
“Kau!!!”Amelya kaget melihat orang yang dikenalnya. Siapa lagi kalau bukan Kakak Kelas, yang bernama Echan itu.
Ia menjauhkan tangannya, “Apa Ayah mengundang mereka...kok bisa mereka datang kesini”benak Amelya.
Echan yang berdiri ditengah-tengah pandangan orang-orang bergegas menuju kearah Amelya. Setelah tiba ia langsung menarik Amelya masuk kedalam pelukkannya. Membuat orang-orang kaget, bukan hanya orang-orang Amelya juga kaget.
“Beraninya kau menyentuh Tunanganku....siapa dirimu hah?”ucap Hun Kai yang ingin mendekat tapi langsung ditahan oleh orang-orang berpakaian hitam.
Prok....prok...prok...
“Keren...sangat keren..untuk tuan besar keluarga Hun ini..sungguh sangat luar biasa..apa kalian memanfaatkan keluarga Amelya?”tanya seorang wanita yang tidak lain adalah Indah.
Amelya yang dalam dekapan Echan tahu bahwa itu adalah suara Indah,ia senang mendengarnya. Ia masih mengharapkan suara yang lain.
“Kau...siapa kau hah?...berani-beraninya berbicara seperti itu kepadaku..”ucap Tuan Hun atau Ayah Hun kai yang kini juga ikut ditahan.
Para tamu undangan yang hadir dibuat heran. “Apa yang terjadi pada keluarga ini?”
“sudah ku bilang pasti ada sesuatu...lihatlah”
“kau benar...sekarang apa yang terjadi”
“kita lihat saja, ini berita bagus”
Indah yang mendengarnya hanya mendengus. “Terimakasih Kak Echan, kau bisa datang lebih dahulu”ucap Indah yang langsung dianggukkan oleh Echan. Kali ini Amelya dan Echan berdiri berdampingan.
Tak berapa lama, mobil polisi datang. Dan keluar gadis yang juga dinanti oleh Amelya.
Evita keluar dengan pakaian yang santai, ia mengenakan hoodie hitam sama dengan Indah. Celana panjang menjadi pelengkapnya.
“Sudah semua..?”tanya Evita yang melihat kearah para polisi yang ada. Evita tentu saja ditemani oleh Sebastian, karena memang sudah saatnya Sebastian untuk mulai belajar.
“Sudah Nyonya Evita”jawab salah satu petugas Polisi.
“Baiklah...kalau begitu selamat Pagi Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya..perkenalkan saya Evita...”ucap Evita memperkenalkan diri dengan menaiki altar pernikahan. Semua orang yang mendengar ucapannya langsung melihat dirinya.
“Terimakasih atas perhatian kalian semua...aku hanya ingin menyampaikan bahwa ada kesalahpaham disini”ucap Evita. tapi wanita lain langsung memotong pembicaraannya.
“Atas dasar apa gadis ini ada disini....Kau itu hanya seorang Gadis..jangan-jangan kau ini mantan kekasih putraku?”ucap Ibu Hun Kai yang melepaskan diri dari gengaman polisi, tapi kembali ditahan lagi.
“Hah?”Evita menatap heran kearah wanita itu. apa tampannya Hun Kai. Evita saja tak melirik dirinya.
“Apa dia benar mantan kekasih sang Pria...wajar saja menghentikan pernikahan ini..ia tak terima rupanya..kalah cantik sih sama si pengantin”
“kasihan...pasti dia tak terima kekasihnya menikah dengan gadis yang lebih cantik darinya”
Orang-orang langsung memberikan pendapat jika mendengar hal yang belum tentu pasti. Indah ingin sekali berteriak. Ia berniat untuk melangkah, tapi langkahnya tertahan karena melihat seorang Pria langsung merangkul pinggang Evita.
“Aku kekasihnya...apa dia lebih tampan dariku?”ucap Pria yang tak lain adalah Za.
Mendengar hal itu membuat orang-orang langsung terdiam.
“Sial dia tampan..lebih tampan dari Sang Pangantin Pria”
“kalau tahu gini kita tidak boleh sembarangan menyinggung seseorang”
“pantes saja ia tidak melirik Sang Pengantin, ternyata sudah berpawang”
Ibu Hun Kai yang mendengarnya mengeram. Ia tidak bisa berbicara sekarang. Jika ia mengeluarkan kata-kata lain, bisa dipastikan ia tengah menghindari.
Evita yang mendapatkan perlakuan itu hanya menatap Za sebentar, lalu kemudian melanjutkan niat awalnya.
Orang Tua Amelya terdiam, mereka ingin mendengar apa yang akan disampaikan oleh Evita Sahabat Putri mereka.
