
“Nak Za..Nak Yoongi dan Nak Echan, apa kalian tinggal disini?”tanya Bibi Kesepuluh yang meletakkan minuman serta cemilan. Sembilan Bibi yang lain ikut datang dengan melengkapi cemilan yang ada.
“Tidak bisa...tapi kalau diizinkan boleh lah”ujar Echan dengan mata yang menatap kearah Amelya.
Melihat hal tersebut membuat Amelya bingung. Mau merespon seperti apa. Masalahnya tinggal disini berarti tinggal ditempat mereka. yeah ini baru pertama kalinya sih. Amelya melihat kearah Intari dan Evita yang menikmati cemilan yang ada.
Karena Para Bibi tahu bahwa tanpa persetujuan yang lain, tak mungkin ketiga pria itu akan bisa tinggal. Jadi mereka bertanya secara langsung kepada pemiliknya.
“Nona Evita...apa tak masalah mereka tinggal?”ucap Bibi Keempat yang berdiri didekat Evita.
Evita langsung merespon dengan mengangguk. “Tak masalah, mereka bisa tinggal, karena ada beberapa kamar tamu bukan”ucap Evita dengan santai.
Mendengar hal itu para Bibi tenang dengan wajah yang bahagia. Mereka pun bergegas untuk menyiapkan kamar untuk para tamu yang ada.
“Tak apa kami tinggal disini?”tanya Yoongi dengan nada yang dingin. Evita yang mendengarnya langsung menjawab. “Apa kau tak bisa merubah sikap dinginmu itu...Kalau bersama Intari, kau langsung berubah menjadi lembut..kayak bunglon”ucap Evita.
Mendengar hal itu Yoongi langsung tersedak teh yang dihidangkan. Ia memandang kearah Evita dengan sedikit tajam. Tapi tatapannya langsung menyusut kala aura lain mendominasi.
“Yoongi, sopan santun, ia adalah calon Kakak Iparmu”ucap Za dengan santai.
“Uhuk!..uhuk!...”Evita langsung menatap kearah Za yang santai menikmati secangkir teh yang disediakan. Ia menatap dengan tak percaya. Bukan hanya dirinya.
Nabila yang mendengar hal tersebut langsung menyambut dengan meriah. “Akhirnya, Evita bisa menikah dengan Kak Za”ucap Nabila dengan senyum senang.
Intari dan Amelya menatap tak percaya dengan apa yang didengar oleh mereka. “Apa maksudnya Nabila, Evita bisa menikah?..apa selama ini Evita telah menjalin hubungan dengan Za?”tanya Intari dengan wajah yang serius.
Nabila langsung menjawab “Empat tahun yang lalu, sebelum kematian orang tua Evita, Paman dan Bibi membuat Evita melakukan perjodohan dengan keluarga Zhan. Dan Evita bertunangan dengan Kak Za ini”jelas Nabila.
Intari dan Amelya yang mendengarnya langsung menatap Evita yang kini menunduk sambil pura-pura mengambil makanan.
“Jadi Evita telah bertunangan terus apa yang terjadi kepada pertunangannya?”tanya Amelya, ia masih tak mempercayai hal ini.
“Pertunangan dibatalkan, sebab akibatnya kalian sudah tahu, bukannya kalian mencari tahu masalah kematian orang tua Evita”Nabila tak bisa menjelaskan secara detail. Ia takut dengan aura Evita yang mendominasi sekarang, meski aura Za masih menang melawannya.
“Ooh begitu..jadi sekarang Evita apa kau akan melanjutkan pertunanganmu?”tanya Intari. Ia tak mempermasalahkan tentang sebab akibatnya. Ia hanya ingin Evita kembali bahagia dan bersama dengan Za. Pria yang selalu melindungi Evita.
“Itu tidak bisa Intari..maksudku”Evita langsung menjawab dengan nada yang sedikit takut. Ia bahkan memandang Za yang juga memandang Evita.
“Kenapa?”tanya Amelya lagi.
Yoongi dan Echan hanya bisa terdiam, mereka tak bisa ikut campur. Tapi tak bisa juga diam saja, mereka akan menjelaskan kepada kekasih mereka setelah semua aman.
Sedangkan Raja yang melihat hal ini sedikit bingung. Ia telah lama berada disini, tapi masih tak bisa mengerti dengan benar apa yang terjadi kepada boss-bossnya. Namun yang lebih membuatnya tertarik adalah Tiga pria asing ini mampu membawa aura kebahagiaan mereka.
