
Za menatap kearah sang Istri yang kini tidur dipelukkannya. Malam ini mereka akan bermalam dikediaman besar keluarga Zhan. Dan sekalian untuk memberitahukan bahwa Evita mengandung anak kembar.
Kehebohan sempat terjadi, apa lagi Evita yang tidak ingin asupannya dikurangi. Karena perut Evita tampak membesar tidak sesuai dengan usia kandunganya. Hal inilah yang membuat seluruh keluarga memperhatikan Evita.
Dan sekarang Istirnya tidur dengan kelelahan setelah berdebat masalah makanan yang harus sedikit dikonsumsi. Sang istri juga di haruskan untuk berolahraga ringan untuk bisa lahiran dalam keadaan normal.
Za tidak percaya dengan apa yang didapat olehnya, ia tidak menduga penantian dan kesabarannya akan membuahkan hasil. Melepaskan Evita, membebaskan Evita dan mencintainya. Semua akhirnya memberikan kebahagiaan yang begitu besar dalam hidupnya.
“Aku mencintaimu Evita”bisik Za yang melepaskan pelukkannya. Dicium lembut kepala Evita, lalu perut yang baru saja selesai dioles dengan minyak untuk mencegah perut keram. Za merasa buah hatinya menyambut ciuman darinya.
“Kemana?”
Za menatap Evita yang bangun setelah ia mendudukkan diri. Melihat Evita bangun, Za kembali memeluknya dan berbaring bersama.
“Tidurlah lagi Evita, ini baru jam 12 malam”ucap Za dengan membelai wajah Evita.
Sang Istri membalikkan posisi untuk berhadapan dengannya. Za melihat wajah yang sangat cantik didepannya. Ia mencium pipi Evita lalu bibir lembut yang sudah menjadi candu untuknya. Sedikit ******* diberikan kepada Evita yang tersenyum setelah apa yang dilakukan.
“Za, apa kamu tidak memeriksa Chip itu, aku yakin ada pesan untukmu disana”
Za diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Evita. ia tidak berniat untuk memeriksa apa yang disimpan oleh Ayahnya. Namun Evita mendorong dirinya untuk melihat isi dari Chip yang tertanam didalam tubuh Evita.
“Evita, apa kamu tidak marah kepada Ayahku yang menanamkan chip ini didalam tubuhmu?”Za menatap Evita yang mengeleng dengan wajah bahagianya. Bahkan pelukkan mereka makin mengerat.
“Aku tidak marah, justru aku sangat senang bahwa aku lah yang di takdirkan bersamamu Za, bayangkan bagaimana kita bisa dipertemukan..”
Za diam mendengar ucapan Evita, sekilas bayangan tentang pertemuannya, rasa suka yang hadir dan akhirnya berniat untuk memiliki Evita. banyak yang harus dilalui, menguji kesetiaan, kesabaran dan rasa rela dalam melangkah bersama. Semua telah diuji oleh takdir yang akhirnya membahagiakan mereka.
“Aku juga senang, Intari dan Amelya. Mereka dulu tidaklah sekuat ini. Sekarang bersama Yoongi dan Echan. Mereka akan bahagia Za”
Za mengangguk, ia membangunkan tubuhnya dan tubuh Evita lalu bersandar di sandaran ranjang.
“Aku akan melihat sd memori yang diberikan oleh Ayahku” Evita mengangguk mendengar ucapannya. Dengan cepat Za mengambil laptop dan menyalakannya.
Chip itu pun di sambungkan dalam flashdisk yang bisa dihubungkan pada laptop. Layar laptop langsung menuju ke folder.
Disana sudah ada dua folder yang tersimpan. Za menatap Evita sesaat, ia kembali menatap kearah laptop. Dua folder itu bertuliskan sesuatu. Pertama tentang surat Ayah, lalu yang kedua berkas yang merupakan isi perjanjian dan penyerahan kepemimpinan Mafia.
Za tidak ingin membuka file yang bertumpuk itu, ia mengklik File tentang –Surat Ayah- yang menjadi perhatiannya.
(Diketika oleh Zhan Omorfos)
-Putraku. Jika kamu melihat surat ini, pasti usiamu sudah mencapai 20 tahun lebih, Atau sudah 30 tahun. Ayah tidak akan bisa melihatmu diusia itu. hahaha, Ayah tahu hidup Ayah sudah bermasalah. Memberontak, baik dalam keluarga ataupun Tidak. Apa lagi Ayah juga melakukan kesalahan hingga Ibumu hamil diluar nikah. Dan sesungguhnya Ayah malu melakukan Itu. harapan Ayah dirimu tidak melakukannya-
Sebuah gambar pernikahan Ayah dan Ibu Za tampak di layar. Membuat Za mengenggam erat pundak Evita, yang dibalas dengan pelukkan hangat dari Evita.
