MANTIV

MANTIV
● Mantiv(95)


__ADS_3

“Kak...Ibuku menelpon, ia mengatakan bahwa seluruh keluarga mencarimu”ucap Echan yang tengah duduk diruang tamu khusus kediaman Evita. Intari dan Amelya memilih untuk membantu perusahaan detektif. Karena mereka masih menyelidiki siapa perempuan yang berhasil membuat ingatan mereka kembali.


Yoongi mendengar ucapan Echan mengangguk, karena ia juga dihubungi oleh Ibunya sendiri.


“Aku tahu, pasti keluarga Nurganto itu tak akan tinggal diam...biarkan saja, Bibi Kedua juga sudah menghubungiku...aku sudah memberi pesan bahwa Aku akan kembali, tapi tidak diwaktu ini”Za berbicara sambil memasang wajah seriusnya. Hal itu berhasil membuat Yoongi dan Echan terdiam.


“Lagi pula...aku baru saja mengenggam Evita, saat ini aku tak ingin pergi meninggalkannya”ujar Za dengan melangkah menuju kekamar milik Evita.


Yoongi dan Echan tahu bahwa Za pasti telah lelah dengan segala yang ada. maka tak masalah jika ia melanggar aturan keluarga hanya untuk wanita. Dipikir-pikir lagi, Za memiliki kisah cinta yang seperti Ayahnya. Berjuang untuk melindungi orang yang dicintai, meski kehilangan segala yang ada.


-


Intari dan Amelya memandang kearah laporan yang dibuat oleh mereka. Merlina dan Yelina merupakan orang yang diperkerjakan oleh seseorang.


Ditambah Andre dan Yuda yang merupakan tersangka juga. Yang jadi masalah adalah Yuda dan Andre ini. Karena mereka tak menunjukkan diri sama sekali. Selain itu untuk jejak, mereka benar-benar kehilangan jejaknya.


Sebastian yang menjadi bagian pengejaran itu menyampaikan pendapatnya “Menurutku, mereka sempat mengunakan pesawat..karena taksi itu berhenti disalah satu bandara yang ada”


Intari yang mendengarnya mengangguk “Kau benar Sebastian, ia tak mungkin hanya berdiam diri, Andre pasti telah memikirkan rencana yang sebenarnya...dan telah memperhitungkan tindakkan yang ada...”


Amelya yang mendengarnya langsung menatap Intari, “Bisa jadi, Andre tahu bahwa Evita telah kembali, dan kemunculan Reza juga menjadi tanda tanya yang sebenarnya...ngomong-ngomong Intari, apa kerja samamu dengan Reza berjalan?”


Intari langsung mengeleng, “Tentu saja tidak, kau tahu keputusan berkerja sama adalah keesokkan harinya, sedangkan kita saat itu tengah sibuk, aku tak mungkin menyempatkan diri, dia saja bertemu dengan Andre digedung mu bukan?”


Amelya mengangguk “Tak salah lagi, pasti Andre,Reza dan Yuda berkerja sama, dan yang jadi faktor utamanya adalah wanita malam itu”


Intari terdiam memikirkan tentang wanita bertopeng yang mampu membuat Evita tak bergeming. Evita yang dikenal tak takut itu bisa langsung merinding hanya mendengar suara wanita bertopeng. Hal itu membuat Intari penasaran.


“Raja..bisa bantu sebentar”ucap Intari memanggil seketaris pribadinya. Ia menyerahkan laporan yang dibuat oleh Sebastian, karena tangan yang digunakan adalah tangan Kanan, Raja yang menyadari sesuatu langsung berguman. “Nyonya sudah menikah!!”


Suaranya tak begitu keras tapi mampu didengar oleh seluruh orang. Ada Sebastian,Amelya,Raja,Intari dan Nabila. Mendengar hal tersebut, membuat Amelya dan Intari langsung menyembunyikan tangan mereka.


“Ah..maaf..”Raja menunduk kepala karena telah melakukan kesalahan, ia tak seharusnya asal bicara. Tapi karena jarang dengan Intari, ia kebablasan.


“Sudahlah..tak perlu minta maaf, lagian ia memang sudah menikah”ucap seseorang yang datang tiba-tiba. Membuat semua orang menatap kearahnya.


