
Namun sayang seribu sayang, serinai polisi datang dengan begitu hebohnya. Membuat Intari mendesah kesal karena hal itu. “lagi-lagi polisi..”gumannya.
Namun sebelum pergi, ia menyempatkan diri menendang kaki Sintro hingga orang tersebut terbaring ketanah. Bodoamat dengan tindakkannya. Ia kesal sekarang, jadi melampiaskan kekesalannya kepada Sintro. Dan setelah melampiaskannya, Intari pergi mendekati Amelya yang tengah berbicara dengan Salma. Gadis yang begitu imut dimata Intari.
Saat mendekat Intari baru sadar, bahwa Salma sedikit lebih manis, walau masih manis Nabila. Hehehe.
“apa hanya diserahkan kehukum?”tanya Intari kepada Kepala Desa. Yang kini telah kembali menunjukkan wajah tenangnya.
Yuda mengangguk. “biar polisi yang mengurusnya..aku hanya tidak ingin melihatnya lagi, dan itu berdampak untuk adikku”
Intari mengangguk. Lagian ia juga sedikit mengerti penderitaan Salma meski tidak mengetahui sepenuhnya. Yang pasti ia berharap untuk Salma agar lebih kuat lagi.
-
Setelah kepolisian membawa sang pelaku, ketenangan didesa kembali dengan aman. Semua melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.
Intari dan Amelya kini tengah berada didalam rumah yang mereka sewa. Meski tidak ada sinyal didesa. Intari berusaha untuk menangkap 1 jaringan saja biar ia bisa mengecek laporan tentang kasus ini.
Amelya tengah menyiapkan sarapan. Iya sarapan, karena hari sudah pagi. Mereka menghabiskan waktu semalaman untuk menyelidiki, Malah menjadi penonton dalam kasus yang mereka selidiki.
Setelah sarapan siap, Amelya mengajak Intari untuk makan bersama. Dengan menikmati nasi goreng ala Amelya. Intari melahap makanan itu seperti dikejar polisi. Intari makan dengan suasana terburu-buru.
“Han...bisa pelan-pelan, jangan buru-buru nasinya engak kabur. Kan bukan nasi bekepor yang bisa kabur kapan pun”ucap Amelya. Membuat Intari tersedak nasi.
“uhuk...uhuk..”Intari menepuk pelan dadanya untuk membuat nasi lolos dari kerongkongannya.
“Hahahah..lihat, ini akibat makan terburu-buru, seperti anak kecil yang takut makanannya diminta oleh orang lain”Amelya menyerahkan air minun untuk Intari.
“Sial..Ara, kau membuatku tersedak nasi, terus mengataiku seperti anak-anak..kau lupa usia kita sama...”Ucap Intari sambil terus meminum sampai ludes.
“heheh....iya tahu, tapi kan diantara kita bertiga, yang paling tua tetap aku”Amelya berbicara sambil memasukkan nasi kedalam mulutnya.
“serah-serah....”Intari mengalah, ia lagi malas berdebat. Apa lagi matanya sekarang seperti panda, karena bergadang semalaman. Sungguh misi yang luar biasa bukan. Mereka ingin menyelidiki kasus Malah berakhir dengan menonton. Menonton kasus mereka yang terselesaikan sendiri.
Amelya tersenyum, senyum menang dalam berdebat. Heheh. “hm..kenapa kau terlihat seperti tidak tenang, bukannya kasus kita sudah selesai”
Intari menatap Amelya yang tengah makan. Merasa ditatap Amelya melihat kearah Intari dan juga membalas tatapannya.
“Kenapa?”tanya Amelya setelah terdiam beberapa detik.
“aku merasa aneh, kau menceritakan kepadaku tentang kisah cinta Sintro dan Salma, kalau memang Sintro saat itu kabur, apa mungkin ia kabur dan bersembunyi didekat sini?”tanya Intari. Amelya telah menceritakan kejadian yang didapatnya tentang masalah Salma yang berakhir menjadi sadgirl.
“apa kau merasa ada yang jangal Han?”tanya Amelya. Ia juga sebenarnya merasa ada yang aneh. Jadi untuk memastikan perasaannya, ia pun bertanya ke Intari.
Intari mengangguk “Aku merasa bahwa kedatangan Sintro bukan kebetulan belakang, aku merasa bahwa seseorang telah mengaturnya”
“kenapa kau berpikir seperti itu?”kini mereka berdua telah selesai sarapan.