-Banyak yang ingin Ayah katakan kepadamu Putraku. Namun sayang Ayah tidak akan sanggup mengatakan semuanya. sebenarnya Ayah bingung memanggilmu Putra atau Putri, karena usia mu baru saja 3 bulan diperut Ibumu. Jadi Ayah hanya menebak bahwa dirimu adalah laki-laki Anakku-
Tampak lagi gambar seorang bayi yang baru lahir. Diberi kehangatan setiap melihat gambar yang tampil. Membuat air mata mengalir melihatnya.
-Ternyata aku tidak salah menebak, bahwa dirimu adalah Laki-laki Putraku. Hahahah baiklah. Ini surat terakhir Ayah. Ayah mengunakan kesempatan mu lahir Anakku. Sebenarnya Ayah ingin dirimulah yang meneruskan kepemimpinan Ayah sebagai King Mafia, hanya itu tidak memungkinkan. Ayah takut dirimu tidak menginginkan hal seperti itu. jadi Ayah memindahkan posisi keteman dekat Ayah. Lebih tepatnya Musuh Ayah, Tuan Kim Hyun. Dengan ia yang memimpin, maka musuh Ayah tidak akan berani menganggumu. Maafkan Ayah melakukan hal seperti ini. Namun inilah yang terjadi. Ayah hanya ingin mengatakan bahwa akan hadir kembali kepemimpinan itu, kembali keasalnya. Terimalah dan pimpinlah. Ayah tidak tahu penerus keluarga Kim ini. Namun Ayah yakin jika penerusnya berteman denganmu, pasti para mafia dibawah tanah akan berkembang dengan pesat disetiap tahunnya. Ayah harap..-
Foto terakhir menunjukkan Indahnya foto keluarga singkat yang Za sendiri tidak tahu rasanya seperti apa. Namun melihat dibalik gambar yang tertempel. Ia merasa kembali kehangatan itu.meski akhir surat itu tidak selesai, Za bisa mengambil kesimpulan bahwa Ayahnya sangat mencintainya dan begitu juga dengan Ibunya.
“Suamiku, sudah saatnya itu terjadi. Jika ingin, Aku akan melepaskan kepemimpinanku”Ucap Evita yang menatap dirinya dengan wajah serius.
Za diam menatap wajah serius Evita. ia dengan cepat mencium Evita dan menyinggirkan laptop yang dipangku olehnya.
“Hah~”
Keduanya bernafas dengan begitu cepat, mata mereka saling menatap dengan pandangan yang penuh akan cinta. Evita yang ada didalam lengan Za mendekat dan mengcium leher Za. Za diam merasakan apa yang diberikan oleh Evita kepadanya.
“Za, kenapa dulu kamu ingin menjadi polisi?”tanya Evita disela-sela kegiatannya.
Za dengan nafas sesak menjawab, “Kakek, aku melakukan semua yang ku bisa untuk membahagiakan Kakek”
Kegiatan yang liar itu terhentikan, Za menatap Evita yang menangkup kedua pipinya.
__ADS_1
“Kalau begitu, jadilah King Mafia untuk meneruskan apa yang menjadi Usaha Ayahmu Za”
Za mengambil salah satu tangan Evita, lalu menciumnya dengan lembut, “Aku tidak menginginkannya Evita”
Za memeluk tubuh Evita dengan lembut dan melanjutkan ucapannya, “Aku tidak menginginkannya. Pimpinlah hal itu Evita”
“Tidak Za!, itu salah..wasiat mengatakan bahwa aku harus mengembalikannya kepadamu. Suka maupun tidak”
“Namun Aku tidak menginginkannya, hidup sebagai jendral polisi sudah cukup dalam hidupku”
“Bagaimana jika...”
-
Pagi harinya...
Seluruh Pemimpin Mafia mengetahui informasi, bahwa Pria yang diajak oleh Evita adalah King Mafia yang sebenarnya. Semua tidak lagi bisa apa-apa. Karena sudah dipastikan Pemimpin Mafia dari para Mafia telah ditetapkan, bahwa Zhan Za Chen adalah sang King Mafia dan Queennya jatuh kepada...
“Evita!”teriak Intari melangkah mendekati Evita yang tengah menikmati cemilan paginya.
