MANTIV

MANTIV
● Mantiv(70)


__ADS_3

“Hhahaah..Maaf Kakk, Aku tak mengira bahwa kau adalah Kakak angkatku..seharusnya cocok jadi kekasihku”ucap Andre tanpa basabasi. Membuat Evita menatap aneh.


“Aku sudah punya kekasih”ucap Evita untuk memastikan bahwa orang yang menyukainya harus mundur. Andre dan Reza yang mendengarnya langsung tertohok. Tak habis pikir dirinya ini.


“AH..bagus..bagus lah kalau begitu Kak, berarti Kakak sangat laku..ngomong-ngomong siapa yang menjadi kekasih Kakak?”tanya Andre sambil menatap orang yang kini telah membuatnya jatuh cinta.


“Dia...lebih baik kita tidak usah membahas hal itu, aku berjumpa denganmu untuk meminta maaf karena tak menyambutmu..dan satu lagi terimakasih atas bantuan mu waktu itu”ucap Evita mengalihkan pembicaraan yang ia sendiri malas meladeni.


“Baik Kak, itu tidak perlu meminta maaf, lagian aku datang juga dadakkan, dan untuk ucapan terimakasih, aku akan menerimanya jika kakak mau makan malam bersamaku disebuah restorant?”tanya Andre sambil menikmati cemilan yang dihidangkan.


“Baiklah....aku akan makan malam denganmu”ucap Evita yang kemudian melangkah meninggalkan ruangan. Reza tentu melangkah bersamanya. Sedangkan pria yang ditinggalkan hanya menatap kepergian sambil menyungingkan senyumnya.


“Nyonya Muda...apa anda benar-benar yakin ingin makan malam dengannya?”tanya Reza sambil menatap orang yang dicintainya ini.


Evita yang melangkah duluan, engan untuk berhenti jadi sambil melangkah sambil menjawab “Tentu saja..tak masalah bukan, lagian Ayah ingin aku menyambutnya”


“Tapi Nyonya Muda...anda bisa saja dimarahi oleh seseorang”ucap Reza dengan nada pelan. Evita yang mendengarnya mendengus. “Siapa yang akan marah....sudahlah Reza kau harus menyelesaikan tugas yang ku berikan kepadamu..apakah telah selesai?”tanya Evita.


Reza yang mendengarnya langsung menjawab “Susah Nyonya Muda...tempat yang dipergii oleh Tuan besar dan Nyonya Besar sangat sulit untuk mencari informasi. Bahkan orang yang ku kirim langsung diketahui oleh mereka. jadi sangat sulit mencari informasinya”


“Baiklah...kalau begitu”ucap Evita yang kini telah masuk kedalam mobil. Reza akan tinggal disini karena tugasnya meladeni Tuan Muda. Jadi tak bisa bersama Evita.


“Reza..aku kembali kekediamanku..sampai jumpa”ucap Evita yang kemudian melesat pergi. Membuat Reza menghela nafas. Ia merasa hari ini tak memberinya semangat sama sekali.


-


Dikediaman Evita. Evita melangkah dengan cepat masuk kedalam rumah. Ia mengambil ponsel pintarnya dan bertemu dengan Sebastian.


“Sebastian..aku punya tugas untukmu...”ucap Evita yang langsung dianggukkan oleh Sebastian.


“Dengar.....pergilah ketempat ini..berikan surat ini kepada mereka...setelahnya kembalilah”ucap Evita.


“Baik Nyonya..akan ku laksanakan”Sebastian langsung melesat pergi melaksanakan tugas yang diberikan.


“Semoga ini cepat berakhir....aku tak ingin memikirkan banyak masalah”benak Evita.


Malam ini ia akan meladeni adik angkatnya itu. dan mencoba untuk mencari tahu apa tujuan mereka mendekati ayahnya ini.


Saat pikirannya kalut, chat grup berbunyi berkali-kali.Evita melihat pesan yang dikirimkan.


“Bree....tahu engak?”BY. Indah.


“Engka tahu Indah....engak usah berbelit-belit..langsung to the point”By.Amelya.


“Kenapa,kenapa breee?”By.Evita.


“Itu bree, aku akhirnya bisa kembali kerja dengan tenang”by.Indah.


“Alah Cuma itu doang, dikira apa lagi”By.Amelya.


“Bener banget Mel, ku pikir kenapa tadi”By.Evita.


“enak bree ada perkerjaan, jadi uangku engak bakal habis”By. Indah.


“Habis kepala Elu,black card lu ada berapa hah?”BY.Evita.


“Bukannya ada 2 ya?”By.Amelya.


“Ish Evita ini, engak bisa lihat orang senang apa”Reward Evita By.Indah.