Sebastian yang melihat bahwa ada orang yang dekat dengan Nyonya-nya langsung terdiam. Ia akan mengingat pria mana yang dibiarkan Nyonya-nya mendekat. Apa lagi dilihat Za ini sepertinya orang spesial untuk Nyonya-nya, tapi ada yang aneh, kenapa ia malah tidak menyukai hal ini.
Evita melanjutkan ucapannya “Fitnah yang disampaikan sungguh mengesankan, tapi itu tidak diperlukan Nyonya Hun Kai..karena kebusukkan apa pun pasti akan memiliki baunya”ucap Evita.
Ia menatap kearah semua orang dan berakhir menatap Amelya yang masih tenang dirangkul oleh Echan. “Apa ia tidak merasa risih?”benak Evita yang melihatnya. Tapi bodoamat sih, kan dia juga diperlakukan sama oleh orang disampingnya ini.
“Amelya...Paman dan Bibi mu berbohong tentang perusahaan yang akan bangkrut itu”
Amelya yang mendengarnya langsung kaget. “Apa maksudmu?”tanya-nya.
“Begini...Perusahaan Ayahmu itu tidak mengalami masalah apapun, Pamanmu memalsukan semua berita yang ada. selain itu mereka memanfaatkan perusahaanmu untuk membantu perusahaan mereka yang ada dikota A, karena perusahaan mereka baru saja mengalami kebangkrutan..maka dipercepatkanlah pernikahanmu ini”
Amelya yang mendengarnya langsung menatap kearah keluarga Ayahnya itu. mereka membuang muka. Amelya yang melihatnya merasa tak percaya.
“Dan lagi....lain kali jangan pernah berbohong kepada kami..jika ada masalah ceritalah...”Evita melangkah bersama Za yang masih betah didekatnya. Mereka mendekat kearah Amelya yang tertunduk menahan air mata.
Indah datang langsung menghambur kedua Sahabatnya, hingga ketiga Pria yang ada didekat mereka langsung berusaha untuk melindungi mereka agar tidak jatuh. Yoongi tentu saja ia ikut, dari tadi ia hanya memandang tanpa berbicara. Bahkan berdiri dibelakang Indah.
“Kalian...Maafkan aku”ucap Amelya yang mulai menangis. Ia memeluk kedua Sahabatnya.
“Apa yang kau katakan, didalam persahabatan tak ada kata maaf dan terimakasih..kau harus ingat itu”Indah memeluk Amelya dengan erat. Amelya yang mendengarnya mengangguk.
__ADS_1
“Sudahlah....apapun yang terjadi, ceritalah”ucap Evita yang memeluk kedua Sahabatnya ini.
Polisi diurus oleh Sebastian, keluarga Hun Kai akan langsung dibawa kekantor polisi.
Para orang-orang yang hadir, mereka datang serasa sia-sia, tapi tidak masalah mereka justru senang karena mendapatkan info terbaru. Ini sangat langka untuk mereka. apa lagi melihat keluarga yang dibilang kaya ternyata hanya biasa-biasa saja.
“Aku tidak mengira.keluarga Hun Kai ini ternyata suka membual”
“bualannya malah kita percaya....astaga keluarga kaya apa..yang ku tahu keluarga kaya dikota A masih dipegang oleh keluarga Zhan”
“Kau benar”
Mereka pun memutuskan untuk pergi meninggalkan acara yang telah selesai menampilkan pertunjukkan.
Orang tua Amelya datang setelah ketiga gadis melepaskan pelukkan mereka. terlihat ketiganya menangis dengan mata yang memerah.
“Paman..terimakasih malam itu kalian datang kepadaku”ucap Evita yang membuat Amelya kaget.
“Ayah apa yang dikatakan oleh Evita...Ayah pergi kerumahnya?”tanya Amelya.
Indah yang mendengarnya menjawab pertanyaan itu “Iya...gara-gara kamu, sok-sokan pengen menyelesaikannya sendiri tanpa dibicarakan.....”
“Tapi....kenapa Ayah melakukannya, bukannya Ayah mengatakan Evita akan mendapatkan masalah jika membantuku..aku sudah membuat Evita dalam masalah”ucap Amelya sambil menunduk.
“Iya...itu gara-gara Elu...coba aja engak mancing singa yang tertidur....semua orang tidak akan tahu Evita siapa....”Indah kembali mengoceh dengan mulutnya yang berbicara tanpa disaring.
“Tapi Indah..aku tidak sengaja..aku melakukan ini juga demi kalian”ucap Amelya membela diri. Indah mendengus.
“Kau membela diri...tidak Amelya, Kau salah..bukannya sudah ku katakan jangan pernah berbohong kepada kami...sini biar ku jitak kepalamu dulu biar paham”
Tlak
“Amelya kenapa aku yang malah kau jitak?”Indah menghapus jidat yang terkena sentilan Amelya. Ia langsung murung karena Amelya yang menghajarnya. Evita yang melihatnya terkekeh.
