MANTIV

MANTIV
● Mantiv(12)


__ADS_3

-


“kasusnya begitu Evi, bar ini memiliki misteri, walau damai dan tidak diketahui polisi sama sekali..dan ini merupakan misi yang bagus bukan” ucap Intari yang menujukan dokumen hasil pemeriksaannya.


Beberapa bulan lalu, ada sekelompok wanita yang terdiri lima orang memberitahukan bahwa Bar dikota kecil yang tidak pernah mendapat tindakkan dari polisi, karena mereka memeriksa dan mendapati bahwa bar ini hanya biasa-biasa saja seperti bar umumnya. Tetapi laporan yang disampaikan ada sebuah ruang rahasia yang tidak bisa dimasuki siapa pun, sekelompok wanita itu pun berhasil memasuki ruangan tersebut dan bisa dibilang bahwa hanya sisa 1 orang yang berhasil keluar dari ruang itu.


Karena merasa bahwa ini perlu diselidiki, 1 orang itu memberikan surat kepada kantor pos untuk memberikan kealamat kantor mereka. Hingga sampai ditangan Intari.


“namun dari dasar ceritanya. Kenapa hanya 1 orang yang berhasil lolos. Apa dia tidak menceritakan isi kejadian saat didalam ruangan itu?” tanya Amelya.


“Entah, aku hanya mengetahui itu semua dari isi surat itu” ucap Intari.


Evita hanya diam. Disisi lain, Sebastian menyampaikan pendapatnya. “menurutku, mungkin dia juga tidak mengetahui apa isi dalam ruangan itu, atau dia bisa lolos tapi ingatannya dihapus”


Raja yang mendengar seketaris pribadi bisa menyampaikan pendapat sungguh diluar dugaannya. Ia pikir seketaris pribadi disini hanya bisa diam dalam rapat besar khusus atasan seperti ini.


“Benar...tapi dari keseluruhan anggap saja dia tidak mengingat kejadian didalam ruangan, dan merasa bahwa dirinya harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi...namun setelah mengetahui semuanya, apa yang akan ia lakukan selanjutnya?” tanya Inul yang berdiri dengan wajah serius.


Lagi-lagi Raja dibuat penasaran dengan kumpulan orang seperti ini. Entah kenapa orang-orang disini berhak berpendapat dan mereka tidak akan melarang siapa pun orang yang ingin memberikan masukkan.


“jadi Evita..bagaimana keputusanmu?”tanya Intari yang memperhatikan boss mereka.


Semua mata tertuju padanya, sedangkan wajahnya tidak menunjukkan reaksi apapun. Dengan berdiri dari duduknya. Intari, Amelya pun ikut berdiri.


“selesaikan dan jangan melakukan lebih dari apa yang dipinta” ucap Evita yang kemudian pergi tanpa melirik kebelakang.


“Nyonya ada rapat mendesak beberapa hari kedepan, semoga misi ini berjalan dengan lancar..kami permisi” ucap Sebastian. Ia menutup pintu dengan lembut.


Raja menanamkan rasa kagum dengan jiwa kepemimpinan yang dingin ini. “sungguh, Boss yang menakutkan” benaknya.


Intari dan Amelya mengangguk setelah mendengar hal itu sambil tersenyum.


“Dia perhatian ya” ucap mereka bersamaan. Inul yang melihat itu juga tersenyum.


Setelah suasana agak tenang, Inul membuka pembicaraan.


“Intari dan Amelya..apa kalian akan melakukan penyamaran?”tanyanya.

__ADS_1


Intari dan Amelya pun langsung mengangguk. “iya...kami akan melakukan penyamaran. Misi kali ini kami tidak ingin orang-orang mengenal kami” ucap Intari.


“baiklah...akan ku persiapkan perlengkapan penyamarannya” ucap Inul.


Intari dan Amelya pun mengangguk dan melangkah keluar dari ruang rapat yang disusul oleh Raja seketaris Intari.


-


“Ada apa denganmu Kim Haneul*?” tanya Kim Ara* yang duduk disebelahnya.


Mereka mengendarai mobil menuju kesebuah bar kecil. Dengan kecepatan yang lumayan.


“Lihat...ada orang yang sedang berjalan dijalan tol” ucap Kim Haneul yang melirik orang tersebut saat lewat, lalu menyempatkan tersenyum kecil sebelum menghilang oleh kecepatan.


“apa yang kau senyumkan” ucap Kim Ara.


“dia terlihat unik” sambil tertawa Kim Haneul kembali berkosentrasi mengendarai.


-


Tiba disebuah bar....Kim Haneul dan Kim Ara memilih duduk dilantai dua, meski tidak seluas lantai bawah, ia merasa ini sudah bisa melihat sekeliling ruangan.


“ingat kita disini menyelesaikan misi” ucap Kim Ara sambil duduk dengan tenangnya.Kim Haneul pun melambaikan tangannya.


