
Didalam Mobil...
Kakek Alex menatap cemas, ia mengenggam tangannya dengan begitu erat. Takut, takut cucunya kenapa-napa. Apa lagi Ia sedikit senang mendengar bahwa Cucunya itu sedang mengandung.
Evita yang dikenal dingin, sedikit nakal itu ternyata akan menjadi seorang Ibu, Kakek Alex begitu senang mendengarnya.
“Muchen, lihat Putrimu....Ia tak lama lagi akan memberikan cucu kepada Kalian, jaga dirinya”benak Kakek Alex menatap jalanan.
Semakin mendekati kediaman keluarga Zhan. Semakin buruk perasaannya. Ia membawa sekantung infus yang ia sendiri tak tahu apa itu cukup atau tidak. Yang pasti ia membawa persiapan.
Mobil terparkir, Kakek Alex bergegas keluar dan melangkah memasuki sebuah Mansion besar. Saat menaiki tangga pintu masuk. Pelayan menghentikannya.
“Tuan Besar Alex, maaf menghadang Anda, tapi sekarang ada sedikit masalah..”
“Aku tahu, makanya Aku tiba disini”Kakek Alex memotong ucapan Pelayan yang menghadangnya.
Ia dipersilahkan masuk oleh Pelayan tadi dan dituntun melangkah menuju kearah ruang hukuman.
Seperti didalam mobil, Kakek Alex merasa kecemasan. Hingga tiba diambang pintu yang jika Ia berbelok kekanan, Ia akan bisa melihat segalanya.
“KAU INGIN MELUKAI ANAK KITA?”
Mata Kakek Alex membelak melihat keributan yang terjadi. Apa lagi cucunya yang digendong oleh Suami dari Cucunya.
“Apa yang terjadi?”benak Kakek Alex melihat hal ini.
-
Evita terdiam mendengar ucapan dari Za. Intari,Amelya serta semua orang tak percaya dengan apa yang didengar.
“Za..apa maksud mu itu..Anak Siapa yang Kau maksud?”tanya Evita dengan wajah bingungnya. Ia menatap sang Suami dengan Serius.
Za yang ditatap membalas tatapan Evita. luka dibelakang tubuhnya tak lagi sakit karena melihat wajah Istrinya yang ada didepan mata.
“Istriku dengar, didalam dirimu ada kehidupan..Ia baru berusia 2 minggu. Jadi jangan menyiksa dirinya”ucap Za dengan menatap sedu kearah Evita.
Evita menatap tak pecaya, semua orang juga demikian. Intari dan Amelya yang digendong langsung menurunkan diri.
“Kak Za..Kau tak berbohong?..Evita sudah dikatakan tak mungkin hamil”ucap Amelya ngasal karena Ia merasa jika Evita bisa hamil, maka Ia juga bisa hamil.
“Takdir berkata Evita Hamil Amelya...maka inilah buktinya. Alasanku dihukum dan membawa Yoongi serta Echan, karena tak ingin Evita dan Kalian tahu. Biarkan Evita,Kau dan Intari beristirahat dengan nyaman selama kami dihukum, namun takdir berkata lain...kalian malah datang disini”ucap Za menjawab pertanyaan Amelya.
Kakek Alex dan Ketiga Kakek Zhan menatap tak percaya dengan apa yang didengar.
Bahkan Bibi Kedua makin tak menduganya. “Hah..Apa kau yakin Ia hamil...periksa Ia mengandung anak siapa Za”ucapan Bibi Kedua mendapatkan tatapan tajam dari semua orang.
Jika ada yang bertanya dimana Suami Bibi Kedua, lebih tepatnya Anak dari kakek Pertama. Ia tak memperdulikan urusan seperti ini. Ia bergegas kekerjaan dan mencari uang. Hubungan Paman Kedua dan Bibi Kedua tidaklah baik. Mereka menikah juga karena paksaan bukan karena cinta. Jadi tak heran dengan tingkah keduanya yang cuek.
Za yang mendengar ucapan Bibi Kedua langsung menjawab dengan mencium pipi Evita didepan semua orang.
“Aku yang membuatnya Hamil, apa perlu diperiksa lagi?”tanya Za dengan mantap. Sebastian dan Raja yang mendengarnya tersenyum kecil. Yeah bagaimana pun Tuan dari Boss utama mereka ingin bukan kaleng-kaleng.