“Hosh..hosh!!..sial aku kelelahan”Intari mengatur nafasnya dengan cepat.
Hal itu membuat Evita menatap heran kearahnya. “Kenapa dengan mu berlari seperti itu, apa telah terjadi sesuatu?”tanya Evita menyantap daging Ayam yang di iris kecil.
“Ah...itu ada yang aneh dengan Amelya pagi ini”Jelas Intari yang menghadirkan wajah bingung Evita.
“Sebaiknya Kamu melihat keadaannya deh”usul Intari dengan menarik tangan Evita. Evita mengikuti langkah sahabatnya.
Tiba diruang tamu. Seluruh keluarga berkumpul di setiap sisi untuk melihat keadaan Amelya.
“Kenapa dengannya?”tanya Intari menampilkan Amelya yang memakan buah durian dengan begitu lahap.
Harapan semua keluarga Evita bisa menjawabnya, namun siapa menduga Evita dengan cepat ikut memakan durian yang dibelikan.
“Wow durian!!”Evita mengambil dan mulai memakannya bersama Amelya.Semua mengeleng melihatnya.
“Kalian saja yang makan”ucap Intari yang ingin menjauh. Namun sikap bar-bar yang sudah tertanam dalam tubuh mereka kini lepas dari segelnya. Evita bangun dengan membawa sebiji durian dan mendekati Intari.
“HEI!!Evita hentikan”dengan cepat Intari melangkah menjauhi Evita. Evita tidak tinggal diam, ia dengan cepat mengejar Intari yang berlari menjauhinnya.
“Astaga, Keponakkanku, jangan berlari...Evita!! hati-hati”teriakkan para Bibi yang melihat aksi kejar-kejaran Evita dan Intari.
Amelya masih dengan tenang memakan duriannya, hingga di biji ke sepuluh, Amelya dengan cepat berlari menuju kekamar mandi. Semua jadi kebingungan melihat tindakkan para keponakkan mereka.
“Evita tolong jauhkan itu, baunya...Evita!!!”Intari terus berlari hingga ia melihat seseorang yang baru saja masuk. Ia mengenali orang tersebut, dan dengan cepat melewatinya hingga..
Greb!!
“Indah, ada apa sayang?”tanya Yoongi menatap Intari yang menubruk dirinya setelah melewati Za.
“Evita!!!”semua menghentikan Evita yang masih puas berlari dengan perut yang menjadikan jantung semua orang berdebar-debar.
Greb!
“Evita, berhentilah”ucap Za yang memeluk Evita dengan tenang. Bahkan dengan tenang juga mengendong Evita.
Semua merasa lega melihatnya. Apa lagi Intari yang merasa puas Evita telah ditangkap oleh Suaminya.
“Weeeekkkkk”Intari mengejek Evita yang kini berwajah cemberut. Semua kembali keruang tamu dimana Amelya datang dengan wajah pucatnya.
Echan yang melihatnya langsung bergegas mendekati sang Istri. “Amelya, apa yang terjadi?”tanya-nya dengan wajah panik.
Semua ikut menatap kearahnya, berbeda dengan Evita yang didudukkan oleh Za.
“Apa yang kalian panikkan, Amelya itu tengah hamil,Indah juga”ucap Evita sambil menyantap durian yang ada ditangannya.
“Hah!!”
__ADS_1
“Jangan mengada-ngada Evita”ucap Para Bibi dengan wajah syok mereka. sebenarnya ada senang juga, hanya merasa akan ketakutan jika memang Intari dan Amelya hamil. Mereka takut kebarbaran Intari dan Amelya melewati Evita.
“Apa yang mengada-ngada. Amelya jarang makan durian, ia pasti tidak akan tahan jika memakan itu hingga 3 buah sekali gus. Namun kali ini ia bisa makan hingga 4 buah. Itu mungkin tidak benar namun kalian bisa mengeceknya. Dan Indah..”Evita menatap Intari yang meringit melihatnya juga.
Seakan-akan keduanya saling berbicara melewati benak masing-masing.
“Intari juga suka durian meski engak terlalu, hanya entah kenapa ia menghindarinya seakan-akan ia membenci durian ini. Yeah lebih baik diperiksa dulu”usul Evita yang membuat Yoongi dan Echan menatap Za untuk memanggilkan Paman Chen Rey datang.
Dengan mengangguk, Za mengambil ponselnya lalu menghubungi sang Paman untuk bisa datang secepat mungkin. Evita kembali melanjutkan makan cemilan yang benar-benar luar biasa enak dimulutnya.
