MANTIV

MANTIV
● Mantiv(62)


__ADS_3

Dua hari telah berlalu......


Evita dan Indah menyadari perubahan Amelya. Pertama Amelya tidak lagi ikut latihan, dan ikut hadir dalam pertemuan detektif. Kedua Amelya tak membalas pesan mereka. dan terakhir Amelya menjauhi mereka.


Saat dikelas. Indah yang menjadi teman sebangku Amelya merasakan kejanggalan ini. Karena Amelya benar-benar fokus kepelajaran dan tidak seperti biasanya.


Kini Evita dan Indah tengah duduk digazebo sekolah. Mereka berdua melihat salah satu gazebo yang terlihat Amelya disana. Selain itu ada Pria juga yang memegang tangan Amelya.


Indah dan Evita hanya melihat kedekatan itu, tapi ketika Pria itu mengangkat salah satu tangan yang mengenggam tangan lain berhasil membuat mereka kaget.


Byuuuurrr


Bukan Evita dan Indah, tapi pria lain yang menyemburkan minumannya.


Evita dan Indah menatap kearah Pria yang menyembur itu. “Siapa?”ucap mereka berdua bersama-sama.


Pria itu kini menatap mereka. “Ah kenali Suno Rin..”ucapnya mengulurkan tangan kearah Indah yang kini menyambutnya.


“Indah”Balas Indah yang kemudian melepaskan jabatan tangan itu. Suno Rin mengulurkan tangannya kearah Evita.


Evita hanya melihatnya tak berniat untuk menyambut uluran tangan itu. “Evita”ucapnya dan kemudian kembali ke cup yang dibawanya.


Suno Rin yang mendapatkan perlakukan itu hanya tersenyum miris.


“Ngomong....Ngomong Kak Suno Rin ini dari kelas 12 bukan?”tanya Indah yang merubah suasana diantara mereka.


“benar....kalian pasti sicewek pembuat rusuh ya”ucap Suno Rin yang berhasil mendapatkan tatapan Evita.


“Kami terkenal karena rusuh ya Kak?”tanya Evita yang membuat Suno Rin mengangguk cepat.


“ah Sabar Evita...kita senasib”Indah merangkul Evita dengan wajah yang sedih. Evita juga ikutan sedih. Membuat Suno Rin bingung dengan mereka.


“Ah ngomong-ngomong kenapa dengan teman kalian yang satunya?”tanya Suno Rin menganti topik pembicaraan.


Evita dan Indah langsung menatap kearah tersebut. “Yeah dia mungkin lagi mencari momen baru”jawab Evita. membuat Suno Rin merasa hal aneh.


“Momen baru...apa dia ingin bertobat”ucap Suno Rin yang berhasil membuat Pria lain tersembur mendengarnya.


Byuuurrrr


“Eh Kak Echan...ngapain nimbrung kesini?”tanya Evita yang kini memandang tiga pria yang duduk disamping mereka. Suno Rin duduk disamping kiri mereka. dan dihadapan Evita dan Indah adalah pemandangan langka.


“Ah Gazebonya penuh, Cuma disini yang kosong”jawab Echan. Padahal masih ada gazebo lain. tapi bodo amat sih. Mereka juga udah saling kenal.


“Suno Rin...”ucap Suno Rin memperkenalkan diri dengan anggota osis. Waktu itu ia hampir ikut terkena hukuman. Saat Amelya dihukum.


“Echan..disamping kananku Za dan disamping kiriku Yoongi”ucap Echan memperkenalkan diri dan dua orang disampingnya.


“kenapa Kak Echan makan bakso sambil melihat kearah sana?”tanya Indah yang menyadari tatapan dari Echan. Tatapan itu menuju kearah Amelya yang tengah menikmati makan siang bersama dengan seorang Pria.


“Ah...tidak aku hanya terkejut melihat seseorang yang ku kenal, apa dia Amelya?”tanya Echan. Membuat Evita dan Indah memiringkan kepala mereka.


“Bukannya sudah nampak jelas itu Amelya..kenapa malah tanya?”benak keduanya.


“Iya dia Amelya kak”jawab Indah yang kini beralih membuka cemilan entah milik siapa.


Yoongi yang melihat cemilan miliknya dibuka hanya bisa terdiam. Evita ikut menikmati cemilan yang dimakan oleh Indah.


Suno Rin yang dari tadi diam, kini mulai berbicara lagi, ketika Echan membahas masalah Amelya.


“Bukannya terlihat aneh ya bro...Amelya menjadi kalem dan terlihat seperti gadis umumnya..bahkan sampai mengenakan rok pendek”ucap Suno Rin kearah Echan.


