MANTIV

MANTIV
● Mantiv(68)


__ADS_3

Setelah mengirimkan pesan kepada Sebastian. Reza kembali fokus untuk menyelesaikan tugasnya. Harapannya pesan itu akan sampai ketelinga Evita.


-


Istirahat sekolah tiba, Evita,Indah dan Amelya melangkah kekantin. Tapi bagi Amelya, bukanlah hal mudah untuk berjalan beriringan dengan Sahabatnya lagi. karena..


“Lihat.....baru saja ia kemarin menyakiti Sahabatnya, berbicara kotor. Sekarang malah kembali lagi, apa dia menjilat sahabatnya sendiri?”


“sshhh....kau ini hati-hati, lagian benar juga ngapain sih orang kayak dia harus hadir disekolah ini, kalau aku jadi dia..aku sudah pindah sekolah”


“Yasudah kau saja yang pindah..jangan ikut campur masalah orang lain..kalian tak tahu apa yang terjadi”ucap Indah meladeni orang-orang yang suka bergosip. Meski dirinya juga begitu.


“Eh Indah...seharusnya kau memberitahu Sahabatmu itu saja....jangan ikut campur urusan kami”ucap salah satu yang bergosip.


Mendengarnya membuat Indah pengen menabok pakai sepatunya. “Eh...kau ini”ucap Indah ingin bertingkah tapi tidak jadi karena Amelya telah menahannya.


“Kapan kita makan...nanti keburu bell”ucapnya, ia menarik kedua Sahabatnya tanpa memperdulikan ocehan orang-orang. Lagian benar adanya,jika ia tidak membuat masalah maka tidak mungkin sahabatnya ini ikut terkena.


Mereka tiba dikantin, dan orang yang diundang juga sudah datang. Mereka masih berdiri dengan tegak. Membuat mata-mata para wanita begitu berbinar melihat mereka.


“Aduh Nak Evita...Indah dan Amelya kalian ini kemana saja....Bibi takut, aura disini suram sekali”ucap Bibi Pemilik kantin enam yang tergesa-gesa datang kearah Tiga gadis.


Evita, Indah dan Amelya tidak mengerti apa yang dimaksud. Jadi mereka hanya mengeleng. Padahal saat tiga Pria yang diundang tiba. Mereka ditawarin duduk terlebih dahulu. tapi sepertinya Tiga Pria itu menunggu sesuatu hingga makin lama makin suram keadaan. Maka dari itulah Bibi kantin Enam sangat gelisah. Bertanya-tanya siapa yang dinanti. Untungnya tiga gadis datang. Dan suasana suram itu mulai menghilang.


“Hei kak Za...Kak Yoongi dan Kak Echan..kemari..jangan berdiri saja, pegal tuh kaki”ucap Indah memangil tiga Pria yang masih stay mematung. Setelah mendengar panggilan itu mereka melesat untuk mendekat.


Para wanita yang mengidolakan mereka langsung menatap heran. Kenapa bisa mereka jadi akrab seperti ini.


Para pemilik kantin yang merasa suasana telah tenang akhirnya bisa bernafas lega. Mereka melirik enam orang yang tengah duduk sambil bercerita.


“Apa mereka telah menjadi sepasang kekasih?”tanya Bibi Kantin Tujuh yang menghampiri Bibi kantin Tiga.


“Kau benar....sepertinya begitu, sangat bagus jika mereka benar-benar kekasih, karena dilihat mereka bisa melengkapi apa yang kurang dari mereka”jawab Bibi Kantin Tiga yang dianggukkan Bibi Kantin yang lain.


Dimeja yang kini telah diisi oleh enam orang. Masing-masing duduk dengan tenang. Indah dan Yoongi duduk berdampingan. Evita dan Za juga begitu, sama halnya dengan Amelya dan Echan. Tak ada niat untuk duduk seperti ini. Tapi yasudahlah.


“Baik terimakasih waktunya Kakak Kelas”ucap Evita yang dianggukan oleh tiga Pria sebagai jawaban.


“Maafkan Aku merepotkan kalian....lagi dan lagi..”ucap Amelya sambil menunduk. Ia merasa bersalah kali ini.


Saat ingin meluapkan rasa bersalahnya, Amelya dikagetkan dengan belaian lembut dari seseorang. Kepalanya terangkat untuk melihat siapa yang membelainya.


“Lain kali jangan diulangi, kasihan sahabatmu”ucap Echan sambil kembali menurunkan tanganya. Amelya yang merasa keanehan hanya bisa diam. Hatinya berdebar-debar untungnya hanya dirinya yang mendengar.