“Kamar sudah siap”ucap Bibi kesepuluh yang datang dengan dadakkan. Membuat suasana yang tegang tadi sedikit tenang.
“Baguslah Bi....kalau begitu aku ingin mandi, ini sudah malam, tolong makan malamnya Bi”ucap Evita yang langung melesat pergi meninggalkan Intari dan Amelya yang masih penasaran.
Intari dan Amelya menatap kekasih mereka dengan tatapan meminta penjelasan. Membuat Yoongi dan Echan hanya bisa menelan ludah mereka sendiri karena tatapan itu.
-
Makan malam pun tiba, semua asik dengan makanan mereka. Kali ini hanya tiga wanita dan tiga pria yang menikmati makanan yang ada. karena mereka makan tepat di ruang khusus untuk pemilik perusahaan.
Setelah semua selesai, Evita memilih untuk kembali kekamarnya. Intari dan Amelya memilih untuk berbicara dengan Yoongi dan Echan. Sedangkan Za, ia mengikuti Evita.
“Yoongi katakan yang sebenarnya..apa yang terjadi?”tanya Intari dengan wajah yang penasaran.
Yoongi dan Echan hanya bisa menceritakan yang sebenarnya. Mereka menceritakan kejadian yang berawal dari perjodohan Putra dan Inul sampai terputusnya pertunangan Evita dan Za.
“Sebabnya, karena keluarga kalian salah sangka?..lalu Evita mendapat masalah lain?”tanya Amelya.
__ADS_1
“Evita melepas marganya, dan memilih untuk menjauh, bahkan pergi begitu saja...”ucap Echan yang membuat Amelya terteguh.
“Melepas marga?..marga Alex maksudmu?”tanya Intari.
Yoongi mengangguk. “Kami yang menjadi saksinya”
“Gila....Evita melakukan hal seperti itu, itu sangat-sangat diluar nalar....tapi..”Intari terdiam. Serta Amelya yang ikut terdiam menghadirkan rasa terheran diwajah Echan dan Yoongi.
Intari dan Amelya berpikir sama. Jika mereka menjadi Evita, tentu pilihan mereka adalah keluar dari marga keluarga. Dan menanggung malu sendiri. jadi mereka tak bisa berkomentar sekarang. Yang terpenting mereka melindungi Evita dan akan selalu bersamanya.
“Sudahlah, kami sudah mengetahui yang sebenarnya, kalau begitu. Kalian istirahatlah, pasti capek”ucap Amelya yang langsung dianggukan oleh kedua pria yang melangkah untuk menuju kekamar tamu.
-
“Apa yang kau lakukan Za?”pekik Evita yang menyadari seorang pria memeluknya dari belakang. Untung tak diberi serangan, jika tidak.
“Evita..Aku merindukanmu”ucap Za. Evita yang mendengarnya mengangguk, lagian tak salah Za merindukannya, ia saja juga begitu.
“Za..istirahatlah dikamarmu, besok kita akan melakukan beberapa hal..jadi ku mohon untuk beristirahat”ucap Evita yang membalikkan tubuhnya.
Za yang melihatnya mengangguk, ia pun mendorong Evita ketempat tidur dan memeluk Evita.
Hal tersebut berhasil membuat Evita kaget dengan apa yang dilakukannya. “Za apa yang kau lakukan?”tanya Evita dengan berniat untuk melepaskan diri. Tapi Za benar-benar memeluknya dengan erat.
“Kita istirahat, sudah tidurlah”ujar Za dengan mata yang terpejam. Evita yang melihatnya langsung mengeleng, “Tapi bukan seperti ini, Za”tegur Evita.
Za menundukkan kepalanya, dan berbisik ditelinga Evita. Evita merasa merinding dibuatnya. “Diam dan tidurlah, Kau ingin ku makan disini?”
Evita langsung bungkam dan memilih untuk memejamkan matanya. Dengan hal tersebut membuat garis manis terukir dibibir Za yang memandang kearahnya.
“Aku mencintaimu Evita”benak Za yang kemudian ikut kedalam mimpi yang entah seperti apa.
-
“Tuan Zhan, bukan masalah bagiku untuk melepaskan pertunangan ini, tapi putriku sudah terlanjut jatuh cinta dengan cucumu”ucap Tuan Nurganto yang datang bersama Istri dan Putri kesayangan mereka yaitu Navi.