Intari menangkup tangannya hingga bisa menompang dagunya. Ia menatap datar kemeja makan mereka. “Aku berpikir, sepertinya ini ada sangkut pautnya dengan sesuatu. Aku melihat bahwa Sintro seperti terpaksa melakukan ini, dan tidak sengaja kita menangkapnya. Dan berakhir ia dipenjara. Menurutku ada dalang dibalik kejadian ini.”
Amelya mengangguk setelah mendengar apa yang disampaikan Intari.
__ADS_1
Intari melanjutkan “yang bikin aku penasaran sampai saat ini, kenapa anak-anak yang ditangkap tidak terbebaskan, dan dimana lab yang digunakan untuk melakukan penelitian. Ini sungguh menghantui pikiranku”
Amelya mengangguk lagi. “Kau benar....apa kita menyelidiki kasus ini lagi, aku merasa bahwa jalan pintas itu adalah tempat menuju keLab yang disembunyikan” Amelya tidak hanya menebak, ia merasa yakin. Karena tidak mungkin ada jalan lain dan jalan itu tidak digunakan lagi. Tapi mengingat penyelidikan mereka tadi Malam, ada beberapa bekas jejak kaki yang samar. Membuat Amelya yakin bahwa itu bukan jalan pintas biasa.
Intari pun mengangguk. Karena kasus ini belum sepenuhnya selesai. tidak mungkin semudah itu dalam menyelesaikan kasus. Jadi Intari dan Amelya, melanjutkan misi mereka.
-
Dikantor Polisi.
Putra sang Tunangan Inul tengah menangani pelaku yang mereka tangkap didesa terpencil
Orang yang berhasil kabur bersama para tahanan lain. Bisa dibilang Sintro adalah dalang dari kegaduhan yang terjadi saat itu. Dimana semua tahanan kabur tidak tersisa. Membuat para polisi menjadi kacau.
“Sungguh....luar biasa, akhirnya kau tertangkap juga, tahanan 504”ucap Putra.
Sintro hanya memutar matanya dengan Malas. Ia tidak ingin berdebat. Jadi hanya diam dan membiarkan pak polisi didepannya berbicara.
Yoongi yang keluar dari ruangan kantornya terkejut mendapati sang pelaku dalam kegaduhan dikantor polisi.
“tertangkap”ucapnya. Yang mendapat anggukan dari anak buahnya.
“tahan ia disel terdalam, yang berada dibawah tahanan...Kak Putra akan menginterogasi dirinya” Putra mengangguk mendengar ucapan Yoongi.
“Kak..aku pergi, aku akan menyelesaikan permasalahan dengan Kak Za dan Echan” lagi-lagi Putra mengangguk tanda menyetujui apa yang diucapan Yoongi.
Yoongi pun pergi dengan mobil kesayangannya. Melintasi jalan yang begitu padat hari ini. Mungkin karena hari kerja, jalan pun dipenuhi dengan para pekerja.
Za dan Echan telah menunggu kedatangan Yoongi. Mereka kini telah berkumpul disalah satu desa terpencil. Desa yang baru-baru ini salah satu anggota mereka menangkap pelaku kaburnya para tahanan.
Echan melihat data ditabletnya yang kini mulai hilang karena jaringan yang didapat sangat tidak kuat. Membuatnya berdecik pelan.
“Kak..apa ini termaksud kebetulan, kita baru mendapat bukti bahwa orang tua Evita kecelakaan saat kabut tengah menyerang, dan kita dibawa kesini, karena didesa terpencil ini terdapat salah satu lab rahasia. Dan baru-baru ini kita mendapat pelaku dari kejadian kaburnya para tahanan. Apa ini termaksud takdir atau kebetulan biasa?” Echan sudah tidak bisa lagi membendung pikirannya. Ia perlu jalan keluar, jadi meminta penjelasan lanjut dari Za, kakak pertama mereka.
Za menandang kearah jalan yang akan mereka lewati. Mereka tidak mungkin membawa mobil mahal untuk masuk, bukan karena takut rusak, tapi jalan ini benar-benar sempit. Tidak seperti biasanya. Jadi mereka memutuskan untuk mengunakan motor yang mereka beli dalam 40 menit secara cash.
Za menatap Echan yang frustasi dengan pemikirannya. Ia memahami akan hal itu, karena tidak mudah menentukan apakah mereka benar-benar bertemu kasus secara kebetulan atau secara takdir. Jadi ia pun menepuk pundak Echan agar bisa sedikit tenang.
