MANTIV

MANTIV
● Mantiv(36)


__ADS_3

Kejadian yang membuat suasana acara menjadi kacau, hingga hanya bisa menunjukkan foto-foto kekeluargaan diluar sana. Keluarga besar Alex sebenarnya ingin emosi. Tapi masih ingat bahwa mereka juga ada salah.


Beda dengan Keluarga besar Zhan. Bibi Kedua terus mengumpat bahkan bersumpah. Dan ia menghantui tunangan Zhan untuk bisa menyinggirkan Evita.


“Kau harus menyinggirkannya”ucap Bibi Kedua sambil mengunakan skincarenya.


“harus lah Bibi...aku tak ingin ZaZa menyukainya”jawab Navi sambil duduk memainkan ponselnya melihat foto-fotonya bersama Zhan Za Chen. Walau disana tampak Zhan tak perduli.


“tapi Bibi..siapa Evita ini?”tanya Navi.


“Ia adalah gadis dari keluarga besar Alex. Tapi kali ini ia telah melepaskan nama marganya. Jadi bisa dibilang ia miskin..sudahlah..tak penting itu, jangan sampai kau lengah, ia itu seperti ular yang bisa menyusun kata-kata dan memojokkanmu”ucap Bibi Kedua yang kini berdiri didepan Navi.


“Baiklah...sepertinya ini menarik..sudah lama aku tak menyiksa wanita”ucap Navi yang kemudian pamit keluar. Membuat Bibi Kedua tersenyum manis. “lihat Evita..siapa yang akan menang kali ini...”


-


Jika disuasana keluarga itu sedang gundah. Beda dengan Intari dan Amelya. Suasana mereka suram. Bahkan para karyawan yang ada digedung langsung terdiam, tak berani menatap atasan mereka ini. Bahkan Raja seketaris pribadi Intari hanya bisa memasang wajah datar.


Nabila juga begitu, karena ia harus kerja, jadi ia kembali setelah acara. Dan berakhir dengan disini melihat dan merasakan suasana suram. Ia tak tahu apa yang terjadi.


Apakah bossnya ini saling bertengkar atau mereka tak bisa bertemu dengan Evita. Bukannya Evita tadi bisa mereka ajak bicara.


“Nona Intari....sebentar lagi ada rapat dengan tuan Roy yang diadakan direstoran Yaya..”ucap Raja sambil menyerahkan jadwal kedepan Intari.


Intari mengangguk dan kemudian bersiap untuk kesana, beda dengan Amelya yang memilih untuk berlatih.


Diruangan latihan setelah kepergian Intari. Amelya menatap kearah sasaran anak panahnya. Pusaran kecil berwarna merah itu ingin sekali ia patahkan. Kalau bisa bundaran besar itu patah menjadi dua. Jika saja bisa.


Ia mengambil busur dan mengambil anak panahnya juga. Lalu kemudian menarik busurnya dan membidik setelah merasa tepat, ia melepaskannya.


Tap


Anak panah itu tertancap tepat sasaran tapi Amelya masih belum puas. Hingga ia pun memanah ditempat yang sama sampai akhirnya lima anak panah terlepas dari busurnya.


“kenapa...kenapa”keluh Amelya mengingat kejadian tadi. Hatinya sudah diuji oleh kesetiaan dan janji, sekarang dihadapkan dengan kebohongan oleh sahabatnya sendiri.


Evita memiliki masa lalu kelam, dan sulit dimengerti, tapi mereka juga ingin mengetahui lebih jelas. Agar bisa membantu. Tapi itu percuma, sangat percuma. Karena Evita hanya akan menceritakan bagian yang tak perlu diceritakan.


Amelya mengingat kejadiaan dulu yang dimana Evita bersama dengan Derka di pulau kecil yang dimana saat itu mereka, Evita, Intari,Amelya, dan Derka terdampar karena kabur disebuah kapal.


“aku tak percaya kita akan terkapar disini”ucap Derka yang memandang laut luas, begitu lepas.


“OIIIII....APA ADA ORANGGGGGG!!!!”teriak Derka lagi. Membuat Evita menatap biasa kepadanya. Sedangkan Amelya dan Intari berada disampingnya.


“Evita..apa yang terjadi kepadamu?”tanya Intari. Intari dan Amelya sadar saat kejadian itu, Evita tutup mulut tak berbicara sekali pun. Setelah kabur Evita tak menunjukkan cahaya dimatanya.


