
Evita,jika kau melihat surat ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya, karena kami gagal melakukan tugas kami dengan baik. Yaitu melindungi Ayahmu, ditambah Sebastian yang ikut mengalami masalah juga,Evita untuk saat ini berdiamlah dan bersembunyi..karena sepertinya tak hanya musuh Ayahmu, tapi juga orang kepercayaan Ayahmu telah bertindak..
Reza berkerja sama dengan sekelompok mafia. Dan menyerang kediaman keluargamu, selain itu masalah lain adalah Sebastian yang terjebak hingga kami tak bisa menemukannya lagi..
Malam kejadian.....
“Sebastian!!!!!”teriak Tuan Zahra ketika menyadari bahwa semua ulah dari sekelompok mafia kecil yang berkerja sama dengan kepercayaan keluarga Kim.
“Sial......kenapa mereka begitu pintar”gumannya. Yeah musuh kalau tak pintar tak akan bisa menjadi saingan mereka bukan. Sudah itu tak penting.
Tuan Zahra bergegas untuk memeriksa koneksi terakhir Sebastian. Meski yang ditemukan tepat ketika Sebastian berniat untuk mencari Tuan besarnya. Tapi ia terjebak dalam jebakkan para orang merepotkan.
Tuan Zahra memerintahkan anak buahnya untuk bergegas mencari Sebastian, sedangkan dirinya mencari Tuan besar Kim yang dilihat titik lokasinya berada disekitar kediaman Kim sendiri. lebih tempatnya Mansion yang dirombak dan akan dibangun Mansion baru untuk Kim Hyun Jae. Lebih tempatnya untuk Evita.
Tiba ditempat yang dituju, tak seperti kapas yang ringan. Ternyata ia juga masuk kedalam jebakan.
Syut
Sebuat sumpit berhasil mengores lengan bajunya. Ia langsung bergegas merentangkan tangan untuk memberi kode kepada bawahannya.
“Kita mundur....sepertinya mereka tahu pergerakkan kita”ucap Tuan Zahra.
Malam itu, jika jebakkan tak dikeluarkan kami tak akan mungkin mundur. Karena satu yang pasti orang ini tahu bahwa kami ada dipihak mu. Evita..bukan maksudku melupakan janji ku kepadamu...tapi kau harus tahu, berurusan dengan Mafia. Sama saja berurusan dengan sekumpulan hewan buas. Sekali ditargetkan, kami diposisi yang berbahaya..
“Suamiku..bagaimana ini, apa kediaman Kim harus kita tinggalkan, ini masih dalam masa pembangunan”ucap Nyonya Zahra.
Tuan Zahra hanya bisa menghela nafsa. “Satu-satunya kesempatan kita adalah menjauh, karena kemungkinan semua akan terpengaruh dengan putri kita..aku tak ingin itu terjadi..aku akan menjelaskannya kepada Evita”
“Tapi...”
“Tak ada yang tahu jalan hidup...Evita harus menghadapi semuanya”
Kami memutuskan kembali kekediaman kami. Dengan melindungi putriku sepenuhnya. Selain itu kami terus memantau tempat yang saat ini pasti kau pijak. Evita hanya kau yang bisa menemukan pelaku yang sebenarnya..maaf aku tak bisa membantu banyak kepadamu
-
Evita terdiam setelah membaca surat yang tertulis dengan pena hitam. Ada sedikit bukti yang tertinggal. Yaitu tetesan darah. Ini memungkinkan bahwa Keluarga Zahra benar-benar dalam masa kritisnya.
Evita menghela nafas. Ia juga tak seharusnya bergantung kepada orang-orang. Selain itu ia juga mengerti maksud dari Keluarga Zahra ini. Satu-satunya cara adalah diam dan pura-pura tak terjadi apapun.
Tapi Evita tak seperti yang dikatakan, ia tetap keras kepala. Ia akan berusaha untuk menemukan Ayahnya dan mencari dalangnya. Itu yang terpenting.
Tubuh yang telah berkeringat, dan kotor. Evita memutuskan untuk kembali, ia tahu dikediamannya ini hanya tempat yang dijadikan objek semata. Tempat sebenarnya pasti bukan disini. Tapi untuk berjaga-jaga, tempat ini Evita jadikan tempat kedua yang akan ia selidiki. Pertama yang harus diselidikinya adalah kediaman Reza. Pria busuk yang terobsesi padanya.
Setibanya dirumah, Evita bergegas untuk membersihkan diri. Ia tak bisa istirahat, sekarang tak ada waktu untuk memejamkan mata. Ia harus bergegas dengan cepat.