“kita tidak tahu apakah ini kebetulan atau takdir...yang harus kita lakukan adalah melanjutkan misi dan tujuan kita. Karena itu adalah hal pertama yang membuat kita berada disini”ucap Za. Yoong dan Echan mengangguk.
Mereka belakangan ini baru mendapat bukti kuat. Iya saat kejadian kecelakaan terjadi, ternyata terdapat cctv yang mengarah kejalan sebelum tempat kecelakaan. Jadi saat itu cctv itu merekam kejadian yang dialami.
Dalam rekaman itu, Mobil orang tua Evita tidak dalam keadaan mengebut. Mereka masih santai seperti penjalan umumnya. Tapi tidak beberapa menit, tiba-tiba mobil itu gusar dan ditambah kabut melanda. Hingga menyebabkan cctv tersebut ikut rusak karenanya.
Setelah memahai rekaman yang didapan dari cctv, mereka bertiga menyimpulkan bahwa kecelakaan terjadi memang karena kesengajaan. Atau lebih tepatnya telah direncanakan, hingga dengan cepat mereka bisa menyinggirkan beberapa bukti. Namun karena kurang atau mungkin karena mereka tidak terlalu memikirkannya. Membuat Za,Yoongi dan Echan menemukan celah dalam kasus ini. Yaitu Kabut yang terjadi, kabut tidak mungkin datang dijam-jam 2 pagi, meski datang, tidak mungkin setebal ini. Hal itu membuat Echan menelpon salah satu kenalannya, yaitu seorang ilmuan yang juga pernah mengatakan bahwa ada satu orang yang bisa membuat kabut menjadi tebal dan mampu membantu para militer dalam menyerang markas.
Mereka pun berakhir disini, karena kenalan Echan mengatakan bahwa ada lab yang terdapat didesa terpencil. Yang digunakan untuk menguji coba kabut dan kemungkinan sekarang masing berlanjut.
Za pun mengambil motor trail berwarna hitam kesukaannya. Yoongi juga mendekati motor trail berwarna putih kebiruan sedangkan Echan sudah duduk di motor trailnya yang berwarna hijau.
“Kita ingat bahwa tidak perlu terlalu menyembunyikan identitas kita, kecuali hal penting. Jadi tetap seperti biasanya”ucap Yoongi. Ia mewakili Za yang sudah terlebih dahulu melesatkan motor trailnya menjalani jalan sempit. Echan mengangguk mendengar ucapan Yoongi. Mereka berdua pun menyusul Za.
__ADS_1
Kenapa mereka tidak ingin menyamar, karena mereka telah meninggalkan dunia detektif. Bisa dibilang begitu, sebelum masuk dunia detektif ada salah satu persyaratan yang harus mereka turuti, yaitu jika mereka keluar maka jangan gunakan penyamaran lagi, jadi diri sendiri seperti biasa, seperti kehidupan mereka biasanya. Itulah alasan Yoongi mengatakan hal itu. Za juga mengatakan hal yang sama. Karena mereka telah keluar, maka mereka harus menuruti apa yang sudah disyaratkan.
Walau Echan engan meninggalkan dunia penyamarannya, tapi mau bagaimana pun ia juga telah keluar. Ia tidak lagi mengambil dunia detektif karena beberapa alasan yang berakhir membuatnya menjadi seorang polisi bersama Za dan Yoongi. Mungkin alasan mereka sama, dan kemungkinan alasan mereka juga bertujuan sama.
Melaju dengan kecepatan yang tidak biasa. Jalan yang tidak rata. Mereka tetap menghantam tak memperdulikan resiko yang diterima. Yang mereka lakukan adalah melangkah cepat agar musuh tidak melangkah lebih dahulu.
-
Intari dan Amelya kini tengah berjalan-jalan disekitar desa. Mereka sebenarnya ingin menyelidiki jalan pintas tapi tidak jadi karena mereka tidak ingin para warga mencurigai mereka. Jadi dengan beralasan menikmati pemandangan. Mereka berusaha untuk mengambil beberapa gambar pemandangan.
Dengan hasil gambar itu, mereka bisa menyelidiki didalam rumah. Itulah yang mereka rencanakan sekarang. Intari dan Amelya melakukan apa yang direncanakan. Seperti jika melihat tempat yang mencurigakan, mereka akan berpura-pura mengambil gambar. Kenyataannya mereka sedang mengamati keadaan.
