MANTIV

MANTIV
● Mantiv(28)


__ADS_3

“sama dong”


Amelya tersenyum mengetahui bahwa ia ternyata tidak sulit menemukan seorang teman. Jujur dirinya saja sudah sangat sulit mencari teman tapi ternyata orang didepannya ini dengan senyum manis dan mata yang menyirat kesedihan mau berteman dengannya. dilihat dari pakaian wanita disampingnya ini, Amelya mengira bahwa Wanita itu merupakan orang yang berkemampuan. Tapi dilihat dari keseluruhan orang disampingnya terlihat sederhana.


Mengingat hal itu, Amelya merasa bahwa Ia beruntung bertemu dengan Sahabat yang luar biasa. Meski cerita pertemuannya dengan Evita hanya sekedar berbincang, beda dengan Intari. Pertemuanya dengan Intari lebih menarik untuknya.


Saat itu ia tengah melakukan masa pengenalan sekolah SMK. Dan teman sebangku sementaranya adalah Rafifa. Rafifa merupakan gadis yang lembut dan pemikir yang kuat. Meski saat itu ia masih belum terlalu akrab dengan Rafifa. Tapi ia merasa tenang ada orang yang mau berteman dengannya.


Hingga bertemu dengan Intari. Anak yang hiperaktif. Amelya tidak menyukai Intari saat pertama kali bertemu karena Intari terlihat seperti seorang yang suka memaksa.


Mana lagi saat itu Amelya baru saja mendapatkan kelasnya. Dan dengan paksaan Intari, ia pun membiarkan Intari menjadi teman duduknya.


Lama-kelamaan dalam perbincangan yang hanya bertemakan pelajaran beralih kehobi. Intari dan Dirinya menyukai k pop yang tengah booming saat itu. Dengan bertemu seseorang teman sefrekuensi membuat Amelya merasa diberi kejutan besar.


Intari berbeda dengan yang dikiranya. Orangnya ceria, mau mendengarkan dan mau mengerti keadaan. Ditambah Intari orang yang peka. Saat itu Amelya tengah sakit, ia berbaring diruang Kesehatan. Hanya Intari yang mau menjenguknya. Meski pun teman yang lain ada, tapi Intari berbeda. Ia mau menunggu sampai Dirinya pulang kerumah. Mau bertamu dan Malah akrab dengan keluarganya.


Itulah perbedaannya dengan Evita dan Intari. Jujur ia lebih menyukai pertemuanya dengan Intari tapi juga menyukai pertemuanya dengan Evita. Dari masing-masing sahabatnya ini, ada balik kisah yang tidak bisa diceritakan.


Mengingat hal ini lagi, membuat Amelya merasakan kesedihannya dulu. Iya Evita yang dulu tidak pernah dingin, selalu ceria bagaikan bunga matahari. Menyinari dan memberikan mereka hangatnya mentari.


Tapi kejadian yang saat itu terjadi,membuat Sahabatnya itu menjadi pendingin, menjadi pendiam, dan jarang berbicara, kadang jika ia ikut campur, mulutnya tidak akan pernah menyaring kata-kata tajam, membuat mental orang-orang menjadi lemah karenanya.


Amelya memilih duduk diteras depan rumah, ada dua buah kursi disana. Ia duduk sambil memandang langit yang mulai mengelap. Menikmati matahari yang mulai tengelam untuk istirahat karena saatnya bulan yang bekerja.


-


Intari dengan santai melangkah menuju ke tumpukkan tasnya. Iya dia baru saja selesai mandi dan telah mengenakan pakaian santainya. Seperti biasa, penyamaran tidak akan pernah lepas.


Dengan membungkar tas-tas yang ada. Intari mengerutkan kening melihat hanya ada 2 tas yang ada. Mereka sebenarnya membawa 3 tas. 2 tas untuk pakaian dan perlengkapan lain, dan 1 tas lainnya digunakan untuk mengisi makanan, cemilan mereka.


Jujur saja, Intari,Amelya dan Evita bukan orang yang hanya diam menikmati tugas dan selalu fokus, mereka akan fokus saat ada makanan disamping mereka. Karena jiwa pemakan mereka benar-benar tinggi, sehingga dimanapun mereka berada, baik Evita,Intari dan Amelya yang bersama selalu ada makanan atau cemilan yang dibawa. Kalau perlu mereka membawa mobil box untuk membawakan makanan/cemilan mereka.