Echan yang mendengarnya mengangguk “Eh...maksudmu apa tadi?”tanya Echan lagi ketika sadar dengan apa yang didengar olehnya.


“Itu dia terlihat kalem dan sekarang menggunakan rok pendek”ucap Suno Rin mengulang perkataannya.


Echan yang mendengarnya, menatap kearah orang yang menjadi pembicaraan mereka. kepala Echan sedikit dimiringkan, untuk melihat apakah benar dengan yang dikatakan oleh Suno Rin. Tapi belum sampai kepala itu menurun, Za memukul kepalanya


“Ouch....Sakit”gumannya, ia kembali menatap kearah orang-orang yang memberi pandangan intes.

__ADS_1


“Ah tidak...maafkan aku, aku hanya tidak percaya dengan ucapan Suno Rin tadi”jelasnya.


Evita dan Indah hanya bisa mengeleng. Lagian mereka juga tahu bahwa orang-orang sekarang penasaran dengan perubahan Amelya.


-


Kesorean harinya, dipakiran. Indah dan Evita duduk dikursi sekolah. Mereka menunggu jemputan. Yeah Indah sudah bisa menyewa sopir. Meski begitu kadang rada bingung masalah gaji mereka. tapi Indah sudah berusaha kerja parttime yang kadang berakhir izin. Karena ia mementingkan urusan detektif.


Tapi hari ini tidak bisa, ia ada urusan dengan salah satu orang yang merupakan pemilik restorant, tempat ia berkerja. Alasan kenapa ia bisa berurusan karena sang Pemilik Restorant sedang mencari tempat untuk mengembangkan usahanya. Dan Indah tidak sengaja menyembutkan tempat yang membuatnya harus jadi pendamping sementara pemilik Restorant itu.


“Evita.....ayolah temani aku ya...kau tahu sendiri, aku tidak bisa wawancara keorang-orang, jangankan wawancara, diwawancarai aja aku Cuma cengegesan. Seandainya bukan kau yang merekomendasikanku direstorant..aku tidak mungkin dapat perkerjaan”Indah membujuk Evita yang ada disampingnya.


Evita satu-satunya tempat yang memberikan kelegaannya. Bukan kenapa, ia hanya takut nanti saat bersama pemilik Restorant, ia malah melakukan kesalahan. Setidaknya ia punya teman. Lagi pula salah satu manager Restorant mengatakan Ia boleh membawa temannya, untuk ikut membantu.


“Tapi Indah....kalau sore ini, bukannya terlalu mepet ya, besok kita ada kelas pagi, mau telat”ucap Evita yang berusaha menjadi siswa disiplin.


“Tumben loh jadi siswa baik....Evita tolong lah...kau bisa kan”ucap Indah lagi berusaha untuk membujuk Evita yang masih terdiam.


“Woke baiklah-baiklah...aku akan ikut, jadi kapan berangkatnya?”tanya Evita yang kini mulai menyerah.


Indah yang mendengarnya langsung membinar, sangat susah memang membujuk orang seperti Evita ini kecuali bujukkan itu mengarah kemakanan, pasti langsung otw.


“habis sepulang sekolah ini, dijamin engak bakal malam pulangnya”jawab Indah yang kini ingin melangkah bersama Evita.


Tapi langkah mereka terhenti saat melihat sebuah mobil melesat masuk kearea parkir. Dan terlihat dua pasangan tengah menaikinya.


Pasangan itu tidak lain adalah Amelya dan Pria yang mereka tahu bahwa itu siswa baru.


“Lah ngapain pulang ama tuh orang...mana lagi ini bukan mobil milik keluarganya deh”ucap Indah yang menyadari saat mobil tersebut melewati mereka.


“Benar..kayaknya ada yang engak beres deh...”ucap Evita yang menatap kearah mana mobil itu pergi.


“Kau benar...apa nanti setelah urusanku, kita akan membahas Amelya”Indah melangkah mengikuti langkah Evita yang kini berada dihadapan mobilnya.


“Iya....kita selesaikan dulu urusanmu, oh ya jemput saja aku dikediamanku, kediamanku yang ku beli dengan uangku sendiri”ucap Evita yang melangkah masuk kedalam mobil.


Indah yang mendengarnya mengangguk, tapi beberapa detik kemudian wajah bingungnya muncul.


-


Amelya terdiam didalam mobil,hatinya benar-benar ingin berteriak sekarang. Kapan ia harus berhenti berakting, Sudah beberapa hari ini harus menghadapi seorang Tuan Muda yang menjadi tunangannya.