Bibi Kedua yang mendengarnya bungkam.Ia memilih untuk meninggalkan ruang hukuman dengan perasaan kesal.
Kakek Alex melangkah mendekat dengan melihat keadaan yang ada. Ia berdiri didekat Kakek Kedua yang kaget melihat kedatangannya.
“Kapan Kau tiba?”bisik Kakek Kedua yang langsung dijawab Kakek Alex. “Baru saja”bisiknya.
Evita dibuat memerah mendengar apa yang diucapkan oleh Za, apa lagi Suaminya ini mencium dirinya didepan semua orang. Evita ingin sekali melempar suaminya ini, jika ia mampu mengangkatnya.
__ADS_1
“Za, turunkan Aku”ucap Evita yang dituruti Za karena Za tahu apa yang diinginkan oleh Evita.
Evita menatap kearah semua orang, Ia bahkan sempat terkejut melihat Kakeknya yang mengangguk menyapa dirinya.
Evita tersenyum membalas sapaan Kakeknya. “Kakek Pertama,Kakek Kedua,Kakek Ketiga dan Semua yang ada disini...Maafkan diriku datang tanpa sebab dan mengacaukan acara penghukuman”ucap Evita dengan menatap kearah tiga Kepala keluarga Zhan.
“Aku kesini karena ingin memukul Suamiku yang sok pintar ini, Ia pergi tanpa memberi tahuku..”Evita mentap kearah Za yang senyum kepadanya. Ingin Ia melempar Za, sungguh.
“Ia pergi dengan membawa Yoongi dan Echan yang membuat Istri mereka ini menjadi khawatir, Aku tak sadar jika Para Istri Yoongi dan Echan tak buka pembicaraan. Setelah sadar Aku tahu ternyata kepergian para lelaki ini karena menghadapi hukuman..”
Semua mendengar tutur kata Evita, tersenyum dengan terkekeh. Karena perkataan Evita persis seperti orang yang sedang memarahi Suaminya. Yeah memang tanpa disadari sedang memarahi Suaminya.
“Kakek, Aku tahu para Pria beristri ini sedang meminta restumu, mereka menikahi kami terlebih dahulu, lalu berani menyentuh Kami, Kakek..Restuilah kami, dan tolong hentikan hukumanya, biarkan Kami yang menangung sisanya”ucap Evita dengan kembali bertekuk lutut, Intari dan Amelya ikut menekukkan lutut mereka.
Melihat hal ini, Ketiga Kakek mengangkat ketiga wanita. Kakek Pertama mengangkat Evita, Kakek kedua mengangkat Intari dan Kakek Ketiga mengangkat Amelya. Dan tanpa disadari yang mengangkat mereka adalah para mertua-mertua mereka.
Karena Kakek Pertama merupakan kepala keluarga dari Zhan, Kakek Kedua dari Xue dan Kakek Ketiga dari Taoran.
“Tidak perlu seperti ini, angkat kepala Kalian”ucap Kakek Kedua yang menarik perhatian Evita,Intari dan Amelya.
“Nah begitu bagus”lanjut Kakek Kedua yang melihat Tiga Gadis menuruti keinginanya.
“Evita, Kami menghukum mereka karena bersalah,tapi melihat ketulusanmu..Aku mencabut hukuman mereka. dan maafkan Aku yang sudah menghukum Suami Kalian”ucap Kakek Pertama yang membuat Evita mengeleng.
“Kakek tak perlu Minta maaf, mereka pantas dihukum, apa lagi Za..Ia melangkah terlalu jauh”ucap Evita yang perlahan menjatuhkan diri.
Semua langsung panik melihatnya. “Apa yang terjadi?”tanya yang lain melihat Evita yang terkulai lemah. Kakek Alex yang melihatnya langsung ingat perkataan Dokterdirumah sakit.
“Bawa Ia kekamar, dan beri Infus nutrisi kepadanya”ucap Kakek Alex buka bicara. Semua kaget mendengarnya. Tentu saja Cuma Kakek Kedua dan Evita yang menyadari adanya Kakek Alex disana.
Mendengar ucapan Kakek Alex, Za langsung mengendong Evita, berlari menuju kekamarnya.Intari dan Amelya bergegas menyusul. Namun keduanya sempat memberikan pesan kepada Raja dan Sebastian.
“Benar...cepatlah kembali dan berkendara dengan benar jangan mengebut-ngebut”sambung Amelya.