Pakaian yang telah terlepas, tubuh yang tak terbalut apapun. Terlihat gelang pingang yang tersangkut diantara pinggulnya. Evita menatap hal tersebut. Jika ia berada diposisi Indah dan Amelya.
Maka gelang pingang ini tak akan berguna lagi. lebih tepatnya sia-sia. Ia merupakan cucu pertama, cucu perempuan pertama. Yang dikenal tak akan melanggar peraturan. Sekarang ia telah banyak melanggar peraturan keluarga.
Diantaranya, tentang Gelang pingang ini. Sungguh nasib. Jika Mamah dan Papahnya tahu, sudah dipastikan ia tak memiliki senyum dan kehangatan keluarga.
Setelah selesai membersihkan diri, Evita memutuskan untuk segera mengenakan pakaianya. Ia memilih mengenakan pakaian santainya.
Srekk
Kalung yang dikenakannya, tersangkut. Ia melihat kalung mana yang tersangkut. Ternyata itu adalah kalung pemberian dari kekasihnya sendiri.
Ah teringat kekasih membuatnya termenung. Siapa yang tak kenal dengan keluarga Zhan. Keluarga yang penuh dengan orang yang bersih. Bersih disini adalah bersihnya jiwa dan perilaku mereka.
Evita tahu bahwa jika salah satu keturunan Zhan menyentuh wanita. Maka wanita tersebut sudah dipastikan menjadi bagian keluarga Zhan. Meski hanya rumor. Tapi menurut Evita itu ada benarnya.
Karena saat pertama bertemu dengan Zhan Za Chen. Evita telah tahu satu hal, bahwa Zhan tak akan memandang gadis lain selain dirinya.
“Aturan keluarga memang mengerikan”guman Evita. tapi pikiran tentang kekasihnya, Evita melihat sebuah pesan dari telpon rumah.
Ting
Evita menekan tombol telepon rumah tersebut. Sebuah pesan pun terdengar. Suaranya adalah suara yang penuh dengan candu untuk dirindukan.
“Evita...aku telah kembali kekota Q, jika kau tidak sibuk..mari bertemu malam ini direstorant mu sendiri”
Pesan yang sangat singkat. Kekasihnya telah datang, Evita tak bisa melewatkannya begitu saja. Jadi ia mengirim pesan juga keIndah dan Amelya. Bahwa mereka akan makan malam direstorant milik Evita sendiri.
-
Malam yang dijanjikan...
Ketiga gadis tetap mengenakan pakaian yang biasa mereka gunakan. Bukan karena tak ingin mengantinya, tapi ada niat tersembunyi yang tersimpan.
Ketiganya melangkah masuk kedalam restorant yang masih begitu banyak orang. Karena malam ini memang malam yang sangat romantis bagi pasangan.
“Kalian datang”ucap Echan yang melangkah ingin memeluk Amelya. Tapi Amelya entah kenapa malah melangkah mundur. Membuat semua orang terdiam.
“Ada apa Ara?”tanya Echan dengan wajah khawatir. Amelya yang menyadari perubahaannya langsung tersenyum seperti tak terjadi apa-apa. “Maaf..aku terlalu gugup bertemu denganmu”ucap Amelya.
__ADS_1
Echan yang mendengarnya tersenyum, ia memeluk Amelya dengan pelukkan hangatnya.
Yoongi yang biasanya dingin kini banyak bertingkah, ia memberikan pelukan hangat untuk Indah tanpa berbicara. “Haneul..apa kau merasa tak enak badan..wajah mu terlihat pucat”ucap Yoongi. Indah langsung mengeleng.
Karena malam ini adalah malam khusus kencan. Ketiganya berpisah dengan ruangan masing-masing. Tentu saja hal tersebut menjadi rasa takut yang menjalar dalam diri.
-
Evita dan Zhan Za Chen memutuskan untuk mengisi perut mereka. tanpa berbicara sama sekali. Hingga hidangan tersebut telah ludes dimakan.
“Apa terjadi sesuatu?”tanya Za tanpa basa basi. Evita yang mendengarnya langsung tersenyum dan mengeleng.
“Apa wajahku terlihat kacau?”Tanya Evita kembali. Za langsung mengangguk.
“Biasanya wajahmu tak selelah ini”ucap Za yang menyentuh Wajah Evita. Evita tersenyum. Ia juga tak bisa mengatakan apa-apa sekarang.
“Kau benar-benar tak ingin cerita?”tanya Za. Evita yang tak bisa menyembunyikan sesuatu. Akhirnya berbicara.
“Za...Ayahku telah diculik..dan sekarang aku tengah mencari keberadaannya”ucap Evita.
Za yang mendengarnya memasang wajah mengerut. Evita tahu bahwa Za pasti baru tahu dengan berita ini. Tapi dari pada itu, Evita merasa tenang Za ada disisinya.