“Ada apa denganmu?”tanya Hun Kai yang kini mengenggam tangan Amelya. Amelya menahan diri untuk tidak menghempas tangan itu, ia sebenarnya berniat untuk langsung memotong tangan pria yang berani menyentuhnya tanpa permisi ini.


Entah kenapa ia merasa geli dan tak terima jika Pria ini menyentuhnya. Tapi diingat lagi, bukannya ada pria lain yang juga pernah menyentuhnya.


“Tidak ada apa-apa..aku hanya merasa capek hari ini”jawab Amelya dengan biasa saja. Lagian memang ini dirinya, tidak perlu manis-manis menjadi wanita. Ia bukan gula, ia itu manusia.


“Baguslah..kau mendengar apa yang ku ucapkan, hari ini kita akan pergi ketoko butik yang dimana aku telah memesan gaun untuk pertunangan kita..jadi bersiap dengan cepat”ucap Hun Kai sambil menatap tablet yang ada ditangannya.


Amelya yang mendengarnya mengangguk, bodoamat. Yang harus ia lakukan adalah mempertahankan perusahaan Ayahnya. Jika telah setabil, ia mungkin akan berhenti bermain seperti ini.


Seperti apa yang dijanjikan, jam 4 sore mereka berdua berangkat kesalah satu tempat yang menurut Amelya adalah sebuah desa.


“Kenapa kita kedesa?”tanya Amelya yang melihat kearah desa dengan penduduk yang lumayan padat.


“Disini ada gaun terbaik yang tokonya tidak terlalu terkenal. Meski begitu tetap saja orang-orang mencari toko ini”ucap Hun Kai yang melangkah terlebih dahulu.


Amelya menatap heran kearahnya “Ini Pria kok bersikap gini, padahal tinggal beli gaun murah, dari pada buang duit”benak Amelya. Ia mengikuti langkah Pria itu.


Langkah mereka yang saling berjarak tak membuat Amelya resah, apa lagi wanita-wanita muda yang mulai mendekati calon tunangannya itu. Amelya hanya membuang muka, bodoamat, yang penting saat ini ia harus segera pulang kerumah.


Tidak berapa lama, mereka pun tiba ditempat yang membuat Amelya menatap biasa saja. Yeah meski tahu tempat ini sangat dikagumi, tapi untuk Amelya yang melihatnya sudah biasa.


Karena didesa Evita, juga ada orang yang membuat gaun pernikahan atau pertunangan. Yang pasti itu sangat cantik, mengalahkan desain orang-orang. Sayangnya bakat seperti ini selalu berakhir didesa.


“Kita masuk”ucap Hun Kai yang hanya dianggukkan oleh Amelya.


Brakkkkkk

__ADS_1


Amelya menghentikan langkahnya, ketika mendengar suara sesuatu. Ia melihat kearah sumber suara yang tak menemukan apa pun.


Tapi karena rasa penasaran, ia pun melangkah menyusuri jalan untuk melihat apa yang terjadi dibalik suara itu.


Brraaakk...


Brak.....


Brakkkk


“Sial...kalian mengambil uangku..kembalikan”Ucap seorang Pria yang tengah menghajar pria lain. tapi sia-sia karena kalah jumlah.


Hingga akhirnya pria itu pergi karena melihat orang lain menjalan mendekat.


“Sial kita kabur..kabur”ucap salah satunya.


“Waah...kau pemuda yang sangat berani”ucap Evita yang memakai hoodie dengan celana panjang. Dibelakangnya ada dua wanita yang bernama Indah dan Amelya. Saat ini entah kenapa pertemuan tak disengaja terjadi.


Mereka bertiga melangkah mendekati Pria yang baru saja menghajar sekumpulan anak muda yang ketiganya mengira adalah si tukang palak.


“Siapa kau?”tanya Pria itu menatap ketiga wanita yang mendekat.


Evita, Indah dan Amelya terdiam sesaat. Dan kemudian Evita yang melangkah mendekat. “Aku?..Kenalin Aku Evita”ucap Evita sambil mengenalkan diri. Membuat Pria kecil itu sedikit menundukkan kepalanya.


“dan dibelakangku ini, Indah..sebelahnya Amelya”lanjut Evita lagi untuk sekalian memperkenalkan dua Sahabatnya ini.


“Kau berani sekali....gimana kalau kau ikut denganku, kau akan mendapatkan gaji yang lumayan” Evita memberikan tawaran kepada Pria yang terlihat diam dihadapannya.