Intari yang mendengarnya mengerutkan alis, “Apa maksudmu cepat kembali tapi jangan mengebut, bagaimana bisa ia cepat kembali?”tanya Intari dengan wajah bingung. Amelya hanya mendengus.
Mereka berdebat sambil berlari saat ini, Sebastian dan Raja juga ikut berlari. Mendengarnya membuat Sebastian dan Raja hanya bisa menatap bingung. Mereka berdua bergegas pergi meninggalkan Mansion.
Sedangkan Za membawa Evita kekamarnya. Luka tak lagi terasa, yang terasa adalah kekhawatiran kepada Istrinya yang susah mengatur nafas.
Brak!!!
Pintu kamar terbanting, Za mendekati kasur besarnya dan membaringkan Evita yang mulai kelelahan.
“Z-Za”suara lemah Evita berhasil membuat kalut Za yang kebingungan.
Ibu Yoongi yang paham sedikit tentang dunia kedokteran langsung bergegas memasangkan infus yang dibawa Kakek Alex.
“Evita tenanglah oke..sayang dengar aku hm”ucap Za menuntun Evita untuk tidak tidur kembali. Ia sedikit trauma melihat Evita yang tertidur dan berakhir koma.
“Oke sudah..Evita berbaringlah dengan baik”ucap Ibu Yoongi yang tak lain adalah Kiki. Evita yang mendengarnya mengangguk.
“Kita hanya tinggal memperlukan dokter”ucap Kakek Pertama yang langsung ditimpal oleh Intari.
“Sebastian dan Raja akan membawa Dokter”ucapnya yang langsung mengecek ponsel pintar dan mengirim pesan kepada seketarisnya untuk membawa seorang dokter.
-
Didalam kamar yang kini penuh suasana ketegangan.
__ADS_1
Setelah kembali dari rumah sakit, Nabila tak bicara sama sekali kepada Ibunya. Ia mengurung diri didalam kamar.
Dan karena dirinya yang mengurung diri, Ibunya langsung menobrak pintu dan berakhirlah dengan susana tegang ini.
“Apa maksudnya ini Nabila?”tanya Ibu Nabila dengan emosinya. Inul yang mendengar suara dobrakkan tadi langsung melesat ketempat dan melihat Nabila yang menyelimuti diri dengan selimut.
“Nabila!!”Ibu Nabila memancing Putrinya untuk menjawab apa yang diinginkan oleh Putrinya ini. Namun meski dipanggil Nabila tak menghiraukan dirinya sama sekali.
“Nabila, jangan karena Pria itu kau menjadi seperti ini, apa pantasnya dia bersamamu, jika ia saja tak berani berbicara dengan Ibu”ucap Ibu Nabila dengan duduk dikasur Nabila yang kini menatap Ibunya.
“Ibu, bagaimana Ia bisa berbicara denganmu sedangkan Kau menampar dirinya”ucap Nabila dengan wajah yang ikut emosi. Ibu yang keras kepala menurun dianaknya yang ikut keras kepala.
“Jadi ini salah Ibu Nabila?”tanya Ibu Nabila yang menatap kearah Putrinya. Inul yang melihat Ibu dan Anak ini berkelahi menghela nafas dengan berat.
“Apa lagi, Jika Ibu bertanya dengan baik dan tidak menamparnya. Tidak mungkin Aku akan marah dengan Ibu, Ibu bukan Raja yang menyebabkan Aku sepert ini, Tapi Aku yang mengubah diriku karena Aku yang duluan jatuh cinta kepada Raja Ibu”ucap Nabila dengan membentak Ibunya.
Ibu Nabila yang mendengarnya terdiam. Paham akan kesalahan yang dilakukannya. Ia memang sudah kelewatan batasan dengan apa yang diperbuat.
“Kakak, Nabila benar....Kau juga salah dalam hal ini”ucap Inul yang menengahi keduanya, meski ikut menyudutkan Ibu Nabila.
“Raja merupakan Anak tunggal dari seorang Putra keluarga Arnol. Mereka pengusaha kecil dibidang Sawit”ucap Inul yang ingin memberitahukan bahwa Raja bukan sembarangan orang.
Ibu Nabila yang mendengarnya mengerutkan alis. “Keluarga Arnol, Kau yakin itu?...mereka merupakan keluarga yang sekarang ini sedang naik daun”ucap Ibu Nabila dengan wajah tak percayanya.