Evita datang dengan wajah lesunya, ia memilih untuk duduk didekat Sebastian, karena Kursi yang didekat Sebastian sudah dibuka oleh Sebastian sendiri, ia tahu bahwa Evita ingin duduk.


“Kau pun sama”ucap Intari yang membuat Nabila memandang kearah tangan kanan Evita. terdapat permata cantik yang menghiasi jemari itu.


“Kenapa engak bilang!!!”pekikk Nabila yang heboh sendiri. “Seharusnya ini dirayakan, meski sederhana bukan?..harus dirayakan pokoknya, apa lagi kalian telah kembali..aku akan menyiapkan pesta kecilnya...Raja bantu aku...Ah Kau juga Sebastian”Nabila menarik Raja dan Sebastian dengan dadakkan. Membuat Evita terbengong melihat kearah pintu yang tertutup perlahan.


“Apa yang terjadi kepadanya?”tanya Evita. Intari dan Amelya hanya bisa menghela nafas.


Sekarang yang dipikirkan oleh mereka bukan hanya kasus, tapi masalah mereka sendiri yang tak lain, hubungan mereka.


“Eh Evita, Apa kau akan tidur dengan Za malam ini?”pertanyaan yang entah datang dari otak yang mana. Evita tersenyum miris mendengarnya.


“Kau tanya diriku Intari?...asal kau tahu saja, Aku dikelilingi oleh pria, bagaimana bisa menjawabnya”Evita tak ingin mengungkit lebih jauh. Cuma garis besarnya adalah Evita bisa dibilang dekat dengan dua pria. Yang mungkin salah satunya telah tidur dengannya. Cuma tidur ya.


“Ya..kau yang berbeda Evita....”Intari merasa otaknya konslet sekarang. Dulu ia tak menyukai pernikahan, sekarang setelah menikah ia tak tahu harus bahagia atau tidak.

__ADS_1


Bukan hanya Intari, Amelya juga kebingungan. Pasalnya selama ini mereka tak mengira akan menjadi seorang istri, ditambah semuanya berjalan dengan dadakkan.


“Jalani saja bree...pasti ada kebahagiaanya”ucap Evita yang membuat Intari dan Amelya mengangguk.


-


Seperti yang dijanjikan oleh Nabila....


Malam ini perusahaan detektif free. Mereka semua membantu Nabila menyiapkan pesta kecil untuk merayakan pernikahan boss mereka. Nabila tak bisa menghubungi keluarga besar, karena ia tahu bahwa Evita tak ada sangkut pautnya lagi. jadi ia memutuskan untuk merayakan diperusahaan bersama karyawan yang ada.


Raja membantu dengan mendekor ruangan yang menjadi lebih mewah dari pada biasanya. Sebastian yang juga merasa senang membantu beberapa yang ada, meski tak menduga bahwa Nyonya-nya sudah menikah.


Intari,Evita dan Amelya dibawa keruang khusus mereka, karena akan didandani dengan baiknya. Serta suami-suami mereka yang juga tengah didandani oleh orang suruhan Nabila.


“Apa yang ingin Nabila lakukan?”tanya Amelya yang saat ini tengah dimake up oleh orang profesional.


“Biarkan saja..lagian sangat jarang Nabila terlihat antusias”ucap Intari yang sibuk memperhatikan rambutnya.


Evita sudah mendengkur dari tadi. Ia tak ikut campur Cuma mengikuti keinginan Nabila. Karena Evita mengerti bahwa Nabila pasti berharap keluarga besar ikut merayakan, hanya permasalah ini membuat rasa ke keluargaan menghilang begitu saja.


Setelah semua siap, musik pun dinyalakan, dan para karyawan yang ada langsung menghambur diri untuk menikmati pesta yang diadakan.


Nabila memandang kesegala arah dari lantai dua, ia tak menduga akan bisa membuat pesta kecil seperti ini.


“Aku rindu keluarga”ucap Nabila dadakkan. Ia tak menyadari bahwa Sebastian dan Raja ada disampingnya.


“Kenapa?”tanya Raja penasaran dengan gadis yang lebih muda darinya. Tapi memiliki berbagai pengalaman hidup yang lebih berat darinya.


Sebastian yang melihat hal tersebut mengerti, bahwa Nabila sangat menyayangi Evita. dengan tenang Sebastian memberikan usapan dipungung Nabila.