Sedangkan gadis-gadis yang mengidolakan langsung gempar. Mereka tidak bisa mendekat untuk menghalangi karena lebih penting kenyamanan idola mereka. tapi Gadis-gadis ini akan mengingat siapa yang harus diblack list.


“Sudah-sudah....mewek mulu, kapan bahagianya sih...sekarang pesan makanan kalian, kali ini aku yang traktir”ucap Evita yang menatap dengan wajah gembira.


Amelya yang mendengarnya mengangguk. Indah langsung memanggil Bibi yang ada. dan sepuluh Bibi langsung tiba.


“Eh banyak bener....Bi kami kan Cuma pesan beberapa”ucap Indah kaget melihat Sepuluh Bibi langsung datang.


“Aduh Nak..tak apa, lagian langka melihat kalian seperti ini”ucap Bibi Kantin Keempat. Indah mendengus mendengarnya.


“Bi kalau aku seperti biasanya”ucap Evita yang langsung dianggukkan oleh Bibi yang mendengarnya. Evita sangat menyukai Mie Goreng.

__ADS_1


“Lagi...apa lagi Nak?”tanya para Bibi Kantin. Amelya yang mendengarnya mengeleng, ia tak mengira ternyata Bibi Kantin ini sangat menarik. Yeah meski telah lama ia mengetahuinya.


“Kalau Aku Bi....Mie Ayam ya...minumannya sama seperti Evita, Teh Es”ucap Amelya yang langsung dicatat oleh Bibi yang menjualnya.


“Aku Nagor Bi..minumannya samain dengan mereka”ucap Indah yang kemudian melanjutkan “jangan lupa gorengannya bi”Bibi yang menjual hal itu langsung mengangguk.


“Nah sekarang kalian...kalian mau apa?”tanya Evita kepada Tiga Pria yang dari tadi diam mulu.


“Bi..samakan dengan dia”ucap mereka bersamaan. Sambil masing-masing menunjuk siapa yang ingin disamain dengan mereka.


Lagi-lagi para Pemilik Kantin dibuat kaget, Za pria yang diketahui jarang kekantin, bisa makan dikantin. Dan salah satu makanan yang pertama kali dipesannya Mie Goreng kesukaan Evita, memang berbeda. Sedangkan Yoongi pria yang kekantin hanya beli air mineral, tak ada yang tahu kesukaannya, tapi sekarang ia malah ingin makan yang disamain dengan Indah, ini lebih aneh lagi. lalu Echan yang kekantin sering beli perlengkapan tulis, baru kali ini makan dengan disamakan milik Amelya. sudahlah memany aneh.


Aduh Bibi dibuat penasaran dengan Pria ini. Apa jangan-jangan mereka duluan yang suka tiga gadis dari pada Tiga gadis yang nakal ini.


“Baik pesanan akan tiba”ucap para Bibi yang ada. mereka melesat pergi dengan cepat.


Evita dan Indah serta Amelya melanjutkan cerita mereka. “Eh aku dengar misi kita ditunda ya?”Tanya Amelya. Ia jarang ke kantor detektif.


Indah yang mendengarnya beranjak bangun, lalu menyentil jidat Amelya yang berada disampingnya. “itu karena kami yang memintanya”ucap Indah sebagai jawaban untuk Amelya. Amelya yang mendengarnya tersipu malu.


“Maa”belum selesai ia berbicara, Evita yang menendang kakinya. Kaki Evita panjang, jadi sangat gampang untuk mencapai kakinya.


“Ouch..sakit Evita”ucap Amelya yang langsung mengusap kakinya. “Kau ini sudah jangan minta maaf mulu....”ucap Evita yang kembali fokus melihat sekelilingnya.


“Iya iya”Amelya memayunkan bibirnya. Tiga pria yang ada disamping mereka hanya diam membisu, dan melihat interaksi tiga gadis yang tidak tahu bahwa tiga pria ini telah menaruh hati.


Makanan mereka tiba, semua dihidangkan sesuai dengan apa yang dipesan.


“Mari makan”ucap Evita yang langsung menyantap makanannya. Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada gangguan. Tapi ketenangan itu hanya sementara.


Kuah panas tertumpah tempat dirok panjang Evita. Evita yang merasakan panas kuah itu langsung berdiri dengan menatap kearah mana asalnya Kuah ini. Ia tidak memesan kuah, dan Amelya yang makan Mie Ayam duduk jauh darinya.


Terlihat wanita yang kini menutup mulutnya dengan wajah kaget. “Astaga..maafkan aku, aku tidak sengaja, ini sangat banyak ditanganku”ucap Wanita yang tak lain adalah Rita.