Namun Jawaban dari Pria itu membuat Evita tertawa melihat tingkahnya. Karena Pria itu mengangguk lalu mengelengkan kepalanya. Membuat Evita menjadi tertarik.


“Hahahha..lihat Indah..Amelya..dia mengangguk dan kemudian mengeleng hahahah.....tenang aku tak akan menjual atau membuatmu menjadi babu..cukup jadi seketaris pribadiku..itu sudah cukup..apa kau mau?”Ide Evita yang membuat Indah dan Amelya sedikit meringitkan keningnya.


“Bagaimana?”tanya Evita lagi. yang membuat pria kecil itu mengangguk. “Baiklah...aku akan bertemu denganmu, digerbang depan. Pamitlah kepada kedua orang tuamu..woke..ah iya lebih baik ajak aku sekalian”ucap Evita yang kini ingin melangkah pergi.


Indah mengikuti, sedangkan Amelya memilih untuk kembali ketempatnya.


Setibanya disana, ia kaget melihat raut wajah Hun Kai yang menatap kearahnya. Dengan cepat tangannya digengam dan berhasil membuatnya meringis.


“Kemana saja kau”teriak Hun Kai, meski teriakan itu tidak terlalu keras.


“Aku...aku hanya ingin melihat pemandangan”jawab Amelya dengan berbohong. Hun Kai menatap kearah lain untuk menepis amarahnya. Kemudian menarik Amelya dengan paksa masuk kedalam toko.


-


Berbeda dengan Evita dan Indah yang kini melangkah kesalah satu tempat tinggal Pria yang baru saja mereka temui. Tapi Indah merasa mereka salah tujuan. Apa lagi sedikit kaget dengan kedatangan Amelya yang mereka sendiri tak tahu akan bertemu disana.


“Evita....bisa kau tunda dulu.....urusan ku penting, ini sudah jam berapa”ucap Indah yang menahan Evita. Evita menatap sebentar. “AH kau benar..aku hampir melupakannya, baiklah..”Ucap Evita.


Evita memandang Pria yang kini menatapnya juga. “Dengar, aku akan bertemu dengan orang tuamu, jadi bisa kau memberitahuku alamatmu”Evita memberikan ponsel pintarnya untuk Pria yang tingginya sama dengan Evita.


“Ini”ucap Pria itu menyerahkan kembali ponsel pintar Evita. Evita tersenyum, ia mengelus Kepala Pria didepannya. “Baiklah tunggu aku woke”ucap Evita yang melangkah mengikuti langkah Indah.


Setelah lumayan jauh, mereka berdua melangkah sedikit santai. “Evita apa kau tahu Amelya ada disini?”tanya Indah. Evita mengangkat bahunya “Tidak...justru aku kaget melihatnya”jawab Evita.


Mereka berdua melangkah lagi untuk keluar dari gang. Tapi mata mereka yang terlalu teliti itu malah menangkap sesuatu yang membuat mereka berdua sama-sama terdiam ditempat.


Terlihat seseorang menarik paksa tangan wanitanya dan menyuruhnya masuk kedalam mobil. Selain itu terlihat pria itu memasang wajah yang membuat Indah dan Evita tersenyum miris.


“Kenal mereka?”tanya Evita yang langsung membuat Indah mengeleng. “Kayaknya engak kenal..heheh” mereka berdua saling menatap. Sampai tatapan mereka kembali seperti semula.


“Baik urusanku terpenting...memang ada yang tak beres dengan tuh anak”ucap Indah yang melangkah pergi kelokasi yang seharusnya.


Evita menatap kepergian mobil itu, ia sedikit tersenyum. “Jika Senjata Apiku bisa dipakai disini, akan ku gunakan sekarang”benaknya. Ia kembali mengikuti Indah yang melangkah lebih dahulu darinya.


Mereka berdua pun menyelesaikan urusan itu, meski ternyata hanya manager yang datang. Karena pemilik restorant belum bisa hadir,dikarenakan kendala. Jadi mereka hanya bisa menentukan lokasi yang baik untuk mengembangkan Restorant itu.


Dan setelahnya Evita dan Indah mengunjungi kediaman Pria tadi, niat yang pulang tidak sampai malam. Malah harus pulang malam, tapi bodo amat, Evita mendapatkan seketaris baru yang dipilih olehnya sendiri.


Tinggal mengenalkannya dan memberinya tugas yang tepat untuk Evita. ada beberapa ide diotaknya untuk bisa dibagi dengan seketaris barunya itu.

__ADS_1


Yang bernama Lee Sebastian.


__ADS_2