“Seharusnya kau bahagia sekarang, karena kau berniat untuk merayakannya bukan?”ucap Sebastian.


Raja yang melihat Sebastian mengusap Nabila, ikut mengusap dikepala Nabila dengan lembut. “Benar....mari kita nikmati pesta yang kau buat”


Nabila yang mendapat perilaku seperti ini bukannya sedih malah jedag jedug. Ia langsung tersenyum dan mengangguk. “Ah benar..kalau begitu aku akan menjenguk mereka”Nabila memilih untuk lari dari pada tambah berdegup-degup.


Nabila tiba diruang khusus kediaman Evita. “Sudah siap kah?”ucapnya. Petugas yang ada langsung menjawab “Iya...sebentar lagi”


Nabila tersenyum. “Baik acara akan dimulai, naiklah bersama-sama”teriaknya. Ia pun kembali keacara yang dibuat olehnya sendiri.


Musik yang masih terdengar, dan suara bisik berbisik memenuhi ruangan. Para karyawan yang ada ikut menikmati apa yang didapati. Mereka juga mengunakan pakaian yang cocok untuk acara kali ini.


Tiba saatnya, semua langsung terdiam ketika datang tiga pasangan yang masing-masing mengandeng istri mereka. terlihat wajah yang begitu bahagianya, membuat para karyawan yang ada langsung terharu dengan perasaan yang begitu senangnya.


Intari dan Yoongi begitu tampak serasi, tak hanya mereka, Amelya dan Echan juga sama. Bahkan Evita dan Za yang juga menarik perhatian segalanya.


Semua langsung bersorak menyambut kedatangan mereka. “ehem....baik terimakasih semuanya”ucap Amelya yang menatap kesegala arah ada ribuan karyawan yang ada. dan mereka semua orang-orang kepercayaan detektif. Sungguh haru melihatnya.


“Semuanya...terimakasih banyak”ucap Intari yang juga terbawa suasana. Jika, jikalau orang tua mereka ada, pasti.pasti mereka akan bahagia mungkin mereka akan lebih bahagia lagi. namun semua hanya hayalan belaka. Mereka tak perlu sedih, mereka yakin orang tua mereka juga bahagia.


Berbeda dengan Intari dan Amelya. Evita tak menunjukkan wajah yang lain, ia menampilkan wajah tulusnya penuh dengan kesedihan tapi dihiasi dengan kebahagiaan, hal itu tak luput dari pandangan Sebastian yang mengenali Nyonya-nya sendiri.

__ADS_1


Za yang ada disamping Evita, merangkulnya dan menunjukkan bahwa Za juga bahagia bersama dengan Evita. Evita tersenyum lagi dan menikmati semua yang ada.


Acara terus berjalan, hingga Sebastian mendapat kesempatan untuk mengucapkan selamat kepada Nyonya-nya.


“Selamat..Nyonya, akhirnya kau bisa bahagia”ucap Sebastian yang memberikan sebuah hadiah kecil. Evita menatap kearah hadiah yang terbungkus itu.


“Terimakasih Sebastian, dan maafkan aku”ucap Evita. Sebastian mengerti bahwa Evita tak bisa mencintai Sebastian dan berakhir dengan mencampakkannya. Tapi Sebastian tak ingin dikasihani. Ia memilih untuk tersenyum.


“Mungkin sakit perasaan ini Nyonya..tapi semua sakitnya menghilang dengan dirimu yang bahagia, Nyonya...seperti kataku, aku akan tetap mencintaimu, meski nanti aku juga memiliki orang yang akan ku cintai”


Evita yang mendengarnya tersenyum, Lelaki seperti Sebastian tak bisa cocok dengannya yang sudah menyimpang dari sekolah, lebih baik Sebastian bersama seorang gadis yang mungkin memiliki sifat seperti Evita. yeah siapa kah yang beruntung mendapatkan Sebastian.


“Nyonya...Maaf sebelumnya, Tuan Za”Sebastian memandang kearah Za yang baru saja datang membawa sebuah hidangan penutup. Karena dipanggil, Za menatap kearah Sebastian.


Sebastian sedikit merinding menerima tatapan tersebut. “Ada apa?”tanya Za yang menyantap hidangan penutup. Evita menatap kearah Sebastian yang sedikit ragu-ragu.