“Kita lapor polisi”ucap Za. Evita mengerutkan alisnya.
“Kenapa harus polisi Za...maksudku..aku bisa mencari keberadaan Ayahku..jika lapor polisi itu sama saja aku membiarkan pencuri itu membunuh Ayahku bukan?”tanyaku. entah kenapa pendapat kami tak selalu mulus.
“Dengar Evita....lebih baik dilaporkan, biar hukum yang membantumu..lagian penculik ini pasti akan kalah”
“Za....Penculik ini pasti bersangkutan dengan mafia..kenapa kau malah berpikir masalah hukum?”
Suasana diantara keduanya tak bisa lagi dibendung. Evita tak menduga Za akan mengatakan keputusan dan menyerahkan segalanya kepada hukum. Oke itu masalah jika pelakunya tertangkap. Tapi pelakunya saat ini tak tertangkap sama sekali.
“Evita....aku tak ingin kau kenapa-napa..menurutku”
“Cukup..sepertinya kita berbeda pendapat...lebih baik aku tak usah cerita kepadamu”
“Kau tak mempercayaiku Kim?”
Kim telah keluar dari mulut Za. Berarti kami telah sampai dipuncak masalah. Dimana tak akan ada yang mengalah. Evita menghela nafas. Ia pun bangun dari duduknya.
“Aku tak bisa berlama-lama...aku permisi”
“Tunggu”Za menahan tangan Evita. ia berdiri berhadapan dengan Evita yang menunduk.
Evita menghela nafas. “Seterah..aku sekarang tak bisa berpikir jernih..jadi seterahmu..”Evita melepaskan diri.
Za yang melihat hal itu langsung bergegas memeluknya dari belakang. Hal itu berhasil menumpahkan air mata Evita.
-
Indah dan Yoongi hanya menenangkan diri dengan Indah berbaring dipangkuan Yoongi. Ia memejamkan matanya untuk menenangkan hatinya.
Yoongi dengan tenang mengusap kepala Indah yang terlihat begitu lelah.
“Apa ada pertarungan sengit antara kau dengan musuhmu?”tanya Yoongi. Akhir-akhir ini ia ingin berbincang banyak dengan Indah. kekasihnya. Karena nanti mereka akan berpisah lagi.
“Yeah sangat sengit....tapi berakhir baik”jawab Indah sambil menatap Yoongi. Pandangan mereka berdua saling bertemu. Hal ini membuat moment tertulis dalam memori.
“Baguslah..sekarang istirahat”Yoongi tak bisa mencium Indah..tapi yang bisa ia lakukan adalah meletakkan tangannya didahi Indah. dan mencium tangannya sendiri sebagai tanda ia mencium dahi Indah.
Sungguh romantis untuk pasangan yang masih terbilang muda.
Berbeda dengan Indah dan Evita. Amelya justru tak bisa melepaskan diri dari pelukkan Echan.
Echan kebingungan dengan tingkahnya. Jadi ia memutuskan untuk bertanya.
“Apa yang terjadi Ara?”tanya Echan.
“Tidak ada..aku hanya merindukanmu”ucap Amelya. Padahal ia bermaksud untuk menenangkan dirinya dengan memeluk kekasihnya.
Echan yang mendengarnya hanya bisa tersenyum. Dan membalas pelukkan itu. lagian tak ada yang bisa mengerti wanita bukan. Kadang mereka akan menjadi manja. Dan kadang sebaliknya.
-
Booommmmmmmm
Boooommmmmm
Booommmm
Ketiga pasangan kembali disadarkan dengan ledakkan yang datang. Yeah sepertinya musuh telah bergerak.
Indah yang terpejam langsung bangun, ia bergegas untuk keluar bersama Yoongi.
Amelya juga begitu, ia melakukan hal yang sama dengan Echan. Sedangkan Evita, ia tertarik oleh Za yang melindunginya.
__ADS_1
“Sial....apa mereka mengetahui dirimu?”tanya Za kepada Evita yang menatapnya.
Evita mengeleng “Aku tak tahu..sekarang yang terpenting adalah Indah dan Amelya”
“KAU BODOH!!!”Za menatap Evita. Evita terdiam mendengar kata bodoh yang keluar dari mulut Za. Pria yang biasanya dingin, kini berkata kasar.
“Pentingkan dirimu,..Yoongi dan Echan akan melindungi mereka”ucap Za yang memeluk Evita. Evita merasa sedikit tenang, tapi ia khawatir.
“aggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!”
Evita terpaku ditempat mendengar teriakkan yang tak asing baginya. Dengan tubuh yang bergerak tanpa berpikir. Evita berlari mencari sumber suara.