“ah..tidak apa-apa, aku hanya berpikir kita tidak akan bisa kabur tadi”jawab Evita...sebenarnya ia tak menjawab pertanyaan Intari. Dan bisa dibilang ia melenceng dari pertanyaan. Namun itulah Evita. Ia lebih memilih memendam sesuatu dari pada menceritakannya.


Amelya tersenyum, ia pun mendudukkan diri didepan Evita yang masih menundukkan kepalanya. “Evita..kami sahabatmu, kami tahu kau pasti memikirkan keadaan kami yang diculik ini...tapi tenanglah..kami baik-baik saja sekarang...jadi jangan simpan sesuatu yang membuatmu sakit nanti”ucap Amelya lalu mengelus lembut surai Evita.


Evita terpejam sesaat baru kemudian ia berbicara “sebenarnya....aku..aku...ah aku cuma belum siap menceritakannya..tapi syukurlah kalian tak apa-apa..kalian tak disentuhkan”ucap Evita. Amelya mengeleng begitu juga Intari. Mereka tertawa bersama untuk menghilangkan rasa cemas Evita. Agar ia tak berpikir negatif. Kenapa iya karena mereka emang tak diperkosa. Kalian tahu sendiri tubuh mereka bukanlah tubuh model atau tubuh yang ideal. Mereka masih terbilang biasa saja.

__ADS_1


Mengingat hal itu, Amelya terkekeh pelan dan tak menyadari bahwa ia kedatangan seorang tamu. Benar tamu.


-


Intari memasuki Restorant Yaya yang kini menjadi tempat untuk berkembangnya bisnis bersahabatnya. Bisnis yang sederhana dan syukurnya bisa mencapai keseluruh dunia.


Ia duduk dimeja yang telah disiapkan. Dengan wajah yang seperti biasanya. Menunggu kedatangan seorang desainer yang ternama dikota A. benar saat ini Intari tengah mengelola bisnis pakaian yang ia bangun 2 tahun yang lalu.


Meski masih baru, ternyata mampu bersaing dengan bisnis pakaian lainnya. Dan yang menarik perhatian orang tentang desain pakaian yang unik. Sederhana tapi menawan, dan kalau dilihat sekilas tampak seperti bangsawan.


Intari membangun toko Pakaian ini karena ia sangat mencintai fashion. Jadi wajar ia memulai bisnis kecil yang ternyata dalam beberapa tahun sudah mampu berkembang pesat.


Sambil menunggu, Raja seketaris Pribadi Intari ini ternyata telah mengalami perkembangan yang pesat. Benar Raja yang dulu dan sekarang telah berbeda. Meski masih bagus Sebastian, tapi tetap saja Intari merasa bangga padanya.


“Raja...apa kau tak merasa lelah setelah 4 tahun mengalami waktu yang begitu berlalu dengan kasus yang menghantuimu?”tanya Intari. Ia tak menatap Seketaris pribadinya yang tengah berdiri disampingnya. Ia hanya menatap datar kearah Meja yang masih kosong.


Raja yang mendapat pertanyaan tersenyum. Ia tahu bahwa saat ini Intari bossnya tengah cemas dan tak bisa konsentrasi dengan baik. Jadi dengan tenang Ia menjawab “Tidak Nyonya....ini adalah pekerjaan yang saya pilih..dan saya senang mendapatkan pekerjaan ini”


Intari mengangkat wajahnya dan menatap langit-langit restorant yang kini menjadi tepat rapatnya. “kau tahu..aku sebenarnya tak ingin datang kesini, aku masih marah dengan kejadian kemarin”


Raja yang mendengarnya hanya bisa menundukkan kepalanya. Alasannya karena ia tahu bahwa Boss besar mereka, yaitu Evita telah kembali tapi didengar-dengar perubahan boss mereka itu membuat Intari dan Amelya menjadi berbeda seperti hari ini. Seperti dugaan mereka, bahwa Evita telah melakukan sesuatu sampai Intari dan Amelya marah dan berakhir dengan keadaan yang sekarang, cangung dan penuh kesedihan.


“Nyonya....wajar anda marah, tapi ada yang ingin saya sampaikan”ucap Raja tertahankan saat mendapati seseorang yang kini berdiri didepan mereka.


Intari yang menatap langit-langit restorant langsung menurunkan kepalanya untuk melihat siapa yang membuat pembicaraan mereka terhentikan.