“Katakan lah”ucap Evita, ia penasaran apa yang ingin diucapkan oleh Sebastian, hingga harus meminta izin dulu kepada Za. Padahal bossnya kan adalah Evita sendiri, kenapa harus Za?.


“Tuan Za....apa aku boleh memeluk Nyonya Evita?”Evita tercenga mendengar permintaan Sebastian. Za yang mendapatkan pertanyaan itu langsung terdiam, ia menatap kearah Sebastian.


“Sebenarnya aku melarang, tapi karena kau adalah orang yang selalu bersamanya, tak masalah....karena tetap saja Evita adalah milikku”ucap Za yang kemudian melangkah meninggalkan Sebastian bersama Evita. Za tahu bahwa mata Sebastian masih menyimpan rasa kepada Istrinya, dari pada rasa itu terus tersimpan, lebih baik tersampaikan bukan.


Sebastian yang mendapatkan izin langsung merasa lega, ia takut Za akan melarangnya. Meski begitu Sebastian harus sadar bahwa ia juga sekarang memiliki batasan yang sebenarnya.


“Sebastian, kau ingin memelukku harus minta izin kepada Za dulu..seharusnya kepadaku”Evita sedikit tak terima jika seketarisnya memilih untuk meminta izin dulu kepada Za. Masalahnya disini, ia adalah boss yang sebenarnya kan.


“Nyonya..Tuan Za adalah suami anda, maka untuk tidak membuat kalian berkelahi, harus memberitahu Tuan Za dulu, jika ia mengijinkan baru meminta izin kepada anda”jelas Sebastian yang membuat Evita sedikit mengerti. Ia pun mengangguk.


“Nyonya..apa Aku boleh memelukmu?”tanya Sebastian untuk meminta izin sebagai bawahan yang tepat. Evita yang melihatnya merasa sedikit sedih tapi ia tak boleh berpikir begitu karena Sebastian bukan lagi anak kecil yang dulu menghajar orang tanpa berpikir. Sebastian telah dewasa.


“Tentu saja boleh”jawab Evita yang langsung membuat Sebastian memeluknya dengan erat. Evita menerima pelukkan itu dengan mengusap pungung Sebastian. Dan tak terduga,Sebastian menangis dalam pelukkan Evita sendiri. Evita terdiam merasakannya. Ia mendapat usapan dikepalanya yang membuatnya mendongak untuk melihat siapa yang menyentuh kepalanya.


Orang tersebut tak lain adalah Za yang mengangguk dengan senyum yang ada. Evita membalas senyuman itu. ia merasa bahagia, pertama ada Sebastian yang selalu bersamanya dan ada Za yang kini melindungi dirinya. Ia pun memikirkan lelaki yang tak lain adalah Mavin lalu Derka yang entah apa kabar mereka.


-


Intari dan Amelya memandang kearah kebahagiaan yang ada. jarang melihat Evita yang tersenyum bahagia, bahkan Sebastian yang terlihat seperti anak kecil memeluk induknya. Sungguh terlihat langka.


“Mereka tetap seperti dulu”ucap Nabila yang membuat Intari dan Amelya terkejut. “Ooh kau sudah dewasa Nabila?”tanya Intari.


Nabila terkekeh ia bergegas untuk berlari tapi tertabrak Raja yang datang dengan tiba-tiba. Membuat Intari dan Amelya langsung menarik Nabila dan memberinya pelajaran karena soksoan menjadi dewasa didepan mereka.


Malam itu menjadikan kebahagiaan yang tak terkira untuk ketiga gadis yang ada. Intari menikmati, Amelya merasakan dan Evita yang menerima. Semua kesenangan dan kehangatan yang diberikan oleh semua orang. Meski nanti atau esok bahkan kedepannya ada banyak masalah yang datang, setidaknya kebahagiaan saat ini bisa mereka rasakan dengan ketenangan.


-


“Ayah..aku ingin beberapa anak buahmu”ucap Andre yang datang menatap tuan Mavin Vintorian.


Mavin Vintorin yang mendengar permintaan adik yang entah dari ibu yang mana, hanya bisa mendengus mendengarnya.


“kau ingin Anak Buah..apa yang ingin kau lakukan Putraku?”tanya Tuan Mavin Vintorian kepada Putra keduanya.

__ADS_1


Andre yang mendengarnya tersenyum, “Tentu saja untuk bermain dengan seseorang.....”


__ADS_2