Saat asik-asiknya menikmati perjalanan. Intari dan Amelya tidak menyadari mereka mulai melangkah menjauh meninggalkan desa. Hingga mereka tiba ditempat asing. Mereka melihat gerbang yang terbuat dari pagar besi. Gerbang itu tidak terkunci.
Intari menatap Amelya yang juga menatapnya. “menurutmu kita tersesat?”tanya Intari. Amelya mengangguk. Lagian karena terlalu asik, mereka sampai tidak menyadari bahwa saat ini mereka telah meninggalkan Desa.
“Sudahlah...kita juga bisa berteriak, atau menginap dirumah ini”ucap Amelya sambil memandang rumah yang terlihat tua didepan mereka. Intari hanya mayun mendengar hal itu.
“Ara...apa kau yakin ingin tinggal disini?”tanya Intari melihat kearah rumah yang terlihat begitu tidak terurus, ditambah pepohonan menutup cahaya matahari. Hingga terlihat seperti rumah angker pada umumnya.
“Kenapa?..kau takut?”ucap Amelya yang kini melangkah menuju teras depan rumah. Intari memutas matanya Malas. “apa yang perlu kutakuti, aku tahu ini rumah tua, plus aku juga bukan indigo, ditambah kata Evita, hantu mana yang mau muncul didepan mukaku, yang ada dia dicaci maki olehku”jawab Intari ketus. Menghadirkan tawa Amelya yang mendengarnya.
“Hahah...harga diri hantu benar-benar ditindas”ucap Amelya. Ia melangkah mengamati seisi teras didepan rumah ini. Terdapat dua kursi dan meja kecil. Dan terdapat beberapa pot bunga yang terbuat dari bahan plastik.
Amelya melangkah menuju kearah pintu. Yang terlihat elegan karena warna putih. “Apa kita masuk aja ya?”tanya Amelya.
“seterah...moga aja ada makanannya”jawab Intari yang kini berdiri dibelakang Amelya. Menunggu Amelya membuka pintu.
“Kau ini..makanan mulu”ketus Amelya yang kini telah membuka pintu. Dengan suara sreek pintu itu pun terbuka. Dan terlihat ruangan yang begitu hancur seperti kapal pecah.
“Yaelah..lagian nih alasan aku tidak ingin tinggal karena engak ada makanan disini..jadi wajar aku ngomong makanan”ucap Intari sambil melangkah masuk.
Mereka tidak terkejut, karena memang hal wajar jika rumah itu terlihat tidak terawat lagi. Kau bisa terkejut jika rumah dihuni oleh manusia tapi dalam rumahnya seperti ini. Berarti dirumah tersebut telah terjadi perang ke3.
“rumahnya tidak terlihat terlalu tua..mungkin sekitar 5 tahun”Amelya memberikan pendapatnya setelah mengamati dinding rumah itu.
“kau benar..sepertinya rumah ini juga bisa berguna untuk yang lain”ucap Intari yang kemudian berjalan menuju kearah ruang tamu. Yang terdapat televisi tua, serta cemilan yang sudah menjadi abu.
“apa menurutmu ini kebetulan?”tanya Amelya yang kini berdiri disamping Intari.
“menurutku sih bisa jadi. Pertama, kita menyusuri jalan pintas tapi berakhir menangkap sang pelaku yang menciptakan kabut. Mengemparkan desa kecil dan menculik anak-anak. Dan sekarang setelah tertangkap, kita Malah menemukan rumah ini. Aku berpikir ini adalah kebetulan yang membawa keberuntungan”jelas Intari.
Amelya yang mendengarnya mengangguk. Lagian ia juga setuju dengan apa yang disebutkan oleh Intari. Tidak mungkin mereka bisa menganggap ini bukan kebetulan. Karena ada kemungkinan kasus itu masih harus diselidiki.
“baiklah..karena kita sudah berada disini, maka sebaiknya kita...”
Brakkk.....Bruukkk......Brakk....Brukkkk
Belum selesai Amelya berbicara, suara sesuatu seperti terjatuh begitu kuat terdengar oleh mereka. Membuat Intari langsung membawa Amelya bersembunyi. Mereka memilih memasuki sebuah ruangan yang mereka tidak tahu ruangan apa itu. Yang penting mereka harus bersembunyi sekarang.
...****************...
__ADS_1