Mendengar hal itu, Evita menatap kearah lawan yang ada. ia memikirkan apakah ia telah melakukan kesalahan sampai orang ini menganggu dirinya.


Yang dipandang berusaha untuk mengalihkan. “Maafkan Aku ya..aku benar-benar minta maaf”ia meletakkan pesananya dimeja. Dan mengambil sapu tangan yang ada didalam sakunya. Saat ingin mengelap, Evita tiba-tiba ditarik dan terduduk dipangkuan orang.


Seketika semuanya kaget, apa lagi melihat orang tersebut yang memberikan sapu tangan untuk mengelap bagian yang basah. Orang itu tidak lain adalah Za sendiri.


Indah yang tidak suka orang lain menganggu, langsung berdiri “sebaiknya kau pergi sekarang...permintaan maafmu kami terima”ucap Indah. Ia tidak ingin membuat suasana yang tenang berubah menjadi suram seperti ini.


Wanita itu langsung menangkap tangan Indah. “Tidak Indah..maafkan aku, aku seharusnya tidak menganggu suasana kalian...maaf sekali lagi”ucapnya. Dan Indah yang melihatnya mendengus. Ia menarik tangannya kembali.


Amelya yang ada hanya diam, tangannya mengepal. Ia sebenarnya tahu apa maksud dari Rita ini. Bisa dipastikan bahwa saat ini pasti ada maksud lain bukan.


“Sekali lagi maafkan aku”ucapnya yang ingin meranjak pergi, tapi melihat pesanannya itu membuat Za menatap kearahnya. Hal itu tidak luput dari pandangan Evita.


“Kalau kau suka kenapa tidak dibantu, aku bangun dulu”ucap Evita. ia tak ingin menjadi penghalang seseorang. Meski hatinya saat ini merasakan rasa sakit. Tapi Saat ingin bangun, Za malah menahannya dan melanjutkan makannya. Membuat Evita menatap aneh padanya. Tapi bodoamat sih.


Rita pergi dengan pandangan yang masih melekat kearah Za. Membuat Evita merasa kasihan “Coba tahu tadi ku traktir juga nih orang..biar bersama orang ini”benak Evita.


Mereka melanjutkan makan karena tak lama bell masuk kelas akan berbunyi. Tapi yang menjadi daya tarik kali ini adalah Evita yang masih tenang duduk dipangkuan Za. Tanpa berniat untuk pergi. Para gadis yang mengidolakan Za langsung dirasuki rasa cemburu. Mereka akan memberi pelajaran kepada Evita. tapi memikirkan pelajaran apa yang cocok tidak bisa muncul diotak mereka, karena mengingat bahwa Evita bisa saja memengal kepala mereka. sayang nyawa dulu lah.


“Mau sampai kapan kau duduk disana Evita?”tanya Indah yang telah menghabiskan makanannya. Ia mengambil sapu tangan yang ada. Evita yang masih tenang hanya menjawab “Orangnya engak melepaskanku”santai dan jelas. Membuat Amelya dan Indah kaget mendengarnya.

__ADS_1


“Za kau tak dengar....orang-orang nanti akan memusuhiku, lepaskan aku”ucap Evita dan saat itu juga Za melepaskannya. Ia mendudukkan Evita. “Terimakasih Traktirannya...”ucap Za yang ingin melangkah pergi. Tapi Evita menahannya.


“Za, kau melupakan mobil yang ku curi darimu..ini aku membawanya dan berniat mengembalikannya”ucap Evita yang menaruh kembali Kunci mobil disaku depan Za.


Melihat hal itu Amelya dan Indah saling mengeleng. Yeah mungkin memang akan ada yang menjadi sepasang kekasih kali ini.


Yoongi, Za dan Echan pun pergi dengan tenang. Tapi aura mereka menujukkan kebahagiaan. Membuat para Bibi Kantin tersenyum melihatnya.


“Evita..ayuk kekelas”ucap Indah yang langsung dianggukkan oleh Evita dan Amelya.


Mereka bertiga melangkah dengan tenang menuju kelas. Tapi ada hal yang lucu. Pertama saat melangkah memasuki area lorong. Ada kumpulan kelereng yang dihambur.


“Eh...siapa yang menjatuhkan Kelereng ini?”tanya Amelya. Ia langsung berjongkok dan mengambil satu persatu untuk menyimpannya.


“Wess..main kelereng yuk”ajak Indah yang langsung diangukkan oleh dua sahabatnya. Mereka mengambil satu-persatu kelereng sambil berebut.