“Ara.....dimana cemilan kita?”tanya Intari sambil berteriak. Membuat Amelya yang tengah duduk tenang langsung berlari mendekati asal suara.


“Lah..bukannya yang angkat tas kita tadi kau kan Han?”tanya Amelya menyakinkan ingatannya sendiri.


“Iya yang angkat aku,tapi yang masukkan kedalam rumah ini bukan aku”jawab Intari mengingat dimana ia mengangkat tas-tasnya saat mau memindahkan barang.


Amelya merasa ada yang salah. Ia merenung memikirkan kejadian tadi sore.


Saat itu setelah Intari menurunkan barang keteras depan, Mobil dibawa oleh Amelya untuk diparkirkan disamping halaman rumah.


“AH...aku tahu”seru Amelya menemukan titik pencerahannya, membuat Intari mengerutkan alisnya.


Amelya melangkah menuju teras dan melangkah mendekati tangga rumah. Ia mengambil ransel yang terjatuh. Melihat itu Intari sadar bahwa memang ia yang membawa tas masuk kedalam rumah, hanya saja saat itu yang diangkatnya hanya 2 tas bukan tiga. Karena tas ketiga tersengol dan jatuh disamping tangga. Hingga Amelya sendiri tidak menyadarinya ketika menyusul Intari masuk.


“Ini”Amelya menyerahkannya.


“Ah syukurlah....aku mau makan mochi ku”ucapnya.


Mata Amelya terbelak dan langsung merampas lagi tas ransel tersebut lalu membuka dan menghambur isinya. Mereka tidak masuk kedalam rumah, mereka tetap diteras depan rumah dengan lampu redup menjadi penerang.

__ADS_1


“Han...kau membawa es cream mochi kedalam tas ini?”tanya Amelya mengeluarkan sepuluh bungkus es cream yang mencair.


“Kau lihat sendiri kan..kenapa emangnya”Intari menarik mochi dari tangan Amelya dan menyadari tatapan Amelya yang sedih karena Es Cream tersebut telah mencair.


“Ara..kenapa Esnya mencair....kan..kan aku meletakkannya ditempat dingin”ucap Intari mengingat tas yang diletakkannya kedalam mobil dekat AC mobil.


Amelya menepuk jidatnya sendiri merasakan kebodohan Intari yang luar biasa.


“Han...kau meletakkanya didekat Ac mobil dan itu tidak bekerja untuk es cream”jelasnya.


“apa yang tidak berkerja, kan kulkas saja ada pendinginnya. Masa mobil pendinginnya engak bisa digunakan”


“Han...beda...gunanya Kulkas untuk mendinginkan makanan dan minuman serta yang lain, dan mobil itu untuk mendinginkan tubuh bukan makanan atau cemilan”


Intari cemberut mendengarnya, karena otaknya baru mulai bekerja sekarang. Karena rasa kesalnya membuat kinerja otaknya turun drastis.


“Jadi gimana dong...es Mochiku kan untuk ku makan Malam ini”ucapnya.


“Sudahlah..buang saja itu..tidak baik untuk dimakan”


“atau aku minta antar Es Cream sama pelayan rumah”pikir Intari, membuatnya mendapat lemparan cemilan kecil dikepalanya.


“otakmu sudah seharusnya aktif kembali, apa kau lupa dengan kedatangan kita kesini”tegur Amelya. Jujur saja, mereka masih diluar dan lagi makanan ini begitu banyak, terus mereka datang kesini berstatus liburan, orang-orang mengira mereka menyewa mobil. Bayangkan jika mobil lain datang Cuma ingin mengantar es cream, pikiran orang-orang pasti tahu bahwa mereka berdua tidak hanya liburan disini.


Intari yang sadar langsung cengigisan. Ia sedikit sedih karena Es mochinya tidak bisa disantap, tapi mengingat dirinya dulu, Intari membuka kertas dan memakan es mochi yang mencari. Esnya mencari tapi tidak dengan mochinya hanya sedikit lengket saja.


Amelya yang melihatnya tertawa, mengingatkan kenangan buruk mereka yang dulu. Dimana Amelya dan Intari diculik oleh orang yang tak dikenal. Ditambah mereka dikurung disebuah ruangan dan mendapat cemilan sisa yang dibuang entah dari mana, yang pasti itu sudah sisa.