Tuan Nurganto tahu bahwa Za tak mencintai putri mereka. hingga hanya bisa menjalankan pertunangan dan akan memutuskan hubungan. Tapi Putri kesayangannya tak bisa menjauh dari Za yang membuat Tuan Nurganto bertemu dengan keluarga Zhan.
“Aku tak tahu bahwa Za melakukan hal itu, aku akan bertanya kepadanya”ucap Kakek Ketiga yang mencoba untuk memahami hal ini. Karena Cucu pertama mereka sudah berani melanggar aturan.
“Kenapa dengan Navi..Tuan Nurganto?”tanya Bibi Kedua yang baru saja datang.
Navi yang melihatnya langsung bergegas berlari dan memeluk Bibi Kedua dengan dadakkan.
“Bibi..Bibi..Zaza telah memutuskan pertunanganku Bi..ia mengatakan bahwa kami tak akan bisa bersama”adu Navi dengan nada yang begitu manja.
Kakek Pertama,Kedua dan Ketiga hanya bisa terdiam melihat tingkahnya. Anak manja ini pasti telah melakukan kesalahan hingga Za mengambil keputusan sendiri.
“Biar Bibi yang mengatasi hal ini..kau tenang saja, Tuan Nurganto serahkan saja kepadaku, aku bisa mengatasi hal ini, Za hanya seorang anak kecil yang belum mengerti dengan hubungan, setelah ku jelaskan, ia pasti akan mengerti”ucap Bibi Kedua.
Tuan Nurganto dan Istrinya langsung mengangguk puas. Setelah menyampaikan unek-unek yang ada. mereka bergegas kembali pulang. Meninggalkan hawa yang suram dalam kediaman keluarga Zhan.
“Anakku, lebih baik kau tak memaksa Za untuk melanjutkan pertunangannya, ia pasti memiliki penjelasannya”ujar Kakek Kedua yang menahan kepergian Bibi Kedua.
“Kakek, Za juga putraku, aku tahu apa yang diinginkan olehnya...lagi pula ia hanya tak memahami apa itu sebuah pertunangan, akan ku jelaskan kepadanya”Ucap Bibi Kedua yang langsung pergi meninggalkan para Tetua yang hanya bisa menghela nafas.
-
Bibi kedua bergegas berkunjung kekediaman Zhan Za Chen yang terletak lumayan jauh dari kediaman keluarga besar. Ia melangkah untuk masuk kedalam dengan menarik perhatian para pelayan.
Kepala Pelayan yang melihat kedatangannya langsung menyambut “Apa yang membuat Nyonya datang kemari?”tanya Kepala Pelayan.
__ADS_1
Bibi Kedua memandangnya dan berkata “Dimana Za..apa ia ada dirumah?”
Seluruh Pelayan yang ada hanya bisa terdiam melihat seorang wanita seenaknya masuk tanpa permisi. Bahkan penjaga gerbang harus mengejar karena melihat wanita tersebut masuk begitu saja. Meski Za menyayangi Bibi Kedua. Tetap ada batasan yang tak bisa diganggu gugat.
“Tuan Za sudah beberapa hari ini tidak pulang Nyonya..mungkin ia ada urusan”jawab Kepala Pelayan yang berdiri didepan Bibi Kedua.
“Ada urusan, kapan itu terjadi?”tanya Bibi Kedua. Ia mengingat bahwa beberapa hari yang lalu juga hubungan Navi dan Za sedikit merengang.
“Sudah lebih tiga hari Nyonya”Jawab Kepala Pelayan yang langsung membuat Bibi Kedua terdiam.
“Apa Za memilih untuk kabur....anak ini”benak Bibi Kedua.
“Baiklah, kalau begitu jaga kediaman ini, aku permisi”ucap Bibi Kedua yang ingin melangkah pergi. Tapi langsung terhenti ketika melihat Kepala Pelayan yang menghadang.
“Ada apa?”tanya Bibi Kedua.
Kepala Pelayan yang mendapat pertanyaannya langsung bergegas menyampaikan unek-unek yang tertahan. “Nyonya, aku telah melakukan apa yang kau inginkan, mulai dari pertunangan dengan gadis bernama Evita...dan sekarang aku mengetahui bahwa Za bertunangan dengan gadis lain”
“Lalu...Kau ingin apa?”tanya Bibi kedua dengan pandangan lain. hal tersebut membuat Kepala Pelayan terteguh.
“Tentu saja Aku ingin..ingin”Kepala Pelayan tak bisa melanjutkan ucapannya. Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Membuat Bibi Kedua langsung mengatakan “Kalau kau ingin mendapatkan Za, kau harus tahu batasanmu sendiri”Bibi kedua pun berlalu meninggalkan Kepala Pelayan yang terdiam mematung.