Mata Intari terbelak melihat seorang pemuda dengan wajah yang penuh senyuman. Intari langsung berdiri membuat Raja bersiap untuk melindungi.


“Reza?...kenapa ada disini”benak Intari setelah kesadarannya kembali. Ia pun tersenyum seperti biasa dan menundukkan kepalanya, “Maafkan saya tuan..saya terkejut karena kesalahan saya”ucap Intari.


“Apa ini takdir..kenapa disaat Evita terpuruk disitu juga musuh kembali, kenapa!!!..aku harus melindungi Evita, kali ini biar aku yang mengkorbankan diri, jangan sampai Evita jadi lebih buruk lagi”benak Intari saat melihat pemuda yang masih tersenyum.


“Ah..tentu tidak tuan Reza...aku mengingatmu, bahkan sangat terkejut dengan kedatangan dan takdir yang tak terduga ini”ucap Intari. Membuat Reza tertawa mendengarnya.


“Hmm....sungguh Nona Indah terlihat begitu sangat berbeda sekarang dari pada 6 tahun yang lalu”ucap Reza yang kemudian duduk. Intari hanya tersenyum dan ikut duduk.


“Sepertinya....”ucapan Reza terpotong saat tengah berbicara.


“Tuan Reza...saya tak punya begitu banyak waktu, jadi bisa kita langsung keintinya saja”Intari tak ingin lebih lama diruangan yang berhasil membuat Evita berubah total. Berubah dalam kehidupan yang penuh kegelapan. Tak ada cahaya lagi, jadi Intari tak ingin ini berlanjut sampai Evita bertemu langsung dengan Reza.


“Huh...Nona Indah...anda ada benarnya, baiklah kalau begitu saya disini ingin bekerja sama dalam bisnis ini, tentu ingin juga menguntungkan kedua belah pihak. Kami perlu produk yang bagus dan anda juga perlu tempat promosi yang tepat, jadi gimana?”Reza menjelaskan dengan begitu lancarnya, membuat Intari terdiam dalam pikirannya.


“hm...akan saya pikirkan ini Tuan Reza, namun keputusan kapan saya menyampaikan persetujuan, Tuan Reza bisa menentukannya”ucap Intari.


Reza tersenyum, “kalau begitu aku ingin sekarang”ucapnya.


“seperti yang saya bilang, kalau saat ini saya perlu berpikir dulu untuk menentukkannya”


“benar..baiklah gimana kalau besok”


“maka sekarang akan saya putuskan untuk menolak anda”ucap Intari final.

__ADS_1


Reza tertawa “hahaha...sungguh inilah yang ku suka dari anda Nona Indah, memutuskan sesuatu dengan berpikir namun jika banyak negosiasi anda mengambil keputusan cepat. Sungguh mengesankan”


Ia melanjutkan “kalau begitu saya akan menunggu 3 hari, dan kita akan bertemu lagi disini tepat jam 10 pagi, bagaimana?”tanya Reza.


“Sepakat”jawab Intari yang kemudian berdiri. “kalau begitu sampai disini tuan Reza..untuk makanan dan minuman silahkan anda pesan, dan yang membayarnya akan saya yang tangung”ucap Intari.


Sebelum pergi, Reza menjawab perkataannya “aku tidak ingin menjadi lemah didepan wanita, jadi tak perlu lakukan itu, aku akan membayarnya sendiri”


Intari hanya berlalu tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Reza. Intari benar-benar telah kehabisan akal. Ia memutar ingatannya, ingatan yang sebenarnya sebagian tak bisa diingat. Tapi ada disisa ingatannya yang memunculkan bayangan suram.


Saat itu Intari, Amelya dan Evita tengah menikmati waktu perpisahan mereka. benar saat ini mereka telah mendapat kekasih yang luar biasa bucinnya. Bucin sangat bucin. Membuat mereka kewalahan dalam menangani mereka.


Tapi itu untuk Evita bukan untuk Intari dan Amelya yang tak terlalu dikenal dan untungnya kekasih mereka juga tak terlalu banyak cewek yang mendekati. Beda dengan Evita yang telah berubah. Ia menjadi lebih cantik dengan rambut panjangnya. Untungnya kekasih Evita ini cepat-cepat mengklam diri, kalau engak Evita sudah dipastikan menjadi rebutan.