“Ibu, Apa penting Ia kaya, berharta...Aku mencintai seseorang bukan karena Kayanya Ibu, tapi karena berharganya Ia mencintai dan menyayangiku. Harta bisa dicari, kekayaan bisa didapatkan. Tapi mencintai itu yang penting Ibu”ucap Nabila yang memilih duduk memandang Ibunya.
“Ibu, Aku mencintai Raja bukan karena kekayaannya, tapi karena perhatian yang diberikannya kepadaku. Apa Ibu menginginkan menantu yang Kaya dan semacamanya. Maka maaf Ibu aku tak bisa memenuhinya”Nabila melanjutkan ucapannya sambil memetakkan air mata. Hal ini membuat sang Ibu merasa Iba. Ia bergegas memeluk Nabila.
“Tidak Putriku, bukan seperti itu, Ibu menyayangimu. Kau dibesarkan dengan segala yang ada disampingmu, Ibu takut suatu saat nanti kau dibuat kesusahan dan Suamimu malah mencampakkanmu. Itu takut itu terjadi Sayang”
Semua mengerti orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk Putri mereka. karena merawat dan menjaga bukanlah hal mudah. Lalu menyerahkan putri satu-satunya merupakan hal yang sulit.
Nabila dan Evita memiliki kesamaan, bedanya Evita sudah dididik dengan situasi kesusahan sedangkan Nabila dididik dengan germilap harta disampingnya. Maka tak heran Ibu Nabila takut Putrinya akan stress tak adanya kekayaan disamping dirinya.
Namun Nabila sudah berubah, Nabila banyak belajar semenjak remaja bersama Evita yang masih muda. Ia banyak mengetahui betapa baiknya mandiri dengan uang sendiri. dan karena itulah Nabila tahu mana yang baik dan buruknya. Maka Ia mengambil keputusan dengan matang sebelum mengatakan cinta kepada Raja.
Dan Ia akan siap jika Raja tak mencintainya. Karena Nabila tahu, semua orang memandang dirinya anak manja yang selalu dikelilingi uang. Jadi tak heran orang menolak dirinya.
“Baiklah, Ibu akan menyetujuinya. Namun Ibu akan setuju jika Pria itu datang kesini dengan berniat serius kepadamu. Dan Kau jangan pernah mengirim pesan kepadanya. Biar Ia datang dengan hatinya bukan paksaan”Ibu Nabila mencium kepala Putrinya dan memeluk dengan erat.
“Ibu, Kau yakin?”tanya Nabila dengan wajah yang mulai berseri. Entah kenapa Ia merasa Raja akan datang dan menjemputnya seperti pangeran yang menjemput putrinya.
“Iya..tapi seperti ucapan Ibu, jika ia datang dengan paksaan, Ibu akan menolaknya”
Nabila yang mendengar ucapan Ibunya langsung mengangguk. Ia tak akan berharap banyak. Ia hanya akan berharap, selama 3 hari nanti, jika memang Raja tak datang. Ia akan melepaskan cintanya.
Inul yang melihat Ibu dan Anak itu kembali akur merasa ikut bahagia. Ia memilih untuk kembali kekamarnya yang sudah ditunggu oleh Putra, Suaminya.
-
“Bagaimana keadaan Nabila?”tanya Putra yang kini memeluk Inul. Inul langsung menjawab “Ia baik-baik saja, Ibunya sudah menenangkan dirinya”ucap Inul yang diam dipeluk orang Suaminya.
“Apa yang terjadi dengan Kakak Ipar?”tanya Putra yang mengarah kepada Evita. Inul yang mendengarnya menuntun Putra untuk duduk diujung kasur.
“Saat ini mungkin sedang dirawat”jawab Inul dengan tenang. Putra yang berada disamping Istrinya menatap wajah lelah sang Istri. “Istirahatlah Inul, besok Kau akan kerumah sakit untuk berkerja”
Seperti yang diketahui, Inul merupakan seorang dokter yang gelarnya sudah didapatkan. Ia berkerja disalah satu rumah sakit dekat kediaman mereka. sedangkan Putra mengurus perusahan keluarga Zhan yang ada dikota Q.
Inul yang mendengar Suaminya menyuruh Istirahat mengangguk, ia melangkah kekasur dan berbaring dengan Putra yang menyusul dirinya.
__ADS_1
Malam ini semua terasa tenang tanpa hambatan. Mereka tak tahu bahwa diluar sana, Kakek mereka belum kembali karena menjaga cucu kesayangan mereka.