Bibi Kedua bergegas menuju kekediaman utama untuk menanyakan kepada Yoongi dan Echan. Karena hanya dua keponakkannya itulah yang tahu Za dimana.
-
“Melaporkan dari tempat kediaman keluarga besar Yan yang mengatakan bahwa mereka kehilangan putri kesayangan. Putri Tuan besar Yan dinyatakan hilang saat acara pesta ulang tahunnya...”
Berita Merlina menghilang telah tersebar kesegala arah dalam satu malam. Sang pemilik kekayaan nomor 10 tak ingin tinggal diam. Hingga diadakan rapat dadakkan yang membuat semua pengusaha harus hadir.
“Apa yang kau inginkan?”tanya Penguasah nomor 9.
“Tentu saja Aku ingin kalian membantuku, temukan Putriku”jawab Pengusaha,Tuan Yan.
“Bukannya kau punya kenalan dengan Dunia Bawah?”Pengusaha 8 tak tinggal diam.
“Aku tak bisa lagi menghubungi mereka...apa lagi putranya”keluh Tuan Yan yang mengambil rokok untuk menghisapnya.
Pertemuan kali ini hanya dilakukan melalui layar virtual. Dan hanya dihadiri pengusaha dari 4-10. Untuk 1-3 tak ikut campur.
“Kami tak bisa membantu akan hal ini..itu urusan pribadi”ucap Pengusaha 5 yang ingin meranjak pergi.
“Kalian ini, Aku hanya meminta bantuan kalian untuk mendukungku...untuk masalah putriku,akan ku urus”TuanYan menatap kearah pengusaha yang masing-masing menggunakan topeng agar tak saling mengenal.
Mendengar kata membantu membuat pengusaha yang lain penasaran.
“Apa yang kau inginkan sebenarnya Tuan pengusaha 10?”tanya Pengusaha 7 yang merengangkan tubuhnya untuk lebih serius.
Hal itu berhasil membuat lekukan senyum dibibir Tuan Yan. “Tentu saja, Aku ingin menyinggirkan pengusaha nomor 1 yang terlibat hilangnya putriku ini”
Mendengar hal yang seperti itu membuat pengusaha yang lain tertawa.
“Hahahha....hahah, Pengusaha 10, kau ingin menyinggirkan Pengusaha 1 yang saat ini saja tak terlihat wujudnya..bahkan yang kami ketahui bahwa yang mengambil alih masih sang Ayah”ujar Pengusaha 4 yang tertawa lepas.
“Mungkin yang kita ketahui bahwa pengusaha 1 hanya dipimpin oleh seorang pria tua yang tak menunjukkan diri. Tapi bagaimana jika ia hanya seorang anak muda yang baru saja menginjakkan kaki didunia bisnis?”Tuan Yan membuat pemikiran para Pengusaha menjadi teralihkan. Hal tersebut berhasil membuat semua pengusaha terdiam.
“Aku sangat senang jika kita mengadakan rapat besar untuk semua pengusaha yang ada..dan akan mengetahui siapa yang menjadi pemilik pengusaha 1 itu”
“Aku tak bisa menjaminnya Tuan Pengusaha 10, karena bisa saja perwakilannya yang datang”ucap Pengusaha 8 yang mulai serius.
“Apa yang tak menjamin, justru ini kesempatan yang tepat”ucap Tuan Yan dengan tenangnya.
__ADS_1
Pengusaha yang lain hanya bisa terdiam, hingga pengusaha 9 ungkap kata “Sebaiknya pikirkan putrimu, tak ada yang bisa menyentuh pengusaha 1, bukan hanya pengusaha 1, pengusaha 2 dan 3 juga tak bisa disentuh..pikirkan baik-baik”
Setelah ucapan tersebut tersampaikan, layar virtual pun mati yang membuat Tuan Yan mengeram karena tak senang. Ia tak bisa naik pangkat jika pengusaha yang lain tak mendukungnya. Yang jadi masalah pengusaha 2 dan 3 yang sama sekali tak menunjukkan diri. Tapi Tuan Yan tak menyerah, ia akan membuat sepuluh pengusaha itu untuk bertemu dan memindai siapa yang berhak diusik dan yang tak berhak. Ia harus menahan posisinya dengan baik. Karena dikota A ini semua melalui kekayaan yang akan dipandang.