“Kau juga mel, sok tahu”Reward Amelya. By. Indah.


“Sudah..sudah, hari ini aku letih baru pulang dari kediaman utama”BY.Evita.


“Kenapa lagi?”BY.Amelya.


“Nah iya, ada apa?”By.Indah.


“Biasa kedatangan tamu baru, mungkin kalian akan bertemu dengannya.sudah dulu ya aku mau mandi”BY.Evita.


“woke breee....mandi jangan lama-lama entar dicarii ama doi hahahah”By.Indah.


“Doi pala lu Indah..lu juga punya kan?”By.Evita.


“Sudah gaes, aku juga mau istirahat nih”By.Amelya.


“Woke”By. Evita.


“By gaes”By.Indah.


Setelah pesan-pesan yang isinya engak benar itu. Evita memilih untuk memanjakan diri dengan mandi.


Didalam kamar mandi yang besar, ia masuk kedalam bathtub miliknya. telah diisi dengan air susu yang sangat bermanfaat untuk kulit. Sebelum masuk, ia melepas apa yang melekat ditubuhnya. Kecuali kalung, dan gelang pingang yang ada dipingangnya.


“Keluarga aneh..masa dikasih gelang pingang gini, untuk apa coba”benak Evita. ia masuk kedalam air yang telah disediakan. Dan merendam diri dengan menikmati suasana. Memikirkan rencana apa lagi yang harus ia hadapi. Tapi dari pada memikirkan hal itu, ia lebih tidak menyangka simuka talenan menembak dirinya.

__ADS_1


“Hahha...akhirnya aku mengalahkan sifat dingin talenannya itu”guman Evita mengingat kejadian tadi. Sekarang ia memiliki seorang kekasih. Dan ia tak tahu apa yang akan dihadapinya nanti selama menjadi kekasihnya Za. Tapi yang pasti ia senang saat ini.


-


Amelya baru saja menyelesaikan sesi makannya. Benar ia makan terlebih dahulu, baru setelahnya membantu Ayahnya untuk menangani perusahaan.


Amelya telah berhenti berkerja disalah satu tempat yang biasa membantu keuangannya. Ia mulai mencoba menjalani bisnis diperusahaan Ayahnya. Dan belajar bagaimana jalannya sebuah perusahaan.


Ting


Saat makannya telah selesai, ia melihat layar ponsel yang menampilkan pesan seseorang. Ia tak lain adalah Echan.


Lagi apa?


Itu pesan yang tertulis. Amelya tersenyum melihatnya, melupakan bahwa ia masih ada dimeja makan bersama keluarga.


“Kenapa senyum-senyum Amelya?”tanya sang Ayah yang menyadari tingkah putrinya.


“ah..bukan apa-apa..”Jawab Amelya sambil menyembunyikan ponselnya.


Ibu Amelya yang melihatnya tersenyum “Apa kau tengah menjalani hubungan dengan anak kemarin yang Ibu lihat merangkulmu lebih lama”ucap Ibunya yang teringat akan Echan.


Amelya yang menyadarinya langsung tersipu. Ia langsung melesat pergi “Terimakasih makan malamnya...Ibu Ayah aku keatas ya”melesatlah Amelya menghindari orang tuanya yang tertawa melihat tingkahnya.


Tiba didalam kamar, Amelya melihat lagi pesan yang ada diponselnya. Ia tersenyum kecil sambil membalas.


‘Lagi Makan’


Centang dua telah terlihat. Dan tak lama centang biru muncul lalu terlihat seseorang mengetik untuk membalas pesannya.


Makan yang banyak biar tambah tembam


Membaca balasan itu sontak membuat Amelya naik darah. Dia dibilang tembam. Apa dia segemuk itu, ia melihat kearah cermin untuk memastikan. Meski ia terlihat lebih berisi dari pada Indah dan Evita. tapi ia tak segemuk itu.


‘Aku gemuk kah?’


Amelya ingin tahu bagaimana pandangan Echan kepadanya. Siapa tahu kan Echan mengatakan bahwa ia memang gemuk. Tak terima dirinya.


Engak juga...Cuma lebih baik tambah gemuk


Balasan itu berhasil membuat Amelya melempar ponsel pintarnya kekasur miliknya.


“Dasar nih cowok..emang aku gemukkan apa”Meski begitu ia mengambil kembali ponsel pintarnya dan melihat balasan lain dari Echan.


Tapi kalau kau engak suka gemuk, engak masalah. Apapun kamu aku akan tetap menyukaimu


Ia membalas lagi pesan Echan. Setelah berteman lama. Baru kali ini ia begitu banyak mengirim pesan kepada pria. Dan pria itu hanya satu yaitu Echan.


