Brakkk
Brakk..
Brakkkk.
Pintu tersebut terbuka dengan celah yang masih kecil. Tapi Evita merasa itu kesempatanya. Namun sayang Reza menarik tubuhnya lagi.
“Apa Kau pikir bisa kabur sekarang..sebelum Aku menyetubuhimu..Kau tak akan bisa kabur”
Evita menatap tajam kearah Reza. Ia mengambil sisa-sisa pecahan vas bunga itu. dan mengarahkannya kearah Reza.
“Aku tak main-main Reza...menjauh atau kubunuh”ucapnya. Reza yang mendengarnya tak percaya. Ia tersenyum remeh tapi kaget seketika melihat Evita yang mendekat dan menodongkan pecahan vas itu dilehernya.
“Aku tak setengah-setengah jika ingin membunuh seseorang...”ucap Evita yang kemudian...
Sreeekkk
Evita mengoreskan sisa pecahan vas itu ketubuh Reza. Membuat Reza langsung menatap horor dengan Evita.
“Ingat..aku tak main-main”Evita meninggalkan ruangan yang kemudian melarikan diri.
“Aw....Evita..apakah itu benar dirimu?”guman Reza.
Evita terus berlari, hingga menemukan dua pengawal yang berjaga. Dengan cepat ia menghabisi para bodyguard yang ada. bodoamat sekarang ia harus cepat. Tak perduli dikira pembunuh, yang terpenting Indah dan Amelya dulu. Ia berjanji akan menjaga mereka. tak boleh janji itu hilang karena kelalaiannya.
“Mobil..mobil....mobil”gumannya sambil mengecek seluruh tempat untuk mencari mobil. Hingga ia menemukan mobil miliknya. yeah ia tahu bahwa Reza yang menculiknya. Tapi sekarang itu tak penting, yang penting Sahabatnya dulu.
Evita bergegas mengendarai mobil miliknya dan menuju kesalah satu tempat yang akan membantunya. Ia harus secepatnya tiba.
“Indah..Amelya..ku harap kalian bisa bertahan dan menungguku”benak Evita.
-
Reza melihat sebuah undangan yang terlihat asing untuknya. Ia memutuskan untuk mengambilnya dan melihat tapi tangannya ditahan oleh Sebastian.
“Tuan Reza ada yang bisa saya bantu?”tanya Sebastian.
Reza yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap heran. Ia hanya mengeleng dan melangkah pergi.
Reza keluar dari perusahaan dan memilih untuk istirahat dimobilnya. Tapi seseorang datang dengan wajah yang tertutup. Reza menatap heran dengan orang tersebut.
“Anda Reza?”tanya orang yang kini berdiri didepan Reza. Reza mengangguk, lagian memang benar dirinya adalah Reza.
“Tuan..Aku ingin membuat kesepakatan denganmu, jika berhasil menganti kartu undangan ini dengan kartu yang ada didalam perusahaan, maka yang anda perlukan akan dipenuhi”
Orang aneh ini memberi tawaran gila, siapa juga yang ingin membantu. Lagian Cuma kartu undangan apa yang diinginkan oleh mereka?. benak Reza yang menatap aneh kearah orang didepannya.
“Tuan..jika anda bersedia, maka kami akan membantu anda”
“Rak perlu..hanya sebuah kartu..sini aku akan langsung memberikannya”ucap Reza yang kemudian melangkah menuju kantor perusahaan membawa kartu undangan yang asing untuknya.
Terlihat sebastian tengah tergesa-gesa, Reza yang ingin memberikannya secara langsung menjadi urun. Ia pun menaruh undangan tersebut dan meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Setelahnya ia melihat pria itu masih ada disana, Reza mengeleng “Apa yang kau inginkan?”tanya Reza.
Pria tersebut menatap Reza. Meski hanya bisa melihat matanya, Reza bisa mengerti bahwa Pria ini ingin memberitahu sesuatu kepadanya.