Tap!
“Berhentilah, kamu sudah banyak makan Sayang”ucap Za setelah menelpon Pamannya. Evita dengan wajah cemberut memohon kasihan kepada sang Suami. Namun Para Paman dan Bibi yang ada serta Tiga Kakek mendukung Suaminya.
“Benar Za, Evita sudah banyak makan pagi ini”ucap mereka semua.
“Ah...Aku masih ingin makan durian...Paman,Bibi dan Kakek kalian tidak mau mendukungku!!”
Semua mengeleng melihat Evita cemberut. Sungguh sangat lucu melihatnya.
-
Beberapa jam kemudian...
“Benar, Amelya dan Intari memang sedang mengandung. Usia kandungan mereka tidak selisih begitu jauh. Amelya 2 minggu dan Intari 1 minggu. Hm saranku jagalah kondisi mereka dan hindari pikiran yang berlebihan”ucap Paman Chen Rey yang membuat semua mengangga dengan cepat.
“Yeaayyy!!!..kita hamil bareng!!”Evita bersorak dengan ria sambil mengajak Intari dan Amelya menari bersama. Seluruh keluarga hanya bisa menatap kearah mereka. dengan harapan tidak akan ada tindakkan baru apa lagi ngidam yang akan membuat semua pusing. Semoga itu tidak terjadi.
“Baik, selamat untuk keluarga Zhan, Saya ijin pamit”Paman Chen Rey pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Zhan yang sekarang bingung untuk menghadapi tiga wanita yang tengah hamil.
Sebenarnya mereka semua mengingat tentang saat-saat para Bibi juga hamil bersama yang usia kehamilan mereka tidak berpuat jauh. dan sekarang mereka merasa mengulangi momen yan sama.
“Baiklah, para bumil...tolong dijaga kesehatannya”ucap Bibi Keempat.
“Benar, jangan sampai para cucu-cucu kami kenapa-napa”Bibi Kelima tidak tinggal diam.
“Pelayan siapkan susu untuk mereka. itu bagus untuk ibu hamil”perintah Bibi Ketiga
Semua sibuk dengan kebahagiaan yang sangat-sangat tak terduga. Bahkan mereka mulai sibuk mengurus Evita yang tidak lama lagi akan melahirkan bayi kembar. Jadi semua harus ektra persiapan.
-
Intari menatap kearah perut datarnya. Ia masih tidak mempercayai dirinya akan hamil. Membayangkan saja ia tidak sanggup apa lagi berharap.
Dengan pelan ia mengusap perutnya. Sambil memandang kearah cermin dari lemari kamarnya.
“Apa aku benar-benar hamil?”guman Intari dengan menatap tak percaya.
Krek!!
“Apa yang kamu lakukan?”tanya Yoongi yang datang dan memeluk Intari dari belakang. Mereka saling memendang lewat cermin yang memantulkan bayangan mereka.
“Aku tidak percaya Yoongi, bahwa aku bisa hamil”Intari menuntun tangan Yoongi untuk menyentuh perutnya. “Lihatlah, aku tidak menduganya”ucap Intari lagi.
Yoongi yang melihat tindakkan Intari, dengan cepat memberikan kecupan ringan disamping pipinya. “Indah, terimakasih”ucap Yoongi yang membuat Intari mengeluarkan air mata mendengarnya.
-
Huh..Hiks!!!
“Huaaaa..Echan, apa ucapan dari Paman Chen Rey itu benar?, apa aku benar-benar sedang hamil?..apa Evita tidak asal mengatakan bahwa aku hamil”pertanyaan Amelya yang bertubi-tubi menyerang Echan.
Echan dengan cepat menenangkan sang Istri yang masih menangis,karena berita besar yang didapat olehnya.
“Dengar Amelya, semua itu adalah benar. Kamu mengandung anakku, jadi sekarang berhentilah menangis oke..hm dan satu lagi, Terimakasih Sayang”Echan mencium jidat Amelya dan memeluknya. Tangisan Amelya makin pecah setelah mendengar ucapan dari Echan dengan nada yang penuh kasih sayang.
Kebahagiaan tidak luput dari mereka, hanya untuk mendapatkan kebahagiaan itu perlulah perjuangan yang harus dilewati dengan keteguhan hati dan tentunya dengan cinta mereka sendiri.
__ADS_1
Tidak ada yang akan menduga bahwa takdir mereka semua seperti ini. Dan tentu saja mereka bahagia mendapatkan takdir yang luar biasa dalam hidup mereka.