-


Indah yang baru saja mengantar piring kosong. Kini disuruh kembali untuk mengantar kearah meja yang seperti dikenalinya.


“Indah jangan lupa antar ini...dan berikan yang terbaik untuk pelanggan kita”ucap chef yang menyajikan makanan laut. Ada lofster dan kepiting.


Indah yang melihat menu itu merasa kejangalan. “Ini kan menu favorite Evita..sudahlah lebih baik tidak berpikir negatif”benak Indah.


“Baik Chef aman”Indah mengantar pesanan ke meja 12 yang berada didekat pojokkan. Terlihat dua orang tengah menikmati pembicaraan.


“Excuse me....”sapa Indah. Ia tak ingin salah ucapan. Jadi setiap melayani pelanggan, ia akan mengunakan bahasia inggris.


“Yeah”ucap Seseorang yang tak lain adalah Evita. Indah kaget melihatnya tapi tak ingin ikut campur. Karena bisa jadi Evita tengah berbisnis saat ini. Jadi ia hanya tersenyum dan mengangguk.


“Ini makanannya Tuan dan Nyonya..selamat menikmati”ucap Indah meranjak pergi. Tapi sebelum menjauh ia mendengar perkataan lain.


“Sayang makanlah”ucap Pria yang tak dikenali oleh Indah. Membuat Indah langsung mengingat wajah pria itu.


“Sial nihh Evita..katanya jadian ama Kak Za, harus ku adukan nih...lagian enak bener tuh Cowok...aku tak setuju Evita sama tuh orang”benak Indah. Ia langsung melesat kembali keruangan dan langsung mengambil ponselnya.


‘Yoongi kau sibuk?’


Ia tak memiliki nomor Za, tapi memiliki nomor kekasihnya ini, yeah ia telah mengakui bahwa Yoongi kekasihnya sekarang. Meski masih ragu-ragu.


Lumayan,ada apa?


Mendapat balasan, Indah langsung membalasnya.


‘Yoongi,bisa kau sampaikan ke Kak Za, bahwa Evita saat ini tengah jalan bersama laki-laki lain’


Baiklah, apa hanya Evita yang bersama laki-laki lain?


‘iya’


Bagaimana denganmu?


‘Aku berkerja, dan lagian laki-laki mana yang suka aku?’

__ADS_1


Aku menyukaimu


‘sudah katanya sibuk, aku ada perkerjaan ku harap Kak Za cepat datang’


Tak ada salam perpisahan?


“Kenapa lagi nih cowok...rada stres ya”benak Indah. Baru kali ini membalas pesan pria. Ditambah Yoongi yang irit bicara ini ternyata banyak ngomong kalau dichat.


‘Sampai ketemu lagi..Yoongi🥰’


Terkirim bersama emot senyum yang unik. Membuat Indah rada senyum sendiri. setelahnya ia melanjutkan kerja tak tahu bahwa yang menerima pesan hampir terjungkal.


-


Evita malam ini harus meladeni adik angkat yang memanggilnya dengan panggilan sembarangan.


“Siapa kekasihmu....dengar Andre, aku adalah kakakmu, bukan kekasihmu”jelas Evita sambil menyantap makanannya.


Andre yang mendengarnya tersenyum “yeah ku pikir tak masalah kalau kita pacaran, lagian aku hanya anak angkat tak sedarah denganmu”


“Meski begitu aku tak mencintaimu, dan aku telah memiliki kekasih”sudah berapa kali keluar kata kekasih ini. Bisa-bisa yang disebut terbatuk-batuk.


“Tapi dari tadi, aku tak melihat kekasihmu, apa dia mengijinkanmu makan malam denganku?”


“Sudahlah Andre..makan makananmu itu, habis itu pulanglah, besok aku masih harus sekolah”


“Ayo lah kakak...kau ini sangat pelit, seharusnya kau ajak aku pergi kesuatu tempat kah”


“kapan-kapan”Andre yang mendengar hal itu hanya bisa mendengus. Ia melanjutkan makannya. Sebenarnya penasaran siapa kekasih orang didepannya ini.


Evita terdiam, ia memikirkan entah kenapa perasaannya tidak enak, seakan-akan sebentar lagi akan terjadi sesuatu. Tapi memikirkan terlalu berlebihan akan membuatnya pusing. Jadi ia memutuskan untuk tetap diam.


Cring


Bel pintu masuk berbunyi, pelayan yang melihatnya langsung bergegas ingin melayani tapi ditahan oleh tangan Pria itu.


Ia melangkah mendekati meja yang saat ini tengah tenang menikmati makanan.