Mengingat hal itu lagi, hati Amelya dilanda kesedihan, membuat Intari yang tingkat pekanya kembali, cepat mengetahui bahwa Amelya saat ini tengah bersedih.


“Apa kau merindukkan si dingin itu?”tanya Intari yang langsung mendapat anggukkan oleh Amelya.


Intari tersenyum, ia juga merindukan Evita yang kini entah apa kabarnya. Mereka berdua sempat memberikan kabar setiap saat tapi ketika ada misi, mereka tidak bisa memberi kabar untuk Evita. Jadi rindu untuk Sahabat mereka itu benar-benar menghantui mereka.


Intari dan Amelya masuk kedalam rumah saat semua barang sudah dimasukkan. Mereka berdua duduk sambil memikirkan rencana yang ada. Malam ini rencananya ingin melakukan pengecekkan Desa. Desa ini tidak padat, dapat dengan mudah mencari dalang kabut yang membuat anak-anak hilang. Bahkan meninggal.


“kalau pengecekkan gagal Malam ini, paksa pagi buta kita harus bergerak dengan berbaur diantar masyarakat yang ada”


“aku rasa juga begitu”


“ada yang aneh didesa ini Han”ucap Amelya menunjuk denah tempat desa yang kecil ini.


“apa yang aneh..apa menurutmu letak rumah kepala desa dengan rumah warganya?”tanya Intari.


Amelya mengeleng “aku berpikir wajar rumah Kepala Desa sedikit jauh. Tapi yang membuatku merasa aneh adalah, ada jalur lain menuju ketempat kepala desa”ucap Amelya menunjuk gambar denah desa.


Terdapat dua jalur menuju ketempat Kepala desa. Amelya mengingat mereka lewat dijalur yang sering dikunjungi. Dan ia merasa tidak ada yang aneh, tapi setelah melihat Denah, ia merasa ada yang salah.


“Aku tahu..itu bisa jadi jalan pintas untuk orang-orang..apa yang aneh tentang itu Ara”tanya Intari yang mengambil kesimpulan dalam jalan pikir Amelya.


“Kalau dipikirkan..jalan pintas itu pasti ada sesuatu. Kalau dilihat itu hanya terarah untuk menuju ke tempat Kepala Desa, gimana kalau jalan itu Malah menjadi jalan Kepala Desa untuk..”Amel tidak ingin berpikir buruk. Menurutnya lebih baik melihat bukti langsung dari pada pendapat. Namun untuk membuat kesimpulan kecil dan pendapat kecil agar Intari dan dirinya bisa mengambil gambaran.

__ADS_1


“Baiklah...sepertinya kita harus mengecek jalan ini”ucap Intari menyetujui jalan pikir Amelya.


Setelah berbincang-bincang mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi Desa. Ditemani beberapa gadis cantik yang berumur 16 tahun.


-


Za,Yoongi dan Echan tengah memeriksa lokasi kejadian kecelakaan keluarga Evita.


Mereka menyadari bahwa kecelakaan yang terjadi bukan karena rem blong atau yang lain, tapi lebih mengarah ke bom yang aktif saat ada yang mengaktifkannya.


Mobil keluarga itu telah diselidiki dalam kurung waktu 7 minggu. Dan saat itu juga Yoongi memberitahukan bahwa kematian orang tua Evita bukan karena kecelakaan biasa. Tapi karena kesengajaan seseorang.


“Kakak...untuk mayatnya, sepertinya Mayat tersebut dikeluarkan dari mobil”ucap Echan mengingat data yang pernah dibuatnya untuk kasus Kecelakaan.


“Jadi ada seseorang yang datang terlebih dahulu disini”kata Za sambil memandang pemandangan hijau dimatanya. Bukti-bukti ditempat kejadian sudah lama menghilang. Mereka telat menyadarinya.


Bukan apa, entah kenapa semenjak Kematian keluarga Evita, Kepolisian mendapat masalah, sebagian tahanan mendadak kabur dari penjara dan yang membebaskannya Malah membunuh dirinya didepan pintu masuk gerbang penjara.


Hal itu yang menganggu mereka, sampai banyak kasus yang membutuhkan mereka menjadi terlalai tapi untungnya pihak detektif mampu membantu walau sebenarnya mereka merasa kalah dengan detektif dikota ini.