Dan hal itu benar terjadi, saat Evita telah lulus, Reza senior mereka dulu dan sekarang telah menjadi tangan kanan Ayah Evita. Berniat melamarnya. Namun Evita bukan tipe orang yang mudah termakan kata-kata manis ditambah perlakuan manis, apa lagi ia tak memiliki rasa untuk Reza. Jadi hari itu juga Reza ditoleh oleh Evita. Membuat Reza malu besar saat itu.


Karena Evita lebih memilih seorang senior yang beda 1 tahun dengan Evita.


Mungkin itu kenangan lama, tapi semenjak kejadian itu, Reza menjadi berbeda dan berakhirlah dengan Intari dan Amelya diculik dan juga Evita.


Intari tak bisa melanjutkan bayangan suram itu, ia ingat bahwa setelah kejadian memalukan, Reza bertindak diluar dugaan dan berakhir dipenjara. Namun ingatannya benar-benar buruk kali ini. Tak bisa mengingat apapun.


Raja yang melihat bossnya dari tadi hanya terdiam, bahkan raut wajahnya berbeda, membuat Reza mengambil kesimpulan bahwa orang yang tadi mereka temui adalah orang yang harus diwaspadai.


Tak perlu waktu lama untuk Raja membawa mobil, mereka kembali ke mansion detektif. Namun sebelum masuk, Intari dan Raja dikagetkan dengan dua mobil mewah dan 15 bodyguard yang berbaris dengan rapi.


“Ada apa ini?”tanya Intari yang langsung melangkah masuk kedalam Mansion. Raja mengikuti dibelakang.


Setibanya disana, Intari membelakkan mata melihat seorang pria bertubuh Madu yang memiliki tinggi 188. Ia tak lain adalah Vintorin, seorang pria yang selalu dianggap oleh Intari dan Amelya sebagai penganggu kehidupan Evita.


“Kenapa kau disini?..dan berani-beraninya kau melangkahkan kakimu disini”ucap Intari membuat semua orang melihat kearahnya.


Para karyawan yang ada pun terdiam, mereka sebenarnya tak bekerja karena kedatangan pria asing ini, ditambah sekarang ada Boss mereka yaitu Intari.


Raja kaget melihat Sebastian yang biasanya menunjukkan wajah biasa saja, kini menunjukkan wajah kesal yang terlihat jelas. Bahkan pandangannya tak teralihkan dari orang asing ini.


Vintorin menikmati minuman yang disediakan disana, ia hanya menatap Intari dengan tatapan biasa dan memutuskan indra pendengarnya, sampai Evita melangkah mendekati ruangan yang tengah panas ini.


“Hai Baby”ucap Vintorin yang langsung berdiri dan memeluk posesif Evita. Membuat semua orang terdiam.


Namun belum sempat bernafas, seorang pemuda entah dari mana, menarik Evita dan memeluknya. “dia bukan milikmu Tuan Mavin”ucap Derka yang datang dengan nafas yang lelah. Mungkin habis berlari.


Tapi belum sempat nafas ketiga keluar, Evita telah ditarik oleh seorang pria yang tak lain adalah Sebastian. Ia meletakkan Evita dibelakang tubuhnya. “tak ada yang bisa menyentuh Nyonya, bahkan kalian berdua sekali pun”ucapnya.


Hal ini membuat semua orang tercenga. Tak ada yang menyangka, boss yang paling utama. Yang sering dibilang sulit didapatkan atau sulit untuk didekati ternyata terdapat orang-orang yang bucin terhadapnya.


Intari dan Amelya hanya bisa menatap datar. Mereka memang mengingat kenangan betapa bucinnya dua pria ini sampai berani melawan hukum hanya untuk wanita. Dan sayangnya wanita ini tak mencintai mereka. karena hanya 1 pria yang berhasil mendapatkan cintanya.


“Sudahlah Sebastian, tak perlu kahwatir, aku juga tak mencintai mereka”ucap to the point oleh Evita. Membuat Vintorin dan Derka tertusuk oleh pedang yang entah dari mana asalnya.


Tak menghiraukan hal tersebut, Evita menatap kearah Intari dan Amelya yang kini menatapnya. “Amel...aku telah mengatakan apa yang ku ingin beritahu ke kalian, keputusannya ada ditangan kalian, kalau begitu aku pergi, permisi”ucapnya yang kemudian melangkah. Sebastian dibelakang Evita dan ada sekitar 15 bodyguard yang menyusul.

__ADS_1


Bodyguard yang menyusul kali ini bukan milik Vintorin tapi milik Evita sendiri. bodyguard Vintorin masih berbaris diluar.


...****************...


__ADS_2