Evita yang merasakan aura lain, langsung melesat melihat kebelakang. Dan apa yang dipikirkannya tadi benar adanya.


Kekasihnya datang dengan wajah talenannya. Tapi meski tak menunjukkan reaksi, orang-orang yang ada disini merasa terpesona akan dirinya.


“Siapa Kak?”tanya Andre yang melihat Evita berdiri.


Evita mendekat dan secepat itu pula Za merangkulnya. Membuat Andre tersedak tulang kepiting. Untung bisa dikeluarkan.


“Kenapa disini?”tanya Evita. meski belum sehari jadian, ia tahu bahwa Pria nya ini sangat agresif. Jadi harus hati-hati.


“Aku mendengar bahwa seseorang tengah makan malam dengan kekasihnya, jadi ingin tahu siapa kekasih tersebut”ucap Za. Orang yang jarang ngomong. Kini mengeluarkan banyak kata.


Evita yang mendengarnya tersenyum, ia merangkul lengan Za dan mendekat kearah Meja.


“Kenalin..ini adik angkatku..namanya Andre, dan Andre kenalin ini adalah kekasihku Za...”Evita mengenalkan dua orang yang tak menatap sekali pun. Membuat hawa dingin merambat kesegala arah.


“Sekarang...Za tenangkan dirimu, aku hanya menemani adikku makan”ucap Evita yang langsung mendapatkan persetujuan. Za duduk disamping Evita dan menikmati makanannya. Evita dengan tenang menerima suapan dari Za. Ia terlihat seperti dimanja kekasihnya.


Andre yang melihatnya mengeram, tak habis pikir ternyata benar-benar memiliki kekasih. Sungguh diluar dugaan.


Sedangkan orang yang mengadu langsung mengambil foto untuk dijadikan dokumentasi digrup mereka. yang hanya ada dia, Evita dan Amelya.


Makam malam itu cepat berakhir dengan Evita yang diantar pulang oleh Za. Dan Andre pulang dengan supir yang diperkerjakan.


Dalam perjalanan pulang, Za tak menatap Evita. ia fokus dengan ponsel pintar ditangannya.


"Lebih penting ponsel pintarmu dari pada aku?”tanya Evita. saat ini mereka masih didalam mobil. Dengan supir yang selalu mengantar Za.


“Entah”jawab Za dengan nada acuhnya. Evita yang mendengarnya sedikit meringit.


“Eh Za..Aku ini kekasihmu apa bukan?”tanya Evita. dan Za menatapnya “Ku pikir kau menolakku?”ucap Za sambil kembali menatap ponsel pintarnya. Evita menarik ponsel pintar itu lalu melempar keluar kaca mobil yang berhasil membuat mereka berhenti mendadak.


“Kau pilih ponsel apa aku?”tanya Evita. jika Za mengambil ponselnya, ia akan turun dari mobil dan pergi. Tapi Za dengan santai membuka mobil dan melihat kearah mana ponselnya jatuh.


Evita langsung melesat ingin keluar, tapi kaget melihat sebuah tangan menahannya. Dan supirlah yang pergi mengambil ponselnya.


“Aku pilih keduanya”jawab Za sambil memeluk Evita dan mendudukkannya dipangkuan miliknya.


“Za, Aku masih gadis, dan Aku rada emosi...hari ini moodku hancur, dan kau datang, ku pikir untuk membantuku tapi ternyata ikut menambah hancur moodku”Evita menatap Za yang masih dengan tenang menatapnya juga.


“Za..jika kau ingin aku jadi kekasihmu, setidaknya tolong perhatikan aku, mungkin aku masih belum terlalu mengerti apa itu hubungan, apa itu kekasih..namun ku harap kau betah dengan tingkah kekanakkanku ini”


Za terdiam. Evita juga terdiam. Hingga akhirnya Za memeluk Evita. “Aku tahu, maafkan aku..karena aku terbawa emosi..Evita kau gadis pertama yang ku cintai, meski aku tak tahu aku orang keberapa dihatimu, tapi kau akan selalu ku cintai, tak perduli kau kekanakkan atau apa”


Mendengar kata itu membuat Evita berpikir. Apakah hubungan yang terbilang masih muda ini, akan berjalan baik. Tapi ia tetap senang dengan apa yang didengarnya.


Tingkah konyol itu pun berakhir dengan mereka yang masing-masing saling mempercayai. Meski hubungan baru dan pengalaman yang terbilang belum pernah dirasakan. Harapan dalam hubungan Cuma satu, semoga bertahan sampai akhir.

__ADS_1


Tapi tak ada yang tahu takdir, dan masa depan. Akankah mereka akan tetap seperti ini.


__ADS_2