Kim Ara* adalah nama Fake dari Amelya. Penyamarannya juga termasuk ringan dan tidak memiliki terlalu banyak perubahan, rambut pendek dan pakaian hitamnya. Sedangkan Kim Haneul* adalah nama Fake dari Intari dengan penyamaran yang bisa dibilang sedikit berbeda. Dia berpakaian feminim saat menyamar.


Kim Haneul meminum wine kelas 2 yang sudah menjadi favoritenya. Yeah walau Cuma bisa beberapa gelas untuk meminumnya. Menurutnya itu sudah luar biasa. Dalam hal minum-minuman, Amelya adalah orang yang masih bersih, dirinya tidak meminum wine atau apa pun itu. Sedangkan Evita sang boss itu, dia adalah maniak wine level atas walau kadang-kadang membuat semua orang panik saat dirinya mabuk. Untungnya mabuk Evita tidak sampai membuat orang ingin membunuhnya.


Melirik kesana kemari, Kim Haneul melihat orang familiar yang beberapa jam lalu ia temui. Sambil melihat orang tersebut, dirinya menangkap basah orang yang melirik diam-diam padanya dengan senyum yang terukir dibibirnya. Meski dalam beberapa menit orang tersebut memalingkan wajahnya.


“ayuk pergi” ucap Kim Ara yang berdiri. Kim Haneul yang melihat ini pun hanya memasang wajah senyum terpaksa dan bangun untuk mengikuti Kim Ara.


-


Yoongi sudah melirik kesegala arah, dia tidak menemukan wanita yang tersenyum genit padanya. Namun tak berapa lama dirinya sadar dengan apa yang dibuat olehnya. “ada apa denganku...lebih baik kembali ketujuan awal”benaknya dan kemudian pergi mencari beberapa pekerja yang ada disana untuk bisa ditanyai.


“permisi” ucapnya saat melihat wanita yang mengantar minuman untuk orang-orang.

__ADS_1


“iya” balasnya sopan.


Pakaian wanita ini memang kekurangan kain, untungnya Yoongi bukan sikepala mesum, jadi ia bisa tenang menghadapi orang yang seperti ini.


“apa kalian mengenal wanita yang bernama Laura?” tanyanya.


“hmm....sepertinya beberapa hari yang lalu memang ada orang yang bernama Laura, tapi dirinya sudah dibawa pergi oleh orang lain” ucapnya.


“benarkah..hm kalau boleh tahu, orang-orang yang membawanya ini seperti apa ya?” tanyanya lagi.


“berpakaian hitam, ooh ya ada juga temannya tapi dilihat mereka tidak melakukan kejahatan” jawabnya.


“teman?...bisa beritahu berapa teman yang ada didekatnya?”


“seingatku...ada 2, yang saat itu salah satu temannya pergi setelah mengajak 2 orang itu. Dan tak berapa lama sekelompok orang berpakaian hitam datang dan membawa 2 wanita tadi yang tertinggal” jelasnya.


Yoongi menyeringitkan keningnya. “berarti orang yang pergi itu adalah orang yang membawanya kesini?”Pelayan itu mengangguk.


“sejak kapan mereka dibawa?” tanyanya lagi.


“beberapa hari yang lalu, mungkin ada 3 hari yang lalu lah”


Yoongi pun mengangguk dan mengucapkan terimakasih setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan pelayan itu dengan senang hati menerima ucapan terimakasihnya lalu pergi melanjutkan tugasnya.


Setelah kepergian pelayan itu, Yoongi dikagetkan dengan berdirinya 2 orang wanita dengan aura yang berbeda-beda. Yang disebelah kanan, tubuh tinggi dengan aura kejahilannya sedangkan yang kiri tubuh yang tidak terlalu tinggi dengan aura yang tenang dan ramah.


Kim Haneul dan Kim Ara tersenyum melihat bahwa pria didepan mereka termenung sejenak sebelum kembali tenang.


“maaf..kami mengagetkan mu” ucap Kim Ara yang kemudian menunduk untuk memberikan kesopanannya. Sedangkan Kim Haneul tersenyum melihat Yoongi yang agak sedikit kewalahan melihat sikap Kim Ara.


“Iya....ah...tidak apa-apa” ucap Yoongi terbata-bata.


Kim Ara pun tersenyum lalu pergi meninggalkannya setelah memberikan ucapan maaf. Kim Haneul Cuma tersenyum lalu mendengus seperti berpura-pura manis namun meremehkan.


Yoongi melihat dua orang wanita itu pergi melangkah keluar dari bar sedikit merasa curiga. Dan lagi ia merasa jengkel dengan wanita tinggi itu. Dirinya yang laku diantara wanita merasa bahwa ada wanita yang jiwa tingginya sulit ditakluhkan.


“siapa mereka...aku belum pernah bertemu mereka” benaknya.

__ADS_1


...****************...


Jangan Lupa Like and Coment😊


__ADS_2