Za dan Putra sempat ingin bertemu dengan atasan Detektif yang rumornya mengatakan bahwa orang tersebut tinggal didekat mereka. Ditambah mereka penasaran dimana markas untuk para detektif ini.


Dari keseluruhan kota A, ada tempat langka yang berada ditebing, tapi yang tinggal disana adalah keluarga Kim Jae yang katanya jarang kembali karena mereka tinggal di luar Negeri, sehingga mereka merasa aman-aman saja. Jadi tidak ada yang pernah tahu dimana tempat para detektif itu. Yang pasti saat orang-orang berhasil datang, mereka akan mudah melupakan apa yang baru saja mereka jumpai.


“Sepertinya orang-orang yang memindahkan mayatnya tidak ingin mayat tersebut menjadi abu”Yoongi mendekat sambil berhasil mendeteksi goresan yang ada dijalan.


“Goresan ini terjadi karena sesuatu..menurut pengamatanku, jalan saat itu tengah sepi, karena dari data pengindaian mobil yang masuk kekota ini hanya mobil keluarga Evita”lanjutnya.


“berarti ini kasus pembunuhan yang sudah direncanakan”Za mengambil tablet milik Yoongi dan melihat goresan yang diambil lewat kamera.


“menurutku begitu kakak”jelas Yoongi. Echan mendekat dan ikut mengamati.


“kalau pembunuhan berencana, kenapa orang yang melakukannya mau mengeluarkan mayat orang tua dan adik-adik Evita?”tanya Echan mencari penuntas pikirannya.


“kalau itu kita tidak tahu..sebaiknya kita serahkan ini kepada detektif”ucap Za yang memikirkan pilihan yang tepat untuknya. Lagi pula detektif dikota mereka dapat diandalkan.


“Menurutku kakak, Kita bisa menyelidiki kasus ini bersama, kak Putra juga bisa ikut..kakak lupa kita juga seorang detektif dulu”ucap Echan. Jujur saja ia merasa sedikit cemburu dengan hubungan detektif yang belakangan ini sedikit dekat. Bukan apa diluar sana banyak yang menilai bahwa kerja polisi tidak sebaik detektif, Echan tidak ingin hal tersebut menjadi merajalela. Jadi dia ingin meluruskan pikiran orang luar bahwa polisi juga bisa membantu detektif.


“keputusan Echan benar Kakak...dan karena para detektif yang membantu, sekarang kasus makin berkurang, jadi kita bisa menyelidiki kasus kematian orang tua Evita, dan lagi kita juga masih menanggung maaf untuknya”Yoongi memberikan pemikirannya. Za yang memikirkannya pun mengangguk, ia juga merasa bersalah untuk Evita, ditambah Evita sampai harus menangung hukuman hanya karena keputusan sepihak, tapi keputusan itu menyangkut dirinya.


“kalian benar...baiklah..kita akan menyelidiki kasus kematian orang tua Evita...ooh ya untuk Putra, lebih baik jangan diganggu dulu, dia tengah menjalankan tugasnya untuk menikah dengan Ny.Inul”ucap Za yang mendapat anggukkan dari kedua adiknya.


Mereka pun mengakhiri acara penelitian karena hari sudah mengelap, ditambah mereka harus merundingkan hasil yang didapat untuk memecahkan kasus kematian orang tua Evita.


-


Diruang keluarga, Inul dan Nabila tengah menikmati waktu mereka istirahat. Bukan istirahat untuk menikmati kesempatan mereka tapi mereka memilih untuk memikirkan keadaan Evita yang berada diluar saja.


Mereka tahu seorang pria yang dekat dengan Evita, karena dulu mereka pernah bertemu dengannya saat Evita kembali dari Amerika pertama kali. Saat itu hanya Evita yang berada dipesawat pribadi seorang tuan muda dari keluarga besar yang terkenal kekejamannya.


Tuan Muda Mavin Vintorin dari keluarga besar Mavin yang merupakan seorang kelompok Mafia besar. Orang-orang hanya akan mengetahuinya jika melihat jubah mereka. Atau melihat secara langsung kedatangan keluarga besar tersebut.

__ADS_1


Inul dan Nabila saat itu tengah mendapat laporan bahwa seseorang menyuruh menjemputnya. Hingga mereka pun memenuhi keinginan tersebut tanpa menyadari bahwa orang yang dijemput adalah Evita dengan pria berwajah tampan dengan kulit madunya.


__ADS_2