“Eh Indah..kau mengambil kelerengku”ucap Evita yang langsung mengambil kelereng terakhir ditangan Indah. Indah yang mendapatkan tingkah sahabatnya ini langsung bergegas ingin merebut kembali.


“Tidak itu kelerengku..eh”Evita langsung melesat lari kala Indah mengejarnya. Amelya yang tertinggal menatap sekelilingnya. Ia menyadari bahwa mereka sebenarnya ingin dijebak tapi tak berhasil. Yeah mereka salah menjebak.


Amelya menyusul Sahabatnya. Mereka berlari kelapangan sekolah yang ketiga.


“Woyy main kelereng yuk”ajak Evita yang langsung menarik perhatian para pria. Yang mengidolakannya langsung bergegas mendekat.


“Ayuk..ayuk...main berapaan nih?”tanya Cowok yang berdiri didekat Evita. sangat dekat membuat Indah menariknya. Entah kenapa ia merasa masih ada hawa Za ditubuh Evita ini.


“Main,bentar Aku hitung dulu kelereng yang ku punya”ucap Evita yang telah dijauhkan oleh Indah. Setelah menghitungnya, Evita menunjukkan 10 kelereng yang akan dijadikan bahan mainan mereka.


“Woke sepuluh ya....baik kita buat tempatnya dulu”ucap Para Pria. Mereka mengambar segitiga sama kaki yang sangat besar. Karena taruhan kali ini masing-masing pemain sepuluh kelereng. Dan yang bermain ada delapan orang. Jadi total kelereng yang ditaruhkan sekitar delapan puluh.


Saat semua kelereng telah tersusun rapi. Saatnya menentukan siapa yang lebih dahulu main. Semua mendapatkan gilirannya.


“Woke mulai..siapa yang mendekati garis finish ia akan menjadi yang pertama”ucap Pria yang kini menunjukkan ancang-ancang melempar kelerengnya.


Semua pun melempar kelereng tersebut. Hingga telah ditentukan urutan bermain. Evita tentu mendapat posisi tertinggi, karena memang dari kecil sering bermain kelereng. Indah dan Amelya mendapatkan posisi lumayan jauh, Indah keempat dan Amelya ke enam.


“Baik mari mulai”ucap Pria yang menjadi urutan kedua setelah Evita. Evita mengangguk, ia menjadi pembuka kali ini. Dengan jari lentik yang menahan tekanannya untuk mengeluarkan jentikkan yang kuat.


Tub


Kelereng itu melesat dengan cepat. Kecepatannya hampir tak terlihat. Ia langsung mengenai tempat kumpulan kelereng yang menjadi taruhan, seketika itu juga langsung tersembur keluar. Dan kelereng Evita melesat lagi menjauhi area kelereng.


Ada sekitar 15 kelereng yang keluar dari areanya. Evita mengambil satu persatu. Setelahnya giliran yang lain untuk bermain.


Tiba digiliran Indah, ia mengambil ancang-ancang untuk bersiap dan setelah tiba melesatkan kelereng itu menghambur lagi tepat area. Kelereng Indah berhasil mengeluarkan 10 kelereng yang ada.


Tak hanya Indah, Amelya juga berhasil, ia mendapatkan 9 kelereng yang langsung keluar. Menarik perhatiannya. Tentu saja permainan ini jika telah berhasil mengenai area dan keluar dengan aman, kau bisa melanjutkannya. Tapi jika kau tak mengenai salah satu kelereng, kau hanya dapat menyerang sekali. Setelahnya giliran yang lain.


Dua pria telah gagal karena mereka tidak bisa mengeluarkan kelereng yang tersangkut dalam area. Tersiswa empat pria yang masih bermain.


Selain peraturan tadi, ada lagi peraturan lainnya, jika ingin cepat menang ya tinggal kalahkan yang bermain. Saat ini tiba giliran Evita. ia melesatkan kelerengnya untuk menyerang orang. Untuk masalah area yang masih banyak kelereng itu nanti saja. Karena jika berhasil menang seorang diri, 80 kelereng itu akan menjadi miliknya.


Dan yang menjadi sasaran langsung terkena. Evita mengulurkan tangannya untuk menerima kelereng yang dimenangkan oleh Pria tadi. Kini 20 kelereng ditangannya. Ia melanjutkan lagi untuk menyerang yang lain.


Dari kejauhan Tiga gadis berwajah murung, niat mereka kelereng itu bisa mencelakai gadis tersebut, tapi sayang tak terjadi. Mereka harus memutar otak bagaimana caranya agar ketiganya bisa celaka.

__ADS_1


__ADS_2