“Ayah melakukannya karena sudah tidak tahan lagi Anakku”
Malam sebelum pernikahan.
Ayah Amelya menyempatkan diri datang kerumah Evita. ia melihat rumah yang ada dihadapannya ini.
“Memang Anak kesayangan Dua Marga”ucapnya. Ia menekan bell yang langsung mendapatkan respon.
Pintu rumah itu terbuka, terlihat pria asing yang tak dikenali, tapi ia begitu sopan menyuruh masuk dirinya.
Ayah Amelya melangkah dan melihat dua gadis yang tengah menunggu kedatangannya.
“Paman..kau memberikan ku pesan..apa yang sebenarnya terjadi, jika paman tidak datang, aku mungkin sudah mengeledah tempatmu”ucap Evita tanpa basa basi. Ayah Amelya yang mendengarnya tersenyum.
“Memang anak yang sangat menarik...Terimakasih Indah dan Evita..kalian mau menunggu penjelasanku ini”
Ayah Amelya melanjutkan “Aku melakukan kesalahan, seharusnya putriku tidak ikut campur dalam urusan ini. Sekarang aku ingin mengatasinya, bisakah kalian menghentikan pernikahannya besok?”
Evita dan Indah saling menatap. Membuat Ayah Amelya mengerutkan alisnya.
“Tenang saja Paman..masalah ini biar kami berdua yang mengurusnya..Paman tidak usah khawatir...dan lagi juga Paman tidak perlu merasa bersalah seperti itu”ucap Evita.
“Benar Paman...Amelya juga Sahabat kami...paman tenang saja”timpal Indah.
Ayah Amelya yang mendengarnya tersenyum.
Mengingat hal itu membuat Ayah Amelya memeluk Putrinya. Ibu Amelya juga ikut memeluk putri kesayanganya.
“Evita terimakasih..selain membantu masalah Amelya..kau juga membantu masalah perusahaan”ucap Ibu Amelya yang kini menatap Evita.
“Tidak Bi..bukan hanya Aku, tapi Indah juga ikut..”ucap Evita merangkul Indah.
“Terimakasih Nak Indah...dan Nak Evita”ucap Ibu Amelya yang mendapat anggukkan oleh Dua gadis yang ada dihadapannya.
“Oh ya ngomong-ngomong tiga pria dibelakang kalian dari tadi hanya berdiam diri..kenalkan diri kalian nak..apa kalian kekasih dari tiga gadis ini”ucap Ibu Amelya.
Yang membuat Indah,Evita dan Amelya tertawa mendengarnya.
“Kekasih Kami...aduh mustahil..mustahil...eh apa bahasa jepangnya mustahil?”tanya Indah kepada Evita yang tertawa.
“Muridayo*...Muri..muri”ucap Evita sambil tertawa.
“Bukannya Arienai...ya hahahha”Amelya ikut tertawa sambil memberikan pendapatnya. Evita mengangguk “artinya sama kok”
Ketiganya tertawa tanpa menyadari raut wajah yang ditertawakan sedang suram. Orang tua Amelya hanya bisa mengeleng melihatnya. Ditambah Sebastian yang terdiam bingung harus bereaksi seperti apa.
-
Disekolah, Amelya harus menghadapi tiga gadis yang menjadi teman pura-puranya.
“Dimana Hun Kai?”tanya Rita yang kini menatap dengan pandangan merendah. Mereka selama ini tidak pernah berani berbicara dengan Amelya mengunakan kata kasar. Karena ingin diperhatikan oleh Hun Kai.
__ADS_1
Amelya yang baru saja turun dari mobilnya, mendengus “Aku tidak tahu..mungkin ada dikolong jembatan sekarang”ucap Amelya yang kemudian melangkah.
Langkahnya ditahan oleh Ninta. “Kau...kalau bukan karena perusahaanmu itu..Hun Kai tidak akan sudi melirikmu”
“Siapa yang menyuruhnya melirikku”ucap Amelya. Ia ingin melangkah pergi lagi. tapi tiba-tiba Narti melayangkan tangannya. Hal itu berhasil ditahan oleh seseorang.
“Tidak baik disekolah berkelahi”ucap Echan yang kini menghempas tangan Narti.
Narti yang melihatnya langsung terdiam. Matanya tak berkedip melihat pria yang baru dilihatnya.
Amelya yang melihatnya mendengus “Baru lihat yang tampan udah pindah hati..dasar wanita”Benaknya tak sadar ia juga wanita.
“Amelya ayuk masuk”ajak Echan yang menarik tangan Amelya. Amelya yang tertarik merasa kaget, tapi ikut melangkah.