“EVITA!!!”
Evita tak memperdulikan suara Za. Ia harus menyelamatkan Indah dan Amelya. Terlihat dua wanita yang kepalanya tertutup oleh kain hitam.
Evita bergegas langsung menuruni tangga dengan cepat. Dorrr, sebuah peluru melesat hampir mengenainya.
Evita menabrak dua pengawal yang berniat membalikan tubuhnya.
Grep
Dengan cepat Evita mengambil dua pistol yang dipegang. Ia pun melesatkan tembakkan tempat dikedua kaki pengawal. Setelahnya ia melangkah menuju kearah kedua Sahabat yang masih ditahan.
“Serang wanita ini”tintah orang tersebut,Tapi Evita yang telah berlatih dengan cepat membungkam orang-orang yang mendekat.
Indah dan Amelya yang merasa bebas mulai menyerang ikut membantu.
“Sial..bisa-bisanya aku lengah”ucap Indah. ia tertangkap karena tiba-tiba ruangannya gelap gulita. Padahal Yoongi ada disampingnya.
Amelya yang telah keluar ruangan malah tertarik oleh seseorang dan melepaskan tautan tangan dari Echan. Hingga ia tertangkap. Memang lemah pertahanan mereka.
“Indah...Amelya...”Evita mendekat dan.
Grep..
“Evita?”
“Evita?”
Indah dan Amelya menatap bingung kearah Evita yang menarik mereka. dan melangkah keluar restorant yang kini terlihat banyak sekali orang-orang yang berlarian.
“YOONGI, ECHAN.....BAWA INDAH DAN AMELYA PERGI, INGAT JANGAN SAMPAI KALIAN MELEPASKAN MEREKA...POKOKNYA JANGAN SAMPAI MEREKA DALAM BAHAYA”
Evita mendorong tubuh kedua sahabatnya. Yoongi dan Echan langsung mengangguk mendengar hal tersebut. Mereka kali ini harus menentang permintaan kekasih mereka demi melindungi dan mengikuti perintah Evita.
Evita bergegas masuk kedalam dan mencari Za. Karena ia ingat bahwa kekasihnya tertinggal olehnya.
“ZAAA!”Evita berteriak dengan suara yang keras. Hingga.
Syut
Agh
“EVITA!!!!!”
Tubuh Evita lemah dengan tenaga yang mulai terkuras. Ia hanya bisa mendengar teriakkan Za yang suaranya jauh dari dekatnya. Tubuhnya pun terjatuh dengan cepat karena tak berdaya.
Tapi seseorang menahan tubuhnya dan memeluknya. Evita melihat dengan jelas wajah pria itu hingga ia berguman namanya. Dan seketika itu juga kegelapan pun datang. Ia telah pingsan.
-
Plakk
Seumur hidup, Indah tak pernah menampar kekasihnya. Kali ini didepan Amelya ia menampar Yoongi yang terdiam seribu bahasa.
“APA YANG KAU LAKUKAN HAH?...KAU..KAU..KAU TAK MENDENGARKAN KU, BAWA AKU KEMBALI..EVITA PASTI DALAM BAHAYA....”Indah mengamuk sambil menarik baju Yoongi dan memandang Yoongi.
Yoongi hanya terdiam, Amelya tak bisa berkata apa-apa. Karena ia saat ini memendam amarahnya. Echan tahu bahwa Amelya pasti marah. Ia juga tak bisa mengatakan apa-apa. Jadi hanya terdiam dengan melihat amarah Indah yang membara.
“SIAL..SIAL...SIAL...LAGI-LAGI EVITA BERJUANG SENDIRI”Indah duduk diapartementnya. Yeah mereka berada diapartement milik Evita. Indah menghela nafas.
“Indah...Evita pasti ada alasan melakukan hal itu”ucap Amelya dengan melangkah mendekat dan memeluk Indah.
“Hiks...hiks...Amelya...Evita..Evita..aku takut jika terjadi sesuatu padanya”ucap Indah dengan tangis yang tumpah. Yoongi dan Echan hanya bisa menundukkan kepala mereka. yeah mereka benar-benar tak bisa berbuat apa-apa.
Ting tong ting tong
Empat orang tersebut kaget dengan bel yang berbunyi. Hal itu langsung membuat Yoongi bangun dan memeriksanya.
“Siapa Yoongi?”Tanya Echan. Ia melangkah mendekati Yoongi yang terdiam ditempat. Indah dan Amelya juga melangkah untuk melihat siapa yang datang keapartement yang jarang dikunjungi oleh orang.
“Kak Za!!!!”
“Kak Za!!!!!”
__ADS_1