Tak berapa lama, melangkah dua pria lain. yang membuat Rita dan Ninta ikut tak berkedip. Padahal pria itu tidak melihat kearah mereka.
“Sial..kenapa kita baru tahu ada siswa lain yang ada disekolah ini..mereka sangat tampan”
“iya kau benar..siapa mereka”tanya Ninta dengan pandangan yang belum teralihkan.
“Yoongi!!!”teriak Indah dari kejauhan, ia meninggalkan mobilnya. Tak berapa lama teriakkan lain menyusul “Woyy...Za....”Teriak Evita. dua orang ini lupa kalau orang yang dipanggil kakak kelas mereka. ditambah Siswa kesayangan sekolah.
Dua pria yang memiliki nama itu membalikkan tubuh mereka. memandang dan berhenti melangkah. Sampai Dua gadis yang memanggil tiba didepan mereka.
“Kenapa?”tanya keduanya bersamaan.
Evita dan Indah tersenyum “Hari ini jam istirahat mari makan siang bareng...sekalian ucapan terimakasih telah membantu kami”ucap Evita.
Indah mengangguk “Benar...jika kalian tidak datang terlebih dahulu, kami tidak akan sempat menghentikan mereka”
Yoongi dan Za saling memandang sesaat. Dan akhirnya Yoongi yang berbicara “baiklah”ucapnya singkat padat dan jelas. Yang berarti mereka mau. Setelahnya Indah dan Evita pergi. Yoongi dan Za juga melangkah masuk keaula sekolah.
Ninta, Narti dan Rita kaget melihat mereka. “Apa Tiga gadis ini memang pawang mereka...”
“tidak..aku tidak yakin..aku harus mencoba mendekat terlebih dahulu”
“kau benar...lagian kita lebih cantik dari mereka..ditambah tubuh kita berisi”
“Isi donat kak”ucap seorang gadis lain yang datang. Menatap tajam kearah tiga gadis yang dikenal siswa baru yang aneh.
“Dengar ya Kakk Kelas..kalian tidak boleh menganggu tiga pria tadi..ingat, yang kalian hadapi nanti satu siswi disekolah ini”
“benar..awas”ucap yang lain dengan mata yang melotot. Mereka pun melangkah masuk kedalam aula sekolah.
“Sial...”
“biarkan saja...lagian apa yang tidak bisa kita dapatkan...”
“kau benar..lebih baik kita mencoba langsung saja...mereka mengatakan akan makan siang bukan?”
“kau benar..mari kita ganggu”
“cusssss”ucap ketiganya.
-
Dibandara telah tiba seorang pria mengenakan mantel coklat. Ia melangkah dengan kacamata hitam yang dikenakannya. Dua orang pria mengikuti langkahnya.
“Selamat datang Tuan Muda”ucap Reza yang kini ditugaskan untuk menjemput seseorang.
Yang dipanggil tuan Muda itu mengangguk. Mereka pun melangkah menuju keluar bandara untuk segera tiba dikediaman keluarga besar Kim.
Dalam langkahnya berhasil menarik perhatian orang-orang, wanita-wanita yang suka akan ketampanan tak bisa mengedipkan mata jika melihat dua pria tampan.
“Siapa mereka....tampan sekali”
“lihat saja langkahnya..aduh bolehkan aku jadi sepatunya”
“habis dipakai langsung dibuang kau”
“ish....tapi mereka tampan kan”
“tentu saja..tidak bisa dipandang sebelah mata”
“sangat-sangat tampan”
Ucapan yang hanya bisa didengar oleh mereka sendiri. lagian dua orang yang disebut itu telah pergi masuk kedalam mobil. Mobil berjalan melesat membelah jalanan yang padat.
Dua mobil lain mengikuti karena yang datang kali ini adalah orang yang penting.
“Reza.....siapa kakakku?”tanya Tuan Muda dengan suara khas laki-laki.
“Dia....kalian akan bertemu..sebaiknya Tuan Muda berkenalan dengan Nyonya Muda”ucap Reza dengan nada tenang. Namun hati serasa terbakar.
“Baiklah...ku harap ia cantik”ucap Tuan Muda yang kini beralih memandang ponsel pintar ditangannya.
__ADS_1
Reza hanya menghela nafas. Ia pun mulai mengirimkan pesan kepada Sebastian. Seketaris Evita. yeah meski tidak akrab, Sebastian orang yang selalu bersama Evita. jadi ia harus bisa menyimpan nomor Sebastian.
Dipagi ini Sebastian akan sekolah, sore harinya baru ada dirumah, tapi kemarin ia tidak sekolah karena ikut Evita dalam menangani masalah. Ditambah membantu pengalaman Sebastian.